
"Keluarga Pak Jaden?" panggil suster yang baru keluar dari ruang UGD.
"Ya saya ayah mertuanya sus," kata Rasya yang maju.
"Pasien harus dioperasi pak karena terdapat retakan di tulangnya," kata suster tersebut.
"Tolong lakukan yang terbaik untuk menantu saya," kata Rasya.
Tak lama kemudian Bia dan mam Ara tiba di rumah sakit. "Pa bagaimana keadaan kak Jaden?" tanya Bia yang begitu cemas dengan keadaan suaminya.
"Tulang tangannya retak jadi harus dioperasi," jawab Rasya.
Bia menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya. "Semua gara-gara aku ma,kalau saja aku nggak ketiduran mungkin kak Jaden gak akan menggendongku," Bia menangis di pelukan ibunya.
"Ssstt kamu jangan menangis Bi, mama yakin dia akan baik-baik saja setelah dioperasi," kata mam Ara menghibur putrinya.
"Kamu duduk dulu Bi, nanti kamu kelelahan," saran Rasya pada putrinya.
Mama Ara mengajak Bia duduk di kursi tunggu. Sedangkan Rasya sedang mengurus administrasi untuk Jaden.
"Bi mama tinggal ke toilet ya sebentar," kata mama Ara.
Tak lama kemudian Keyla datang ke rumah sakit. "Bia," Keyla memanggil nama sahabatnya itu.
"Bagaimana keadaan suami lo?" tanya Keyla yang merasa kasian pada Bia yang terlihat seperti habis menangis.
"Tangan kak Jaden retak jadi harus dioperasi," ungkapnya. Lalu Bia meminta Keyla memeluknya. "Ini semua gara-gara gue Key, tangannya sakit setelah menggendong gue," Bia terus saja menyalahkan diri sendiri.
"Eh gak baik ah menyalahkan diri sendiri, kata mas Bagus dia kena pukul sama begal kemaren jadi bukan salah elo Bi," Keyla mencoba memberi pengertian pada sahabatnya agar tidak menyalahkan dirinya sendiri.
"Iya, sebel tuh sama mereka sok pahlawan akhirnya kek gini kan jadinya,huaaaa...." tangis Bia kembali pecah.
Keyla menenangkan Bia dengan memberinya pelukan. "Bumil gak boleh stres Bi, kamu harus ingat anak kamu, maaf ya aku gak sempet jenguk kamu kemaren, tugas kantor numpuk banget," kata Keyla memberi alasan.
...***...
Darren heran saat Bagus datang sendiran. "Gus Jaden berhalangan hari ini?" tanya Darren.
"Iya Pak, sebenarnya pak Jaden masuk rumah sakit," ucapan Bagus membuat Darren kaget.
"Loh kenapa bisa begitu? Kemaren istrinya sekarang dia," ucap Darren merasa frustasi.
"Tangannya terluka saat melawan begal Pak," terang Bagus.
"Maaf dad telat," ucapnya yang baru sampai di ruangan meeting.
"Kita tinda meetingnya, jalan ke rumah sakit sekarang!" kata Darren diikuti oleh Julian,Bagus dan Bagas ke rumah sakit.
Sesampainya di mereka sampai di rumah sakit. Semua pandangan orang tertuju pada empat orang pria yang memakai setelan jas mahalnya.
Darren melihat Keyla dan Bia dari kejauhan. Ia pun mempercepat langkahnya.
"Sayang, bagaimana keadaan suami kamu?" tanya Darren pada menantu kesayangannya itu.
"Daddy huaaa...."
Darren dan yang lainnya dibuat bingung mendengar suara tangisan Bia yang begitu kencang. "Kak Jaden harus dioperasi," kata Bia.
Bagus memberikan kode pada Keyla agar bergeser. Darren kemudian memeluk Bia erat. "Kamu tenang saja dia akan segera sembuh," kata Darren sambil memeluk menantunya.
"Oh ya bagaimana kabar cucuku?" tanya Darrem sambil mengelus perut menantunya. Darren memang pria yang hangat. Suami Celine itu memang penuh perhatian pada menantunya. Ia sudah menganggap Bia seperti anaknya sendiri.
"Aku lapar belum makan," jawab Bia polos. Sontak semua orang tertawa mendengarnya.
Rasya dan Ara baru saja kembali membeli makanan. "Sayang maaf mama telat ini makanannya," kata Ara.
"Pak Darren maaf kami hanya membeli satu porsi, apa Bapak mau? Saya bisa belikan lagi" kata mama Ara merasa tidak enak.
"Tidak Bu terima kasih," tolaknya. "Sekarang makanlah," kata Darren kepada menantunya.
"Huh dasar buntelan, kaya ikan kembung lo sekarang," kata Julian pada Bia diiringi tawa mengejek. Julian mengacak rambut Bia sayang. Ia juga sudah menganggap Bia seperti adik perempuannya sendiri.
"Daddy," teriak Bia yang mengadu pada Darren.
"Julian jangan ganggu dia yang sedang makan," kata Darren.
Semua orang menunggu operasi Jaden selesai. "Bi elo tahu kenapa tangan Jaden sampai patah?" tanya Julian setelah Bia selesai makan.
"Katanya kemaren dia kena pukul pas ngelawan begal, terus malamnya dia malah gendong aku padahal udah tahu kalau tangannya sakit malah mindahin aku ke kamar tidur," kata Bia.
"Ya udah si jangan nyalahin diri elo, kita berdoa aja biar suami lo sembuh," kata Julian bijak. Kali ini dia tidak dalam mode bercanda.
Setelah menunggu dua jam, doker akhirnya keluar. "Operasi pak Jaden berjalan dengan lancar, tapi..." dokter menjeda omongannya.
"Tidak boleh mengangkat beban apa pun sampai tangannya pulih benar," pesan dokter tersebut pada semua orang yang ada di sana.