
Tak ada kata yang Tak Seindah Cinta, Meskipun begitu hangatnya yang kita rasa haruslah tercipta karena sejatinya cinta itu itu memiliki dan saling menyempurna.
......................
" Kia, Boleh aku menanyakan sesuatu?" Tanya Devan.
" Silahkan jika itu memang bisa membuat penasaranmu terjawab" ucap Kia dengan senyuman.
'Sial! Kenapa aku jadi gugup lihat senyumnya' Batin Devan yang merasa aneh dengan hatinya.
"Om sipit, jadi tanya kagak" Sahut Kia karena heran melihat Devan malah bengong.
"Berhenti panggil aku Om sipit ga" Devan sedikit kesal Kia memanggilnya dengan sebutan sipit.
"Hahaha.., aku hanya menirukan si kembar Felix dan Fiona yang menggemaskan itu" jawabnya dengan tertawa.
Dan lagi-lagi Devan sekilas terpana dengan Zaskia.
"Dasar anak-anak Mr. Es cendol 11 12 sama Emak Bapaknya" Gerutu Devan kesal.
"Kau mengatakan Kakakku Es cendol" sambil memukul lengan Devan.
"Aku sangat iri dengan kisah cinta mereka" ucap Zaskia berhenti memukul lengan Devan.
"Cinta mereka sangat kuat" imbuhnya.
"Aku setuju dengan ucapanmu Ki. Perjalanan cinta mereka bisa dikatakan rumit saat itu" Devan tersenyum mengingat awal pertemuannya dengan Ellena.
"Jangan bilang kalau kau juga menyukai Kaka Iparku" tuduh Kia yang melihat ekspresi Devan tersenyum.
"Apaan sih, ga jelas banget daritadi" Devan sedikit mengalihkan kecurigaan Zaskia.
"Ye..., aku sudah tau semua kali " Dengan senyum smirknya.
"Heh, lagian juga ngapain sih elu ngepoin kehidupan pribadi gue. Lama-lama gue perhatiin elu uda mirip anggota lambe turah".
" Hahaha... kau menggemaskan Ka, kalau lagi emosi gini. Tuh muka uda mirip tomat yang detik-detik mau di buat jus buah" ejek Zaskia melihat ekspresi Devan yang lucu menurutnya.
"Oh iya Ka, tadi mau tanya apa?" Zaskia mengingatkan Devan.
"Sudah berapa lama elu kenal sama Ryan?"
"Dari kecil Ka. Ryan itu tetanggaan sama aku dulunya. Aku sangat mengagumi dirinya dulu ka"
"Berarti kalian pacaran saat itu?" tanya Devan memastikan.
"Ya elah Ka.. dulu itu cuma cinta Monyet kali" sahut Zaskia.
"Kalo dulu cinta Monyet sekarang bisa jadi Emaknya Monyet dong"
"Ih..., susah ngomong sama nenek moyangnya Monyet yang belum pernah jatuh cinta" cibir Zaskia.
Jederrr..
Hati Devan seketika melemas dikatakan Zaskia belum pernah jatuh cinta.
"Bisa ga bully gue gak! gue laporin ke Komnasham kena pasal lu" sahut Devan yang semakin kesal.
"Gue bukan belum pernah jatuh cinta, tapi takut ditolak" sambil beranjak dari duduknya, Devan meninggalkan Zaskia yang masih menertawakannya.
"Ka... Ka sipit... jangan pergi, Kia belum bilang terimakasih karena sudah jadi sopir Kia..., " ucap Zaskia sambil berteriak.
**
Sesampainya dirumah Zacklee dan Ellena disambut oleh kedua anaknya Felix dan Fiona.
"Papa.., " teriak Felix dan Fiona bersamaan melihat Zacklee datang.
Mereka berdua langsung memeluk Zacklee.
"Sayang, kenapa mata kalian terlihat sembab?" tanya Zacklee melihat mata sembab kedua anak kembarnya.
"Fiona semalam bermimpi kalau Papa terluka" ucap Fiona.
"Felix juga bermimpi sama seperti Fiona Pa.., " ucap Felix.
"Papa baik-baik saja sayang. Kalian lihat kan Papa baik-baik saja" Zacklee merentangkan tangannya, berputar didepan Felix dan Fiona agar mereka percaya.
Zacklee lalu kembali berjongkok, mensejajarkan tingginya dengan tinggi si Kembar.
"Felix dan Fiona sangat sayang Papa" mereka berdua mengecup pipi Zacklee bersamaan. Fiona pipi sebelah kanan, sedang Felix pipi sebelah kiri.
Ellena tersenyum gemas melihat tingkah lucu tiga orang kesayangannya.
"Kalian curang, Mommy ga dianggap. Hiks.. hiks.., " ucap Ellena.
"Sudahlah istriku kemarilah, lenganku masih muat untuk memeluk kalian bertiga" sahut Zacklee bercanda.
"Kau selalu menyebalkan jika sudah bersama si Kembar" Ellena berbalik memunggungi ketiga orang tersayangnya sambil melipat kedua tangannya.
"Pa.., Mommy marah" bisik Felix di Telinga Zacklee.
"Pa..., kalo Mommy marah kita tak bisa makan enak" gantian Fiona yang berbisik di Telinga Zacklee.
"Kalian tenang saja, Mommy marahnya ga akan lama karena Papa punya jurus jitu agar Mommy tak marah" sahut Zacklee dengan idenya.
Zacklee menurunkan Felix dan Fiona dari pangkuannya, lalu mendekati Ellena dan berbisik,
"Haruskah aku menunjukkan jurus kita disini?" bisiknya yang langsung mendapatkan capitan bertubi-tubi dari Ellena.
"Ada anak kita, dasar kau.. " ucap Ellena masih dengan mencubit lengan Zacklee disertai tawa keramaian yang penuh hangat karena Felix dan Fiona ikut melindungi Zacklee.
Albert dan Trias yang melihatnya merasa bahagia, saking bahagianya Trias sampai mengeluarkan air matanya. Albert yang melihat istrinya menyeka air mata, merangkulnya dan saling melempar senyuman.
"GrandFa..., " teriak Felix yang menyadari kedatangan Albert.
Albert sendiri baru tiba setelah Ellena mengabarinya jika Zacklee putranya sudah diperbolehkan pulang.
Zacklee menoleh kearah Mama Papanya, lalu menyudahi bercanda mereka. Zacklee langsung memeluk Mamanya terlebih dulu. Suara Isakan tangis Mamanya membuat hatinya tak rela.
"Mama tak perlu khawatir, Lee baik-baik saja" sambil menyeka air mata Ibunya.
Trias memeluk putranya erat, tangis air matanya pecah lolos begitu saja di Pipinya.
"Terimakasih Ma, sudah menjadi Mama terbaik buatku" Zacklee kemudian mencium tangan Trias.
"Mama hanya bisa mendo'akan semoga kau selamanya bahagia. Mama percaya kau anak Mama yang paling hebat" ucapnya.
"Jelas hebat Ma, dia sudah membuktikan kehebatannya mendapatkan dua anak sekaligus" sahut Albert bercanda tak mau berlama-lama melihat istrinya bersedih.
"Pa, kenapa jadi bahas soal itu__"
"Hahaha..., apa kau malu Lee" ledek Albert menggoda putranya.
"Kau ini tidak hanya membuat malu putramu tetapi juga menantuku" ucap Trias sambil merangkul Ellena yang mendekatinya.
Mereka semua tertawa bersama setelah saling menggoda satu sama lain. Terkecuali Felix dan Fiona, mereka tak tahu apa yang sedang dibicarakan orang-orang didepannya.
"Zaskia kemana Ma? daritadi Lee tak melihatnya" tanya Zacklee.
"Dia tadi pagi pamit ke makam Ryan" jawab Trias.
"Untuk apa dia kesana, kalau aku tahu tak akan ku izinkan" ucap Zacklee kesal.
"Bukannya kau dengan Ryan bersahabat? " tanya Trias.
Zacklee meminta Leha membawa Felix dan Fiona untuk bermain di ruangan biasanya. Setelah itu, Lee bercerita tentang siapa sebenarnya Ryan. Betapa terkejutnya Albert dan Trias mendengar kebenaran siapa sebenarnya Ryan.
"Jadi yang menghancurkan perusahaan rupanya Widya! " Trias tak menyangka Widya berbuat seperti itu kepada keluarganya.
"Terus, apa langkahmu selanjutnya Lee?" tanya Albert.
"Pa, izinkan Lee untuk berangkat ke Negara L untuk mengembangkan perusahaan dari awal" ucap Zacklee yang memang sudah direncanakan.
"Aku akan mengajak Ellena dan anak kembarku kesana juga" Imbuhnya.
"Kau minta izinlah ke istrimu, karena bagaimanapun Negara itu sudah membawa luka untuknya" ucap Albert.
Zacklee terdiam sejenak berpikir yang dikatakan Papanya ada benarnya juga. Kenangan buruk disana bisa membuat Ellena mengingat kesalahannya.
Zacklee melihat Ellena yang sedang menata makan malam untuk keluarganya.
'Papa benar, aku tak mau membuat istriku mengingat kesalahan yang sudah ku perbuat' ucap Zacklee
......................
Jangan lupa tinggalkan jejaknya para Reader tercinta❤🥰