What I Think

What I Think
Penutup



Assalamu'alaikum wr.wb


sebelumya otor mau menyapa kalian semua dengan ucapan 'WELCOME APRIL' semoga apa yang otor-otor harapkan serta cita-citakan tercapai semuanya..


Aamiin ya Rabbal 'Alamiin...


Sedikit curhat kenapa otor lama banget hiatus ga lanjutin kisah twins yang sudah beranjak dewasa dan lagi sedang-sedangnya mengenal apa itu jatuh cinta?


Ada yang chat otor secara pribadi


'kenapa ga di lanjut?'


'kapan di lanjut?'


'kangen nih kisah Fiona dan Felix?'


'otornya lagi piknik ya'


'ih.. otornya nyebelin bikin aku penasaran'


'bla... bla... bla...' hehe,


Otor ucapkan terimakasih banyak yang sudah peduli dan kangenin otor ๐Ÿ˜ atau bisa dikatakan otor suka ngilang katanya orang itu temennya orang ini ๐Ÿ˜…


Kisah Felix maupun Fiona tidak bisa saya lanjut karena adanya sesuatu yang tidak bisa saya ceritakan.


'koq gantung sih tor...?'


Bukan gantung ya ka, tetapi insyaallah akan saya lanjut di judul baru yang idenya masih berasa diatas angan-angan.


'koq berangan-angan tor?'


Hehe.... iya nih sudah berangan-angan di otak tapi belum bisa diluapin ke tulisan.


Sebenarnya pingin nangis guling-guling ga bisa lanjut, secara kisah ini hampir sama dengan kehidupan asli otor tapi tetap di mix dengan cerita yang baru. Meskipun begitu sebenarnya banyakan kisah asli otornya. Hehe...


Seperti yang diketahui cerita ini berawal dari sebuah persahabatan antara Ellena, Dhea, Zacklee, Ryan, Revan, Alex, Shandy dan Devan.


Sebenarnya disinilah cerita asli otor yang sebenarnya, tapi jangan kalian tanyakan endingnya karena endingnya otor tak mendapatkan keduanya. Hahaha...


Lucu, aneh tapi emang nyatanya. Disini otor baru tahu jika cinta itu sudah bertakdir.Takdirlah yang menentukannya. Sekuat, seyakin apapun pikiran dan rencana kita kalau takdir sudah berkehendak kita bisa apa.


Cerita manis dari apa yang pernah kita alami anggaplah itu sebagai anugerah. Tak usah menyesali yang sudah lalu, apa yang ada didepan kita itulah yang harus kita jalani. Meski didepannya terdapat sebuah terjal nikmati segala prosesnya, karena otor yakin Tuhan tak pernah salah kepada siapa kita berjodoh.


Haduh... sumpah, otor nulis sambil mewek.


Saya sendiri pribadi sebenarnya sangat sedih karena tak bisa melanjutkan kisah Fiona dan Felix๐Ÿ˜ข tapi mau bagaimana lagi tugas negara lebih penting untuk saat ini.


Maka dari itu, saya selaku otor kalem no pecicilan ini mohon maaf sebanyak-banyaknya kepada para readers semua๐Ÿ™ insyaallah jika diberi kesempatan saya akan menggebrak pintu entun dengan assalamu'alaikum kembali tentunya dengan suara yang kencang kalau bisa pake toa kaya di masjid-masjid ๐Ÿ˜


Untuk para penulis semua tetap semangat berkarya. Tunggu aku .... bulan kedepan, untuk berjejer di karya femes kalian. Hahaha


..


"pede banget sih tor.."


"Lah iya lah kudu pede, kalau ga pede mana bisa kita tahan mental" jawab otor jumawa membanggakan kepedeannya.


"Betul juga tor... paling sulit itu mempertahankan mental block tau" sambil di monyong-monyongin bibirnya.


"Ga usah pake monyong-monyong gitu napa, gua risih"


"Kenapa risih tor, mulut, mulut gua napa elu yang risih?"


"Ya risih lah, elu ga tahu apa beban hidup gua kalau dikatain Jeruk makan jeruk"


Nampak berfikir, tak menunggu lama dia tertawa hingga otor lupa pamitan.


Sekian yang bisa saya sampaikan, wabillahi taufik wal hidayah,


wassalamu'alaikum wr.wb