What I Think

What I Think
Restu



Happy Reading..


Kata-kataku memang tak seberapa,


tak sebanding dengan keringatmu


yang bercampur air mata.


Dan lelah yang tak pernah terbayar oleh nota.


Tetapi, ingatlah..


akan selalu ada do'a dan cinta


dari tangan-tangan keluarga..


......................


Melihat sang istri terkulai lemas dengan membawa beban nyawa buah cinta mereka. Zacklee dengan lembut menyelipkan rambut sang istri yang menutupi wajahnya.


'Ijinkan aku menebus semua kesalahanku di masa lalu sayang, kau pernah menjalani kesusahan tanpa diriku. Tapi kali ini tak akan aku biarkan kau menjalaninya sendiri'


Ceklek,


"Apa yang terjadi dengan menantuku Lee?" tanya Trias cemas.


"Ma_Mama..,"


"Kau ini, Mama tanya apa yang terjadi dengan Ellena?" Trias mengulangi pertanyaannya lagi.


"Ellena mengalami kram perut dan sedikit pendarahan" jelas Zacklee.


"Dari kemarin perasaan Mama ga enak mikirin kalian. Untungnya Dewa kesana jadi Mama dan Papa bisa datang kesini" ucapnya.


"Kau ini, mengapa Ellena kau ijinkan untuk bekerja disaat hamil muda. Kau tau kan resiko hamil muda jika terlalu kelelahan" cecar Trias panjang lebar membuat Zacklee tersenyum senang karena Mamanya sangat perhatian dengan Ellena.


"Kenapa malah senyum-senyum?" tanya Trias melihat Zacklee hanya senyum-senyum.


Zacklee kemudian menarik tangan Mamanya, dan mencium punggung telapak tangannya.


"Terimakasih Ma," ucap Zacklee.


Trias membelai ujung kepala putranya terharu.


"Tak perlu kau mengucapkan terimakasih Lee, Mama sangat sayang kepadamu Ellena dan cucu-cucu Mama".


" Bagaimana kondisi menantuku Lee?" Trias beralih membelai ujung kepala Ellena.


"Dokter menyuruh Ellena untuk bedrest selama beberapa hari kedepan" ucap Zacklee sambil memandangi sang istri.


"Sementara waktu Mama akan berada disini merawat Ellena dan si Kembar. Kau bisa tenang untuk bekerja Lee"


"Grandfa..., " suara Fiona manja memasuki Kamar Ellena.


"Apa mereka ada disini juga?" tanya Zacklee mendengar suara manja putrinya.


Trias tersenyum sambil menganggu,


"Mama dan Papa sengaja menjemputnya"


"Papa...," panggil Felix berhambur kepelukan Zacklee.


Zacklee mengangkat tubuh Felix di pangkuannya.


"Bagaimana kondisi Ellena Lee?" tanya Albert.


"Seperti yang Papa lihat, dia sudah agak mendingan Pa" ucap Zacklee.


"Mommy sakit apa Pa?" tanya Felix.


"Mommy hanya kelelahan sayang" jawab Zacklee.


"Mommy tuh tadi pagi Felix dengar mengeluh perutnya ga enak Pa, tapi Felix lupa bilang ini sama Papa" ucap Felix.


Zacklee kemudian teringat saat melihat Ellena berusaha menutupi kesakitannya.


'Kau bahkan tak mau membuatku khawatir' batin Zacklee.


"Grandfa.., ini ice creamnya mencair semua Fiona makannya gimana?" keluh Fiona melihat ice creamnya mencair.


"Fiona.. Mama sedang sakit kau malah memikirkan ice cream" sahut Felix.


"Hehe.., maaf Ka.. Fiona hanya protes dengan Grandfa yang membelikan ice cream mencair"


"Tenang saja nanti diganti Papa lima kali lipat, iya kan Pa" ucap Felix.


Kok malah Papa yang menggantikan?


Trias, Albert tertawa mendengar si kembar berceloteh.


"Ka..," panggil Ellena yang sudah siuman.


Zacklee menurunkan Felix dari pangkuannya dan mendekati istrinya. Zacklee mengambilkan segelas air putih beserta sedotan agar Ellena mudah meminumnya.


"Terimakasih Ka," ucap Ellena.


"Maafin aku Ka, aku hampir mencelakai anak kita" imbuhnya.


"Sssstt!" Zacklee menaruh jari telunjuknya ke bibir sang istri.


"Tak perlu meminta maaf, yang terpenting kau dan anak kita selamat" ucap Zacklee sambil mengelus perut istrinya.


"Lee benar sayang, yang penting kau dan calon bayimu selamat" ucap Trias ikut mendekati Ellena.


"Kita berdua sudah sering dicuekin orang yang sedang di mabuk asmara ya Ma..," ledek Albert membuat wajah Ellena bersemu merah.


"Mommy cepat sembuh ya.., " ucap Felix dan Fiona bersamaan.


"Terimakasih sayang, " sahut Ellena.


Dia sangat bersyukur memiliki keluarga yang sangat menyayanginya. Sampai tak terasa air matanya lolos begitu saja.


"Kau menangis sayang?" tanya Trias.


"Tidak Ma, Ellena hanya terharu karena memiliki keluarga yang sangat menyayangi Ellena" ucapnya sambil menyeka air matanya.


Zacklee kemudian mencium kening Ellena.


"I love you sayang" ucap setelahnya.


**


"Kenapa pada diem? kerja.. kerja.. kerja.. " teriak Alex tiba di Kantor. Melihat para team terduduk tak bersemangat.


"Ga ada Ibu Negara ga seru" keluh Devan.


"Iya, semangatnya luntur" ucap Zaskia.


Rachel dan Dhea ikut mengiyakan pendapat keduanya. Mereka merasa tak bersemangat karena tak ada Ellena.


"Justru dengan kalian seperti ini Ibu Negara malah kecewa" celetuk Shandy menyebut adiknya dengan sebutan Ibu Negara.


"Kita lanjut bekerja, berikan yang terbaik demi Ellena" sahut Marcel.


"Untuk tugas Ellena akan digantikan Zacklee," imbuhnya.


Mereka semua kembali bersemangat, persiapan acara sudah hampir 75% selesai. Kerja team dengan semangat yang tinggi mampu Marcel gerakkan kembali meski tanpa Ellena.


Singkat cerita, besok pagi adalah puncak Event akhir tahun berteman Mom Love. Ellena sendiri masih berada di Rumah Sakit ditemani oleh Trias maupun Zacklee. Dokter belum memperbolehkan Ellena untuk pulang meski kondisinya lebih baik dari perkiraan.


"Zack, bagaimana kondisi Ellena?" tanya Devan.


"Sudah agak baikan meski begitu Dokter tetap belum memperbolehkannya pulang sampai kondisi benar-benar sehat" jawab Zacklee.


"Dia tuh wanita yang kuat, elu tenang aja dia dan calon anak elu baik-baik saja" ucap Devan sambil menepuk bahu Zacklee.


"Ka Lee, semua persiapan sudah 100%. Semoga besok acara kita sukses dan berhasil" ucap Zaskia bahagia.


"Kia yakin, Kaka ipar pasti ikut bahagia dengan kerja keras kita" imbuhnya.


Zacklee tersenyum.


"Bagaimana dengan hubungan kalian?" tanya Zacklee.


'Uhuk.. uhuk.. ' Devan tersedak mendengar pertanyaan Zacklee.


"Apaan sih Ka.." ucap Zaskia malu, wajahnya mulai memerah.


"Kia, kaka serius" ucap Zacklee.


"Ellena sudah menceritakan semuanya" imbuhnya lagi.


"Emang apa yang Ibu Negara itu ceritakan?" tanya Devan curiga.


"Hubungan kalian yang terhalang restu gue" sahutnya tanpa bersalah.


"Akhirnya dia menceritakan kesulitan gue" celetuk Devan.


"Tapi dia belum pernah nembak aku Ka..," keluh Zaskia.


Apa dia bilang, belum pernah nembak? ucapan gue sayang-sayang ama dia dianggep apa? angin?


"Dia tak seromantis Kaka" protes Zaskia.


"Dedek Kia, dedek belum tau aja kalo abang sudah romantis yang lain lewat" rayu Devan.


Zacklee tertawa melihat tingkah keduanya.


"Mulai hari ini, Kaka merestui hubungan kalian" ucap Zacklee.


Membuat Devan dan Zaskia tersenyum-senyum.


"Ngapain tuh mereka?" tanya Alex.


"Lagi dapat restu gue" celetuk Zacklee.


"Pantesan malu-malu kucing gitu" sahut Alex.


"Selamat bro, bentar lagi sold out" ucap Alex bangga.


"Sold out.. sold out.. emang gue barang apa" protes Devan.


"Harusnya elu duluan yang uda punya ekor bro" sindir Devan.


Alex hanya terdiam mendengar sindiran Devan.


......................


Terimakasih para pembaca setia Author🙏


Semoga Rezeki para pembaca dimudahkan serta dilancarkan oleh Allah🤲🤲


Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya ka..


LIKE, VOTE, COMMENT plus Mawar merah tercintanya 🌹