What I Think

What I Think
Kesalah pahaman Felix 2



Happy Reading ya ka...


...----------------...


Dipinggiran pantai Felix sedang berdiri sambil menatap lurus kedepan memandangi deburan ombak yang sedang bekejaran seolah mereka menunjukkan siapa paling terdepan. Wajah dua orang yang sangat dia sayangi terus saja muncul dipikirannya.


'Apa benar yang di ucapkan wanita itu?' batin Felix.


'Sepertinya tak mungkin jika Papa berbuat seperti itu kepada Mommy. Yang aku tahu mereka sangat saling mencintai' batinnya lagi.


"Tak semua orang baik terlihat baik dan tak semua orang jahat juga terlihat jahat" suara wanita yang diam-diam membuntuti Felix.


Dengan tatapan mata licik yang tertutup kacamata hitamnya, wanita itu serasa belum puas untuk terus memprovokasi Felix.


"Maksud anda?" tanya Felix menoleh kearahnya.


"Contohnya Papamu, dia sangat baik didepanmu serta keluargamu tetapi apa? dia juga pernah melakukan hal yang sangat memalukan saat meninggalkan kau dan adikmu di saat Mommymu hamil kalian," sembari mengambil vapor di saku blazernya. Wanita itu kemudian menyesap vapor tersebut dan mengeluarkannya asapnya perlahan dari mulutnya.


"Apa kau masih mau menerima kelakuan Papamu?" tanya wanita itu saat mengerti raut wajah Felix yang dilema.


"Kau pasti berbohong, Papaku tak mungkin seperti itu" ucap Felix tegas.


"Kau hanya anak yang bodoh mampu dibohongi Papa Mamamu. Mereka tak mungkin menceritakan yang sebenarnya.. bukankah kau sudah menanyakan hal ini kepada Alex?" sahut wanita itu.


'Bagaimana dia bisa tahu jika aku baru selesai menemui Papa Alex?' batin Felix terkejut karena wanita itu mengetahui segala hal yang dilakukan Felix.


"Aku yakin Alex tak menjawabnya karena dia takut," ucap wanita itu lagi.


"Sudahlah Felix Mahendra lebih baik kau segera pulang dan langsung menanyakan soal ini langsung dari kedua orangtuamu," sarannya kemudian meninggalkan Felix berpikir menuju kuda besinya.


Diujung sudut pantai tak sengaja Dewa yang sedari tadi sedang mengawasi mereka.


'Siapa wanita itu? Sepertinya bos kecil sedang dalam masalah. Aku harus segera menghubungi bos Zacklee' gumam Dewa.


Dewa segera mengambil ponsel dalam sakunya setelah itu segera menekan nomor bosnya.


"Bos, apa kau masih berada di luar negeri?" tanya Dewa setelah Zacklee menerima panggilannya.


"Ada apa kau mencariku, kau merindukanku juga?" sindir Zacklee dalam ponsel.


"Bos aku sedang tak ingin bercanda, ada sesuatu yang penting yang ingin aku beritahu padamu" sahut Dewa yang takut kehilangan jejak Felix dan seorang wanita yang belum diketahui identitasnya.


"Sepertinya serius sekali apa kau sudah memutuskan untuk menikah?" tebak Zacklee yang menurutnya berita bahagia.


"Bukan bos, aku masih belum memikirkannya" sahut Dewa.


"Haiiiish.. kenapa kita membahas soal ini bos" sahutnya lagi menyadari jika yang akan dibahas bukan soal itu.


"Bos, aku melihat Felix sedang berada di pantai bersama seorang wanita yang belum aku ketahui. Wanita itu mengenakan kacamata hitam serta tudung di Kepalanya jadi aku tak mengenalnya," jelas Dewa pada akhirnya.


"Dewa kau ikuti terus mereka aku akan menyusulnya," ucap Zacklee dengan nada khawatir kemudian menutup panggilannya.


Dewa dengan sigap langsung mengikuti Felix dan wanita itu dari belakang. Motor sport Felix sendiri ditinggalkan begitu saja, sedangkan Felix mengikuti wanita itu masuk ke mobilnya.


**


"Aku sudah menemukan Felix, Dewa baru saja melihatnya" ucap Zacklee.


"Tunggu apa lagi, buruan kita susul dia" sahut Alex.


Zacklee menyetujui saran Alex lalu segera bergerak menyusul putranya.


"Kalian mau kemana?" tanya Ellena dengan suara sedikit meninggi. Ellena mendekati kedua pria yang baru sekejap dia tinggalkan dan seenaknya akan pergi begitu saja tanpa berpamitan padanya. Tak semudah itu Ferguso dan Sergio.


Mata tajam namun terlihat menenangkan, Ellena menatap mereka berdua sembari memutarinya meliriknya seolah seperti seorang detektif sedang menyelidiki musuhnya.


"Kau baru tiba dan akan langsung pergi bekerja lagi? Oh Tuhan..., buatlah suamiku yang tampan ini tak gila kerja" keluh Ellena.


"Sayang aku janji setelah ini aku akan menemanimu kemanapun dan dimanapun. Tapi please.. untuk kali ini saja biar aku menyelesaikan tugasku," sembari menelangkupkan kedua tangannya di dada.


"Oke baiklah.. tapi sayang aku dulu," ucap Ellena manja.


"Sayang kau benar-benar menggodaku kali ini," sahut Zacklee.


"Ehm," deheman Alex membuat keduanya menyadari keberadaan Alex.


"Sial! kalian membuatku merindukan Anna dirumah" gerutu Alex.


Zacklee maupun Ellena terkekeh mendengar gerutuan Alex. Zacklee dengan cepat menyambar pipi istrinya kemudian segera menarik pergelangan tangan Alex untuk segera berangkat.


Didalam Mobil,


"Fiuuuuhhh..., untung Ellena tak curiga" ucap Zacklee.


"Untung juga aku tak terpancing dengan kemesraan kalian," dengus kesal Alex.


Drrrttt... drrrttt...


"Dewa," ucap Zacklee melihat ponselnya bergetar memunculkan nama Dewa di ponselnya.


"Kau dimana?" tanya Zacklee.


"Bos ke alamat xxx," jawab Dewa kemudian mematikan panggilannya.


"Lex kita ke alamat xxx," ucap Zacklee. Alex dengan cepat melajukan kuda besinya.


Sekitar lima belas menit kuda besi mereka tiba di tempat yang sudah diberitahu Dewa. Dewa sendiri sudah menunggu kedatangan bosnya. Zacklee dan Alex segera turun dari mobilnya menemui Dewa.


"Dimana Felix?" tanya Zacklee.


"Dia berada didalam sana bos," sambil menunjuk sebuah rumah yang berpagar tinggi.


"Kau yakin Felix disana?" Alex memastikan.


"Wanita itu mengajaknya masuk, aku harus menerobos masuk kedalam" pinta Dewa meminta persetujuan bosnya.


"Apa tujuan orang itu mendekati putraku?" gumam Zacklee.


Saat Zacklee dan yang lain ingin bergerak, tiba-tiba gerbang pagar itu terbuka. Felix keluar dari sana sudah menggunakan motor sportnya yang ditinggalkan tadi. Rupanya seseorang sudah membawanya kesana bersamaan saat Felix menuju kesana.


"Bos, kau ikuti Felix biar aku yang mencari tahu siapa wanita itu" ucap Dewa.


"Kau terbaik Dewa," sahut Alex.


Zacklee dan Alex segera masuk kedalam mobilnya lagi dia buru-buru mengejar Felix yang sedikit tertinggal jauh.


"Dia sepertimu Zack, lihatlah cara menaiki motornya. Jika sedang marah petugas kepolisianpun mampu dia kalahkan," ucap Alex yang melihat petugas kepolisian sedang mengejar Felix tapi sayangnya Felix mampu lolos dari mereka.


"Lex, aku berharap anak-anakku bisa memahamiku atas kesalah pahaman ini semua. Mereka sudah bahagia, aku tak mau merusak kebahagiaannya terutama Ellena.., kau tahu aku paling ga bisa melihat dia bersedih dan menangis. Kuharap Felix bisa mengerti kali ini," ucap Zacklee.


Alex menginjak gas dengan dalam agar bisa mengejar Felix tepat waktu. Keahlian menaiki kendaraan dengan cepat tak perlu diragukan lagi, Alex berhasil menghadang motor Felix tepat di jalanan yang sepi.


Shiiiiitttt.....!


Suara decitan roda dengan jalanan. Felix juga segera menarik rem motornya yang hampir menabrak mobil Papanya. Zacklee dan Alex segera membuka pintu mobilnya dan keluar menemui Felix.


'Kalian sudah membohongiku selama ini,' batin Felix dengan senyum smirknya.


Bersambung....