What I Think

What I Think
Saran Marcel



🍃🍃


Hujan bahkan tak pernah mengeluh disaat dia jatuh. Begitulah kemungkinan gambaran hati Zacklee saat ini. Setiap melihat hujan hatinya terasa sakit mengingat peristiwa 7 Tahun yang lalu.


Zacklee yang berhasil melewati masa kritisnya berjuang melawan maut berhasil dia lewati ketika mendengar suara tangisan bayi. Ya.. Suara tangisan bayi yang masih selalu terpikir di otaknya dan belum terpecahkan mengapa ada suara bayi yang menguatkannya untuk hidup sampai sekarang.


Hujan kali ini datang disaat yang tidak tepat dimana Zacklee baru saja menerima tawaran dari Marcel untuk mencari pengganti Ellena. 7 Tahun wanita yang sudah menjungkir balikkan kehidupannya hampir 99% meninggalkannya akibat kesalahannya.


**


" Chloe, Fira hari ini Om ga bisa barengan sama kalian ". Sapa Zacklee yang melihat kedua keponakannya yang sudah bersiap berangkat sekolah.


Zacklee sengaja masih bertempat tinggal dirumah mertuanya, semenjak Ellena menghilang dia tidak ingin sedikitpun jauh dari orang - orang terdekat Ellena. Kenangan bersama Ellena tidak mudah untuk di lupakan.


" Ga apa - apa Om.. Nanti aku berangkatnya bareng Papa aja ". Jawab Fira gadis berambut gelombang itu dengan gemasnya.


" Aku juga Om.. Nti aku bareng Om Shandy aja ". Sahut Chloe gadis gembul yang sekarang berusia 1 Tahun lebih tua dari Safira.


" Om janji nti sehabis pulang bakal bawain Burger kesukaan kalian ". Zacklee yang merasa sedikit bersalah tak bisa mengantarkan mereka.


Zacklee memang sengaja mengambil alih mengantar sekolah kedua keponakannya, disamping lokasi mereka satu arah, semenjak Zacklee sadar dari komanya dia terus selalu menyukai anak kecil. Entah mengapa dia merasa jika tangisan yang sampai sekarang masih selalu menjadi mimpi buruknya adalah suatu pertanda. Sedang dirinya belum tau pertanda apa.


" Lee, bisa kita bicara ". Ucap Marcel sedikit serius.


Sebelum Zacklee dan Marcel melangkah Shandy yang sudah siap dengan kemeja hitamnya menyapa Kaka dan Adik Iparnya.


" Sebelumnya maafkan aku ". Shandy yang tiba - tiba merengkuh Zacklee. Lalu setelah itu buru - buru mengajak puteri dan keponakannya berangkat sekolah.


" Yuk berangkat.. Papa ada meeting pagi ini ". Ajak Shandy kepada dua wanita imut didepannya. Dan mereka patuh mengikuti Shandy.


Zacklee kembali mengikuti langkah Marcel ke ruang kerjanya.


" Ada apa Ka? ". Zacklee mencoba bertanya.


Marcel terasa berat harus menyampaikan keputusannya dan semua keluarganya mengenai masa depan Zacklee.


" Maaf kalau Kaka mengatakan ini, Lee.. Sebaiknya kau menikah lagi. Kaka dan Shandy tau kau tersiksa dengan bayang - bayang Ellena yang meninggalkanmu ".


Zacklee membulatkan matanya mempertajam telinganya. Hatinya seketika hancur saat Kaka Iparnya menyuruhnya untuk menikah lagi.


" Kenapa Ka Marcel bisa berpikiran seperti ini ". Ucap Zacklee dengan hati yang kecewa.


" Sekali lagi maafin Kaka.. Bukan bermaksud apa - apa menyarankan kau menikah lagi. 7 Tahun Kaka merasa kau menjalani hari - harimu dengan berat, Kaka hanya tak tega kau___". Ucapan Marcel terpotong..


" Kaka tak usah khawatirkan aku, aku baik - baik saja dan jangan pernah menyuruhku untuk menikah atau apapun itu karena aku tak akan melakukannya. Karena aku percaya kalau Ellena ku masih setia menungguku ".


" Tapi Lee.. Kita sudah berusaha mencari Ellena selama 7 Tahun tapi tak ada satu pun tanda - tanda tentangnya. Hanya satu dulu saat seseorang mengatakan jika pernah melihat wajah yang serupa Ellena di Bandara L tapi apa setelah kita cek ternyata tak ada nama Ellena ". Marcel bercerita saat waktu itu ada seseorang yang mengatakan Ellena berada di Bandara L. Zacklee dan Marcel segera mengeceknya dengan menahan para petugas Bandara untuk tidak ada penerbangan selama be berapa jam kedepan. Sayangnya saat itu Alex mengetahuinya saat dirinya tak sengaja mendengar petugas Bandara membicarakan Ellena. Alex dengan cepat membawa Ellena ikut penerbangan sebelumnya dengan bernegosiasi dengan salah satu petugas bagian penerbangan agar bisa meloloskan mereka berdua.


Aksi Alex yang berbahaya ini akhirnya berhasil kala sebuah keluarga mengcancel penerbangan saat itu. Dengan Usaha Alex yang harus merogoh kocek yang tak sedikit akhirnya Alex dan Ellena berhasil keluar dari Negara L.


" Ka... Sekali lagi jangan menyuruhku untuk menikah lagi. Aku hanya mencintai Ellena dan selama nya akan seperti itu ". Zacklee menekankan ucapannya agar Marcel tak berpikiran seperti itu. Zacklee yang masih sedikit kesal memilih pergi meninggalkan Marcel yang masih berdiri mematung.


" Ellena.. Dimana kau? Tidak kah kau merindukan suaminya? ". Gumam Marcel sambil memperhatikan punggung Zacklee yang mulai menghilang.


***


" Ingat Papa akan menjemput kalian, tetap disini dan tunggu Papa ". Seorang pria sedang berpesan kepada anak kembar didepannya.


" Iya Papa ". Ucap kedua anak kembar bernama Felix dan Fiona bersamaan.


Alex memutuskan untuk kembali ke Negara I untuk memperluas jaringan bisnis Cafenya. Awalnya Ellena menolak tetapi Alex menjelaskannya dengan beribu pengertian. Akhirnya Ellena setuju.


Alex memasuki mobilnya kemudian melajukannya. Karena hari ini dia ada meeting dengan Brand Ambassador terkenal yang akan mempromosikan Cafenya di Negara I.


Bersamaan itu Chloe dan Safira turun dari mobil diikuti Shandy dibelakangnya. Shandy selalu mengantar puteri dan keponakannya sampai di pos sekolah.


" Nti Papa jemput seperti biasa karena Mama sedang dirumah Kakek tak bisa menjemput kalian. Chloe kamu juga tolong nanti adiknya di jaga jangan boleh jajan sembarangan ". Pesan Shandy yang khawatir dengan puterinya yang baru sembuh dari sakit perutnya akibat jajan sembarangan.


" Rebes Om ". Chloe dengan cepat mengangkat telapak tangannya kekeningnya dengan senyum warisan dari Riska Alm. Neneknya.


" Oke. Terimakasih Chloe ". Shandy mencubit gemas pipi ponakannya dan mencium kening Chloe juga Safira.


Saat akan berbalik Shandy tak sengaja menabrak Fiona pelan sehingga membuatnya terjatuh.


" Aduh ". Suara Fiona sedikit kesakitan.


" Fio kau tak apa? Yang sakit mana? ". Tanya Felix yang mengkhawatirkan saudara kembarnya. Kemudian Felix menoleh kearah Shandy yang tadi menabrak Adiknya hingga terjatuh.


Deg!


Entah mengapa jantung Shandy berdetak aneh seperti ada suatu ikatan antara mereka. Shandy terus memperhatikan wajah kedua anak kembar tersebut tanpa mendengar omelan dari sang Kaka Felix.


" Paman kenapa diam saja? Kenapa paman tak menolong Adik ku yang terjatuh? Apa Paman sengaja? ". Begitulah protes Felix kepada Shandy.


" PAMAN... PAMAN!! ". Felix menarik ujung jaz Shandy dan membuatnya tersadar.


Shandy Berjongkok mensejajarkan posisi mereka.


" Maafkan Paman sayang.. Paman benar - benar tak sengaja ". Shandy berucap dengan lembut sambil mengelus ujung kepala Felix.


Shandy tercengang dengan sikap bocah kecil didepannya. Dia teringat Zacklee kecil yang dulu seperti itu.


" Hah.. Iya kutut ". Shandy yang sebenarnya daritadi memikirkan wajah kedua anak kembar didepannya itu mirip siapa. Dia baru sadar jika kedua anak kembar itu sangat mirip dengan Zacklee. Tapi sayang kedua anak kembar itu sudah menghilang entah kemana.


" Kemana bocah itu.. Kenapa aku ngerasa sangat familiar dengannya ". Gumamnya dengan lirih.


**


Shandy yang masih memikirkan kedua anak kembar tadi tak focus dengan rapat meetingnya kali ini. Berkali - kali Marcel dan Veer menegurnya.


" Kenapa aku memikirkan bocah tadi ". Shandy mengerutuki dirinya sendiri.


Selesai rapat meeting, Shandy kembali kemeja kerjanya dia melanjutkan membaca dokumen yang akan bekerjasama dengan para modelnya.


" Shand.. ". Marcel masuk keruang kerja Shandy tanpa mengetok pintu.


" Kaka, ngagetin aja.. Ada apa Ka? ". Tanya Shandy yang terkejut dengan kedatangan Kakanya.


" Kaka sudah membicarakannya dengan Zacklee.. Dia menolaknya ". Ujar Marcel menceritakan hasil rapat keluarganya mengenai masa depan Zacklee kepada Shandy.


" Aku tau Ka gimana Kutut.. Aku sudah menduganya pasti dia menolaknya. Tak mudah buat dia meninggalkan kenangan bersama Ellena. Perjalanan cinta mereka seperti sudah ditulis Takdir, dan kita hanya bisa menunggu bagaimana endingnya ". Shandy sangat tau bagaimana karakter sahabatnya yang satu ini.


Marcel mengangguk menyetujui pendapat Shandy kemudian berlalu setelah Veer menelfonnya.


" Kaka Tugas Negara dulu ". Ucapnya sambil terkeukeuh.


Tok.. Tok.. Tok..


" Apalagi si Ka__". Shandy yang mengira Marcel.


" Ma_maaf Tuan, rapat meeting bersama Direktur Utama F corp sudah siap. Beliau juga sudah berada diruangan ". Ucap Sekretaris bersama Tata.


" Oh.. Ya. Saya segera kesana ". Shandy segera menemui Direktur Utama yang mengajak kerjasama dibidang promosi.


Saat Shandy duduk diseberang pria yang sekarang menjadi Direktur Utama. Shandy dikejutkan sosok sahabatnya yang sudah 7 tahun lamanya tak bertemu.


" ALEX, lu beneran Alex kan? ". Shandy yang masih meyakinkan penglihatannya.


" Lu pikir gue siapa lagi? ". Ucap pria yang sudah berhasil menjadi orang sukses.


Shandy memeluk Alex dengan bahagia. Pasalnya dia takut saat Alex mengundurkan diri dan tak akan bertemu lagi dengannya.


" Kemana aja lu ". Shandy yang penasaran dengan keberadaan Alex selama ini.


" Maaf Shand.. Setelah Mama meninggal gue memutuskan untuk kembali ke tanah kelahiran meneruskan perusahaan nyokap ". Alex menceritakan kisahnya.


" Sorry gue ga tau kalau Tante Nova meninggal, turut berduka cita Lex ". Shandy menepuk bahu Alex pelan.


" Eh.. Tapi gue kagum sama elu Lex sekarang uda ga mirip playboy karatan, elu uda lebih dewasa ". Entah itu pujian atau ejekan begitulah sikap kedua sahabat absurd jika berkumpul.


Mereka berdua berbincang melupakan tujuan Utamanya, membuat Sekretaris Tata yang dilupakan keberadaannya kebingungan.


" Tuan.. Mohon maaf, rapat kita gimana ya ". Sela Sekretaris Tata disaat keduanya sedang asyik mengobrol. Tatapan Tajam Shandy sudah cukup memberi jawaban Sekretaris Tata saat itu dan langsung membuatnya undur diri dari ruangan tersebut.


Hampir 3 jam lamanya kedua sahabat sekaligus mantan partner kerja itu mengakhiri perbincangannya. Alex yang sudah melihat jam tangan mewah yang mewah ditangannya pamit undur diri.


" Sorry Shand.. Gue pamit dulu ". Pamit Alex .


" Next time kita lanjut gue akan kabari Revan, Devan dan Zacklee ". Ucap Shandy yang seketika membuat Alex terdiam.


**


Lagi - lagi Shandy dibuat berfikir keras bertemu dengan Felix dan Fiona saat menjemput Chloe dan Safira.


Dua anak kembar tersebut melewati Shandy tanpa melirik kearah Shandy. Wajah mereka yang sangat mirip dengan Zacklee mengingatkan Shandy dengan watak Sahabatnya pula. Pandangan Shandy terus mengekori Dua anak kembar Felix dan Fiona.


" Pa.. Nanti Fira mau dibeliin mainan barby terbaru ". Safira yang membuyarkan Perhatian Shandy membuat Shandy sedikit kehilangan jejak Felix dan Fiona.


" Dek Fira kan baru sembuh belinya besok aja kalau liburan sama Mama dan Mama Clara ". Chloe yang bisa menenangkan adik keponakannya itu.


" Betul kata Kaka Chloe, besok akhir pekan Papa janji akan beliin Fira dan Kaka Chloe boneka barby ". Shandy merayu puterinya.


" Om.. Chloe ga suka barby, Chloe sukanya buku cerita ". Protes Chloe yang tak suka mainan. Sifat Chloe ini lebih condong kembar Marcel yang lebih banyak menghabiskan waktu berjam - jam diruang bacanya.


" Siap! ". Shandy yang langsung menggandeng puteri dan keponakannya.


Disaat Shandy membukakan pintu mobil keduanya, Shandy seperti mendengar suara Alex yang menyuruh anaknya untuk segera masuk kedalam mobil. Shandy menoleh kesana kemari mencari kebenaran sumber suara itu tapi sayang yang dia dapatkan malahan si kembar Felix yang akan memasuki mobil sport berwarna biru metalik. Shandy memperhatikan sosok yang bersamanya tapi tak terlihat, dia hanya melihat seorang wanita yang membelakanginya kemudian menutup Kaca mobilnya.


" Kenapa aku penasaran dengan bocah es itu ya ". Gumam Shandy yang kemudian masuk kedalam mobilnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Lanjutin Thor...


Beyesss bos 👍🆗


Tapi sebelumnya Like, Vote, Comment nya duyuuu😘