What I Think

What I Think
Wanita gila



Happy Reading....


...----------------...


'Saya peringatkan Nyonya jangan mengusik singa yang tertidur, karena jika dia bangun dia tak akan pernah melepaskan mangsanya'


Ucapan Zacklee terngiang selalu di telinga Reyna, bahkan Reyna saat ini menampilkan wajah ketakutannya. Rencana dia menghancurkan keluarga Zacklee ternyata sudah diketahuinya, posisi Reyna semakin terancam.


'Kau sudah membangunkan anak singa jantan dan bersiaplah untuk menerima konsekuensinya'


Ucapan Zacklee yang terakhir menunjukkan jika itu merupakan peringatan untuknya agar tak terlalu dalam mengusik keluarganya.


Reyna keluar dengan langkah tergontai, keringat dingin yang menumpuk di dahinya menunjukkan dia sangat ketakutan bahkan sangat menyesal sudah bermain api dengan keluarga Mahendra.


Reyna memasuki mobilnya dengan amarah, dendam yang sudah menyelimutinya mampu mengalahkan ketakutannya.


"Kalian akan menyesalinya Zacklee Mahendra..!" teriak Reyna sembari memukul setir mobilnya. Dia kemudian melajukan mobilnya dengan kencang, bahkan dia bersiap untuk melawan arus angin.


"Ellena aku akan membunuhmu saat ini juga!" ucap Reyna.


**


Felix yang masih terpikir gadis itu melupakannya. Felix sendiri tak memutuskan untuk langsung pulang sebab dia tak sengaja bertemu Nick di tengah jalan.


"Tumben elu nyariin gue," sindir Nick.


"Gue ga sengaja aja belok kesini," Felix beralasan.


"Ck, bisa aja lu ngasal," sahut Nick.


"Gimana kabar elu?" tanya Nick.


"Seperti yang elu lihat," sahutnya.


"Apa sesuatu terjadi pada aunty Ellena?" tanya Nick sudah menganggap Ellena seperti Mamanya sendiri.


"Mommy terlalu cantik dan baik, banyak yang iri kepadanya" sahut Felix.


"Berarti benar yang diceritakan Fio?" Nick sedikit terkejut.


Felix mengangguk asal, dia berpikir jika Fio sudah menceritakan semuanya kepada Nick.


"Terus rencana elu gimana?"


"Gue bakal balas perbuatan dia,"


"Gue setuju, gue bantu elu" sahut Nick.


"Eh itu obat buat siapa?" tanya Nick tak sengaja melihat sekantong kecil obat di tangan Felix.


"Aunty ga sampai jantungan kan?"


"Dasar lu, kalau ngomong jangan sembarangan.. Mommy sehat wal afiat" jawab Felix kesal.


"Sorry bro.. gue kira itu obatnya Aunty. Kalau bukan punya Aunty terus punya siapa?" tanya Nick kembali.


"Tau punya siapa, gue aja kagak kenal.." Felix tersenyum kecil mengingat pertemuannya dengan gadis itu.


"Kenapa elu senyum-senyum sendiri?" tanya Nick merasa heran melihat Felix tersenyum meski disembunyikan.


"Apaan sih lu... mau jadi detektif sekarang?" sindir Felix.


Bukannya menjawab Nick malah tertawa terbahak-bahak.


"Sepertinya sahabatku ini menyembunyikan sesuatu, tapi tak apalah kalau dia belum mau cerita gue masih setia menunggu," sahut Nick terkekeh.


"Gue balik dulu Nick," ucap Felix sebelum Nick mengorek lebih dalam.


"Eh.. ngapain buru-buru, kita belum membicarakan soal Aunty Ellena," teriak Nick.


"Gue balik dulu.. Mommy sendirian di kost," sahut Felix sudah menaiki motor sport nya dan bersiap memakai helmnya.


"Gue ikut Felix...," Nick kemudian mengejar Felix menggunakan motor sportnya juga.


.


.


.


BRAK... BRAK... BRAK!


"Kenapa Felix menjadi tak sabaran begini..," gerutu Ellena beranjak dari tempat tidurnya lalu beranjak melangkah membukakan pintu.


"Bentar Felix...," teriak Ellena saat dobrakan pintu itu terdengar kembali.


Klek!


"Kau! untuk apa kau kesini?" Ellena sangat terkejut karena orang yang mendobrak pintunya bukannya Felix melainnya anak buah Reyna.


"Kau masih menanyakan untuk apa aku kesini? cih..," ucap Reyna mendecih.


"Aku kesini untuk membawamu pergi kemana Zacklee tak akan pernah menemukanmu sama sekali"


"Apa yang kau ucapkan Reyna.. a_pa maksudmu dengan tak akan pernah menemukanku.. atau jangan-jangan kau...," sahut Ellena yang baru menyadarinya.


Reyna kemudian memberi kode kepada anak buahnya untuk membawa Ellena pergi


"Apa yang kalian lakukan, jangan menyentuhku!" berontak Ellena saat tangan anak buah Reyna hampir mencekalnya.


"Kau tak bisa melakukan ini Reyna, jika suami serta anakku tahu dia pasti akan menghajarmu" sahut Ellena saat anak buahnya mampu menarik tangannya dengan kasar.


Reyna tertawa puas karena balas dendamnya akan segera terlaksana.


"Lepaskan! Reyna tolong lepaskan aku sekarang juga!" teriak Ellena.


BUGHK!


"Beraninya kau menyentuh Mommyku!" bentak Felix datang tepat waktu.


Feeling Felix tentang Mommynya yang sendirian membuat Felix tak tenang saat bersama Nick tadi. Untungnya Felix memutuskan untuk segera pulang meski Nick sedikit menahannya.


Reyna yang mengetahui kedatangan Felix buru-buru memasuki mobilnya dan berusaha untuk melajukannya. Sayangnya kunci tersebut terjatuh jadi masih bisa mengulur waktu untuk Nick mengejarnya membantu Felix yang masih memukul anak buah Reyna.


"Hai tante.. mau kemana?" ejek Nick.


Reyna terlihat sangat gugup usahanya ingin lolos sepertinya sia-sia karena Nick berhasil membuka pintu mobilnya.


"Tante, kalau mau kabur yang profesional dong.. masa' mirip anak TK," ejek Nick kembali.


"Sial! dasar bocah ingusan, keluar dari mobilku!" bentak Reyna.


"Tante ga usah teriak-teriak telinga gue masih normal kali," sembari mengorek-ngorek telinganya.


"Brengs*k!" Reyna mendorong Nick tetapi sayangnya Reyna bukan tandingannya. Sepertinya Reyna belum tahu jika Felix, Nick dan Nathan adalah peraih juara karate tingkat nasional.


"Tante, gue udah bilang kan jangan teriak-teriak atau kalau masih teriak gue ajak konser di hotel rodeo deh" sahut Nick.


Meski Felix dan Nick terkenal pendiam dan sangat dingin, tetapi mereka memiliki jiwa humoris seperti kedua orang tua mereka. Namun saja mereka berdua lebih mengedepankan image ketimbang slengek'annya.


Nick yang sudah tak sabar langsung menarik Reyna keluar dari mobilnya dengan paksa.


"Dasar bocah sialan!" maki Reyna tak Terima karena Nick menariknya dengan kasar.


Nick sudah tak memperdulikan makian Reyna, saat ini dia juga marah karena Reyna sudah menyakiti Aunty kesayangannya.


"Mom.. Mommy ga apa-apa?" tanya Felix selesai menghajar anak buah Reyna yang kacangan.


"Mommy ga apa-apa nak, Felix kau berdarah..," jawab Ellena, kemudian dia khawatir melihat ujung bibirnya berdarah.


"Mommy tak perlu khawatir, ini hanya luka biasa. Felix tak mau Mommy sedikitpun terluka," ucap Felix.


"Nick, kau sudah menghubungi petugas kepolisian?" tanya Felix.


"Kau tenang saja sebentar lagi mereka tiba," jawab Nick.


"Mom, segera hubungi Papa" perintah Felix.


Kemudian Felix mendekati Reyna sangat sumber masalah yang membuatnya harus tak percaya kepada kedua orang tuanya dan juga Alex.


Mata tajam Zacklee sekarang sedang mendominasi kegarangannya. Reyna melangkah mundur hingga dia terpentok belakang mobilnya sendiri. Reyna sendiri merasa ketakutan melihat Felix remaja tampan yang kemarin begitu manis sekarang terlihat sangat menakutkan.


Dengan tangan mengepal Felix melayangkan tinju kearah Reyna yang dia plesetkan kearah sampingnya sehingga Felix menerjunkan kepalannya diatas mobil Reyna.


BRAK!


Reyna yang saat itu ketakutan memejamkan matanya, karena dia pikir Felix akan menghabisinya saat itu juga.


"BUKA MATAMU WANITA GILA!"


Felix... sabar ya... othor bantu deh bentak ini si Reyna... hehehe...