
...Kalau sudah jodoh maka akan dipertemukan bagaimana pun caranya....
Sandra telah mengumpulkan banyak uang untuk masuk ke universitas yang ia idamkan. Hari ini ia akan mulai pindah ke kota.
"Maafkan aku Pa, aku ingin meneruskan pendidikanku, papa tidak apa kan aku tinggal di sini sendirian?"
"Justru papa yang khawatir kamu hidup di kota sendirian, papa tidak bisa menjagamu di sana," kata Vero.
"Tidak apa, aku bisa jaga diri, aku juga tidak akan boros, aku akan menyewa tempat kos yang murah dan dekat dari kampus," kata Sandra.
"Maafkan papa nak sampai sekarang belum bisa memenuhi kebutuhanmu dengan baik, papa janji akan bekerja lebih giat lagi, supaya kamu tidak perlu khawatir tentang biaya hidupmu selama di sana," kata Vero.
"Iya, pa," tidak ada kata lain yang bisa diucapkan oleh Sandra kecuali mengiyakan. Kata 'iya' sudah cukup untuk menjawab omongan orang dari pada harus menjawab panjang lebar tapi orang itu tidak mengerti maksud kita. Iyain aja semua selesai. Walaupun kedepannya kita tak tahu seperti apa jalan hidup yang akan kita lalui.
"Sandra pamit pa," Sandra mencium tangan papanya.
Ia berangkat dengan menaiki bus. Vero sudah menjual mobilnya untuk ditukar dengan mobil pick up yang ia gunakan untuk mengangkut barang dagangannya.
Setelah menempuh jarak yang lumayan jauh dan sangat lama, Sandra akhirnya tiba di dekat kampus yang akan digunakan untuk menimba ilmu. Tapi ia tiba pada malam hari, Sandra terlunta-lunta karena ia belum mendapatkan tempat tinggal.
Ia berjalan menyusuri daerah itu berharap ada kost murah yang bisa ia tempati. Ia pun berhenti di sebuah rumah yang bertuliskan 'Menerima kost putri'.
"Permisi bu," teriak Sandra supaya orang rumah itu mendengar.
"Cari siapa?" Tanya ibu-ibu bertubuh tambun itu.
"Apa benar di sini menerima kost putri?" Tanya Sandra yang berdiri di luar.
"Mau kost ya? Boleh, tapi bayar dimuka ya enam ratus ribu per bulan," kata ibu-ibu itu meyebutkan harganya.
"Ada yang lebih murah nggak bu?" Tanya Sandra dengan hati-hati.
"Di sini sudah yang paling murah, kalau nggak mau silakan cari kos-kosan lain saja," ibu-ibu itu terlihat galak.
Mau tak mau Sandra menerima tawaran ibu itu untuk kost di tempatnya. "Untuk sebulan ke depan saja, nanti aku bisa cari kos-kosan yang lebih murah dari pada malam ini aku tidur di jalan," batin Sandra.
Setelah Sandra menyetujuinya, ibu itu mengantar Sandra ke kamarnya. Kamar yang tidak cukup besar hanya terdapat 1 lemari dan 1 tempat tidur ukuran paling kecil.
"Terima kasih bu," kata Sandra sebelum wanita itu pergi.
Lalu ia mengabari papanya agar orang tuanya itu tidak khawatir. "Hallo pa."
"Hallo sayang, apakah kamu sudah dapat tempat tinggal?" Tanya Vero melalui sambungan telepon.
"Alhamdulillah sudah pa, papa jangan khawatir lagi, besok aku mulai kuliah di hari pertama, doakan ya pa supaya tidak telat ikut kuliah."
"Pasti sayang," setelah itu Sandra menutup teleponnya.
Sebelum tidur dia memasang alarm terlebih dulu supaya tidak telat ikut OSPEK di hari pertama.
"Bismillah, semoga besok pagi tidak telat bangunnya," Sandra berdoa sebelum tidur.
Keesokan harinya Sandra bangun pukul lima pagi, lalu ia bergegas mandi, tapi tanpa dia duga banyak yang mengantri di kamar mandi itu.
"Dih kalau caranya gini aku bisa telat," gumam Sandra.
"Gue Nabil, gue kuliah disitu juga semester enam, kalau nggak salah hari ini ada OSPEK untuk anak baru kan?" Lagi-lagi Sandra hanya mengangguk menjawab pertanyaan Nabil.
"Ya udah elo mandi dulu gih, gue habis elo aja," Sandra menerbitkan senyumannya. "Terima kasih banyak, mbak," kata Sandra dengan girang.
Tapi saat Sandra akan masuk seorang cowok malah nyelonong ke kamar mandi setelah orang pertama keluar. "Gue duluan," kata cowok itu.
"Hish gak sopan banget sih, kan gue yang antri duluan," gerutu Sandra.
"Gue udah antri sejak di kamar," teriak cowok itu dari dalam kamar mandi.
"Memangnya di sini ada cowok juga yang ngekost?" Tanya Sandra pada Nabil.
"Dia anaknya ibu kost, dia emang gitu suka jahil," terang Nabil. Sandra hanya bisa merengek.
Sudah setengah jam berlalu. "Ampun gue belum sholat subuh lagi," gumam Sandra. Sandra berlari dan keluar dari barisannya untuk mengambil air wudhu.
"San kalau elo keluar nanti antri paling belakang lho," teriak Nabil.
"Bodo amat, yang penting sholat dulu, gue nggak mandi juga nggak ada yang tahu," sahut Sandra.
Usai sholat Sandra melihat jam yang menempel di dinding kamarnya. Ia kembali ke kamar mandi, dilihatnya antrian masih panjang. "Udah nggak ada waktu buat ngantri di kamar mandi, gue cari sarapan aja sebelum ikut OSPEK, nggak lucu kan gue digendong senior gitu kaya di sinetron-sinetron," Sandra terkekeh sambil membayangkan sesuatu.
Saat ini Sandra sudah berada di lapangan untuk mengikuti OSPEK di hari pertama. Meskipun tidak telat tapi ia lupa membawa sesuatu. "Papan nama gue ketinggalan di tempat kos," gumam Sandra.
"Heh, kamu," seorang senior menunjuk Sandra yang berada di dalam barisan. Ia terlihat mencolok karena Sandra tidak membawa kelengkapan OSPEK.
"Udah gue duga, perasaan nggak enak," gumam Sandra.
"Maju, lama amat sih!" Bentak senior cewek tersebut.
"Ada apaan sih?" Tanya Alex yang baru ikut bergabung.
"Tuh Lex anak baru nggak pakai papan nama," adunya. Alex menoleh. Betapa terkejutnya dia saat melihat gadis yang sudah beberapa tahun dia cari. Tapi Sandra tidak menyadari keberadaan Alex karena dia sedang menunduk.
"Sandra," gumam Alex. Ingin sekali dia memeluk gadis itu tapi tidak mungkin dilakukannya ketika berada di lapangan.
"Angkat kepala kamu!" Kata Alex pada Sandra.
Sandra pun menuruti perintah seniornya. Matanya bertemu dengan mata pemuda yang pernah menjadi kekasihnya itu. Tiba-tiba dada Sandra menjadi sesak. Sandra menahan air mata. Namun, walau ditahan sekeras apapun air matanya itu lolos begitu saja. Sandra mengusap air matanya yang lolos dengan kasar.
"Kamu jangan pura-pura nangis," bentak senior cewek padanya.
"Maaf kak," jawab Sandra lalu kembali menunduk.
"Kamu ikut saya keluar barisan," ajak Alex.
"Dasar modus," gumam Andi karena memang dia yang tahu kisah cinta antara Sandra dan Alex semasa SMA.
Alex menatap tajam ke arah Andi seolah memberikan kode supaya tak ada yang tahu soal hubungannya dengan Sandra. Karena Alex tidak mau dia dibully selama masa OSPEK.
...❤️❤️❤️...
Maafkan othor yang jarang up karena sedang sakit ya dears doain othor tetap kuat nulis walau sakit.