
🍃🍃
" Aku baik - baik saja ka.. Hanya hatiku yang tak mau berkompromi ". Ucap Ellena tersenyum berat.
" Terkadang kita perlu menutupi kesakitan kita demi mereka. Menunggu dan akhirnya bertemu dalam keadaan yang tidak diinginkan. Sakit.. Tapi begitulah takdir mempermainkan perasaan ". Kemudian Marcel menggenggam tangan Renata yang menunduk.
Renata mendongakkan wajahnya menatap mata Elang suaminya dengan air mata yang hampir jatuh.
" Ikuti kata hatimu Ell.. Semua akan baik - baik saja ". Marcel mendekap Renata.
Ellena menahan air mata yang hampir jatuh. Kini dia tau betapa berat kehidupan Kakaknya waktu itu tanpa Ka Renata.
Kemudian Marcel menyuruh Veer untuk mengantar pulang Ellena.
" Antar dia sampai rumah Veer "
" Aku akan menculiknya bos ". Jawab Veer terkekeh dan langsung mendapat tinjuan di bahunya.
Mobil Ellena dan Veer melaju meninggalkan Marcel dan Renata.
" Ellena dimana Ka ". Zacklee yang sudah berada dibelakang Marcel dan Renata.
Marcel berbalik berhadapan dengan Zacklee.
" Selesaikan semuanya dengan bak Lee ". Marcel menepuk bahu Zacklee pelan. Kemudian berbisik,
" Dia kembali kerumah ". Lalu berlalu melewatinya.
\=\=@@
" Ellena ". Zacklee berteriak memanggil Ellena yang akan memasuki rumahnya.
" Biarkan kita berbicara sebentar ". Lanjutanya.
Ellena terdiam. Hatinya masih merasakan sakit. Tangannya meremas tas yang berada di lengannya.
" Sebentar saja Ell Aku harus menjelaskan semuanya ".
Ellena berbalik dengan senyum tiada beban.
" Aku harus istirahat ". Kemudian berbalik memegang gagang pintu.
" Lima menit ". Ucap Zacklee dengan terpaksa.
" Tiga menit ". Sahut Ellena dengan cepat.
" Apa? Ti_ga menit ". Zacklee mengulangi ucapan Ellena dengan pelan dan menyetujuinya.
Mereka berdua duduk di Taman depan Rumah Ellena. Duduk berdampingan. Zacklee menatap Ellena yang bersikap datar tanpa suara.
" Aku dan Tasya tidak ada hubungan apa - apa ". Zacklee mengawali penjelasannya Ellena masih diam menunggu penjelasan selanjutnya.
Zacklee menoleh kearah Ellena yang masih diam.
" Tasya mengalami kelumpuhan karena Aku, untuk itu Aku merasa untuk bertanggung jawab atas dirinya. Aku sengaja merahasiakan ini darimu karena Aku tak Mau melukai perasaanmu. Walau bagaimanapun Tasya merupakan sahabat kecilku. Aku merasa tak tega dia melewatinya sendirian. Kuharap kau me__ ". Belum sempat Zacklee melanjutkan ucapannya Ellena berdiri.
" Kau berbicara lebih dari tiga menit. Aku harus segera beristirahat ". Ellena melangkahkan kakinya meninggalkan Zacklee .
Zacklee berdiri akan mengejar Ellena tapi langkahnya tertahan saat Ellena menutup pintu rumahnya.
Zacklee menatap pintu rumahnya dan mendengar Ellena menangis. Ellena menangis dibalik pintu mengeluarkan sesak yang mencekik tenggorokannya, yang menghimpit dadanya. Ellena meluapkan sakit hatinya lewat tangisnya. Semua bayangan tentang Zacklee bersamanya terlintas dan itu membuat Ellena semakin merasakan sakit.
" Maafin Aku Ell " . Ucap Zacklee menatap pintu Rumah Ellena kemudian berlalu.
Begitupun dengan Alex dia memikirkan keadaan Ellena. Senyum dan kebahagiaan Ellena terlintas di ingatannya.
\=\=@@ Pagi harinya
Keluarga Maheswari sudah bersiap di Meja makan termasuk pengantin baru Shandy dan Clara.
" Pa.. Aku khawatir dengan Ellena ". Ucap Riska yang menunggu Ellena bergabung di Meja makan.
" Dia pasti baik - baik saja ". Malik menenangkan kekhawatiran Riska.
Tap.. Tap.. Tap..
Suara langkah Ellena menghampiri keluarga besarnya.
" Selamat pagi Mam.. Pa ". Ellena mencium pipi Riska dan Malik kemudian duduk bersama.
Marcel terlihat tenang, sedang Shandy menatap adiknya tanpa berkedip. Renata dan Clara saling menatap merasa keanehan pada Ellena.
" Hai Chloe tidurmu nyenyak, ah pasti kau nyenyak sekali karena banyak orang yang menyayangimu ". Ellena mencoba menata perasaannya dengan menyapa Chloe yang berada disampingnya bersama babysitter yang sedang menyuapinya juss apel.
Seperti biasanya Chloe menanggapinya dengan tersenyum dan terkadang tertawa kecil, dan itu membuat semua yang melihatnya merasa gemas. Baby montok dengan pipi gembul berambut sedikit pirang berkulit putih bermata bulat tatapan Elang seperti menuruni Papanya menyemburkan makanannya ke arah Ellena sambil tertawa gemas.
" Kau ". Ellena yang terkejut dengan semburan Chloe mencubit pipi gembulnya dengan gemas.
Semua yang berada disitu tertawa melihat tingkah Ellena dan baby Chloe.
" Cucu Oma pintar sekali ". Ucap Riska .
" Dia menyemburku dengan makanannya dan Mama mengatakannya pintar? Aishhh... Sepertinya aku harus menggelitik baby ini sampai lemas ". Gerutu Ellena.
" Kau berani menggelitik anakku? ". Marcel yang mendengar gerutuan Ellena.
" Oups.. Aku tak akan berani Tuan muda ". Ellena tersenyum sambil mengangkat tangannya. Dia tahu dirinya akan kalah menghadapi Kakaknya.
Ellena beralih ke Shandy dan Clara. Dia menatapnya sambil tersenyum jail. Shandy yang menyadarinya meliriknya dengan tajam. Ellena semakin menggoda Kakaknya dia mengedip - ngedipkan matanya dengan genit.
" Kesambet apa loe kedip - kedip gitu ". Ucap Shandy pura - pura ketus.
" Aku hanya merasa Kaka belum melaksanakan kewajihan Kakak di malam pertama... Wajah kalian saling menahan ". Ucap Ellena menahan ketawa.
Clara tersedak makanannya.
" Kalo elu bukan adik gue sekarang uda gue timpuk pake mangkok Ell ". Batin Clara yang malu dengan ucapan jail Ellena.
Riska, Malik, Marcel dan Renata tertawa.
Ellena kemudian mengeluarkan sebuah amplop dan menyodorkannya ke Shandy dan Clara.
" Maafin aku Ka karena semalam meninggalkan acara kalian terlebih dulu. Aku belum sempat memberikan hadiah kepada kalian. Aku harap kalian suka ". Tersenyum bahagia.
Shandy dan Clara saling menatap kemudian Shandy membuka amplop tersebut dan ternyata isinya ticket honeymoon ke Maladewa.
Shandy dan Clara tersenyum. Clara berdiri menghampiri Ellena yang berada diseberang tempat duduknya. Memeluknya dengan bahagia.
" Terimakasih Ell semoga kau selalu bahagia ". Ucap Clara berbisik.
Shandy ikut memeluk adik dan istrinya.
" Aku sayang kalian ". Ucap Ellena.
Selesai sarapan pagi Ellena meminta waktu kepada keluarganya.
" Mam, Pa sebelumnya Ellena minta maaf karena yang akan Ellena sampaikan ini akan mengecewakan kalian ". Ellena menarik nafasnya dalam - dalam.
" Ellena memutuskan untuk menunda pernikahan ". Ucapnya dengan berat.
" Ellena tau ini akan mengecewakan Mama Papa juga Tante Trias dan Om Albert. Tapi Ellena sudah berfikir panjang. Tolong hargai keputusan Ellena. Ellena belum bisa memenuhi permintaan Mama Papa menikah dengan Ka Lee ".
Riska meraih tangan putrinya dan memeluknya. Begitupun dengan Malik.
" Papa hargai keputusanmu Nak. Kau harus bahagia ". Ucap Malik.
" Mama juga sayang ".
" Ka Marcel, Ka Shandy.. Ellen sudah mengajukan pengunduran diri di Kantor. Ellena memutuskan akan melanjutkan restaurant Mama mulai hari ini ".
Marcel dan Shandy terdiam. Mereka tak bisa menolak keputusan adiknya. Mereka tau Ellena akan menjalani kehidupan baru. Mereka menghargai keputusan Ellena.
" O.. Iya Aku juga tadi sudah mengutus seseorang untuk mengambil semua barang - barangku di Kantor. Ellena yakin MF akan tetap berhasil tanpa Aku ". Sambil mengedipkan salah satu mata cantiknya dan mengangkat kepalan tangan kanannya.
" Aih...". Ucap Marcel dan Shandy mereka bersamaan mengusap wajahnya.
\=\=@@ Kantor MF
" Ellena pasti suka gue bawain cilok ". Alex yang sengaja membawakan cilok cemilan favorit Ellena dan Alex di sela - sela pekerjaan yang menumpuk.
Saat Alex membuka ruangan Ellena, bukan wanita cantik yang tersenyum seperti biasanya melainkan seorang OB sedang membereskan barang - barang milik Ellena.
" Eiy... Eiy.. Ngapain kamu disini? ". Teriak Alex yang melihat seorang OB bernama Tari sedang membereskan barang - barang Ellena.
" Siapa yang menyuruhmu membereskan itu semua? ".
" Maaf Tuan saya hanya mendapat perintah untuk membereskan barang - barang Nona muda. Untuk alasannya kenapa mohon maaf saya tidak tau Tuan ". Ucap OB bernama Tari.
Alex kemudian meninggalkan ruangan Ellena dan menuju ruangan Marcel. Dia harus menanyakan ini semua.
" Ga bener ini... gue harus tanya.. iya gue harus tanya ".
Tok.. Tok.. Tok!
" Iya, masuk ".
" Ouh.. Kau Lex, apa Ada yang ingin kau tanyakan soal perekrutan model terbaru kita? ". Tanya Marcel.
" Perekrutan model? Sejak kapan dia mulai mencari model? ". Batin Alex bertanya.
" Lex.. gimana ".
" Ouh maaf Ka.. tapi__ bukannya kita Ada Ellena? ". Tanya Alex hati - hati.
" Dia tak akan Ada lagi disini ".
Alex terkejut dengan kalimat Marcel. Dia mengulanginya berkali - kali dalam ingatannya.
" Mak_ maksudnya? ".
" Ellena sudah mengundurkan diri dari sini. Aku akan mencarikanmu partner baru Lex ". Ucap Marcel tersenyum.
" Sepertinya tak perlu, Aku tak membutuhkannya ". Gerutu Alex pelan.
" Kau mengatakan sesuatu Lex? "
" Ouh.. tidak Ka. Aku akan bekerja dengan baik ". Sahutnya kemudian membuka pintu keluar.
" Bisa - bisanya elu Ell... mengundurkan diri ga bilang - bilang. Loe pikir gue partner apaa.. Jiwaku separuh pergi Tuhan ". Protest Alex dengan konyol.
Alex kemudian menekan tombol contact Ellena di ponselnya.
" Elu dimana? gue bawain cilok ama tukangnya sekalian "
" Hati - hati, gue akan menemuimu di jam istirahat ".
Alex menutup ponselnya.
💗💗💗
Maaf sahabat semua baru UP🙏🥰
17 an banyak lomba ,acara padat merayap...saat yang lain pada panjat pulang othor panjang pohon pisang jadinya ga Up Up🤣🤣
Aisssshhh... jadi curhet...
LIKE
VOTE
COMMENT wae yok👍