
Happy Reading..
☘☘☘
Dunia begitu sempit sekali, sehingga tak ada pandangan yang menyenangkan. Seperti yang sedang di alami Alex saat ini, dia tak menyangka jika pria yang dijodohkan dengan Reyna adalah Brian. Tidak lain tidak bukan merupakan pria yang menjadi saingannya di masa lalu.
"Elu?" ucap Alex dan Brian bersamaan.
"Ngapain elu disini?" tanya Alex dengan wajah penasaran.
"Jemput calon bini gue lah..," ucap Brian dengan pedenya.
"Idiiihh.., pede lu!" cibir Reyna.
"Aku ga kenal dia Lex, ini pasti kerjaan si emak tiri yang seenaknya" keluh Reyna.
"Gue telfon tante Erna dulu" tak menunggu sampai lama, Tante Erna mengangkat telfonnya.
"Iya Lex, ada apa?" tanya tante Erna.
"Maaf tante, ini Alex ingin menanyakan apakah tante mengirim seseorang menjemput Reyna?" tanya Alex.
"Iya Lex, apa dia sudah sampai? Kalau sudah sampai bilang kepada Reyna untuk berbuat baik padanya" ucap Tante Erna lalu menutup panggilannya.
Alex menjauhkan ponsel dari telinganya dan melirik kearah Brian. Senyum Brian sudah bisa mewakili kemenangannya.
"Nona, sepupumu sudah menghubungi orang tuamu. Jika kau masih tak berkenan tak apa, aku tak memaksa. Karena aku akan menemui yang lain" ucap Brian menyindir Alex.
'Sial! Dia pasti akan menemui Ellena' umpat kesal Alex dalam hatinya.
"Selamat malam Tuan Alex, maaf mengganggu. Sepertinya kau tahu siapa yang akan kutemui" sambil beranjak dari tempatnya berdiri, Brian melangkahkan kakinya meninggalkan Alex dan Reyna dalam pikirannya masing-masing.
**
Keesokan pagi di Villa.
Drrttt... drrrtt..
Zacklee yang masih malas membuka mata terpaksa mengambil ponselnya yang berdering agar tak mengganggu sang istri yang masih terlelap.
"HUAAA... HUAAAA..." Zacklee sedikit menjauhkan ponselnya karena suara yang memekikkan Telinganya.
"Papa..!!" teriak suara memanggil Zacklee dalam ponsel.
"Kia, bercanda elu ga lucu. Nangis panggil-panggil Papa..," ucap Zacklee mengira suara di ponselnya milik suara Zaskia.
"Papa...!!" suara panggilan kedua kalinya dan Zacklee masih tak sadar siapa yang memanggilnya.
"ZASKIA ODELIA MAHENDRA candaannya ga lucu!" teriak Zacklee kesal masih mengira Zaskia mengerjainya.
"PAPA INI FIONA...!!" teriak Fiona pada akhirnya.
"Papa, cepat pulang Ka Felix memakan strawberry lagi. Sekarang Kaka demam... hiks..hiks..," ucap Fiona memberitahu Zacklee.
Dengan segera Zacklee mengumpulkan nyawanya saat mendengar jagoannya sakit.
"Ini beneran Fio?" tanya Zacklee kembali.
"Aunty Kia mana?"
"Aunty ini Papa mau ngomong sama Aunty" Zacklee mendengar Fiona memberikan ponselnya kepada Zaskia.
"Ka, ngadonnya dilanjut nanti lagi ada yang lebih penting!" cerocos Zaskia.
"Kau bawa Felix ke Dokter Dimas, aku dan Ellena akan menyusul kesana" ucap Zacklee menutup panggilannya.
"Hoaamm.., Ka Lee aku mendengar kau menyebut nama Felix. Kenapa dengan si tampanku?" tanya Ellena yang ternyata sudah bangun.
"Cup!" satu kecupan mendarat di bibir sang istri.
"Kau segera mandi" ucap Zacklee tak memberitahu yang sebenarnya.
"Kau tak meminta lagi?" tanya Ellena menawari janjinya semalam.
Zacklee yang mendengar Ellena menawarinya tersenyum bahagia, sebenarnya dia ingin sekali melanjutkan pertempurannya tetapi dia teringat sang jagoan yang demam.
"Aku akan menengok baby kita nanti malam sayang, sekarang kau lekaslah mandi" perintah Zacklee.
Ellena turun dari ranjangnya sambil melilit tubuhnya dengan selimut menuju Kamar Mandi. Melihat sang istri menutup Kamar Mandi, Zacklee segera menghubungi Revan.
"Jam berapa ini, kenapa elu ganggu aktivitas malam gue sih Zack..," jawab Revan yang tak menyadari jika matahari sudah nangkring dengan santainya.
"Malam.. malam.. gundulmu! tengok luar sekarang, itu malam ato lampu sorot" sindir Zacklee.
"Ternyata kau benar Zack, matahari sudah nangkring dengan pedenya" ucap Revan sambil cengar-cengir.
"Elu yang pede, jam segini masih molor. Gue potong gaji elu!" sahut Zacklee mengancamnya.
"Ya elah Zack, main potong-potong mulu.. biasa lah gue kan juga pingin nambah kayak elu" ucap Revan.
"Nambah? nambah apa maksud elu?" tanya Zacklee.
"Nambah anggota keluarga la..., " ucap Revan dengan semangat.
"Dasar!"
"Ngapain elu telfon pagi-pagi, jangan bilang ini salah satu ngidam Ellena. Gue males kalo disuruh jadi detektifnya" protes Revan.
"Detektif? maksudnya elu yang uda bantu bini gue cari informasi tentang Reyna?"
"Hehe, begitulah Zack. Habis kalo aku nolak bini elu ngancam bakal nurunin jabatan gue di Kantor elu" keluh Revan.
"Hahaha.., Istriku terbaik" puji Zacklee.
"Dan elu, gue tambahin bonus akhir bulan karena sudah membantu Istriku" sahut Zacklee yang tak disangka oleh Revan. Padahal sebelumnya dia berpikir selepas ini bakal kena omelan Zacklee karena sudah ikut memprovokasi Ellena.
"Revan, elu masih disitu?" tanya Zacklee yang tak mendapat tanggapan dari Revan.
"Eh, masih Zack" sahut Revan.
"Hari ini elu batalin kontrak kerjasama kita dengan Hotel xx" perintah Zacklee.
"Elu urus semuanya, karena gue hari ini izin Felix mengalami demam" ucap Zacklee.
"Elu serius mau membatalkan kerjasama kita? bagaimana dengan Alex dan Devan?" tanya Revan memikirkan kedua sahabatnya.
"Gue akan membicarakannya dengan mereka. Ellena lebih penting dari segalanya. Aku tak mau membuatnya terluka, apalagi kondisinya yang sekarang sedang mengandung anakku. Aku tak mau terjadi apa-apa dengan mereka. Gue harap kalian mengerti" ucap Zacklee menjelaskan.
"Langkahmu terbaik Zack!" sahut Revan kemudian menutup panggilannya.
Ceklek.
Ellena keluar menggunakan jubah mandinya. Rambutnya yang basah menambah kesan sexy. Zacklee menghampiri sang istri membantu mengeringkan rambutnya yang basah dengan handuk.
"Kenapa kau malah membantuku?" tanya Ellena.
"Cepatlah mandi, Felix membutuhkan kita" ucap Ellena membuat Zacklee terkejut.
"Darimana kau tahu soal jagoan kita sayang?" usaha Zacklee menutupi keadaan jagoannya sia-sia.
"Aku Ibunya, aku selalu merasakan sesuatu jika anak-anakku terjadi sesuatu. Dan feeling ku mengatakan jika telah terjadi pada Felix" ucapnya dengan sedikit sedih.
Feeling seorang Ibu ternyata sangat kuat.
"Kau tenang saja sayang, jagoan kita sangat kuat dia pasti baik-baik saja" ucap Zacklee menenangkan Ellena.
"Felix memiliki Alergi sepertimu, aku sangat heran kenapa anak kembarku semuanya menuruni apa yang ada pada dirimu" ucapnya sambil terkekeh.
"Kau tau sayang, itu karena kau terlalu mencintaiku" ucap Zacklee masih dengan posisi membantu Ellena mengeringkan rambutnya dengan handuk.
"Kau benar Ka, aku bahkan pernah menyuruh Ka Alex untuk mencuri kemeja yang sedang kau kenakan" ujarnya mengingat masa ngidam si kembar.
"Kenapa saat itu kau tak langsung menemuiku sayang? jika aku tahu kau mengalami masa ngidam yang buruk aku akan membawamu pergi. Sialnya, aku bahkan tak tahu kau pergi dalam keadaan mengandung" ucap Zacklee menyalahkan dirinya.
"Kalo aku menemuimu aku takut kau tak memilihku" sindir Ellena menyahut handuk kecil di tangan Zacklee.
"Sayang, aku sudah jelaskan jika waktu itu aku mengira Tasy...," Ellena menyentuh bibir sang suami dengan bibirnya.
"Jangan lanjutkan, karena aku tak mau mengingatnya lagi" ucap Ellena selesai menyentuh bibir suaminya.
Zacklee langsung meraih tubuh sang istri ke dalam pelukannya.
What I'm thinking right now is how to make you forget my past mistakes, I'm sorry dear..,
( Apa yang aku fikirkan saat ini adalah bagaimana cara membuatmu melupakan kesalahanku dimasalalu, maafkan aku sayang )
......................
Terimakasih para pembaca setia Author🙏
Semoga Rezeki para pembaca dimudahkan serta dilancarkan oleh Allah🤲🤲
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya ka..
LIKE, VOTE, COMMENT plus Mawar merah tercintanya 🌹