
"Assalamualaikum Bi," mama Ara datang ke rumah putrinya setelah Jaden mengabari kalau Bia sedang hamil.
"Waalaikumsalam,"Bia membuka pintu rumahnya.Ia tersenyum lebar saat melihat Sang Ibu datang.
"Kamu ko belum mandi sih?" tanya mama Ara.
"Males ma,lagian juga gak kerja," jawab Bia malas.
"Kok gitu sih,pagi ini kamu mual muntah gak? Kata Jaden kamu hamil lagi ya?" tanya mama Ara.Bia mengangguk sambil tersenyum.
"Selamat ya sayang,mulai sekarang mama akan ikut jagain kamu, sekarang kamu mandi nanti kita sarapan bareng," perintah mam Ara.
"Aku gak berselera mam,tiap kali nyium bau makanan aku selalu mual," tolak Bia.
"Ya udah yang penting kamu mandi dululah, bau ih cewek ko males banget mandi, heran kenapa Jaden mau nikah sama kamu," ledek mam Ara pada putrinya.Bia malah tertawa saat dicibir.
Di kamar mandi Bia berendam di dalam bathup.Hampir sejam lamanya ia berada di sana.Mama Ara jadi khawatir karena putrinya itu tidak juga keluar dari kamar mandi.
Lalu mama Ara memutuskan untuk menyusul Berlian di kamarnya."Kemana sih tuh anak? Tadi disuruh mandi males, giliran mandi malah gak selesai-selesai," gerutu mam Ara yang kesal dengan ulah putrinya.
"Bia kamu ngapain sih?" Mama Ara mengedarkan pandangannya ke seluruh sudut kamar tapi tak menemukannya.Kemudian matanya mengarah ke kamar mandi yang pintunya sedikit terbuka."Ya ampun pintu kamar mandi kok gak dikunci nanti kalau ada yang masuk gimana?" gumam mama Ara.
Saat membuka pintu kamar mandi mama Ara mendapati putrinya memejamkan mata di dalam bathup.Sontak mam Ara panik.Ia mengira putrinya itu pingsan.
"Bangun Bi,kamu jangan pingsan di kamar mandi," mama Ara menepuk-nepuk pipi Bia.
"Ya ampun mama, lagi enak-enakan tidur juga," protes Bia.
"Iya nyah," jawab Bia slengekan.
Tak lama kemudian Bia keluar dari kamar mandi.Mama Ara masih berada di dalam kamarnya."Ma aku mau ganti baju," usir Bia secara tidak langsung.
"Iya mama cuma mau mastiin kamu gak berendam lagi kaya tadi, mama tunggu di bawah ya, oh ya Bia mulai besok kamu tidur di lantai bawah ajalah,kalau inget kejadian dulu mama jadi khawatir tahu," sekilas mama mengenang kecelakaan jatuhnya Bia dari tangga yang menyebabkan anaknya sampai meninggal.
"Iya ma, nanti aku bilang sama kak Jaden biar diberesin barang-barang aku."
"Biar mama ajalah yang nyuruh orang nanti kamar atas biarin kosong dulu,nanti mama suruh asisten rumah tangga kamu dibantu pak Satpam suruh pindah-pindahin barang-barang kamu," tegas mam Ara.Kali ini dirinya ingin memastikan keselamatan putrinya yang sedang hamil.
"Atur aja deh ma,Bia terima beres aja," jawab Bia pasrah.
Sementara itu di kantor ojek online milik keluarga Berlian,Dani datang untuk menemui wanita itu.
"Maaf pak Bu Berlian sedang cuti," kata Keyla saat Dani menanyakan keberadaan Berlian.
"Apa? Dalam rangka apa dia cuti?" tanya Dani penasaran.
"Bu Berlian..." belum sempat Keyla meneruskan kata-katanya.Jaden datang menghampiri keduanya.
Ehem
Jaden berdehem untuk menunjukkan keberadaan dirinya."Ada apa ini?" tanya Jaden.