My Beloved Partner

My Beloved Partner
67



Pagi ini sebelum berangkat ke kantor Julian menyempatkan diri untuk menemui bayinya di kamar sebelah.


Julian membuka sedikit pintu kamar Raina untuk mengintipnya. Raina tampak habis memandikan si bayi. Wanita itu bersenandung kecil seraya memakaikan baju anaknya.


Julian tampak khawatir karena wanita itu baru saja melahirkan bagaimana bisa ia memandikan sendiri anaknya tanpa bantuan orang lain.Ia langsung membuka lebar pintu kamar tersebut.


"Kenapa tidak meminta bantuan asisten rumah tangga atau mommy untuk memandikan Sovia?" tanya Julian yang membuat Raina sedikit terhenyak.


Wanita berhijab itu tersenyum."Aku sudah terbiasa mengerjakan sesuatu sendiri,lagipula sangat menyenangkan bisa memandikan bayiku dengan tanganku sendiri, dia menggemaskan bukan?" tanya Raina tanpa menoleh ke arah Julian. Dirinya masih sibuk mengoleskan minyak telon ke tubuh bayi yang baru selesai mandi itu.


"Sangat menggemaskan,"jawab Julian seraya menatap ke arah Raina.Ia sangat terpesona dengan kecantikan dan kelembutan wanita cantik di hadapannya itu.


Ehem


Suara deheman itu datang dari luar kamar.Mom Celine dan Dad Darren masuk ke dalam kamar Raina.Julian mencebik kesal pasalnya mereka seperti nyamuk pengganggu.


"Eh cucu oma sudah mandi," mom Celine mendudukkan diri di atas kasur."Biar mommy yang pakaikan bajunya.


"Onty Berlian memang bagus ya seleranya, lihat nih cucu oma pakai baju ini keliatana lucu banget," mom Celine mengangkat bayi itu sambil menempelkan hidungnya ke hidung sang bayi.


"Daddy juga ingin gendong mom," rengek dad Arren yang sedari tadi sabar menunggu cucunya berganti baju.


"Memangnya daddy bisa menggendong bayi, kau kan melewatkan masa kecil anak-anak kita," mom Celine mengungkit kejadian tiga luluh tahun lalu. Dimana ia harus melahirkan sendiri tanpa dukungan seorang suami di sisinya.


"Mom,please kejadian itu sudah lama,lagipula aku sudah menebus semua kesalahanku,kini aku ingin merasakan masa kecil anak-anak yang terlewatkan itu dengan selalu berada di samping cucuku," ucap Darren dengan penuh penyesalan.


"Dad sebaiknya kita berangkat sekarang, sebentar lagi ada rapat direksi," Julian menarik tangan Daddynya.Namun Julian sempat mencuri kecupan kecil di pipi Sovia sebelum keluar dari kamar.Hati Raina merasa terharu.Oh, betapa manisnya sikap Julian pada putri kecilnya itu.


Sedangkan dad Darren tampak kecewa."Awas saja nanti aku akan pulang cepat agar bisa bermain dengan cucuku,"gumamnya lirih tapi Julian tetap mendengarnya.


"Kita lihat saja nanti," ledek Julian.


...***...


Hari itu Dani meminta bertemu di sebuah kafe untuk membicarakan perihal kontrak yang akan mereka tanda tangani bersama.


"Maaf saya telat," ucap Bia yang baru datang bersama dengan Keyla asistennya.


"Gak masalah,aku juga baru sampai,kamu mau pesan apa?" Dani menyuruh Bia memesan makanan terlebih dulu.


"Jus alpukat sama... elo apa Key?" tanyanya pada Keyla.


"Orange juice aja," jawab Keyla singkat.


Tidak disangka pagi itu Jaden juga melakukan meeting bersama kliennya di kafe yang sama. Bagus yang membisikkan sesuatu pada atasannya.Jaden menoleh ke arah Bia tapi Bia tidak menyadari keberadaan suaminya.


"Bagaimana kita lanjut?" tanya kolega bisnis Jaden.


"Ah,iya mari kita lanjutkan pembahasan kita," ajak Jaden pada kliennya. Kali ini ia terpaksa melepaskan Dani.


"Kamu udah baca poin-poinnya kan?" tanya Dani pada Bia.


"Iya,aku setuju," Bia mengambil polpen kemudian menanda tangani berkas kerjasamanya dengan perusahaan Dani.


"Kalau begitu saya permisi," Bia berdiri namun tangannya dicekal oleh Dani.Bia menatap tajam ke arah laki-laki itu. Dani pun melepas tangan Bia namun ia terkekeh.


"Kamu tetap saja galak Bi,tidak bisakah kamu duduk lebih lama lagi di sini bersamaku?" tanya Dani.


"Maaf tapi saya tidak ingin," ucap Bia dengan ketus. Meski ia baru saja menandatangani perjanjian kontrak dengan mantan kekasihnya itu bukan berarti ia melupakan kesalahan Dani di masa lalu.


Bia yang baru meyelesaikan mata kuliahnya berniat menghampiri kekasihnya yang merupakan kakak tingkatnya di kampus.


"Bi,elo nebeng gue gak?" tanya Keyla.


"Eh gak kebalik neng,ada juga elo yang tadi pagi nebeng mobil gue," cibir Bia.


"Eh iya ya gue lupa,ntar malam elo ngisi panggung kan di kafe nyokap?" tanya Keyla.


"Pengennya gitu sih tapi absen dulu deh, gue udah ada janji sama Dani," kata Bia dengan wajah sumringah membayangkan cara kencannya dengan sang pacar.


"Dia dimana ko gak kelihatan batang kupingnya," Keyla sengaja memplesetkan kata-katanya.


"Batang hidung,batang kuping,"protes Bia pada sahabatnya itu.


"Gak tahu, chat gue belum dibales,gue tanya temennya dulu deh, khawatir gue jangan-jangan hari ini dia gak masuk kuliah karena sakit," tebak Bia.


Tapi tebakannya itu salah. Saat salah seorang temannya mengatakan kalau Dani sedang ada di kosannya, Bia pun menghampiri laki-laki yang sudah dipacarinya hampir setengah tahun itu.


Bia yang sampai di kos-kosan yang Dani tinggali melihat sepatu cewek di depan terasnya. Ia mengernyit heran. Tak mau berprasangka buruk,Bia pun menata hati dan pikirannya.


Saat ia masuk ke dalam kos-kosan yang tidak terkunci itu Bia kaget ketika melihat kekasihnya berada di atas tubuh wanita yang tidak ia kenal dalam keadaan setengah telanjang.


Bia menutup mulutnya yang menganga karena saking kagetnya.Ia menggelengkan kepalanya cepat. Matanya sudah banjir air mata. Gadis itu tidak menyangka kekasihnya bisa melakukan perbuatan hina seperti itu.


Brak


Bia sengaja menggebrak pintu kamar Dani dengan keras. "B@jing@n," teriak Bia.Dani dan wanita itu menoleh. Laki-laki itu pun segera turun dari tubuh wanita yang bersamanya di atas ranjang.


Cepat-cepat Dani mengenakan baju dan mengejar kekasihnya."Bi tunggu," teriak Dani.


"Sayang kamu mau kemana?"tanya wanita yang masih di atas ranjang tersebut. Ia menutup tubuhnya yang masih polos.Dani tak menjawab pertanyaan dari kekasih gelapnya.


"Bi tunggu," Dani menggedor pintu mobil Bia. Tapi gadis itu tidak mengindahkannya.Ia menangis sesenggukan melihat adegan live kekasihnya berselingkuh bersama perempuan lain.


Bia menghampiri Keyla di kafenya. "Hua..hua..," Bia menangis dengan keras sampai mengalihkan perhatian pengunjung kafe saat itu.


"Eh Jubaedah dateng-dateng nangis kenapa lo?" Keyla mencibir tapi membalas pelukan Bia.


"Dani Key, Dani," jawab Bia di tengah tangisannya.


"Kenapa pacar lo?" tanya Keyla penasaran.


"Dia selingkuh,hua...," Bia kembali menangis dengan keras.


Flashback off


Sejak saat itu Bia tidak mau mengenal Dani. Sulit sekali memaafkan laki-laki yang sengaja berkhianat itu. Bagaimana tidak Bia sedang sayang-sayangnya waktu itu. Tentu saja sakit hatinya sulit terobati sampai Jaden menggantikan posisi Dani di hatinya.


💖


💖


💖


Jangan lupa koment biar karyaku makin berkembang