
...----------------...
Disaat semua orang mendengarkan dan memperhatikan dua orang yang sedang berdebat, Felix diam-diam meninggalkan mereka. Felix menemui Mommynya yang baru selesai merapikan diri selesai mandi.
Dengan tangan dilipat di dada serta wajah yang ditekuk Felix naik keatas ranjang. Ellena yang menyadari ada sesuatu hal yang terjadi mendekati putranya. Dirangkulnya bahu sang putra.
" Bukankah ini pagi yang cerah, kenapa putra tampan Mommy jadi jelek gini ". Sindir Ellena dengan tertawa kecil.
" Felix benci sama Aunty dibawah, dia peluk-peluk semua orang, dia juga peluk Fiona bahkan merayunya dengan memberikan kacamatanya, dan yang Felix benci dia pelukin Papa ". Keluh Felix.
" Peluk Papa? ". Ellena yang tadinya mengajak bercanda Felix sekarang merubah wajahnya sama seperti Felix setelah mendengar ucapan Felix yang terakhir. Ellena mengulangi ucapan terakhir Felix dan Felix mengangguk membenarkan.
' Apa-apaan ini, kau membohongiku lagi '. Batin Ellena kesal. Dan dia berpikir akan menghukum Zacklee setelah ini.
" Apa Felix yakin Papamu melakukannya? ". Ellena sekali lagi memastikan.
" Mommy ini, untuk apa Felix sampai semarah ini ". Telak Felix kesekian kali.
Hati Ellena serasa mendidih, rasa sakit pasca operasinya tak lagi terasa karena terlalu panasnya suasana yang diceritakan Felix.
" Cucu Grandma ternyata kau disini, ". Trias dan Albert yang sengaja masuk ke Kamar.
" Kau kenapa sayang, kenapa tiba-tiba menghilang? ". Tanya Albert yang sebenarnya mengetahui Felix pergi diam-diam.
Seperti biasa anak itu akan terlihat lebih tampan jika bersikap dingin seperti Papanya.
" Baiklah jika kau tak menjawab, GrandFa akan bertanya pada Mommymu saja ". Albert tersenyum melihat cucu tampannya sedang marah.
" Gimana keadaanmu Ell? Lee mengatakan jika kau mengalami kram perut, apa dia mencoba mengganggumu? ".
" Dasar anak itu, menyebalkan! selalu tak sabaran. Istri masih sakit minta enak-enak terus ". Belum sempat Ellena menjawab, Albert sudah lebih dulu menjawab pertanyaannya sendiri dan itu membuat malu Ellena karena Albert salah paham dengan apa yang terjadi.
" Pa.. Pa.. Tidak seperti yang Papa pikirkan. Aku tadi mencoba untuk berjalan sendiri ". Sahut Ellena sambil menahan malu.
Trias yang berada disamping Felix menertawakan ekspresi wajah menantunya. Tak disangka Albert bisa bercanda juga dengan menantunya.
" Sayang kau sudah selesai ". Zacklee, Dimas dan Alex juga wanita dibelakang Lee masuk ke Kamar Ellena.
Ellena yang membelakangi mereka memperhatikan wajah Felix yang semakin dingin. Dia seperti menatap sesuatu yang tak dia suka.
" Tuan Handsome, itu siapa? ". Suara wanita yang terdengar bersuara dengan lirih.
Mata Ellena membulat, bibirnya sudah memasang mode silent. Terjawab sudah apa yang diceritakan putra tampannya. Jika tidak ada mertuanya Ellena akan langsung melempar barang yang ada didekatnya kearah Zacklee berdiri.
' Bahkan dia memanggilnya dengan nama yang lain '.
Batin Ellena yang mulai mendidih. Perlahan dia membalikkan tubuhnya, mengatur hatinya untuk tetap tersenyum manis didepan semuanya.
Zaskia membelalakkan matanya, dia sangat kagum dengan kecantikan Ellena. Mata teduhnya menandakan jika wanita yang menjadi pilihan Kakaknya memiliki jiwa penyayang yang luar biasa.
" Kau curang Tuan Handsome, kau bilang tak ada wanita yang lebih cantik dariku di dunia ini ternyata pilihanmu jauh lebih cantik dariku ". Bisik Zaskia dengan bahagia.
" Mommy, Fio cantik ga? ". Fiona yang membelah orang-orang yang berdiri di depan pintu menggunakan kacamata kece dari Zaskia sambil berjalan berlenggak-lenggok layaknya seorang model berjalan di catwalk. Dia berjalan sesekali berputar sambil merubah posisi kacamatanya dan berakhir lembut didepan Mommynya.
Semua orang bertepuk tangan meriah dengan tingkah bocah cantik ini.
" Huwaaa..., kau luar biasa anak cantik ". Ucap Zaskia dengan girangnya menambah keriuhan tepuk tangan semuanya.
" Terimakasih Aunty ". Fiona membungkukkan sedikit tubuhnya, menunduk sedang kedua tangannya sambil menarik dressnya sedikit keatas, layaknya menghormati Raja dan Ratu.
" Kau menggemaskan sayang, Kaka Ipar boleh aku bawa pulang putri cantikmu ini? ". Zaskia sekarang berada tepat didepan Ellena yang terkejut dengan panggilan Kaka Ipar.
Ellena tersenyum kearah Zaskia. Dan matanya beralih ke seorang pria yang berada dibelakang suaminya meminta penjelasan.
" Ka Dimas, Ka Alex ". Ellena malah menyapa kedua pria disamping Zacklee.
" Nyonya Lee, bagaimana keadaanmu sekarang? ". Tanya Dimas.
" Seperti yang kau lihat, aku sudah membaik Ka ".
" Aku periksa dulu tensimu Nyonya, barangkali saat ini sedang naik tidak semestinya ". Lanjut Dimas yang sepertinya mengetahui kondisi Ellena.
" Itu lebih baik Ka ". Sahut Ellena dengan senyum yang tak biasa.
'Apa yang terjadi'. Batin Zacklee yang melihat ada yang tidak beres pada Ellena dan putra tampannya yang sedari tadi terlihat dingin.
Zacklee yang merasa aneh dengan istrinya tersadar saat Dimas akan menyentuh lengan istrinya. Dengan cepat dia menyahut tangan istrinya sebelum Dimas memeganginya.
" Bukankah kita sudah sepakat agar tak ada yang menyentuh Istriku sedikitpun ". Sifat protect Zacklee muncul disaat yang tidak tepat dan itu membuat Dimas sedikit pusing.
" Tapi Tuan__ ". Belum sempat Dimas menjelaskan Zacklee sudah membekap istrinya didepan banyak orang.
" Apa yang kau lakukan Ka? Ini sungguh memalukan ". Wajah Ellena yang sudah memerah akibat malu dengan tingkah suaminya. Seharusnya dia yang marah karena sudah membawa wanita lain kerumah ini, batinnya.
" Dia hanya akan memeriksanya saja, bukan memakannya. Kau sungguh memalukan ". Sahut Alex yang mulai kesal.
" Apa katamu? Dia istriku sudah sewajarnya aku melindunginya dari pria-pria seperti kalian ". Ucapnya menyindir.
" Ell, sepertinya dia sudah tak waras ". Cibir Alex.
" Memang dia tak waras ".
" Hei.. Tuan galak! Yang ga waras tuh anda, bisa-bisanya anda mengatakan orang lain ga waras. Apa ga keliru? ".
" Kau mengatakan aku tak waras dan galak?! ". Emosi Alex sudah di ubun-ubun.
Lagi-lagi pertunjukan mereka membuat semua orang menafsirkan lain. Felix yang tadinya tak respect ikut menikmati perdebatan Papa Alex dan Kia.
Bagaimana dengan Ellena? Tentu saja dia terkejut. Apalagi saat wanita bernama Zaskia menyebut Zacklee dengan panggilan Kaka.
" Kau wanita menyebalkan ".
" Kau mengatakanku menyebalkan, dasar pria aneh! ".
" STOP! STOP PAPA! STOP AUNTY! ". Suara melengking dari Fiona mampu membuat Alex dan Kia berhenti.
" Kalian berdua orang dewasa sama-sama aneh ". Kali ini bukan Fiona tetapi Felix yang pusing mendengar Alex dan Kia berdebat.
Alex dan Kia mulut mereka menganga saat Felix mengatakan diri mereka orang aneh.
" Sudah.. Sudah.. Mama pusing dengar kalian daritadi ribut terus, ayo Pa.. Antar Mama ke Kamar sepertinya Mama butuh obat pusing kepala ". Trias yang berpura-pura pusing sambil melewati Alex dan Kia.
" Papa juga akan berangkat ke kantor Ma, Lee jangan lupa hari ini kita ada meeting klien dari Rusia, Kau harus hadir ". Pesan Albert sebelum meninggalkan kamar Ellena dan Zacklee mengikuti Trias.
" Aunty apanya Papaku? ". Selidik Felix dengan tatapan sinis.
Sejenak Zaskia melupakan permasalahannya dengan Alex dan sekarang sedang berjongkok mensejajarkan tingginya dengan bocah tampan didepannya.
" Hei, anak tampan kita belum berkenalan ". Kia mengulurkan tangannya kearah Felix. Felix masih enggan menerima uluran Zaskia. Sepertinya Zaskia mengerti mengapa Felix tak mau mendekatinya.
" Oke, Aunty ga masalah ". Ucap Zaskia yang sedikit mengerti.
Zacklee dan Ellena masih memperhatikan putra tampannya. Ellena sendiri sebenarnya tak yakin dengan cerita Felix sebelumnya.
" Kenalkan nama Aunty Zaskia panggil aja Aunty Kia ". Selesai menghirup nafas dalam Zaskia mencoba memperkenalkan diri. Felix hanya meliriknya saja.
" Sekarang kau sudah mengenal nama Aunty. Bolehkah Aunty mengenal nama kamu anak tampan? ". Sebenarnya Zaskia gemas sekali dengan tingkah Felix yang mencurigainya. Tapi biarlah, Zaskia sengaja mengikuti arah pikiran Felix.
" Felix ga suka Aunty peluk-peluk Papaku ".
Duerrrr!
Seketika Zaskia tertawa terbahak-bahak, dengan konyolnya dia sampai merubah posisi jongkoknya menjadi terduduk.
Felix yang melihatnya malah merasa aneh, begitupun dengan Ellena, Dimas dan Alex. Berbeda dengan Zacklee yang sedari tadi berhasil membekap istrinya dan tanpa Ellena sadari tangan jahil Zacklee sudah menelusup di baju Ellena. Dia membelai halus perut Ellena.
Ellena menoleh kearah Zacklee saat tangan jahilnya bermain di perutnya. Matanya melotot ingin sekali mencapit pinggang Zacklee seperti biasanya saat dirinya jahil. Tapi sayang tak bisa karena Zacklee sudah mengunci tangannya di dekapan suaminya.
" Kau mengira Aunty mengganggu Papamu tampan? ". Zaskia menertawakan kecurigaan Felix.
" Dengarkan Aunty.., Aunty ini adalah adik sepupu Papamu yang tampan itu. Aunty diasuh Grandma dan Grandfa sejak bayi ". Wajah Zaskia beralih sedih dan itu berhasil membuat Felix merubah pikirannya.
" Mommy, Papa Aunty Kia dimana? Kok Grandma Grandfa aku yang mengasuh Aunty? ". Tanya Fiona gantian sambil ikut duduk disamping Kia, begitupun dengan Felix bocah itupun melupakan pikirannya tentang Zaskia sebelumnya.
" Mommy, Papa Aunty sudah berada di surga ". Zaskia tersenyum menahan rasa sedihnya.
Ellena meneteskan air mata, sedang Zacklee yang mengetahuinya mengendurkan dekapannya. Menyeka air mata istrinya. Zacklee mengerti jika kisah Zaskia ini sama dengan kisah istrinya saat kecil.
Ellena mendekati Zaskia, berjongkok lalu memeluk Zaskia. Lelehan air mata dari Ellena membuat Zaskia ikut terhanyut dalam suasana. Tak urung pun air matanya ikut membasahi pipinya.
" Kaka Ipar.. Kau membuatku menangis ". Ucap Zaskia.
" Maafkan putraku karena sudah mengingatkanmu dengan kedua orangtuamu ". Ucapnya lembut seperti biasanya. Mata teduh yang basah itu mampu membuat Zaskia merasa nyaman. Apalagi pelukan Ellena tadi, dia semakin yakin jika Ka Lee benar-benar tak salah memilih.
" Anak kembar kalian sangat menggemaskan. Aku tak punya alasan untuk tidak menyukainya ". Lalu Zaskia memeluk si kembar dan mencium pipinya dengan gemas.
" Tuan muda Zacklee yang terhormat sepertinya anda akan banyak PR setelah ini ". Ellena beralih kearah suaminya yang sudah menutupi permasalahan yang sangat penting ini.
Zacklee menelan ludahnya berkali-kali, tatapan tajam namun teduh milik Ellena menyiratkan sesuatu tak enak setelahnya.
Zaskia tertawa renyah melihat Kakanya kalah telak dari istrinya. Pria dingin yang kejam ternyata bisa kalah dengan seorang istri. Gerutu Zaskia dalam hatinya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dimas : Thor, nasib gue gimana nih?
Othor : Uda... jogrok aja disitu, paling bentar lagi disuruh pulang 😜
Dimas : Dasar Othor geblek! 😤
Othor pura-pura kagak denger.
Jangan lupa tinggalkan jejak manisnya Ka🙏
LIKE, VOTE, COMMENT plus MAWAR MERAHnya ❤