
Happy Reading....
Seperti air hujan yang rela menjatuhkan dirinya kebumi, seperti itulah cinta yang akhirnya kurasa...
Jika hujan bertujuan untuk membasahi bumi, maka cintaku untuk memberi hari-hari terindah untukmu...
......................
Ellena dan Zacklee berpamitan pulang setelah selesai acara barbeque di kediaman Alex. Anna sendiri tetap menolak perintah Alex yang menyuruhnya untuk beristirahat. Menurut Anna itu hanya masalah kecil, Anna sendiri pernah yang mengalami jatuh dari sepeda motor hingga tangannya patah. Apalagi ini hanya terkena percikan api, menurutnya hal biasa. Tetapi sayangnya Alex sangat khawatir dengan Alasan Sunny tak ada yang menjaga jika dirinya sakit.
"Anna segera beristirahat aku tak mau melihatmu mencuci piring. Tinggalkan itu atau kalo tidak aku akan menambah hukumanmu" ancam Alex masih melihat Anna bekerja.
Anna yang tipikal penurut langsung meletakkan piringnya kembali dan segera mencuci tangannya kemudian mengelapnya.
"Baik Tuan, saya segera beristirahat" dengan menundukkan wajahnya, Anna kemudian melewati Alex menuju kamarnya.
"Anak itu terlihat sangat sopan" ucap Alex lirih sambil terkekeh.
"Papa..," panggil Sunny ternyata belum tidur.
"Iya sayang, kenapa belum tidur?"
"Sunny rindu Mama, boleh kah Sunny tidur bersama tante Anna?" pintar Sunny.
Alex menggerakkan arah matanya berusaha menutupi segalanya. Dia sangat tak mau jika Sunny bersedih mengingat Rachel.
"Kau boleh tidur bersama tante Anna tetapi tak boleh merepotkannya" pesan Alex.
"Terimakasih Pa.., cup" Sunny mengecup Pipi Alex sebelum masuk ke kamar Anna.
Alex tersenyum melihat tingkah anaknya, lalu kembali melanjutkan menonton berita bisnis di dalam ponselnya. Dia tak sengaja melihat berita soal pebisnis muda bernama Bastian Hanggoro yang akan segera menikah dengan Rachel. Alex tersenyum, dia akhirnya lega karena pada akhirnya Rachel menemukan pria yang benar-benar serius tulus mencintainya.
Drrtt..
Sebuah notif masuk digawainya.
'Hari patah hati sedunia' tulisan yang terdapat digawainya dengan emot love retak.
'Tak apa cuma patah hati yang penting segera sadar dari dunia termehek-mehek' balas Revan.
'Siapkan ambulance buat bersiap-siap jika terjadi bunuh diri" sahut Devan lagi.
'Tenang selalu ada pelangi setelah hujan' balasan Zacklee.
'Aku tak menyangka jika Bastian adalah anak Tuan Hanggoro'
'Terus masalahnya apa Shand?'
'Kau tahu dia merupakan salah satu anak buahku,'
'Kau diam-diam yang membuat mereka terpisah' balas Revan dengan emot kecewa.
'Kalian tenang saja dia sudah menemukan bocil' sahut Zacklee
'Kenapa selera kita samaan ya sama-sama suka bocil' balas Devan.
'Kalian kalo kurang kerjaan mending pada tidur sana' sahut Alex yang akhirnya terpancing.
'Raja hutan sudah nongol gue pamit'
Alex tersenyum membaca chat sahabat-sahabatnya, kemudian dia menghampiri Sunny sebelum masuk kedalam kamarnya.
Alex menaiki tangga dengan langkah lebarnya menuju kamar Anna, sesampainya depan pintu Alex sedikit mendorong pintu yang sedikit terbuka, dia seperti melihat dua bidadari yang tertidur cantik. Alex mencoba mendekati, menaikkan selimut Sunny lalu beralih ke Anna yang sedang memeluk Sunny dalam tidurnya. Saat Alex menaikkan selimut ke tubuh Anna, Alex mendekatkan wajahnya seolah terhipnotis dengan kecantikan Anna Alex ingin menyentuh keningnya untung gerakan Sunny mampu menghentikan keinginannya. Alex menertawakan dirinya karena bertingkah konyol.
Alex menutup kembali pintu kamar Anna, kemudian menuju kamarnya. Saat akan menjatuhkan tubuhnya keatas ranjang tiba-tiba ponsel Alex berdering. Dilihatnya nama kontak di ponselnya lalu menggeser tombol berwarna hijau.
"Halo..,"
"Kau tunggulah, aku akan kesana" Alex kemudian segera menutup panggilannya. Dia kembali memakai sweater takutnya dan segera menyambar kunci mobilnya.
Alex melajukan mobilnya dengan kencang agar sampai ketempat tujuan. Hanya membutuhkan waktu lima belas menit Alex tiba ke tempat tujuan. Alex segera turun dari mobilnya dan masuk kedalam sebuah Cafe miliknya.
Alex melihat seorang wanita berpakaian blouse berwarna peach dengan rambut hanya dikuncir ekor kuda sedang menunggunya.
"Kau sudah lama menunggu?" tanya Alex.
"Lex..," sambil menyodorkan undangan pernikahannya dengan Bastian.
"Aku harap kau datang dan tak mengecewakanku" sindir Rachel.
"Rachel..., maafkan aku" ucap Alex setelah menerima undangan pernikahan Rachel.
Rachel terdiam mendengar permintaan maaf Alex.
"Maafmu tak berlaku Lex. Aku melakukan ini demi Sunny. Aku harap kau mengerti".
"Meski itu untuk Sunny aku akan tetap meminta maaf padamu" sahut Alex dengan raut wajah serius.
Dan sekarang Rachel gantian yang terdiam. Pandangan matanya kepada Alex langsung dia alihkan. Rachel sendiri sebenarnya masih menyimpan rasa kepada Alex, tapi dia sendiri tak mau jika terus-menerus berharap pada Alex yang tak memiliki rasa kepadanya.
"Sudahlah Lex kita lupakan yang sudah terjadi diantara kita. Aku sudah menganggapnya kekeliruan dalam hidupku tak seharusnya aku berharap padamu" ucap Rachel pada akhirnya.
"Mengenai Sunny biarlah seperti ini kita tak usah membuatnya tak nyaman" imbuhnya.
Alex mengangguk menyetujui pendapat Rachel.
"Lex, aku tak bisa lama-lama. Aku hanya ingin menyampaikan soal ini" Rachel kemudian beranjak dari tempat duduknya meninggalkan Alex.
Alex terdiam membolak-balikan undangan Rachel dan Bastian.
"Aku berdo'a semoga kau bahagia Rachel" ucap Alex lirih selesai menatap tubuh Rachel yang menghilang.
**
" Sayang apa Kaisar tak bisa tidur?" tanya Ellena melihat Zacklee masih menggendong baby Kaisar.
"Sepertinya dia merindukanku," sahut Zacklee.
"Sekarang serahkan Kaisar padaku, dan kau segeralah beristirahat aku tak mau kau terlihat kusut kurang tidur saat berangkat ke kantor" pinta Ellena.
"Tak bisa sayang, Kaisar masih merindukanku kau tak bisa mengganggu kita" tolak Zacklee.
Ellena memutar bola matanya mendengar alasan suaminya kemudian dia terduduk di kursi kerja mini milik Zacklee sambil tangannya menjadi tumpuan wajahnya.
Sudah lewat satu jam, Zacklee tak menyerahkan baby Kai pada Ellena sampai tak terasa Ellena tertidur dengan posisi duduk.
Zacklee yang selesai meletakkan baby Kai di box bayi samping ranjangnya kemudian menghampiri istrinya. Zacklee tersenyum melihat wajah imut istrinya lalu mengecup lembut bibir ranumnya. Zacklee kemudian menggendong pelan Ellena agar tak terbangun dan meletakkan diatas Ranjang.
"Aku tahu kau sangat kelelahan sayang, aku tak akan membiarkanmu merasakan lelah" ucap Zacklee lirih sambil menaikkan selimut Ellena.
Zacklee kemudian keluar kamarnya berpindah ke ruang kerjanya mengecek laporan-laporan yang dia tinggalkan hari ini. Zacklee merupakan seorang yang gila kerja, tetapi semenjak kehadiran baby Kai dia sedikit mengurangi aktivitas pekerjaannya dan lebih mementingkan keluarga.
Dia membuka laporan di emailnya dan segera mengirim berkas yang tertunda kepada kliennya.
Klek,
"Sayang.. kau terbangun?" tanya Zacklee melihat Ellena membuka pintu.
"Kenapa kau masih saja bekerja. Kau sudah menjagaku dan anak-anak seharian. Saatnya kau memanjakan dirimu sendiri Ka Lee..," pinta Ellena.
"Kemarilah," Zacklee menyuruh Ellena untuk duduk diatas pangkuannya. Ellena pun menurutinya, dia menjatuhkan bokongnya di paha Zacklee dengan tangan yang mengalung ke lehernya.
Wajah suaminya yang sangat tampan dia pandang terus dan tak berkedip.
"Aku tahu aku tampan tak usah menatapku seperti itu" ucap Zacklee yang menyadari Ellena terus menatapnya.
"Aku sangat mencintaimu sayang" ucap Ellena.
Zacklee kemudian menekan tengkuk leher dan menyambar bibir istrinya.
"Kau.., cepatlah istirahat" dengan bola mata melotot Ellena mendorong tubuh Zacklee menyuruhnya untuk segera beristirahat. Bukan Zacklee namanya jika tak menyelesaikan has*atnya. Dia tak mendengarkan ucapan istrinya malah melanjutkan keinginannya dan pada akhirnya mereka melakukannya di ruang kerja pribadi Zacklee.
Jangan dibayangin ya takut kepingin juga... hahaha...
Bersambung....