What I Think

What I Think
Berdamai dengan perasaan



🍃🍃


Melihat Zacklee dan Alex berdamai seperti sekarang ini adalah anugerah terindah bagi Ellena. Meski luka di perutnya masih basah rasa sakitnya tertutup dengan kebahagiaan Zacklee dan Alex yang berdamai dengan perasaan masing - masing. Saking bahagianya Ellena sampai meneteskan air mata haru bahagia.


Trias mendekati menantunya yang menyeka air matanya diam - diam. Sedang si Pembuat rusuh saat ini sedang di luar kamar melanjutkan aksi rusuhnya disana.


" Kau menangis sayang? " Tanya Trias yang melihat mata sembab menantunya.


" Tidak Mam, mataku sepertinya kemasukan sesuatu ". Elak Ellena sambil berpura - pura mengedip - ngedipkan matanya.


Trias tersenyum, pada kenyataannya Ellena tak pandai untuk berbohong.


" Mama bahagia melihat Lee dan Alex berdamai ". Ucapan Trias membuat Ellena menoleh kearahnya.


" Apa kau merasakan yang sama? ".


Ellena terdiam, sebenarnya apa yang di pikirkan Mama mertuanya sama dengan yang dia pikirkan.


" Mam... maafkan Ellena ". Kata itu yang mampu Ellena ucapkan saat ini. Dia masih saja merasa bersalah dengan kesalah pahaman Tujuh Tahun yang lalu.


" Sudahlah sayang.. semua sudah berlalu, yang terpenting sekarang Kau dan Lee sudah kembali utuh. Dan terimakasih sayang sudah memberikan Mama dan Papa cucu yang sangat pintar dan menggemaskan ". Kali ini Ellena malah merasa semakin bersalah saat Trias menyinggung tentang cucu.


" Mam.. mengenai kehamilan__".


" Sssstttt ". Belum sempat Ellena melanjutkan ucapannya Trias menaruh jari telunjuknya di bibir Ellena. Trias tak mau Ellena merasa bersalah soal kehamilan keduanya.


" Kalian bisa mencobanya lagi ". Sahut Trias dengan senyuman.


Sementara di luar ruangan Albert memijit keningnya akibat ulah Zacklee dan Alex yang sepertinya lupa usia. Mereka berdua terus - terusan saling mengejar dan menimpuk membuat para suster serta pengunjung Rumah Sakit fokus terhadap dua pria tampan yang bertingkah seperti remaja.


" Kalian berdua memalukan ". Cibir Dhea yang datang bersama Revan, Shandy dan Devan.


" DIAAAAM! " Bentak dua pria yang lupa usia bersamaan.


PLETAK!


" Auwww ". Pekik kedua pria yang terkena jitakan Albert.


" Papa, apa - apaan sih ". Protes Zacklee yang disetujui Alex.


" Kalian tuh yang apa - apaan, ini Rumah Sakit bukan Taman kanak - kanak ". Sindir Albert.


" Gara - Gara kalian Papa jadi telat ke Kantor gantiin kamu memimpin rapat ". Albert melewati Zacklee dan Alex diikuti Revan di belakangnya.


' Cckkk '. Decak Dhea sambil memutar bola matanya lalu melewati ke empat pria didepannya.


" Lah tuh napa si emaknya double N, jadi serem gitu matanya bisa muter - muter ". Celetuk Alex ngeri.


" Ellen gimana kondisinya Zack? ". Tanya Devan sedikit khawatir karena telfon Mamanya, dia jadi ga bisa ikut menemani Alex di Rumah Sakit.


Kali ini bukan jawaban yang diterima Devan tetapi tatapan tajam dari Zacklee. Zacklee teringat cerita Alex jika Revan, Devan dan Ryan juga pernah menyukai Ellena.


" Gue salah ngomong apa ya, kenapa tuh bule kagak jawab ". Gumam Devan lirih.


Alex tertawa bahagia karena sebentar lagi gantian Devan yang akan menjadi target kekesalan Zacklee.


" Sejak kapan lu nyimpen rasa sama Ellena ". Tanya Zacklee ketus.


Glek!


Devan menelan ludahnya sedikit ketakutan. Dia tak menyangka jika Zacklee akan tau perasaan kagumnya kepada Ellena.


" Maksud lu apa Zack? gue kagak ngerti ". Devan berusaha mengalihkan kecurigaan Zacklee.


" Jawab aja, sejak kapan! ". Zacklee mengulangi pertanyaannya tetapi dengan nada yang lebih tinggi.


" E_anu_ ". Devan tak sengaja melirik Alex dan Shandy yang sedang menahan tawa.


" Kampret lu Lex! awas lu ya ". Devan mengumpat kesal kepada Alex di hatinya.


" DEVAN! ". Panggil Zacklee sudah dengan wajah yang siap menerkam mangsanya.


" Siapa si yang nolak suka sama Ellen. Dia tu wanita sempurna Zack ". Jawab Devan dengan jujur.


" Gue pernah suka tapi itu dulu. Sudahlah kawan yang lalu biarlah berlalu, yang terpenting sekarang elu kan pemiliknya ". Lanjut Devan dengan serius.


Zacklee terdiam mendengar jawaban Devan. Memang benar dirinya lah pemiliknya, jadi untuk apa memperdebatkannya lagi. Toh itu perasaan yang sudah lama.


" Kalian memang sahabat gue, berani jujur dihadapan gue ". Zacklee tersenyum karena adanya keterbukaan persahabatannya.


Devan lega mendengar tanggapan Zacklee. Devan merangkul Zacklee dan ber tos ala geng's nya.


Ke empat pria tampan yang sedari tadi menjadi perhatian para suster dan pengunjung Rumah Sakit memasuki ruangan Ellena.


" Kau sudah bisa duduk sayang? ". Zacklee khawatir dengan luka di perut Ellena yang masih basah.


" Aku sudah tak apa Ka ". Senyum yang selalu menjadi kebahagiaan buat Zacklee menjadi angin segar memusnahkan kekhawatirannya.


Zacklee mengelus pipi halus Istrinya.


" Jiwa jomblo gue meronta - ronta Lex ". Celetuk Devan.


Dhea melempar bantal sofa kearah Devan. Sedang Trias tertawa melihat tingkah para sahabat Zacklee yang dari dulu tak pernah berubah.


" Ka Shandy ".


" Adikku gimana keadaannya? lain Kali jangan pernah ceroboh lagi ". Shandy mencubit gemas pipi adiknya.


" Aku hanya panik karena Ka Lee__". Ellena tak melanjutkan ucapannya dia menatap suaminya.


" Sudahlah.. lain Kali pokoknya jangan ceroboh lagi. Kau hampir membuat Felix dan Fiona tak memiliki seorang Mama ". Ucapan Shandy terdengar sedih mengingat ponakan kembarnya yang semalam demam. Sehingga membuat dia dan semuanya begadang semalaman.


" Ka, bagaimana kondisi anak kembarku? ". Tanya Ellena yang khawatir.


" Tenang saja mereka baik - baik saja bersama Ka Renata dan Clara ".


" Tak Ada. Apa wajah ku sudah seperti Devan yang suka berbohong? ". Tanyanya sambil menggunakan Devan sebagai contohnya. Sedang sang contoh berkomat - kamit dengan kesalnya.


" Aku sangat rindu mereka, bolehkah kau membawanya kemari Ka? ". Ellena beralih meminta pendapat Zacklee.


" Sayang bukannya Aku tak mau, tapi Aku takut mereka sedih melihat keadaanmu saat ini ". Zacklee memang tak ingin Felix dan Fiona melihat Ellena Sakit. Apalagi sakitnya dikarenakan tembakan.


Ellena menghela nafas, membuang rasa sedihnya. Rasa rindu terhadap kedua anaknya harus dia tahan sampai Dokter memperbolehkannya pulang.


" Ell, napa lu kagak cerita kalau sedang hamil lagi ". Tanya Dhea yang langsung membuat Ellena bersedih. Dhea langsung mendapat tatapan tajam dari Zacklee.


" Eh.. sorry Ell.. gue ga bermaksud__"


" Dhea, mungkin ini sudah takdirnya. Aku memang bersalah karena sudah merahasiakan ini terutama dari suamiku. Tapi Aku juga tak bisa menolak takdir apa yang terbaik untuk calon bayiku. Meski masih seumur jagung Aku yakin dia pasti sangat bahagia memiliki orang tua yang sangat menyayanginya ". Ellena menoleh keluar jendela, tersenyum kearah langit.


" Terimakasih sudah hadir di rahim Mommy sayang ". Batinnya sambil tersenyum.


**


" Tante, Felix merindukan Mommy ". Ucap Felix dengan wajah sedikit pucat.


Renata yang sedang memasang thermometer ke Fiona terkejut melihat Felix yang sedikit pucat.


Renata kemudian memegang tangan Felix dan betapa terkejutnya saat merasakan kulit Felix yang panas. Kemudian tangan Renata berpindah ke kening Felix, dan benar saja dugaannya Felix yang semalam tak demam hanya mengigau memanggil Ellena dan Zacklee sekarang ikut demam seperti Fiona.


" Clara! ". Panggil Renata cemas.


Clara yang baru selesai membuatkan soup hangat untuk Felix dan Fiona berlari mendengar Renata memanggilnya.


" Iya Ka ". Clara sekarang berhadapan dengan Renata yang memangku Felix.


" Felix kenapa ka? ". Tanya Clara yang panik.


" Dia ikut Demam Clar.. Apa sebaiknya kita menghubungi Lee? ". Renata meminta saran kepada Clara.


" Aku akan menghubungi Ka Shandy untuk menyampaikannya kepada Ka Lee ". Clara lalu mengambil ponselnya dan langsung menghubungi suaminya. Tanpa menunggu lama Shandy mengangkat telfonnya.


' Ka, Felix sekarang demam tinggi bisa tolong suruh Ka Lee pulang ga? karena Felix selalu bertanya tentang Ellena "


'. Clara menjelaskan .


' Aku akan memberitahu Lee '. Shandy kemudian memutuskan panggilannya.


" Sudah Ka ".


Belum selesai Clara membantu Renata menyiapkan tempat tidur Felix, Fiona tiba - tiba menangis berteriak memanggil Zacklee.


Clara segera mendekati Fiona dan memeluknya, Chloe dan Safira juga ikut menenangkan Fiona.


Marcel tiba bersama Veer dan Tasya. Mereka ikut sibuk menenangkan Fiona yang menangis memanggil Zacklee. Dan kali ini Veer dibuat kewalahan dengan sikap Fiona yang memintanya digendong mutar - mutar mengelilingi Rumah besar keluarga Maheswari. Sesekali Tasya menertawakan Veer yang dibuat pusing Fiona. Tawa Tasya menjadi daya tarik tersendiri seorang Veer Bramantya seorang jomblo setengah tua.


" Mereka sangat cocok Cel ". Ucap Renata yang melihat Veer dan Tasya berlomba menenangkan tangis Fiona.


" Sepertinya Veer jatuh cinta kepada Tasya ". Marcel sangat tau bagaimana perasaan Sahabatnya.


Renata dan Marcel tersenyum memandangi dua orang yang sedang jatuh cinta.


" Kaa! Felix tambah tinggi demamnya ". Clara setengah berteriak memanggil Marcel dan Renata.


Marcel dan Renata menghampiri Clara yang terlihat panik.


" Ka lihatlah, demam Felix 40° ". Clara sambil menunjukkan hasil thermometer ditangannya.


" Kau sudah memberinya obat penurun panas? ". Tanya Marcel mendekati Felix yang sedang terbaring.


" Sudah Ka ".


" Marcel kita bawa Felix ke Dokter ".


Dengan cepat Marcel membopong Felix masuk ke dalam mobilnya. Renata ikut masuk sambil memangku Felix. Dengan cepat Marcel membawa Felix ke tempat Dokter langganannya.


" Papaaaa... Hiks.. Hiks.. ". Fiona yang sempat tenang kembali menangis saat melihat Felix dibawa pergi Marcel dan Renata.


" Fio cantik.. jangan menangis nak, Papa sudah di jalan ". Bujuk Clara.


" Papa... Mommy... ". Fiona terus saja memanggil kedua orangtuanya.


Zacklee dengan cepat masuk ke dalam Rumah Marcel dan mendapati Veer, Tasya, Clara juga dua keponakannya membujuk Fiona.


" Fiona sayang.. ". Panggil Zacklee dan langsung mengambil alih gendongannya.


" PAPAAAA! ". Peluk erat Fiona digendongan Zacklee.


" Jangan menangis, Papa sudah ada disini ". Zacklee menyeka air mata putrinya.


" Felix dimana Clara? ". Tanya Zacklee yang belum melihat putra tampannya.


" Ka Marcel dan Ka Renata membawanya ke Dokter, demam Felix semakin tinggi Ka ". Clara bercerita.


" APA?! ". Zacklee panik mendengar Felix demam tinggi.


" Aku tau dimana tempat Dokter langganannya ". Sahut Veer.


" Kita kesana sekarang ".


" Tapi Fiona? "


" Dia akan ikut, Aku tak mau meninggalkannya ". Zacklee yang masih menggendong putrinya yang masih memeluknya erat.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Mau juga digendong Aa Zacklee 😭


Jangan lupa tinggalkan jejak manisnya ya ka🥰