
Di jalan ini masih teringat dengan jelas bagaimana senyummu tergambar
Seolah alam pun ikut merasakan
Hingga waktu seperti berhenti berputar
Dunia hanya tentangmu saat itu.
Di jalan ini pula kau mengakhiri semua
Menatap punggungmu yang kian berlalu.
Happy Reading....
......................
Lex..," panggil Rachel sebelum Alex meninggalkan kamarnya.
"Tak usah kau pikir ucapan Sunny tadi, aku akan berbicara dengannya" imbuhnya lagi.
Alex menoleh kearah Rachel mendekatinya membuat Rachel sedikit kebingungan, dia hanya meminta Alex untuk tak usah memikirkan ucapan Sunny tetapi dia malah mendekat kearahnya.
"Rachel, maukah kau menikah denganku?"
Ucapan Alex malam ini tak bisa membuat Rachel tertidur. Rachel sangat terkejut dengan permintaan menikah Alex.
"Apa dia beneran serius?" tanya Rachel pada dirinya sendiri.
"Aku tak lantas percaya dengan cepat, Alex tak mungkin berubah secepat itu" imbuhnya lagi meyakinkan dirinya sendiri.
"Tuhan...., aku harus gimana?" Rachel melipat bantalnya menenggelamkan wajahnya ke dalam lipatan bantal tidurnya.
Begitupun dengan Alex dia merutuki dirinya sendiri di dalam Kamarnya.
"Apa yang kau katakan pada Rachel tadi Lex" ucap Alex pada dirinya sendiri.
"Apa yang akan dipikirkan Rachel setelah aku mengajaknya menikah"
Alex kemudian mengambil ponselnya dia segera menghubungi seseorang yang menjadi pakar kehidupannya bukan lain adalah si Ibu Negara.
Drrrttt... drrrttt...
"Hallo..," terdengar suara serak Ellena karena Alex menghubunginya pukul tiga dini hari.
"Ell, maaf aku mengganggumu malam-malam" ucap Alex di dalam telfon.
"Hoaam.." suara uapan Ellena.
"Iya Ka,"
"Ell, aku sudah mengajaknya menikah"
"What? menikah!" sontak Ellena mengeraskan suaranya membangunkan sang suami juga yang masih terjaga.
Mendengar kata Menikah, seketika Zacklee langsung membulatkan matanya. Saat ini pikirannya sedang kemana-mana.
"Kau hebat Ka..., terus apa jawaban Rachel?" tanya Ellena lagi.
Mendengar kata Rachel, seketika hati Zacklee mulai tenang tetapi dia juga sedikit kesal karena Alex sudah membangunkan istrinya pukul tiga dini hari.
Zacklee langsung menyahut ponsel Ellena,
"Ka....," ucap Ellena pasrah karena ponselnya sudah berpindah ke Tangan suami.
"Lex, tak bisakah kau membahasnya esok pagi? kau mengganggu Olahragaku dan Ellena" ucap Zacklee sengaja.
"Sorry Zack, aku akan membahasnya esok pagi di Rumah kalian. Selamat melanjutkan Olahraga yang tertunda" ucap Alex kemudian menutup panggilannya.
"Ka..., bisa ga ngomongin Olahraga. Aku bisa jadi bahan tawaan Ka Alex tau ga"
Kenapa Nyonya yang marah? harusnya kan gue...
Seperti biasa mereka akan berdebat hingga matahari terbit.
"Mom, boleh Felix mengkritik Mommy?" tanya Felix sebelum menyantap sarapannya.
"Fiona juga mau mengkritik Mommy" ucap Fiona sewot.
Ellena tak menggubris kedua anaknya, dia lebih memilih menyeruput Susu Hamilnya yang dibikinkan oleh Zacklee.
"Mommy sekarang berubah" ucap Felix yang tak ditanggapi Ellena.
"Iya, Fiona juga ngerasa kalo Mommy berubah semenjak hamil adek" protes Fiona juga.
"Felix, Fiona apa yang kalian katakan. Mommy ga berubah, mungkin Mommy cuma capek" sahut Zacklee yang takut jika Ellena merasa tersinggung.
Mendengar kedua anaknya mengatakan dirinya berubah, Ellena memberhentikan acara minum Susunya dan menatap kearah kedua anaknya.
Tuh kan... salah paham..
"Memangnya Mommy berubah bagaimana?" tanya Ellena.
"Jadi Power Rangers" ucap Felix dan Fiona bersamaan.
Zacklee yang mendengarnya tak bisa menahan tawa.
"Gue kesini lagi mau curhat, kenapa elu yang curhat Zack" ucap Alex yang sudah tiba tiga puluh menit yang lalu.
"Ellena mana coba? bukannya tadi dia yang mau memberiku solusi? kenapa dia malah tak menemuiku" keluh Alex lagi.
"Gara-gara Felix dan Fiona ngatain dia berubah seperti Power Rangers, Ellena jadi begini" ujar Zacklee.
Sontak Alex ikut tertawa mendengar cerita Zacklee.
"Elu aja ikut ketawa, gimana dengan gue" sindir Zacklee.
"Anak-anak itu dari kecil memang menggemaskan, selalu saja tingkahnya. Seperti Ellena yang selalu membuat orang-orang di sampingnya bahagia" ucap Alex.
"Kau beruntung Zack memiliki mereka" imbuhnya lagi.
"Kau sedang tidak teringat kebersamaan kalian bukan?" sindir Zacklee mode emosi.
"Tentu tidak Zack. Asal kau tahu selama Ellena bersamaku dia selalu menjaga pandangan serta dirinya demi menghormatimu suaminya. Ellena sangat mencintaimu" ucap Alex.
Zacklee terdiam, dia tak menyangka jika Ellena sangat menghormatinya.
"Ka..," panggil Ellena.
"Sayang, kau kenapa?" Zacklee sedikit khawatir.
"Punggungku terasa sakit, bisakah kau memijitnya?" pinta Ellena.
Zacklee tersenyum kemudian menuruti keinginan istrinya untuk memijit punggungnya.
"Rasanya bagaikan dunia milik berdua" ucap Alex menyindir Zacklee dan Ellena.
"Apa yang kau katakan Ka?" tanya Ellena mendengar Alex sedang menyindirnya.
"Engga kok Ell.., aku tak mengatakan apa-apa" ucap Alex sedikit ketakutan.
"Ka, bagaimana dengan Rachel apa dia sudah menjawab pertanyaanmu?"Ellena Ellena.
Alex menggelengkan Kepalanya.
"Hah... kenapa kau tak menunggu jawabannya? seharusnya Kaka menunggu jawabannya" ucap Ellena dengan nada kecewa.
"Sayang sabarlah, tak baik jika kau harus tegang seperti ini. Tegangnya nanti malam saja" bisik Zacklee yang langsung mendapat pukulan bantal dari Ellena.
"Kau mesum sekarang" ucap Ellena sambil menyikut pinggang sang suami.
"Mesum pada istri sendiri kan ga apa-apa sayang" sahut Zacklee yang masih betah menggoda Ellena.
"Aku pamit pulang aja deh kalo gini, ga kuat lama-lama lihat kemesraan kalian" ucap Alex beranjak dari tempat duduknya.
"Lex.., kau mau kemana?" teriak Zacklee.
"Cari kemesraan...," teriak Alex.
"Dasar orang itu dari dulu ga pernah serius" ucap Ellena.
Zacklee hanya tersenyum mendengar ucapan istrinya.
**
"Elu tumben ke Cafe Lex?" tanya Devan.
"Tadinya gue absen kesini, berhubung gue kepanasan jadi belok kesini“ ujar Alex.
" Kepanasan gimana maksud elu?" tanya Devan tak mengerti.
"Gue tadinya minta solusi soal gue nembak Rachel semalam, malah gue di pamerin kemesraan" ucap Alex kesal.
"Emang siapa yang elu mintain solusi?" tanya Devan.
"Si Ibu Negara yang gue mintain solusi" jawab Alex.
Sontak tawa Devan pecah seketika saat mendengar nama Ibu Negara Alex sebut.
"Kenapa elu malah ngetawain gue?" tanya alex.
"Lah iya, uda tau Ellena tak seperti dulu masih elu mintain solusi" cibir Devan.
"Lagian dia yang ngeyakinin gue buat ngelamar Rachel, masa' iya gue ga minta solusi dia"
"La terus sekarang sudah dapat solusi?"
"Belum, gue malah di pamerin kemesraan mereka berdua. Apa ga ngeselin"
"Ellena itu unik ya Lex, gue bersyukur bisa punya sahabat kek dia. Meski akhir-akhir ini sering ngeselin tapi aslinya dia baik"
"Kau betul Dev, Ellena berbeda dengan wanita yang pernah gue kenal sebelumnya. Itu yang kadang membuat gue tak bisa melupakannya"
"Kau sudah mengambil keputusan yang terbaik Lex. Mulailah dari awal, Ellena pasti bangga ama elu" ucap Devan sambil merangkul bahu Alex.
Bersambung.....
Lanjut lagi yuk.....