
Happy Reading..
......................
"Sayang, sampai kapan kau akan memelukku seperti ini?" tanya Ellena yang mengingatkan suaminya memeluk dirinya.
Semenjak Zacklee mengetahui kehamilan Ellena, dia sedikit protective terhadap yang dilakukan Ellena. Dari hal turun dari ranjang pun Zacklee tak memperbolehkan Ellena untuk turun sendiri.
Tiga hari yang lalu Zacklee langsung membawa Ellena memeriksakan kandungnya di Rumah sakit tempat Sunny di rawat. Terlihat dari layar monitor USG rahim Ellena terdapat gambar embrio berusia 2,5 bulan yang masih menyerupai biji kacang. Zacklee dan Ellena sangat bahagia karena pada akhirnya mereka diberi kepercayaan lagi oleh Tuhan untuk memiliki momongan lagi. Zacklee sendiri tak lupa untuk meminta resep obat agar Zia tak merasa mual di dekatnya. Karena kalo masih mual, Zacklee akan sangat kesulitan menjaga istri serta calon babynya.
Selesai periksa, Zacklee dan Ellena menjenguk Sunny sebentar lalu berpamitan pulang untuk istirahat.
"Sayang, bisakah kau tak mengusirku? aku masih ingin seperti ini" ucap Zacklee.
"Apa kau tak ke kantor hari ini?" tanya Ellena.
"Sudah ada Devan yang menghandle semuanya, kau tak perlu khawatir sayang" ucap Zacklee sedikit malas karena dirinya hanya ingin memeluk Ellena.
ceklek,
"Mommy...," panggil Felix dan Fiona yang baru tiba dari pulang sekolah.
Mereka berdua langsung melepas sepatunya sembarangan dan langsung menaiki ranjang Ellena dan Zacklee.
"Hissst, kenapa mereka datang disaat yang tidak tepat" gerutu Zacklee lirih, Ellena yang mendengarnya terkekeh.
"Sayang, kalian ganti baju dulu terus makan siang dan istirahat. Nanti sore kalian ada les jadi jangan sampai mengantuk ketika les" ucap Zacklee yang ingin si kembar segera pergi.
"Papa aneh ya Ka, orang kita masih mau sama mommy malah diusir" ucap Fiona melengos.
"Fiona.., Papa hanya melatih yang terbaik untukmu. Kan ga lucu saat les ketiduran" sindir Zacklee mengingat Fiona yang tertidur ditempat les.
"Papa Fiona ga tidur, tetapi Fiona hanya memejamkan mata sebentar" protes si cantik Fiona
"Sudah.. sudah kalian berdua seperti anak kecil" Ellena menengahi perdebatan Anak dan Ayah yang keras kepala.
"Sayang, aku hanya menyarankan yang terbaik buat mereka. Apa salahnya?" sahut Zacklee.
Ellena hanya tersenyum menanggapi protes suaminya seperti anak kecil. Begitupun ekspresi Fiona yang sama persis dengan Zacklee membuat Ellena semakin gemas kepada keduanya.
Sedang Felix hanya cuek dengan perdebatan adik dan Papanya. Dia lebih tertarik bermain laptop milik Papanya yang berada di meja kerja minimal Zacklee di pojokan.
"Pa, ada yang mengirim file nih..," panggil Felix melihat ada file yang masuk kedalam laptop Zacklee.
"Biarkan saja, paling juga dari Om Revan" sahut Zacklee yang tak mau beranjak dari ranjangnya meski sekarang ada Fiona di tengah-tengah mereka.
"Bukan Pa.. tapi ini dari MC di London" ucap Felix memberitahu.
Zacklee langsung beranjak dari ranjangnya. Dia segera membaca file yang dikirim tersebut. Saat membacanya, kedua ujung bibir Zacklee terangkat karena bahagia mendapatkan kabar jika perusahaannya disana kembali berkembang.
"Papa is the best!" ucap Zacklee membanggakan Papanya.
"Ada apa sayang?" tanya Ellena curiga.
"Kau harus tau sayang akhir-akhir ini aku mendapatkan banyak berita bahagia. Dua diantaranya Kau dan Papa" ucap Zacklee.
"Aku dan Papa?" ucap Ellena mengulangi maksud ucapan Zacklee.
"Iya Kau dan Papa" sahutnya.
"Kau dengan calon baby kita juga Papa yang berhasil membuat MF berkembang kembali" ucap Zacklee bahagia.
"Baby?" Felix dan Fiona yang belum mengerti mengulangi ucapan Ayahnya.
"Iya sayang, Felix dan Fiona akan memiliki seorang adik" sahut Zacklee yang langsung membuat si kembar tertawa bahagia.
"HOREEE!!" sorak Felix dan Fiona bahagia.
"Pa, Fiona akan menghubungi Grandma pasti Grandma akan bahagia iya kan Ka Felix" ucap Fiona.
"Iya Fiona, Grandma harus tau berita bahagia ini" sahut Felix.
Mereka berdua lalu keluar Kamar Ellena dan Zacklee dengan bahagia dan segera menghubungi Trias.
"Mereka sangat manis sepertimu sayang" ucap Ellena sambil mencubit pipi suaminya.
"Mereka juga menenangkan sepertimu sayang" puji Zacklee membelai pipi mulus istrinya.
Ellena lalu mengalungkan tangannya ke leher Zacklee. Sedang tangan Zacklee memeluk pinggang ramping istrinya.
"I LOVE YOU sayang" ucap Zacklee mesra.
**
**
Selesai rapat meeting Revan, Shandy, Devan, Zaskia dan Reyna memutuskan untuk makan siang bersama.
"Kemana tuh Zack, ga biasanya dia izin" tanya Devan.
"Lagi mikirin strategi balas dendam ke elu" jawab Revan dan langsung membuat nyali Devan menciut.
"Lagian juga elu salah ngapa juga, keinginan konyol adik gue elu turutin" sindir Shandy ikut menakut-nakuti Devan dan langsung membuat Devan makin menciut lagi nyalinya.
"Kalian beneran ga sih kalo pada ngomong" ucap Devan memberanikan diri.
"Hahaha... " tawa mereka pecah seketika melihat ekspresi wajah Devan.
"Kampret elu ya!" sambil melemparkan sedotan kearah keduanya.
"Nyonya lagi hamil, si Sultan lagi ga boleh kemana-mana katanya" sahut Revan.
"WHAT?! HAMIDUN??? TOKCER BANGET DIA" teriak Devan terkejut dengan berita kehamilan Ellena.
"Tokcer?? Apanya yang tokcer?" suara Zaskia menyahut ucapan Devan.
"Iya nih, apanya yang tokcer?" tanya Reyna juga yang datang bersama Zaskia.
"Kaka elu yang tokcer" sahut Devan.
Zaskia pun mengakak mendengar ucapan Devan sedang Reyna bingung melihat tingkah keduanya yang tertawa bersamaan.
"Alex dimana Dev?" tanya Shandy.
"Tau, katanya ada urusan penting" jawab Devan sambil memasukkan makanan kedalam mulutnya.
"Bagaimana kondisi Sunny?" tanya Zaskia yang sehari belum menjenguk Sunny.
"Dia sudah baikan. Kemarin gue uda jadi Bapaknya dia sekejap gara-gara nangis kangen sosok Papanya yang belum pernah dia temui" sahut Shandy.
"Jangan-jangan emang elu Bapak biologisnya Shand..," dugaan yang tidak bermanfaat keluar dari mulut Devan.
"Elu mau Saham gue tarik sekarang juga!"
Glegek.
"Shand, gue bercanda" ucap Devan cengengesan. Bisa mati dia jika saham kedua sahabatnya ditarik.
"Kalo sampai Nyonya dengar ga cuma saham yang gue tarik, Zaskia juga gue tarik dari hidup elu" ancam Shandy membuat Devan mengucurkan keringat dingin.
Revan, Zaskia dan Reyna tertawa puas melihat wajah ketakutan Devan.
"Emang kalian sudah jadian?" tanya Reyna.
Uhuk.. Uhuk.. Uhuk..
Zaskia tersedak gara-gara pertanyaan Reyna.
"Ap_apaan sih Reyn, kalo elu mau ambil aja" ucap belagu Zaskia. Padahal didalam hatinya tak rela Reyna mau mengambil Devan.
"Gue? Sorry Zaskia.. Gue uda ada pandangan lain" ucap Reyna.
"Siapa Reyn?" tanya Zaskia penasaran.
"Pokonya ada"
"Yeee.., bikin penasaran lu"
'Dia Tuan Zacklee Zaski' batin Reyna.
......................
Terimakasih para pembaca setia Author🙏
Semoga Rezeki para pembaca dimudahkan serta dilancarkan oleh Allah🤲🤲
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya ka..
LIKE, VOTE, COMMENT plus Mawar merah tercintanya 🌹