What I Think

What I Think
Kau terlambat



Happy Reading...


......................


Drrrttt... drrrttt...


Ellena tak menyadari jika ponselnya bergetar, dia masih asyik mengobrol dengan Rachel dan Zaskia membahas pesta kebahagiaan mereka. Zaskia melaksanakan pernikahan dengan Devan dua minggu setelah Alex dan Rachel melaksanakan pernikahan terlebih dulu.


"Dev..," panggil Alex.


"Iya Lex, ada yang ingin kau tanyakan?" tanya Devan.


"Apa yang sebenarnya terjadi?"


"Terjadi gimana maksud elu?"


"Dev, tak usah menyembunyikan apapun dariku. Aku sangat mengenal persahabatan kita".


Devan sepertinya mengerti arah pertanyaan Alex.


" Apa kau mengetahuinya?" tanya Alex.


"Aku tak mengetahui pastinya, Revan hanya bercerita jika seseorang telah menggelapkan uang perusahaan, dan yang mereka ketahui jika seseorang itu merupakan salah satu anggota geng mafia di Negara S. Mereka terus menyerang perusahaan Mahendra, karena Alex menyimpan file bukti kejahatan mereka. Zacklee berencana untuk menukar file itu dengan berkas penting perusahaan yang sudah mereka curi" Devan menjelaskan.


"Apa Ellena tau tentang ini?"


Devan menggeleng,


"Ellena maupun Zaskia tak ada yang tahu persoalan ini. Zacklee sengaja tak menceritakannya karena khawatir jika akan berpengaruh pada Ellena dan calon bayinya"


"Kenapa Zacklee harus menemuinya sendiri? apa dia tak berpikir ini akan sangat bahaya pada nyawanya"


"Aku juga berpikir seperti itu Lex, aku lebih tak tega kepada Ellena dan kedua anaknya. Jika sesuatu terjadi padanya__" Devan menoleh kearah Ellena yang sedang bercanda dengan calon istrinya dan Rachel.


"Kita susul mereka, apapun yang terjadi kita tetap sahabat yang kompak dan solid" ucap Alex


"Kau segera hubungi Shandy kita segera bicarakan semuanya" imbuhnya.


"Nanti malam kita berkumpul di markas untuk membicarakan ini" sahut Devan.


Kemudian mereka berdua ikut bergabung bersama Ellena, Rachel dan Zaskia. Waktu sudah menunjukkan pukul lima sore. Ellena, Rachel dan Devan berpamitan untuk kembali.


"Ell, jaga dirimu baik-baik" pesan Alex sedikit khawatir.


Ellena merasa aneh dengan pesan Alex tapi dia tepis. Ellena hanya menatap Alex dengan perasaan yang penasaran.


"Ka, ayo..." ajak Zaskia, Ellena langsung mengekori Zaskia.


Alex masih terus menatap punggung Ellena yang semakin menghilang. Rachel yang tak sengaja meliriknya dengan kecurigaan yang dia tepis.


**


"Mommy..," teriak kedua anak kembar Ellena.


"Sayang, kalian sudah pulang. Maafin Mommy baru sampai rumah" sambil menyodorkan makanan kesukaan Felix dan Fiona.


"Ell, kita langsung pulang ya..." pamit Devan dan Zaskia.


"Kalian ga nginap disini?" canda Ellena.


"Emang boleh Ell?" jawab Devan yang menganggap serius.


"Hissst..., dasar" cibir Zaskia.


"Oke deh Ell, next time aja. Kita pulang ya Ell...," pamit Devan.


"Hati-hati di jalan, langsung pulang ga usah mampir-mampir...," teriak Ellena mengantarkan Devan dan Zaskia sampai ke depan.


Zaskia maupun Devan melambaikan Tangannya, kemudian melajukan kemudinya.


"Pasangan yang sangat lucu" ucap Ellena kemudian dia berbalik masuk kediamannya. Saat dia akan menutup pintunya, tiba-tiba saja sebuah Mobil berhenti di depannya. Ellena pikir itu adalah Zacklee. Dia tersenyum kearah Mobil tersebut, seseorang pria dengan bertubuh kekar dengan kaca mata, topi, jacket serta penutup hidung segera berlari menghampiri Ellena. Ellena membelalakkan Matanya ketakutan, dia dengan segera menutup pintu Rumahnya tapi sayang pria itu lebih cepat dari gerakannya. Ellena pingsan saat pria itu menutup hidung Ellena menggunakan sapu Tangannya yang sudah di beri obat dan segera membawa Ellena masuk ke dalam Mobilnya.


Felix yang tak sengaja melihatnya berjongkok ketakutan di bawah Meja piano dekat Ruang tamu.


'Mommy..,' batin Felix. Ingin sekali dia berteriak, tetapi Felix tak memiliki keberanian itu.


"Tuan muda..., kenapa kau disini? bukannya tadi Tuan meminta menyiapkan makan malam.., " ucap Leha.


Melihat Felix tak bergeming dengan tatapan kosong, Leha baru tersadar jika sedang terjadi sesuatu pada Tuan Muda kecilnya. Leha kemudian melihat pintu terbuka dan terdapat alas Kaki Nyonyanya. Perasaannya semakin berkecamuk, Leha ikut merasakan ketakutan seperti yang di alami Felix.


"Bi Leha...," teriak Fiona membuyarkan perasaan Leha. Tanpa menggubris panggilan Fiona, Leha dengan cepat menutup pintunya kembali dan segera menguncinya. Terus Leha menggendong Felix dan menarik lengan Fiona untuk masuk ke dalam Kamarnya.


Leha kemudian segera menghubungi Zaskia, tak menunggu lama Zaskia mengangkat panggilan Leha.


"Iya Juleha...," panggil Zaskia dalam ponselnya.


"Non.., sepertinya Nyo_nya Ellena di culik" ucap Leha gemetar.


"Apa! kau sembunyikan anak-anak di tempat yang aman. Aku dan Devan segera kesana" ucap Zaskia menutup panggilannya.


"Ada apa Ki?" tanya Devan.


"Kaka Ipar... di culik Dev..," jawab Zaskia dengan air mata yang sudah mengalir.


Devan dengan cepat membelokkan Mobilnya kembali ketempat Zacklee. Kemudian dengan cepat dia menghubungi Shandy dan Alex.


Singkat cerita mereka semua sudah berada di kediaman Zacklee. Alex dengan cemas memeluk Felix yang masih belum bersuara karena syok. Sedang Shandy menggendong Fiona menenangkan keponakannya yang menangis karena ketakutan.


"Juleha apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Shandy.


"Saya tak tahu Tuan, tiba-tiba saja saya melihat Tuan Muda kecil di bawah meja piano sedang menatap kearah pintu. Saat saya menyadari ada sesuatu yang sedikit mengganjal saya mendekati pintu dan hanya menemukan alas Kaki Nyonya Ellena" ucap Leha menjelaskan.


"Clara, kau bawa Felix dan Fiona ke Rumah kita" perintah Shandy.


"Iya Ka..,"


"Zaskia, sebaiknya Tante Trias jangan diberitahu dulu. Aku dan yang lain akan mencari tahu keberadaan Ellena" lanjut ucap Shandy.


"Dimana Lee?" tanya Shandy yang belum mengerti.


"Clara, kau bawa anak-anak ke Kamar dulu" perintah Alex dan Clara menurutinya.


"Shand, ada yang ingin kita bicarakan mengenai Zacklee. Kita sendiri belum mengetahui pastinya, kita masih menunggu Revan menghubungi kita" ucap Alex.


"Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Shandy.


"Zacklee dan Revan sedang berada di Negara S. Perusahaan Zacklee mengalami masalah, ada seseorang yang di duga menggelapkan uang perusahaan. Dan di duga pria tersebut adalah salah satu anggota mafia persenjataan api ilegal. Revan cerita jika Zacklee memiliki bukti kejahatan mereka dan meminta tukar balik dana perusahaan jika mereka menginginkan bukti itu. Aku curiga jika misi Zacklee ke Negara S untuk itu. Mungkin juga di culiknya Ellena ada kaitannya dengan itu" curiga Devan.


"Apa kau sudah cek cctv di lokasi?" tanya Alex.


"Sudah, kau lihatlah ini" sambil menunjukkan laptopnya.


"Mereka nyaris tak bisa di kenali, dilihat dari penampilan mereka sepertinya sudah ahli dalam hal kejahatan" ucap Devan sambil mengotak-atik Laptopnya.


"Bre****k! siapa mereka mau bermain-main dengan Keluargaku" umpat kesal Shandy sambil mengepalkan Tangannya.


"Ka..., Ka Revan menghubungi ponsel Ka Ellena terus" ucap Zaskia membawa ponsel Ellena yang berdering.


Alex segera menerimanya dan menggeser tombol hijau,


"Ell, kau segera meminta bantuan Alex dan yang ___" teriak Revan.


"Kau terlambat, Ellena sudah dibawa mereka" ucap Alex memotong ucapan Revan.


Bersambung....


......................


Selamat siang🌞


Alhamdulillah.. berkat Do'a Kaka reader semua, othor sehat kembali🤲😇


Terimakasih semua Kaka Reader's tercinta😘❤


Bismillah...


Othor siap gempur UP💪


Like, Vote, Comments nya jangan sampai ketinggalan yak😁🥰