What I Think

What I Think
Kenapa elu ga paham Lex?



🍃🍃


"A_lex". Ucap lirih Rachel saat mengetahui siapa yang mengetuk pintu kamar dimana Ibunya di rawat.


" Boleh gue masuk? ". Suara Alex membuyarkan Rachel yang terkejut dengan kehadirannya.


" E_emm.. bisa kita bicara diluar saja? ". Pinta Rachel yang tak mau diketahui kondisi Ibunya.


" Apa elu sebenci ini ama gue, hingga tak memperbolehkan gue buat masuk? ". Alex sedikit kecewa karena Alex tak memperbolehkannya masuk.


" Orang ini suka seenaknya ". Batin Rachel kesal.


" Siapa Chel? ". Suara Bastian membuat Alex penasaran.


" Kagak siapa - siapa. Cuma Tukang sapu! ".


" Apa?! elu anggep gue tukang sapu! ". Alex geram karena Rachel menganggap dirinya Tukang sapu.


" Uda.. uda.. gue gak mau debat ama elu ". Rachel sambil keluar dan menutup pintunya sedang Alex mengikutinya dari belakang. Sekarang mereka berdua berada di Taman kecil dekat ruangan Ibunya.


" Elu napa sih Chel? ". Tanya Alex yang heran dengan sikap Rachel.


" Kenapa elu ga paham sih Lex ". Gerutunya dalam hati.


" Elu uda bener-bener benci gue? ". Alex memastikan sekali lagi, dan jika itu benar makan hati Alex akan kecewa.


Alex mulai menyadari perasaannya, tetapi sayangnya perasaan itu masih berat untuk Ellena. Wanita bermata bulat berwarna agak kecokelatan itu sudah benar-benar tersemat di hati Alex. Sehingga masih terasa berat untuk digantikan.


" Cukup Lex! ". Rachel sudah tak sanggup menahan perasaannya, air mata yang sudah ditahan lolos begitu saja. Dia tau pasti maksud Alex menemuinya hanya sebatas rasa kasihan saja tidak lebih. Karena Alex tak pernah menyukainya.


Alex terdiam melihat wanita dihadapannya menatap dirinya dengan rasa kecewa teramat dalam. Lelehan air mata di wajah putihnya menandakan jika Rachel benar-benar kecewa terhadap dirinya.


" Jangan temui gue lagi. Bukannya elu pernah bilang jika hubungan kita hanya sebatas pemuas saja ". Rachel tersenyum kecut saat mengatakan kalimat terakhirnya.


" Terimakasih sudah memberiku jalan untuk mengenal seorang Alex ". Rachel melewati Alex yang berdiri mematung, entah apa yang dipikirkannya. Kata-kata Rachel seolah menjadi boomerang untuknya.


" Rachel! kau tak apa? ". Bastian yang ternyata mencari Rachel. Dia menyeka air mata Rachel dengan lembut. Rachel agak canggung saat Bastian menyentuh pipinya, dia sedikit melirik ke arah Alex yang masih mematung. Setelah itu Rachel dan Bastian berlalu.


" Kau benar-benar membenciku Chel ". Batin Alex yang menyesalinya.


Alex berjalan menuju ruangan Ellena. Tidak ada siapa-siapa saat Alex membuka pintunya. Trias sendiri keluar sebentar karena mendapat kabar dari Zacklee jika Felix dan Fiona kembali Demam. Trias menitipkan Ellena yang sedang tertidur untuk beberapa saat.


Alex mendekati Ellena yang tertidur, tangannya meraih tangan Ellena dan menggenggamnya. Alex menatap penuh wajah Ellena yang terbaring, mengulas senyum teringat saat pertama kali dirinya mulai menyukainya.


" Kalo saja kita lebih dulu bertemu, gue bakal simpan elu biar pria manapun tak akan bisa memilikimu Ell, ". Alex menarik tangan Ellena dan mencium punggung tangannya.


" Biarlah rasa cinta ini gue simpan sebaik mungkin demi kebahagiaan elu Ell ". Imbuhnya.


Kini Alex beranjak dari kursinya berdiri lalu sedikit menundukkan kepalanya ingin mencium keningnya tetapi keinginan itu dia urungkan. Alex teringat wajah Zacklee.


" Issh Sial! kenapa elu harus dimiliki Zacklee yang notabene sahabat gue sendiri ". Gerutu Alex.


Ceklek!


Pintu ruangan terbuka ternyata Dimas dan seorang suster masuk untuk memeriksa kondisi Ellena.


" Tuan Alex, kau disini? ". Tanya Dimas yang tadinya mengira yang berada disamping Ellena adalah Zacklee.


" Tugas ya tugas aja.. ga usah ganggu ". Dengus kesal Alex. Dimas tersenyum mendengar Alex kesal.


" Nona Lee bukan Nona Alex ". Bisik Dimas di telinga Alex.


Mata Alex melotot kearah Dimas yang menertawai dirinya. Dia langsung melepaskan genggaman tangannya.


Suster membangunkan Ellena, dan Ellena pun terbangun.


" Suster ". Suara Ellena bangun tidur.


" Iya Nona.. diperiksa dulu ya Nona ".


" Suster aku ingin sekali pulang, aku merindukan kedua anakku. Bisakah Dokter mengizinkan aku pulang? ". Ellena sangat berharap sekali, karena sudah dua malam semenjak kejadian itu membuatnya untuk menginap di tempat yang berbau obat.


Suster itu tersenyum.


" Ehm ". Dimas berdehem agar Ellena mengetahuinya.


Ellena menoleh, dia terkejut karena tidak hanya Dimas tetapi ada juga Alex.


" Kita periksa dulu Nona, ". Dimas melakukan pekerjaannya dengan profesional.


Selesai memeriksa Ellena, Dimas kembali bercanda dengan Alex.


" Ka Dimas.., ". Ellena sengaja memanggil Dimas.


" Iya Nona ". Tidak hanya Dimas yang menoleh melainkan Alex juga. Mereka menunggu Ellena mengatakan sesuatu.


" Kapan aku diperbolehkan untuk pulang? ". Tanya Ellena.


" Setelah luka anda sembuh Nona, karena Tuan Zacklee meminta kami untuk mengobati luka anda sampai sembuh ".


" Kenapa dia menjadi protective begini ". Batin Ellena.


" Sepertinya Kaka harus segera membuatku pulang dengan cepat karena aku sangat merindukan putra putriku ". Ellena yang tadinya bersemangat nada suaranya sedikit lirih karena menahan sedih karena belum bisa bertemu buah hatinya.


" Dim, tak bisakah kau membuat Ellena segera pulang? ". Alex pura- pura meminta pendapat Dimas.


" Nona Lee, maafkan saya belum bisa mengizinkan anda pulang karena pasca operasi anda harus dalam pengawasan kami ". Dimas menjelaskan.


" Nona Lee? Dasar lu Dim.. mau bikin gue kepanasan ". Batin Alex tak suka mendengar panggilan Dimas untuk Ellena.


Ellena kembali mengerucutkan bibirnya. Pasalnya dia benar-benar ingin bertemu kedua anaknya karena merasakan ada sesuatu yang tak enak.


" Ell.. sabar dulu, gue janji bakal bawa mereka kesini ".


Senyum Ellena mengembang saat mendengar Alex menjanjikan bakal membawa Felix dan Fiona menemuinya meski Alex tahu jika Zacklee tak mungkin mengizinkannya.


" EHM ".


Suara deheman seseorang membuat bergidik Alex. Saat dirinya berbalik benar saja seorang pria dengan tatapan yang tajam serta rahang yang mengeras sedang memperhatikannya.


" Ka Lee.., ". Panggil Ellena yang melihat suaminya.


" Kau tak perlu membawa Felix dan Fiona kemari karena hari ini aku akan memindahkan perawatanmu di Rumah ". Ucap Zacklee dengan tegas.


" Elu kagak bisa seenaknya Zack, pan lu tau Ellena masih lemah kalo dirawat di Rumah apa akan memungkinkan? ". Protes Alex yang tak menyangka keputusan Zacklee.


" Dia istri gue, terserah gue mau bawa dia kemana ". Bantah Zacklee yang membuat Alex geram kembali dengan tingkah kekanak - kanakan Zacklee.


" Gue ga setuju! ". Ucap Alex lantang dan itu sama saja Alex menabuh genderang yang mulai damai.


Zacklee menajamkan tatapannya begitupun dengan Alex dia tak kalah menakutkan dengan tatapan Zacklee.


Dimas terdiam tak tahu harus berbuat apa, sedang yang menjadi perebutan berusaha untuk beranjak dari duduknya. Tanpa semua sadari Ellena berdiri dengan menahan rasa sakit di perutnya. Tangannya memegang tiang infus untuk menopang tubuhnya supaya tidak terjatuh.


" Apa hak elu, Ellena istri gue Lex! ". Suara Zacklee mengeras sudah tak bisa menahan emosinya.


" Ellena berhak bertemu Felix dan Fiona, apa elu ga mikirin perasaan seorang Ibu. Seperti apapun cara elu nutupin semuanya insting seorang Ibu tak pernah salah ". Alex tak kalah emosinya. Apapun yang berhubungan dengan Ellena dia pasti akan ikut campur .


" Apa maksud kalian? Apa yang terjadi dengan anak-anakku! ". Ellena yang sudah tidak tahan akhirnya bersuara.


Zacklee, Alex dan Dimas menoleh kearah Ellena yang sudah berdiri, wajahnya yang terlihat pucat menandakan dia sedang menahan sakit.


Zacklee dan Alex menghampiri Ellena bersamaan dan mereka sama-sama memegang salah satu tangan Ellena. Ellena semakin pusing dengan sikap keduanya.


Tatapan Zacklee semakin tajam kepada Alex sedang Alex sudah tidak memperdulikan kemarahan Zacklee.


" Perang Dunia ke 3 nih " . Batin Dimas yang melihat sikap keduanya.


" Kalian membuatku pusing ". Ellena mencoba menggerakkan tubuhnya tetapi terhuyung akibat belum kuat menahan sakit pasca operasinya. Untung dengan sigap Zacklee menopang tubuh Ellena yang hampir terjatuh.


" Sayang, lebih baik kau berbaring.. tubuhmu belum benar-benar sehat ". Zacklee yang lebih dulu memegang Ellena yang akan terjatuh dan membawanya kembali berbaring di bed nya. Sedang Alex mengumpat kesal dengan kemenangan Zacklee.


" Apa yang terjadi dengan Felix dan Fiona? ". Tanya Ellena dengan perasaan yang khawatir.


Zacklee terdiam sekejap kemudian,


" Kau tak perlu khawatir Felix dan Fiona sudah mulai membaik ".


" Membaik? berarti terjadi sesuatu pada mereka? "


" Mereka mengalami Demam tinggi. Fiona yang lebih dulu lalu disusul Felix "


" Apa Felix memakan Strawberry? ". Tanya Ellena yang curiga.


Zacklee mengangguk.


" Kenapa Felix harus bertemu dengan strawberry? "


" Semua sudah teratasi, Ka Marcel sudah membawanya ke Dokter "


" Aku ingin bertemu mereka Ka ". Mata Ellena berkaca-kaca memohon kepada Zacklee mengabulkan permintaannya.


" Mereka pasti membutuhkanku, apalagi Felix.. dia tak bisa sedikitpun jauh darimu ". Dan kali ini air matanya menetes membuat Zacklee dan Alex merasakan sakit di hati mereka masing-masing.


" Dimas lakukan apa yang Zacklee minta, pindah perawatan Ellena ke Rumah ". Ucap Alex lantang.


" Apa-apaan dia memutuskan sesuatu yang bukan haknya ". Gerutu Zacklee yang tak dipedulikan Zacklee. Baginya sekarang yang terpenting adalah Ellena seorang.


Dan Dimas pun langsung mengikuti perintah Alex membuat Zacklee menatap tajam kearah Dimas.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Ini napa ribut lagi ya Thor?


🤫🤫 kedengeran Zacklee kalo kita bisik-bisik


Terserah deh Thor.. gue mah pasrah yang penting segera pertemukan jodohku🥰


Haiyah🤦‍♂️


Jangan lupa tinggalkan jejak para Reader...


Like, Vote, Comment plus mawar merahnya😘