What I Think

What I Think
Dilema Ellena



🍃🍃


Ellena terbangun saat sesuatu aroma lezat menusuk hidungnya.


"Selamat pagi sayang" Ucap Zacklee sambil mencium kening Istrinya.


"Kau, sejak kapan kau memasak ini semua? Bahkan kau terlihat sudah rapi" Sontak Ellena melihat sepiring nasi goreng serta telur ceplok berbentuk hati lengkap dengan segelas air putih sudah tersaji di nakas samping ranjang tempat tidur Ellena.


"Sayang, maafin aku kalau mulai hari ini aku akan jarang di rumah. Tapi aku janji, selesai urusan Kantor aku akan mengajak kalian berlibur" Zacklee yang masih menutupi persoalan Kantornya.


"Kau segera sarapan, aku berangkat dulu". Imbuhnya sambil mengecup kening Istrinya.


" Ka Lee.., " Panggil Ellena. Zacklee pun menoleh menghentikan langkahnya.


"Ada yang ingin__" Ellena menghentikan ucapannya.


"Aku tau kau merindukanku, aku akan menyelesaikan ini dengan segera" Sahut Zacklee yang mengartikan ucapan Ellena berbeda. Kemudian dia berlalu.


"Hisssttt.., kenapa dia menjadi mesum sekarang" Gerutu Ellena.


"Bagaimana denganku, padahal aku ingin membicarakan hal yang penting".


Drrrrrtt... Drrrrttt...


Sebuah notif pesan masuk ke gawai Ellena.


'Ku harap kau tak melupakan hari ini'.


Ellena menarik nafasnya dalam kemudian mengeluarkannya dengan kasar.


"Apa yang harus ku lakukan" Gumam Ellena dilema dengan keputusannya.


Ellena segera bergegas ke Kamar mandi, dirinya teringat si kembar yang harus berangkat sekolah.


"Pagi Mommy.., " Teriak Felix dan Fiona.


"Pagi sayangnya Mommy" Jawab Ellena sambil mengecup kedua pipi si kembar.


"Kau sudah bangun menantuku, Lee bilang kau semalam tertidur di sofa. Apa kau kelelahan berada di Restoran?" Trias Mama mertua yang entah sejak kapan berada di rumah mereka.


"Mama.., Mama pagi sekali" Sahut Ellena terkejut melihat keberadaan Trias di rumahnya.


"Mama bosan sendirian dirumah, jadi pagi-pagi tadi Mama memutuskan untuk kesini. Setidaknya disini tak sesepi dirumah" Keluh Trias sambil membelai rambut kedua cucunya yang makin hari makin menggemaskan.


"Papa Albert dan Kia kemana Ma?" Tanya Ellena.


"Perusahaan mengalami masalah, ada seseorang yang memainkan aset perusahaan dan menurunkan harga saham dengan drastis. Sehingga membuat Perusahaan mengalami kerugian besar. Jadi Papamu sibuk bersama Lee dan Revan" Ujar Trias dengan wajah sedihnya.


DEG!


'Ternyata mereka benar-benar melakukannya' Batin Ellena trenyuh memperhatikan wajah Mama mertuanya yang sedih.


"Ell, boleh ga Mama membawa Felix dan Fiona ke rumah Mama weekend ini. Lagian kau juga pastinya sibuk di Restoran bersama Clara selama weekend" Pinta Trias.


Ellena menoleh kearah si kembar dan mereka menatap Mommynya untuk memberikan izin. Ellena pun mengangguk memberi izin.


"Horeeee!" Sorak bahagia Felix dan Fiona yang akan berlibur kerumah Grandma nya.


"Grandma, Aunty Kia kemana memangnya?" Tanya Fiona.


"Aunty Kia juga sibuk bekerja sayang" Jawab Trias.


"Segera dihabiskan sarapannya, Grandma akan tungguin kalian sampai selesai sekolah".


***


" Apa kau sudah menemukan siapa orang yang semalam akan mencelakai Ellena? Tanya Alex serius.


"Aku belum mendapatkan petunjuk apapun Lex, karena lokasi semalam kita tidak terpasang CCTV jalanan. Jadi sulit buatku melacaknya" Ucap Devan masih dengan mengotak-atik laptopnya.


"Tante Widya kemarin mengunjungi Ellena, dia meminta Ellena untuk meninggalkan Zacklee" Alex menceritakan pertemuan Ellena dengan Tante Widya.


"Apa Zacklee mengetahuinya?" Devan bertanya kembali.


"Ellena bilang akan memberitahu Zacklee persoalan ini" Ujar Alex.


"Aku jadi curiga, apa semalam ulah anak buah tante Widya".


" Kau selidiki, aku keluar sebentar ada hal penting".


Alex segera melajukan mobilnya.


Sementara di Kantor Zacklee, ketiganya dibuat pusing dengan tingkah musuhnya yang belum diketahui aslinya. Karena Ibu Widya menggunakan perusahaan lain untuk merobohkan perusahaan Zacklee.


"Papa akan menemui kolega bisnis kenalan Papa, kau tetap pertahankan perusahaan dari mereka". Ucap Albert lalu berlalu.


"Zacklee kau tenanglah, sepertinya lawan kita bukan orang biasa. Aku sudah mencari informasi tentangnya tak ada satupun bukti yang menjurus kekayaan mereka. Sepertinya ada seseorang dibalik ini semua" Revan sedikit curiga.


Pasalnya sejak terdengar perusahaan di negara L kritis, Revan segera menyuruh Dewa untuk mengatasi dan menyelidiki semuanya. Dilihat dari data yang dibawa Dewa, ternyata perusahaan Deluxe Corp tidak sebanding dengan perusahaan Mahendra Corp. Revan dan Devan curiga jika ada dalang dibalik Deluxe Corp yang sengaja ingin menjatuhkan perusahaan Mahendra Corp.


"Kenapa kau tak memberitahu sebelumnya?" Zacklee sedikit menaikkan suaranya kesal.


"Sorry Bos, kita ga mau mengganggu Bos merawat Nona muda" Alasan Dewa yang diterima Zacklee.


Akhir-akhir ini memang banyak sekali masalah yang hadir di keluarga Zacklee, sehingga membuat Zacklee banyak absen di perusahaannya.


"Benar kata Dewa Zack, kita ga mau ganggu kemesraanmu dengan Ellena" Revan sedikit menggoda sahabatnya.


"Sayangnya Bos, aku sampai sekarang belum pernah tau dan tidak mau tahu tentang Cinta" Dewa terkekeh.


"Hisssttt.., apa yang kalian bicarakan. Segera temukan orang itu. Aku tak sabar ingin memukulnya" Ujar Zacklee dengan senyum smirknya.


"O'ya Bos hampir terlupa. Semalam ada seseorang yang mau mencelakai Nona di jalan menuju kantor kita" Lapor Dewa yang hampir terlewat.


"Kenapa kau tak segera memberitahuku" Zacklee yang sudah emosi tak tertahan. Matanya menyiratkan akan menelan hidup-hidup Dewa.


"Bos, jangan marah.. Aku baru mendapatkan informasi ini pagi tadi. Saat aku akan memberitahumu kau malah memberiku tugas" Elak Dewa yang tak mau disalahkan karena saat dirinya ingin memberitahu yang penting, Zacklee bukannya menyuruhnya keruangan seperti biasanya malah menyuruhnya untuk menemui salah satu kolega bisnisnya.


"Apa kau tak bisa memberitahuku sepulang bertemu Tuan Pras" Bentak Zacklee.


"Sudahlah.. Kenapa kalian malah menambah pusing kepalaku" Keluh Revan yang meletakkan beberapa berkas yang baru dibacanya.


"Tenanglah Bos karena Tuan Alex semalam menolong Nona" Sahut Dewa.


"Alex" Zacklee mengulangi ucapan Dewa. Ada rasa tak suka dihatinya. Kenapa harus Alex yang selalu ada disaat Ellena membutuhkan.


Tok.. Tok.. Tok..


"Masuk" Ucap Revan mendengar ketukan pintu.


"Maaf Tuan, ada yang ingin sekali bertemu dengan Tuan Zacklee" Ucap sekretaris wanita cantik yang menyukai sosok Dewa.


"Tuan Zacklee atau Dewa?" Sindir Revan.


"Sialan kau Bos!" Umpat kesal Dewa. Sedang sekretaris itu langsung pamit undur diri agar tak kena ejekan Revan.


"Zacklee ada yang ingin aku bicarakan penting denganmu dan kalian semua" Ucap seseorang yang masuk sebelum Zacklee mengizinkan.


"Sepertinya kau memiliki telepati yang kuat bung" Celetuk Dewa.


"Alex.., " Revan menyambut kedatangan Alex dengan senang, tetapi tidak dengan Zacklee. Dia masih tak suka jika Alex ikut campur persoalan Ellena.


"Aku sudah berulangkali mengingatkanmu, Ellena istriku" Tukas Zacklee sedikit emosi.


"Kau jangan salah paham, aku tak sengaja melihat Ellena yang mencari bantuan karena mengalami kebocoran pada mobilnya. Dia sudah menghubungimu dan kalian tapi semua ponsel tak ada yang aktif" Penjelasan Alex.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Happy Reading Ka 🌹❤


Jangan lupa tinggalkan jejak manisnya 😘