What I Think

What I Think
Rencana Event 3



Happy Reading...


Jangan lupa like, komen and Vote nya ya ka🙏 biar Othor tambah semangat Up nya..


......................


"Mohon maaf Tuan Aldo jika sudah tidak ada yang kita bahas saya pamit undur diri" ucap Ellena mulai jengah.


"Kau masih berhutang pelayanan Nona Ellena" sahut Aldo.


"Pelayanan? maksudnya?"


"Karena aku adalah tamu spesial, jadi kau berkewajiban menemaniku makan malam" ucap Aldo langsung pada tujuannya.


'Apa-apaan ini, ini tak ada dalam Perjanjian sama sekali' protes Ellena dalam hatinya.


"Maaf Tuan, bukan saya tidak mau. Ada hal yang lebih penting yang harus saya kerjakan" tolak Ellena halus.


"Maaf Tuan Aldo, perkenankan saya untuk menemani anda makan malam" Alex sengaja menyahut untuk membantu Ellena. Dalam hatinya pun dia merasa tak rela ada pria lain yang mengajak Ellena pergi.


"Sepenting itukah Nona?" tanya Aldo tak menggubris tawaran Alex.


"Sangat penting sekali" jawab Ellena menekankan ucapannya.


'Betul kata Ka Lee, dia playboy terlihat dia menginginkan Kaka Ipar bersamanya. Tak kan kubiarkan' batin Zaskia ikut kesal.


"Baiklah, besok siang kau tak boleh menolak permintaanku Nona kalo kau masih keberatan aku tak segan-segan menarik sahamku" ucap Aldo kemudian berlalu.


"Apa dia tadi mengancam kita?" tanya Zaskia yang tak habis pikir.


Sedang Ellena mengeratkan giginya menatap tajam punggung Aldo si Playboy yang seenaknya sendiri.


Alex sendiri sebenarnya merasakan kesal, dia paham betul jika Aldo hanya menginginkan Ellena. Saat Alex akan menyesap minumannya, Ellena dengan seenaknya menarik tangan Alex dan menyesap minumannya.


"Ellen..., " ucap Alex tapi sudah terlambat, Ellena sudah menyesap minuman Alex sambil memegang tangan Alex yang memegangi cangkirnya. Alex tersenyum melihat tingkah konyol Ellena. Dia terus menatap wajah cantik Ellena.


Disaat bersamaan tak sengaja Rachel yang kebetulan akan menyerahkan laporan melihat adegan Alex dan Ellena. Langkahnya terhenti, ada rasa sakit dihatinya melihat Alex tersenyum sambil menatap wanita yang masih berada di lubuk hatinya.


Rachel mencoba mengatur perasaannya, dia sadar betul jika hubungannya dengan Alex hanya sebatas Sunny. Alex memang mau bersamanya kembali semata-mata hanya karena Sunny.


"Rachel.., " panggil Zaskia.


Alex yang mendengar Zaskia memanggil Rachel menarik tangannya dari cangkirnya. Dilihatnya mata Rachel yang sedang menahan air mata.


"Kau sudah menyelesaikannya Rachel?" tanya Shandy membuyarkan lamunan Rachel yang masih menatap Alex.


"Iya Bos, ini laporan yang Bos minta" sambil menyodorkan berkas ke meja Shandy.


Saat Rachel akan berbalik, Ellena memanggilnya.


"Rachel, kau temani aku" ajak Ellena menarik pergelangan tangan Rachel.


"Kalian mau kemana?" tanya Devan.


"Urusan wanita, pria dilarang kepo" sambil menjulurkan lidahnya kearah Devan.


"Apa Ibu hamil kayak dia semua ya... mengesalkan" cibir Devan.


"Sweety besok kalo elu hamil jangan kayak dia ya" ucap Devan berganti kepada Zaskia yang berada disampingnya.


"Hissst...," Zaskia mendengus kesal sambil meninggalkan Devan dan yang lain.


"Elu panggil dia apa tadi Dev? sweety? kayak merk popok tetangga sebelah" sahut Shandy sambil tertawa.


"Elu pikir Zaskia pantat bayi" imbuhnya masih dengan menertawai Devan.


**


"Aku dan Ka Alex memang memiliki masa lalu, tapi kau tahu aku tak pernah menganggapnya lebih seperti Kakakku sendiri. Hubunganku dengannya memang suatu kesalahan karena kita pernah memiliki rasa lebih seorang Kakak dan adik. Tetapi aku sadar perasaan itu jangan sampai terjadi,aku selalu teringat dengan statusku sebagai seorang istri jika ada Ka Lee yang menjadi suamiku. Aku merasa jika aku melanjutkan perasaan itu aku akan melukai banyak orang dan hatiku sendiri" imbuhnya menjelaskan perasaan yang sebenarnya.


Rachel menatap Ellena, dia tak menyangka jika Ellena mampu menceritakan semuanya.


"Kau, aku yakin suatu hari Ka Alex pasti akan menyadari ketulusanmu" ucap Ellena meyakinkan Rachel.


"Ellena.., apa aku bisa?" tanya Rachel ragu.


Ellena menganggukkan kepalanya,


"Kau pasti bisa Rachel, apalagi diantara kalian sudah ada Sunny"


"Sunny..," ucap Rachel lirih.


"Sunny bisa menguatkan hubungan kalian, seperti Felix dan Fiona saat itu menguatkan hubunganku dengan Ka Lee. Perjalanan cintaku dan Ka Lee sangat terjal Rachel.., kau tau alasannya mengapa ada Ka Alex diantara aku dan Ka Lee? karena Ka Alex yang meyakinkan aku jika hubunganku dengan Ka Lee akan baik-baik saja" ucap Ellena.


Sekarang Rachel bisa memahami mengapa Alex bisa memiliki perasaan lebih kepada Ellena, karena seringnya kebersamaan mereka berawal sahabat menjadi cinta.


"Berarti benar apa yang pernah aku tanyakan padamu waktu itu Ell, kau pernah menyukai Alex?" tanya Rachel.


Ellena hanya menghela nafas,


"Perasaan yang sudah terkubur dan tak akan terulang seumur hidupku Rachel. Aku sudah kembali kepada Cinta pertamaku Ka Zacklee, bahkan aku sudah memiliki bukti cinta kami Felix dan Fiona. Aku harap kau tak memikirkan persoalan tentang perasaanku lagi karena kau pasti sudah mengetahui yang sebenarnya" ucap Ellena tersenyum.


**


"Revan, apa kau tak bisa merubah jadwalku?" tanya Zacklee.


"Bagaimana bisa aku merubahnya lagi Zack, ini udah mentok" sahut Revan yang bingung juga karena sedari tadi Zacklee memintanya untuk merubah jadwal sidak dia ke kantor cabangnya di Kota L selama dua hari.


"Kau ajaklah Ellena, itu solusi yang terbaik" saran Revan.


"Aku tak bisa Rev, Ellena sekarang kembali bekerja di MF. Ka Marcel dan Shandy memintaku untuk mengizinkannya sampai acara fashion week akhir tahun digelar" Zacklee menjelaskan.


"Kenapa harus Ellena? kan bisa diganti yang lain" Revan berpendapat.


"Bukan hanya Ellena, tetapi MF meminta Alex juga kembali bekerjasama dengan istriku, itu yang membuatku enggan pergi jauh Rev.., kuharap kau bisa merubah agendaku lagi" ucapnya masih berharap agar Revan mau merubahnya.


"Aku sudah tak bisa lagi merubahnya Zack, kau harus segera menemukan orang yang sudah mengkorupsi perusahaan kita" ucap Revan memberitahu.


"Rev, aku ingin kau mencari informasi tentang Aldo putra Tuan Diego" sahut Zacklee yang teringat tentang Aldo di sela-sela pikirannya.


"Aldo? pria player yang memiliki scandal dengan para model di Perusahaannya?" tanya Revan.


"Iya, dia yang meminta Ellena untuk mengurusi event akhir tahun besok".


"Ellena?" Revan terkejut tak menyangka jika Aldo yang memintanya.


"Apa kau tak merasa curiga Zack kenapa Aldo meminta Ellena? sedang yang kita tahu Ellena sudah hampir delapan tahun tidak berkecimpung di dunia Fashion"


"Aku sudah mencurigai tujuannya Rev, untuk itu aku tak mau meninggalkan istriku. Apalagi saat ini Ellena sedang mengandung" terlihat Zacklee sangat khawatir, Revan bisa mengerti perasaan Zacklee tetapi perusahaannya juga membutuhkannya Revan tak bisa berbuat apa-apa lagi.


"Kau tak usah khawatir ada Shandy, Devan dan Alex yang akan menjaga Ellena" ucap Revan menepuk bahu Zacklee.


......................


Terimakasih para pembaca setia Author🙏


Semoga Rezeki para pembaca dimudahkan serta dilancarkan oleh Allah🤲🤲


Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya ka..


LIKE, VOTE, COMMENT plus Mawar merah tercintanya 🌹