What I Think

What I Think
Imunisasi Baby Kai



Happy Reading...


\=\=@@


Pagi pukul empat pagi di sebuah kamar berukuran hampir sebuah rumah sederhana. Baby Kai mulai mengeluarkan suara pertamanya.


"U.. u.. u..," suara Baby Kai seolah sedang menceritakan tentang dirinya.


Baby Kai sendiri sudah menginjak usia dua bulan, dimana sosok bayi diusia tersebut sedang gemas-gemasnya.


Zacklee yang terlebih dulu bangun terkejut mendengar Baby Kai mengeluarkan suara khas bayinya selain suara tangisan.


"Tampannya Papa sudah bangun?" tanya Zacklee sembari tersenyum kearah bayinya.


"U.. u.. u.." suara itu keluar lagi dari mulut mungil Baby Kai. Zacklee yang mendengarnya terharu sampai tak sadarkan dia mengeluarkan bulir bening di matanya.


Baby Kai menarik selimutnya dengan gerakan lincahnya hingga menutupi sebagian wajahnya. Hal itu membuat Zacklee tertawa melihat tingkahnya.



"Sayang kau sedang ingin mengajak Papa bermain ternyata" ucap Zacklee kemudian mengangkat tubuh yang sudah menggembul kedalam gendongannya.


Zacklee kemudian mencium seluruh wajah putranya dengan gemas. Kegiatan itu membuat Baby Kai tertawa. Ellena yang tak sengaja mendengar ikut terbangun.


"Kalian sudah bangun?" sambil mengerjapkan matanya bangun tidur.


"Sayang Baby Kai sudah berbicara, kau tahu dia semakin menggemaskan" ucap Zacklee mencium pipi Baby Kai lagi.


"Dia sudah dua bulan sayang, aku sangat bersyukur melihat perkembangan Baby Kai. Terlahir dengan prematur tak membuatnya bersedih, dia terus berjuang bertahan demi kita" sembari mengelus ujung kepala Baby Kai dengan lembut.


"Aku berjanji akan membahagiakan kalian semua" ucapnya mengecup kening Ellena.


"Oe'... Oe'...,"


"Sayangnya Papa haus ya..., atau Kaisar cemburu sama Papa...," Zacklee terus saja menggoda Baby Kai yang menangis karena haus.


"Ka Lee biar aku beri ASI dulu, dia sedang haus" Ellena meminta Baby Kai ke pangkuannya.


Zacklee memberikannya kepangkuan Ellena dan Ellena segera memberinya ASI.


"Felix Fiona, hari ini yang mengantar jemput kalian Papa" ucap Zacklee di meja makan.


"Horeee...," sorak riang si kembar.


"Papa sudah sembuh?" tanya Felix yang selalu mengkhawatirkan kedua orangtuanya.


"Kau tak perlu khawatir Papa sudah kuat. Cup" Zacklee tak melewatkan moment disaat Ellena meletakkan sarapan untuk Zacklee tepat dihadapannya.


"Kau..," pekik Ellena mendapat kejahilan suaminya.


Felix dan Fiona tersenyum melihat kedua orangtuanya sangat romantis.


"Fiona kalo sudah dewasa ingin sekali punya pacar yang romantis kayak Papa" ucap Fiona yang kagum kepada Papanya.


"Fiona.. tak usah memikirkan yang bukan-bukan. Kau harus rajin sekolah agar kelak bisa menjadi Dokter" ucap Ibu Negara yang tumben memberi wejangan kepada putrinya.


"Fiona maunya jadi kayak Mommy, cantik" sahut bocah kecil yang belum paham.


"Kau dan Mommy tuh cantikan Fiona, karena ada perpaduan wajah tampan Papa di wajah Fiona" ucap Zacklee memuji dirinya sendiri.


"Benarkah Pa? berarti Fiona bisa mendapatkan pria yang lebih tampan dari Papa" celetuk gadis cilik bersama Fiona.


Ellena kemudian mencubit gemas pipi putrinya.


"Kau jangan dengarkan Papa, lekas habiskan sarapanmu" perintah Ellena dengan bola mata yang membulat sempurna.


Sekarang mereka sedang bersiap di dalam Mobil. Ellena serta Baby Kai juga ikut mengantarkan si kembar terlebih dahulu sebelum Zacklee dan Ellena ke Rumah Sakit.


Hari ini jadwal kontrol Zacklee dan imunisasi Baby Kai.


Zacklee mengemudikan kendaraannya, dia sangat bahagia berada di tengah-tengah keluarga tercintanya. Jarak antara Sekolah si kembar dengan rumahnya hanya membutuhkan waktu tiga puluh menit.


"Sayang belajar yang rajin," pesan Zacklee sebelum meninggalkan si kembar di Sekolah.


"Siap Papa...," sahut mereka bersamaan.


"Hai Lee..," panggil seorang pria yang diketahui teman Zacklee sewaktu sekolah.


"Apa ini benar kau?" tanyanya lagi.


"Dion dari dulu kau sangat suka bercanda,"


"Sejak dulu aku selalu tampan, kau tak perlu meragukan lagi" ucapnya jemawa membanggakan wajah tampannya.


"Lee, anakmu Sekolah disini juga?"


Zacklee mengangguk sambil tersenyum melihat anaknya menoleh kearahnya sambil melambaikan tangan.


"Waw..! anak kembar itu ternyata anakmu?" ucap Dion sangat kagum dengan Zacklee.


"Dari dulu kwalitasmu selalu lebih unggul" puji Dion.


"Kau bisa aja Dion,"


"Aku dengar kau memiliki istri yang sangat cantik,"


"Ka Lee...," belum sempat Zacklee membalas ucapan Dion, Ellena menyembulkan Kepalanya di kaca jendela mobil.


Dion sangat terkejut melihat Ellena, dia teringat sesuatu peristiwa saat seorang wanita yang diam-diam dia suka sedang menjadi saingannya di lomba kontes design baju yang diadakan tiap tahun di Kotanya.


"Iya Sayang...," balas Zacklee.


"Aku kesana dulu Dion" pamit Zacklee.


Ellena turun dari Mobilnya sambil menggendong Baby Kai, entah apa yang sedang mereka bicarakan karena setelah itu Zacklee berpamitan dengan Dion. Ellena sendiri tak merasa asing saat melihat Dion.


"Dion aku duluan ya..," pamit Zacklee.


"Next time kita ketemuan dimana gitu ya..," sahut Dion.


Zacklee kemudian membantu Ellena masuk kedalam Mobilnya. Baby Kai masih anteng terlelap di pangkuan Ellena.


"Siapa dia ka?" tanya Ellena.


"Dia temanku saat masih duduk di Sekolah Dasar" jawab Zacklee masih fokus dengan kemudinya.


"Aku seperti pernah bertemu dengannya tapi dimana aku lupa" sahut Ellena masih mengingat pertemuannya dengan Dion.


"Banyak wajah yang mirip dengannya, kau pasti salah mengingat" ucap Zacklee.


"Maybe..," sahut Ellena.


Sekitar lima belas menit mereka sudah tiba di Rumah sakit. Zacklee memilih menemani Baby Kai imunisasi terlebih dulu.


"Tampannya Papa ini seperti gigitan semut tak sakit, kau tenanglah" ucap Zacklee menepuk bokong Baby Kai yang sedikit bergerak. Baby Kai memang sudah terbangun akibat Dokter membuka celananya lalu memberikan suntikan imunisasi DPT serta polio 1. Baby Kai menangis akibat suntikan yang diberikan Dokter Nana.


"Dokter, kau membuat anakku menangis" protes Zacklee.


"Tuan Baby Kai hanya menangis sebentar, setelah Nyonya memberinya ASI dia akan terdiam kembali" penjelasan Dokter Nana.


"Tapi dia menangis Dokter..,"


"Ka Lee..., jangan membuatku malu. Berikan Baby Kai padaku" pinta Ellena yang sedikit malu karena Zacklee akan over protect kepada anak-anaknya.


Dengan terpaksa Zacklee menyerahkan Baby Kai kepangkuan Ellena. Ellena segera memberinya ASI, benar saja Baby Kai langsung terdiam.


Zacklee maupun Ellena kemudian berpamitan kepada Dokter Nana.


Baby Kai sudah terlelap di strollernya. Zacklee mendorong stroller bersama Ellena yang berada disampingnya. Ellena tak sengaja melihat Rachel keluar dari ruang tindakan dengan wajah sedikit sedih.


"Rachel..," panggil Ellena, Rachel langsung saja menoleh kearah Ellena.


"Sedang apa kau disini?" tanya Ellena.


"Aku sedang mengantarkan temanku yang terjatuh dari sepeda motornya__" jawab Ellena.


Belum selesai Rachel berbicara, seorang pria keluar dari ruangan dengan tangan yang terbalut perban. Sirat mata Ellena memperlihatkan seribu pertanyaan tentang pria yang bersama Rachel.


"Aku sudah selesai Rachel," ucap Bastian.


"Ellena aku duluan ya..," pamit Rachel.


Ellena hanya mengangguk memperhatikan keakraban keduanya.


"Sayang hayo..., Dokter cerewet itu pasti sudah membicarakanku" sambil terkekeh Zacklee melangkah mendorong stroller Baby Kai menuju ruangan Dimas Dokter cerewet yang Zacklee maksud.


Ellena menoleh kebelakang masih memperhatikan Rachel bersama seorang pria yang bersamanya. Bahkan pria itu juga menggandeng tangan Rachel.


"Siapa dia?" gumam Ellena.


Bersambung....