
Happy Reading..
......................
Keesokan pagi, semua klien penanam saham serta Direktur utama akan melaksanakan rapat mengenai acara tahunan dunia fashion di ruang meeting. Shandy dan Zaskia sudah berada diruangan untuk mempersiapkan rapat tersebut. Alex akhirnya menuruti permintaan Shandy untuk kembali ke MF. Entah ini keputusan yang benar atau tidak Alex merasa jika ini adalah salah satu solidaritas dari persahabatan mereka.
"Ki, elu napa berangkat sendiri? adek gue mana?" tanya Shandy yang bingung karena Ellena belum tiba.
"Masih ngurusin bayinya, " celetuk Kia.
'Bayi? bukannya dia masih hamil? kapan brojolnya' gumam Shandy.
Melihat ekspresi Shandy yang berpikir serius Zaskia terkekeh.
"Kenapa kau menertawaiku?" tanya Shandy mendengar Zaskia menertawakannya.
"Tuan bos pasti mikir bayi Kakak Ipar.., " tebalnya sambil cekikikan.
"Lah emang, adek gue belum brojol ..bayi mana yang dimaksud?" tanya Shandy.
"Bayi tuanya lah...," sahut Zaskia kemudian duduk ditempatnya masih dengan menahan tawa.
"Dasar! kalo bukan adik Iparnya adek gue, udah gue lempar ke planet Uranus" ucap Shandy kesal.
Zaskia tak menggubrisnya, dia masih menertawai Shandy.
"Kalian kenapa? jangan bilang lagi pedekate" ucap Devan curiga.
"Elu kok disini?" tanya Zaskia.
"Lagi jadi bodyguard elu, biar ga di lirik pria lain" sindir Devan melirik kearah Shandy.
Pletak!
"Aaw, sakit bego!"
"Kalo ngomong jangan pake dengkul! gue uda punya Istri dan anak" protes Shandy.
"Ya.., kali aja mau nambah" ucap Alex melengos.
"Ehm".
Alex masuk bersama para klien penanan saham beserta Direktur utama bukan lain adalah Marcel. Marcel memutuskan untuk kembali bersama Shandy selama event akan dimulai.
"Bisa dimulai rapatnya" ucap Shandy sebagai pemimpin rapat.
"Ellena belum tiba?" tanya Alex lirih.
Zaskia, Devan dan Shandy mengendikkan bahu mereka bersamaan.
Zacklee sendiri akhirnya memutuskan untuk memperbolehkan Ellena untuk mengikuti rapat tersebut. Setelah sampai di Kantor MF, Zacklee kemudian meninggalkan Ellena.
"Selamat pagi semua, sebelumnya perkenankan saya memimpin rapat event yang diselenggarakan setiap akhir tahun. Dan maaf jika ini sedikit mengganggu pikiran serta kecurigaan kalian semua kenapa harus saya yang memimpin, alasannya karena dulu saya dan Nyonya Ellena pernah memiliki konsep event akhir tahun yang belum sempat kami selenggarakan. Dan menurut informasi jika event akhir tahun ini Tuan Aldo putera Tuan Diego meminta agar konsep Event tersebut harus dilaksanakan di akhir tahun baru ini. Untuk itu saya serta direktur perusahaan MF meminta kepada kalian semua untuk bekerjasama sesuai team. Saling membantu, gotong royong, bersama kita kedepan memajukan perusahaan ini agar lebih di kenal oleh dunia" ucap Alex membuka rapat.
"Mohon maaf Tuan, apa anda sudah memiliki konsep untuk acara event nanti?" tanya salah seorang kliennya.
"Kami sudah memiliki konsep untuk acara event tersebut"
"Bisa dijelaskan untuk konsep seperti apa yang akan anda tampilkan Tuan?"
Alex terdiam, karena untuk urusan konsep Ellena yang lebih bisa menjelaskan sayang sampai rapat berlanjut dia tak kunjung tiba.
"Terus, dimana sekarang Nyonya Ellena? kenapa dia tak profesional sekali" tanya salah satu klien yang sedikit kritis.
" Mohon maaf Bapak Direktur Utama, bagaimana bisa anda mempekerjakan seseorang yang tak mempunyai kedisiplinan serta tanggung jawab? apa anda tidak takut jika Perusahaan MF akan jatuh memiliki Karyawan seperti itu" imbuhnya.
"Apa ada yang mengatakan saya tidak disiplin dan bertanggung jawab?" sahut Ellena dengan suara agak meninggi.
Semua orang beralih kepada Nyonya yang baru saja tiba dengan ternganga, pasalnya Ellena datang ke Kantor tidak menggunakan pakaian resmi, melainkan memakai dress atau lebih mirip daster motif daun berwarna dasar putih. Dan dia hanya menggunakan sandal kaca biasa, dan itu membuat para tamu menggelengkan kepalanya.
"Amsyooong..., Kaka Ipar apa-apaan ke Kantor pake daster" ucap Zaskia lirih sambil menutup wajahnya dengan kertas yang dipegangnya.
Marcel, Alex dan Shandy hanya bisa pasrah melihat ulah Ellena. Benar-benar Ibu hamil yang memusingkan.
"Maaf Nona, apa anda akan mengantarkan teh hangat?" ucap asisten pribadi Aldo.
"Apa kau mengira aku seorang pelayan?" tanya Ellena kesal.
Aldo yang berada disitu tersenyum melihat tingkah Ellena. Aldo, putera Tuan Diego yang meminta Event tahunan tersebut segera dilaksanakan, melihat banyaknya peminat artis-artis Luar Negeri dengan design baju yang diproduksi oleh MF. Selain itu sebenarnya Aldo sangat penasaran dengan sosok Ellena yang orang-orang bilang jika Ellena adalah wanita yang sangat cantik dan baik hati.
"Terus kalo begitu anda siapa Nona?" tanya seorang klien.
"Perkenalkan saya Ellena Malik kepala bidang designer di Perusahaan ini" ucap Ellena dengan pedenya.
"Bagaimana bisa anda menyebut kepala bidang designer sedang penampilan anda sendiri__, " seorang klien itu tidak melanjutkan ucapannya, dia malah memandang Ellena dari ujung kepala sampai ujung Kaki dengan tatapan sedikit menghina.
"Anda mensanksikan saya," sahut Ellena dengan nada sedikit emosi.
"Ini adalah trend.., trend Ibu hamil masa kini. Kan ga mungkin Ibu hamil menggunakan pakaian yang ketat, bisa ampek bayinya di dalam perut Tuan" sahut Ellena kesal.
Seluruh tamu menahan tawa mendengar ucapan Ellena.
"Sekarang kita lihat para Tuan-tuan semua, pakaian yang saya kenakan memang kampungan. Bagaimana tidak kampungan coba, ini hanya dress selutut dengan model kerah serta kancing depan yang biasa" Ellena menjeda kalimatnya untuk mengambil sesuatu didalam tasnya.
"Disini saya sudah membawa aksesoris yang cocok dipadu padankan dengan dress home made ini. Saya akan menggunakan Obi Belt" sambil memperlihatkan belt yang dia bawa.
"Obi belt ini merupakan pilihan yang tepat jika menginginkan penampilan yang memberikan kesan pinggang terlihat lebih ramping. Dengan belt berukuran besar ini, pinggang para wanita bertubuh berisi atau Ibu hamil sekalipun akan tertutup sempurna sehingga terlihat lebih ramping" ucap Ellena selesai menggunakan beltnya.
"Saya setuju dengan anda Nyonya, selama ini kita hanya memikirkan dunia fashion untuk para remaja kawula muda. Tak terfikir untuk membuat fashion untuk Ibu hamil" sahut Aldo berpendapat.
"Aku setuju dengan idemu Nona, kita tampilkan karya designer terbaik dari anda untuk Ibu hamil" imbuhnya.
Ellena tersenyum, akhirnya idenya untuk fashion Ibu hamil yang pernah dia rancang dulu ada yang menyetujuinya.
"Terimakasih Tuan" ucap Ellena membungkukkan badannya.
Marcel dan Shandy tersenyum aneh kepada Adiknya. Dia sedikit tak yakin jika ide Ellena akan populer. Dan akhirnya semua orang setuju dengan pendapat Ellena.
"Bagaimana untuk konsep Event besok bertema apa Nyonya?" tanya salah satu klien yang sejak tadi menunggu jawaban pertanyaannya.
"Konsepnya karena ini bertema tentang Ibu hamil jadi saya berkeinginan jika para model adalah dari artis-artis Ibu Kota yang sedang hamil dengan judul Mom Love"
......................
Terimakasih para pembaca setia Author🙏
Semoga Rezeki para pembaca dimudahkan serta dilancarkan oleh Allah🤲🤲
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya ka..
LIKE, VOTE, COMMENT plus Mawar merah tercintanya 🌹