
Happy Reading..
••°°@@
"Ada apa kau datang pagi-pagi Felix? kau tidak membolos sekolah bukan?"
"Pa, Felix mau menanyakan sesuatu,"
"Tanyakan saja apa yang ingin kau ketahui,"
"Apa benar saat Mommy hamil aku dan Fiona, Papa Zacklee meninggalkannya"
Deg!
"Jawab Pa.., apa benar Papa kandungku meninggalkan Mommy saat mengandung aku dan Fiona" suara Felix mulai meninggi, terlihat sorot mata kemarahannya saat ini.
Alex sendiri tak tahu harus menjawab apa, dia terdiam dengan wajah sedikit bingung.
"Fel_" ucapan Alex terpotong karena Felix menyahutnya.
"Kenapa Papa diam? berarti benar semua itu," Felix membalikkan badan melangkahkan Kakinya keluar, dia segera mengendarai motor sportnya kembali.
"Felix.. Felix..," teriak Alex.
"Apa yang terjadi?" tanya Anna.
"Anna, aku harus mengejar anak itu" ucap Alex menyambar kunci mobilnya.
"Hati-hati sayang..,"
"Cup, terimakasih Anna" mengecup kening Anna lalu beralih mencium pipi gembul baby Alina.
Alex segera memasuki mobil sportnya mengejar Felix yang hampir tak terlihat.
"Aku harus memberitahu Ellena," ucap Alex kemudian mengambil ponselnya dan menekan nomor Ellena.
Ellena yang sedang sibuk tak mengangkat panggilan Alex. Pada akhirnya Alex mengetik pesan singkat untuk Ellena.
'Ellena kita perlu ketemu sekarang juga' isi pesan Alex.
Alex terus mengejar Felix sayangnya dia terlampau jauh dari Felix gara-gara lampu lalu lintas berubah warna menjadi merah.
"Sial! Felix tak boleh salah paham soal itu" ucap Alex.
**
"Fiona..," panggil Sunny.
"Sunny kau sudah keluar juga?" sapa Fiona.
"Sudah Fio.., oh ya Fio apa Felix hari ini tak enak badan? atau sedang diajak pergi Aunty cantik?" tanya Sunny.
"Ka Felix sehat dan tak ikut Mommy kemana-mana,"
"Tapi hari ini Felix tak masuk kelas,"
"Kau bercanda Sunny, Ka Felix berangkat bersamaku tak mungkin dia tak masuk"
"Tapi kenyataannya dia tak masuk Fiona..,"
"Hai kalian.. kantin yuk" ajak Nathan dan Safira.
"Dimana Felix?" tanya Nathan.
"Mungkin sedang bersama Nick," sahut Safira.
"Felix hari ini tak masuk kelas" ujar Sunny.
"Bukankah tadi pagi dia berangkat sama kamu Fio.. aku melihat kalian tadi," ucap Safira.
"Nah itu.. aku juga bingung kemana sebenarnya dia?"
"Ya udah kita ke kantin dulu yuk..," pada akhirnya mereka semua ke kantin terlebih dulu.
Dikantin mereka semua sedang asyik makan dan bercanda, kecuali Fiona dia merasa ada sesuatu yang terjadi pada saudara kembarnya.
"Fio.. ponselmu tuh daritadi berdering," ucap Sunny mengingatkan.
"Eh iya.. bentar ya aku terima panggilan dulu," pamit Fiona mengangkat ponselnya.
"Iya Pa..,"
"Fio.., apa Felix berada di sekolah hari ini?"
"Tak ada Pa.., Sunny bilang kalo Ka Felix tak ada di kelas daritadi.
"Baiklah.., jangan bilang Mommy kalo Felix tak bersekolah hari ini" pesan Alex.
"Apa yang terjadi Pa?" tanya Fiona penasaran.
"Maaf sayang, Papa belum bisa menjelaskan. Kabari Papa jika kau sudah bertemu Felix,"
"Baik Pa...," jawab Fiona kemudian menutup panggilannya.
"Siapa Fio?" tanya Nathan.
"Kita harus cari Ka Felix," ucap Fiona khawatir terlihat kesedihan terpancar dari wajahnya.
"Terimakasih Nick," ucap Fiona bahagia.
**
PYARR!
Suara pecahan gelas yang tak sengaja Ellena senggol. Ellena terdiam menatap kearah pecahan gelas.
"Ellena, kau tak apa-apa?" tanya Dhea.
"Tak apa-apa Dhea.., kau tenanglah..," sahut Ellena.
"Kau duduklah dulu aku akan mengambilkanmu minum,"
Ellena mengangguk tersenyum kecil.
'Kenapa perasaanku tak enak, apa yang sebenarnya terjadi' gumam Ellena dalam hati.
"Ini diminum dulu," Dhea menyodorkan segelas minuman kepada Ellena dan Ellena langsung menerimanya kemudian meminumnya.
"Terimakasih Dhea..,"
"Kalian rupanya disini," ucap Clara datang tiba-tiba.
"Clara.., apa pengunjung sedang ramai?" tanya Ellena.
"Tidak. Ada yang sedang mencarimu" jawab Clara lalu menggeser tubuhnya kesamping. Seorang pria dengan membawa bucket bunga sengaja untuk menutupi wajahnya sedang berdiri ditengah pintu.
Clara dan Dhea saling melempar senyum dan memberi kode untuk membiarkan Ellena bersamanya. Sambil memberi kode keduanya keluar ruangan tak mau mengganggu.
"Kita keluar dulu ya..," pamit Dhea melewati Ellena lalu mereka berdua bergandengan tangan.
Seorang pria yang sangat dikenal Ellena berjalan menghampirinya masih dengan tertutup bucket bunga.
Ellena menahan tawa melihat suaminya berpenampilan berbeda. Dengan usianya sekarang bukannya terlihat tua tetapi semakin tampan. Mungkin ini yang di bilang Hot Daddy.
"Ayolah sayang.. Pura-pura terkejut atau bagaimana gitu, aku sudah mempersiapkanya sejak semalam dan kau hanya menertawakanku," ucap Zacklee kecewa pada akhirnya menggeser penutup wajahnya.
"Aku tak menertawakanmu Ka.., hanya saja kau terlihat aneh dengan warna rambut itu," sahut Ellena masih menahan tawa.
"Apa kau melupakan usia anak-anakmu?" imbuhnya masih terkekeh.
"Sayang aku hanya tak mau anak-anakku malu melihat Papanya terlihat tua. Lagian aku tak terlihat sangat tua, aku merasa kita seperti pasangan abadi yang tak akan pernah tua" ucap Zacklee yang masih saja suka mesra kepada istrinya.
" Okelah... kau sangat keren Ka, aku sangat mencintaimu" Ellena langsung mengecup bibir sang suami dengan cepat. Rasa rindu yang ditahan terbayar sudah setelah melihat wajahnya.
"Kau sedang tidak menggodaku disini kan sayang?" sindir Zacklee.
"Atau kau ingin membuatkan Kaisar seorang adik," ucapan yang langsung membuat Ellena mendelik seketika.
"Ka..., kau akan mendapatkan protes dari mereka" sahut Ellena.
Mereka berdua tertawa bersama, bercanda membayangkan jika memiliki adik kembali.
"Eits.. Sorry nih ganggu," ucap Alex didepan pintu.
"Ka Alex..,"
"Lex, bisa ga sih gak ganggu orang yang lagi mesra-mesraan..," protes Zacklee.
"Apaan sih Ka..," sambil mencubit pinggang suaminya.
"Sorry.. sorry.. eh Zack rambutmu kenapa tuh? valentine kan masih tiga bulan lagi," celetuk Alex.
"Ga usah bahas rambutku, tumben kau kesini... udah bosan sama bini," sindir Zacklee.
"Ih.. Kakak ngeselin deh, aku kedepan aja kalo gitu," melangkahkan kaki melewati dua pria Hot daddy didepannya.
"Tuh kan.. gara-gara kau biniku jadi ngambek,"
"Zack, pumpung ketemu kau, aku mau ngomong penting" ucap Alex pada intinya.
"Sepertinya serius,"
"Felix pagi tadi ketempatku masih menggunakan seragam beserta tas Sekolah lengkap," sahut Alex.
"Felix? ada apa dia menemuimu?" tanya Zacklee.
"Dia menanyakan soal alasan kau meninggalkan Ellena saat hamil mereka, dia mengira kau sudah tega kepadanya dan juga Ellena," jawab Alex.
Deg!
"Darimana dia tahu tentang masalah itu?" tanya Zacklee curiga.
"Pikiranmu sama denganku Zack," ucap Alex.
"Lebih baik kita segera mencarinya sebelum anak itu berbuat nekat. Aku khawatir jika Ellena mengetahuinya dia akan sangat sedih,"
"Kau benar Lex, kita harus menemukan Felix dan meluruskan kesalah pahaman ini semua. Dia anakku, aku tak mau dia membenciku gara-gara kesalah pahaman yang aku lakukan di masalalu," ucap Zacklee.
Bersambung....