
...Flashback on...
"Ceraikan aku!" Geram Chloe.
"Aku tidak bisa menceraikanmu meski kamu memintaku berkali-kali," tegas Vero. Sebagai laki-laki yang bertanggung jawab dia tak mungkin mengingkari janji pada ayah istrinya itu.
"Lalu kenapa kamu berselingkuh di belakangku kalau tidak ingin menceraikan aku, hah?" Chloe merasa dikhianati oleh suaminya.
"Kau yang membuat aku berselingkuh. Selama ini apa kau menjadi istri yang baik untukku? Tanya itu pada dirimu sendiri." Vero menjawab dengan nada yang sengaja ditinggikan.
Selama ini Vero sudah cukup bersabar dengan sikap Chloe yang sangat dingin kepadanya.Meskipun dinikahkan dengan cara dijodohkan Vero tetap menerima keputusan orang tuanya. Dia hanya ingin menjadi anak yang berbakti dengan menuruti kemauan kedua orang tuanya. Dia yakin wanita yang dijodohkan adalah pilihan terbaik mereka.
Berbeda dengan sikap Vero yang cenderung bisa menerima perjodohan itu, Chloe malah sebaliknya. Wanita itu menentang keras kemauan ayahnya. Karena pada daat itu ia ingin dinikahi oleh laki-laki lain.
Walaupun mereka sudah menikah, Chloe tidak pernah menjadi istri yang baik untuk Vero. Chloe lebih banyak di luar rumah dari pada menghabiskan waktu bersama suaminya. Bahkan untuk sekedar makan bersama, tidak pernah ia lakukan sama sekali. Hal itu membuat Vero merasa diabaikan.
Sebagai laki-laki normal Vero menginginkan pasangan yang bisa membahagiakan dirinya. Kedekatannya dengan sang sekretaris membuat Vero menaruh hati pada wanita bernama Diana.
Diana adalah sosok wanita cantik yang lembut. Tutur katanya halus dan penuh perhatian. Setiap hari mereka berinteraksi. Tanpa sadar Vero mengagumi sikap Diana. Diana pun tak menolak ajakan Vero untuk menjalin hubungan secara diam-diam. Karena sejatinya Diana juga mengagumi sosok Vero yang bijaksana.
Suatu malam ketika Vero mengantar pulang Diana, lampu di rumah kontrakan Diana tiba-tiba mati karena hujan lebat saat itu. Diana merasa ketakutan karena ia tinggal seorang diri. Vero yang tak tega akhirnya menemani Diana di dalam rumah.
"Ah," pekik Diana saat kakinya tersandung kaki kursi. Tanpa ia sangka Diana terjatuh di pangkuan Vero. Vero yang tak pernah mendapatkan kehangatan dari Chloe mulai terang*snag hanya karena adiknya tak sengaja tersenggol pan*tat Diana.
"Maaf, mas," ucap Diana di dalam kegelapan. Vero menatap wajah Diana yang tampak buram dengan cahaya minim yang masuk ke dalam ruangan itu.
Ia menangkup wajah Diana dan menyatukan bibirnya. Diana tersentak kaget. Ia tak menduga laki-laki yang tak lain atasannya itu menciumnya secara tiba-tiba.
Diana tak menolak ketika Vero mencium bibirnya dengan lembut. Tak ia tampik sentuhan Vero membuatnya terbuai. "Mas..." panggil Diana ketika melepas pagutan bibirnya.
"Aku mencintaimu Diana," ungkapan hati Vero membuat Diana tak bisa menolak ajakan Vero untuk berhubungan badan dengannya.
Vero kembali mencium Diana. Ia mulai rakus seolah melahap makanan yang lezat. Puas bermain-main di area bibir, Vero menjelajah ke leher jenjang Diana.
Diana merasakan sensasi yang sulit ia ungkapkan dengan kata-kata. Ia mencengkeram pegangan sofa dengan kuat saat tangan Vero menyentuh bagian punggungnya.
Vero mencari pengait br@ milik Diana. Perlahan ia melepaskan kaitan itu. Lalu tangannya berpindah ke bagian depan. Diana semakin terbuai. Suara de*s4*han dan ernagan memenuhi ruangan yang masih mati lampu tersebut.
Hujan di luar bertambah deras. Udara bertambah dingin. Mereka menghangatkan tubuh dengan melakukan penyatuan. Tak dapat dipungkiri Vero menikmati malam itu dengan peluh yang mengucur dari dahinya meski udara dingin masuk ke ruangan itu.
Vero dan Diana menghabiskan waktu semalaman di rumah Diana. Ketika menjelang subuh, lampu di rumah Diana baru menyala. Hujan pun sudah berhenti. Vero terbangun ketika matanya silau dengan lampu yang masih hidup.
Badannya terasa pegal karena mereka melakukannya di atas sofa lalu ia tertidur di lantai karena mereka tidak bisa berpindah dalam keadaan gelap.
Melihat Diana yang polos tanpa sehelai benang pun, Vero mengambil selimut di kamar Diana. Lalu ia menyelimuti tubuh kekasih gelapnya itu.
Setelah memakai pakaiannya Vero mencoba membangunkan Diana. "Sayang," Vero mencoba mengguncang lengan wanita itu.
Diana mengerjapkan matanya. "Mas," panggil Diana.
"Hati-hati," pesan Diana. Lalu ia keluar dengan mengendap-endap agar tetangganya tidak terbangun.
Sesampainya di rumah, Vero membuka pintu rumahnya dengan kunci serep yang ia bawa. Ia masuk ke dalam kamar tamu. Sangat beresiko jika ia masuk ke kamar utama.
Saat itu Vero pulang pukul tiga pagi, salah seorang asisten rumah tangganya mengetahui kepulangannya. Namun Vero meminta dia merahasiakan itu dari istrinya.
"Aku harap kamu tidak mengatakan pada istriku kalau aku pulang pada pagi hari, aku lembur di kantor sampai ketiduran dan aku tidak tahu kalau aku tidur sampai pagi begini" Vero beralasan untuk menutupi kebohongannya.
Dua bulan kemudian Diana merasa ada yang aneh dengan dirinya. Tiap pagi ia merasakan mual. Akhirnya ia membeli tespek dan mengetes urinnya. Ia melihat tanda garis dua di alat tes kehamilan itu.
Diana menutup mulutnya karena terkejut. Ia pun memberi tahu soal kehamilannya pada Vero. Vero bingung ketika Diana menyatakan dirinya hamil anaknya.
"Aku akan menikahimu tapi secara siri karena istriku pasti akan membuat ulah padamu jika dia tahu aku telah menghamilimu," kata Vero.
...***...
Chleo yang merasa curiga pada Vero yang jarang pulang ke rumah akhirnya membuntuti suaminya. Ia melihat Vero bersama wanita yang tak lain sekretarisnya di kantor.
"Ow pantas saja kamu tiba-tiba resign ternyata kamu pindah kerja jadi selingkuhan suamiku, hm?" geram Chloe.
"Cukup dia juga istriku," Vero membela Diana. Diana merasa terguncang hingga kandungannya mengalami kontraksi awal.
Diana merintih kesakitan. Vero membawa istri keduanya ke rumah sakit. Saat di rumah sakit Diana terpaksa melahirkan anaknya secara prematur. Sayang nyawa Diana tak bisa tertolong. Sejak awal dokter sudah memberi tahu kalau kandungan Diana lemah. Kini terbukti setelah Diana melahirkan, ia meninggal dunia.
Setelah memakamkan Diana, Vero membawa putrinya ke rumah besar yang ia tinggali bersama istri pertamanya.
Keluarga Vero tidak menentang keberadaan bayi itu, tapi keluarga Diana tidak terima putrinya diselingkuhi.
Sampai sekarang Chloe tidak bisa menerima kehadiran Sandra sebagai anaknya karena ia tidak terlahir dari rahimnya sendiri melainkan dari rahim selingkuhan suaminya.
Meskipun Chloe tidak mencintai Vero, tapi ia tidak terima jika dia dikhianati. Maka dari itu ia melampiaskan semua kekesalannya pada Sandra.
...Flashback off...
"Pa, apa benar yang dikatakan mama kalau aku ini bukan anak kandungnya?" Tanya Sandra sambil terisak di pelukan sang ayah.
Vero terkejut. Ia sudah merahasiakan selama enam belas tahun dari putrinya itu. Namun, pada akhirnya rahasia itu terbongkar melalui mulut istrinya yang laknat tersebut.
...❤️❤️❤️...
Kemaren yang nanya kenapa Chloe sangat membenci putrinya sendiri sudah terjawab ya dears.
Udah aku turuti ya rasa penasaranya, sekarang gantian dong kalian yang kasih reward aku dengan memberikan bunga atau kopi hehe
Othor nulisnya biar semangat 😘