
☘☘
Cinta begitu sulit untuk diungkap meski hadirnya hati telah menyelidiki, jika saat nanti bertemu kembali kuharap kau masih tetap disini..
......................
"Lex, kau pulanglah. Kau pasti lelah.., " ucap Rachel membangunkan Alex yang ketiduran sambil terduduk. Tangannya masih menggenggam jemari mungil Sunny.
Alex mengerjapkan matanya, mengumpulkan sisa nyawa yang hilang akibat tidurnya.
"Aku akan pergi setelah berpamitan dengan Sunny" ucapnya masih dengan suara serak khas bangun tidur.
"Sebenarnya apa tujuanmu Lex?" tanya Rachel yang sudah tak tahan dari semalam ingin dia tanyakan.
Flashback **
Malam tadi Sunny meminta Alex untuk menemaninya membaca dongeng untuknya sebelum tidur.
"Om, maukah Om Alex membacakan Sunny dongeng yang sangat bahagia?" pinta Sunny.
"Sunny, Om Alex orang yang sangat sibuk. Kau tak bisa menahannya lama-lama disini" bujuk Rachel agar Sunny tak menahan Alex lama-lama disini.
"Apakah benar yang Aunty katakan Om?" tanya Sunny kepada Alex.
"Om akan membacakan dongeng bahagia untukmu sayang" ucap Alex sambil mencubit ujung hidung mancung Sunny.
"Terimakasih Om Alex" ucap Sunny sambil memeluk Alex dengan kasih sayang.
Rachel yang melihatnya sedikit kesal dengan Alex yang sengaja berlama-lama menemani Sunny. Akhirnya Rachel memutuskan mencari udara segar di luar. Jujur saat ini dirinya sangat canggung satu ruang dengan Alex. Rasa bencinya kemarin entah mengapa menghilang begitu saja saat Alex berhasil membuat Sunny tertawa bahagia.
Saat dirasa angin malam sudah tak bersahabat, Rachel memutuskan kembali ke ruang rawat Sunny. Dibukanya pintu itu, dilihatnya sebuah pemandangan yang entah mengapa membuat dirinya meneteskan air mata.
Alex tertidur sambil menggenggam jemari Sunny. Rachel sendiri tak tega akan membangunkan Alex karena dilihatnya wajah Alex sangat lelah, Rachel memutuskan untuk memberi selimutnya di tubuh Alex yang tertidur dengan duduk.
Saat Rachel ingin mengambil buku dongeng yang bertumpuk dengan jaketnya Alex, Rachel tak sengaja sebuah amplop juga ikut terjatuh dari jaketnya. Perlahan Rachel memperhatikan judul dari amplop tersebut. Tangan Rachel sedikit bergetar setelah jelas membaca judul amplop tersebut. Kemudian dia semakin ingin tahu isi dari amplop tersebut. Dibukanya dengan perlahan isi amplop tersebut dan, Rachel menangkup bibirnya. Air matanya leleh perlahan. Kemudian menatap Alex dan Sunny bersamaan. Tangan Rachel perlahan menyentuh pipi Alex dan Sunny bergantian.
'Aku takut setelah ini' batinnya.
Flash on**
"Sebenarnya apa tujuanmu Lex?" tanya Rachel yang sudah tak tahan dari semalam ingin dia tanyakan.
Alex sedikit berpikir dengan pertanyaan Rachel.
"Aku mohon Lex, jangan pisahkan aku dengan Sunny" kali ini Rachel bersimpuh di Kaki Alex dengan tangis yang sudah tak tertahan.
"Sunny satu-satunya yang aku miliki sekarang, aku ga kuat kalo harus dipisahkan dengannya. Hiks.. hiks.. hiks"
Alex mengangkat bahu Rachel yang bersimpuh di Kakinya, lalu menyeka air mata Rachel dengan lembut.
"Apa yang ada dipikiranmu Rachel?" tanya Alex kepada Rachel yang masih menunduk.
"Aku takut kau memisahkan aku dengan Sunny, karena ayahku sudah menelantarkannya sejak bayi" ucap Rachel lirih.
"Apa kau mengetahui yang sebenarnya?" tanya Alex curiga Rachel sudah mengetahui hasil test DNA sunny dengannya.
Kemudian Rachel menyodorkan surat hasil test DNA milik Alex yang tak sengaja terjatuh. Alex terkejut karena Rachel sudah mengetahuinya.
"Sebenarnya aku yang lebih takut. Takut jika kalian berdua tak menerimaku karena sudah berpikiran buruk tentang kalian" ucap Alex menyesal.
"Kau berhak marah kemarin Lex, semua ini salahku" ucap Rachel menyalahkan dirinya.
"Kenapa kau menyembunyikan ini semua dariku Rachel? kenapa malam itu kau tak marah saat aku menghinamu" tanya Alex menyesali semuanya.
"Bagaimana aku bisa marah kepadamu saat itu Lex.., kau memang benar kalo adalah wanita ja**** yang sudah menjual diri kepadamu agar bisa terlepas dari Ayahku" ucap Rachel getir.
Alex langsung menarik tubuh Rachel kedalam pelukannya. Mereka berdua saling menangis menyesali perbuatan serta ucapan mereka di masa lalu.
"Rachel, maukah kita mengulanginya dari awal? demi Sunny" pinta Alex serius.
"Kau masih ragu denganku, itu wajar.. karena aku sudah terlalu banyak menyakitimu. Aku akan menunggu jawabanmu Rachel" Alex tak memaksa Rachel untuk segera menjawab permintaannya, Alex sendiri sudah berpikir jika Rachel pasti akan sulit untuk menerimanya kembali.
"Alex, " panggil Rachel.
"Apa kau masih mencintai Ellena?" tanya Rachel karena setahunya Alex sangat sulit melupakan Ellena.
Alex gantian terdiam, memang dari dalam lubuk hatinya terdalam masih tersimpan rasa cinta untuk Ellena meski saat ini Ellena sudah berbahagia dengan Zacklee.
"Kau masih mencintainya Lex, aku bisa merasakannya meski tak kau ungkapkan" sahut Rachel melihat Alex terdiam.
"Ellena adalah masa lalu, biarlah dia menjadi kenangan di hidupku. Yang terpenting sekarang aku ingin mengawalinya bersamamu dan Sunny. Ku harap kau bisa menerimaku kembali sebagai sosok Ayah untuk Sunny juga suami darimu Rachel" ucap Alex membuat Rachel semakin terharu.
Memang benar yang diucapkan Alex, Ellena adalah sebuah masa lalu dan biarkan menjadi kenangan di hidupnya. Karena setiap manusia memiliki permasalahannya masing-masing yang tak bisa kita tolak apalagi Takdir-NYA. Mungkin takdir Alex sebelum bertemu dengannya adalah melalui pertemuannya dengan Ellena. Meski mereka pernah memiliki rasa yang salah tetapi pada akhirnya mereka menemukan kebenarannya masing-masing. Seperti saat ini, Ellena sudah berbahagia dengan Zacklee begitupun dengan Alex diapun harus berbahagia dengan pilihannya. Dan pilihannya Sekarang adalah Sunny.
Alex akan mulai belajar mencintai Rachel, membuka hatinya agar tercipta keluarga yang sepantasnya menjadi takdir yang sebenarnya.
"Aunty.., " panggil Sunny terganggu dengan suara perdebatan Rachel dan Alex.
"Kau sudah bangun sayang?"
"Aku bermimpi kalo Aunty dan Om Alex adalah kedua orang tuaku yang sebenarnya" ucap Sunny dengan mata berkaca-kaca.
"Kata Aunty Ellena, kalo Sunny menggosok gelang ini permintaan Sunny akan terkabulkan" sambil menunjukkan gelang pemberian Ellena dari Alex.
Alex sendiri terkejut melihat gelang yang pernah Alex berikan kepada Ellena sekarang berada di tangan Sunny.
"Sunny berharap jika Aunty dan Om benar-benar orang tua kandung Sunny" ucapnya dengan serius.
Alex langsung menghampiri Sunny dan memeluknya dengan erat.
'Kau memang anak kandungku Sunny'
Ingin rasanya Alex mengatakan yang sebenarnya, tapi sayang Alex hanya bisa membatinnya sambil mengecup ujung kepala Sunny dalam peluknya.
Rachel yang tak kuasa melihatnya ikut memeluk dan menangis bersama.
Tok..tok..
ceklek,
Mendengar ada seseorang yang mengetuk pintunya Alex dan Rachel segera melepaskan pelukan mereka.
"Nyonya, sarapan untuk Sunny pagi ini" ucap petugas pengantar sarapan Rumah Sakit.
"Terimakasih" jawab Rachel.
"Sunny cantik, jangan lupa dihabiskan ya sarapannya supaya cepat sembuh" ucap petugas wanita yang gemas dengan Sunny.
"Siap Kaka" sahut Sunny cepat.
"Mari Nyonya, Tuan" pamit petugas wanita tersebut.
Alex dan Rachel tersenyum bersamaan.
"Sekarang makan ya sayang.., " ucap Alex.
"Om, boleh ga Sunny memanggil Om dan Aunty dengan panggilan Mama dan Papa?"
......................
Terimakasih para pembaca setia Author🙏
Semoga Rezeki para pembaca dimudahkan serta dilancarkan oleh Allah🤲🤲
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya ka..
LIKE, VOTE, COMMENT plus Mawar merah tercintanya 🌹