What I Think

What I Think
Dewa Mandala



Assalamu'alaikum wr. wb


Sebelumnya othor mau mengucapkan banyak terimakasih buat para readers setia yang masih menunggu kelanjutan si kembar Felix dan Fiona.


Alasan othor kemarin hiatus karena sedang kecewa dengan pihak en***, tapi setelah dipikir-pikir udah lah ya ga usah lama-lama ngambeknya. Bismillah mulai hari ini lanjut lagi nerusin kisah Felix dan Fiona yang sudah penuh di otak.


Hehe.. dasar othor ya!


Oke, mulai sekarang para readers tak perlu nunggu lagi karena othor akan mulai rajin up!


Semangat... Semangat...


Wassalamu'alaikum wr. wb


...----------------...


Happy Reading...


"Kalian kalau mau debat jangan disini bisa gak? puyeng kepalaku," sindir Nick pusing mendengar perdebatan Fiona dan Dewa.


Dewa maupun Fiona menoleh kearah Nick, sepertinya mereka melupakan tempat serta Nick yang berada bersamanya.


"Om Dewa, mending Om aja yang antar Fiona ke Sekolah. Masalahnya aku mau menjemput Safira" ucap Nick.


"Ma--af Nick," ucap Fiona kalah, karena dia harus turun kembali dari motor sport Nick.


"Eh, kalau dilihat-lihat kalian berdua cocok juga" sahut Nick sebelum melajukan motor sportnya.


"Awas kau Nick...!" teriak Fiona mendengus kesal.


Berbeda dengan Fiona, Dewa malah terlihat bahagia dengan ucapan Nick. Mungkin benar Dewa sedang di mabuk asmara, cinta yang menurutnya konyol sekarang dirinya termakan dengan ucapannya.


Fiona menoleh kearah Dewa yang tersenyum kearahnya.


"Ngapain senyum-senyum..," Fiona masih bernada jutek.


"Kau terlihat cantik Fio..," ucap Dewa dengan sesadar-sadarnya.


Wajah Fiona terlihat memerah akibat sanjungan Dewa, Fiona yang salah tingkah terlihat dari bola mata yang malu menatap mata elang Dewa. Fiona menunduk pura-pura menyibakkan rambut lurusnya.


"Aku mau berangkat sekarang," ucap Fiona melewati Dewa, tentunya dengan senyum yang disembunyikan dari balik rambutnya.


Dewa ikut tersenyum mendapati respon dari Fiona. Hatinya semakin bahagia karena Fiona pada akhirnya mau satu mobil dengannya. Meski didalam tidak ada perbincangan sama sekali, tetapi terlihat jelas dari sikap mereka berdua yang mendekati bucin. Baik Dewa maupun Fiona saling menikmati perasaannya masing-masing.


Mobil mereka sudah berhenti tepat didepan Sekolah Fiona.


"Nanti aku jemput lagi," ucap Dewa membuka pembicaraan.


Fiona hanya mengangguk menahan senyum bahagia. Fiona turun dari mobil Dewa dan melangkah masuk kedalam sekolah.


"Cie... cie...," suara Safira dan Sunny bersamaan mengagetkan Fiona.


"Sejak kapan kalian disini?" tanya Fiona terkejut.


"Sejak melihat sang puteri diantar sang Dewa" jawab Safira terkekeh.


"Apaan sih kalian, pada ngaco ngomongnya" sahut Fiona melewati kedua Sahabatnya.


**Kelas Felix


Felix terus saja memikirkan Kiara, dia merasa sangat bersalah sudah membuat gadis itu menjadi sebatang kara.


'Aku harus menemuinya sekali lagi' batin Felix.


Tet... Tet... Teeeeetttt...


Suara bel istirahat bagaikan menemukan oase di tengah-tengah gurun pasir. Semua siswa-siswi berhambur keluar untuk memenuhi isi perut serta otaknya. Ada yang menuju ke kantin ada juga yang menuju ke perpustakaan. Dan seperti biasanya duo kembar F dan N serta duo S sudah berkumpul di kantin.


"Felix, apa nanti malam kau bisa membantuku mengantar Kiara mencari perlengkapan sekolah?" tawar Sunny.


"Ki-kiara..,"


"Iya, Kiara sahabatku yang sekarang tinggal di rumahku" sahut Sunny.


"Boleh juga, atau nanti malam kita ke cafenya Om Devan" saran Nathan.


"Setuju nih.. sudah lama kita ga main musik" sahut Fiona.


"Oke deal, nanti malam kita ke cafe Om Devan dan tante Kia"


"Deal..!" ucap mereka bersamaan kecuali Felix.


Waktu sudah menunjukkan pukul 02.00 siang, Dewa baru saja menurunkan Kaisar lalu berangkat menjemput Fiona dengan senang hati.


Drrrttt... drrrrttt...


"Iya bos," sahut Dewa menggeser tombol hijau dilayar ponselnya.


"Mulai sekarang kau tinggal di kediamanku,"


"Untuk apa bos?"


"Kau ingin gaji bulananmu aku potong setengahnya..!" jawab Zacklee kesal.


"Aku tak mau ketiga anakku tak ada yang menjaga, terutama Fiona. Dia puteri satu-satunya yang ku punya. Aku tak mau terjadi apa-apa dengannya"


"Tenang saja bos, untuk nona kecil serahkan kepada Dewa Mandala" sahutnya jemawa membanggakan dirinya.


"Dasar kau..! a percayakan ketiga anakku padamu" ucap Zacklee kemudian menutup panggilannya.


"Andai kau tahu isi hatiku bos, aku sedikit tertarik dengan puterimu" ucap Dewa terkekeh menertawakan dirinya sendiri.


Dewa kini sudah berada didepan gerbang sekolah Fiona. Hingga para siswa-siswi habis, Dewa tak melihat sosok gadis yang sekarang menjadi pujaan hatinya.


"Kemana dia? kenapa tak memberitahu sama sekali" gerutu Dewa belum mendapati tanda-tanda keberadaan Fiona.


"Kalau ceritanya begini, terpaksa aku masuk kedalam sana," sahut Dewa melangkahkan kakinya memasuki sekolah Fiona.


"Fio...,"


Bersambung.....