What I Think

What I Think
Drama keluarga



Happy Reading...


...----------------...


"Untuk apa Papa kesini, Felix muak lihat Papa!" bentak Felix sembari mendorong tubuh Zacklee keluar kostnya.


"Felix... Papa akan jelaskan semuanya tak seperti yang kau pikirkan" ucap Zacklee tak mampu lagi mengendalikan sikap Felix.


"Sekali lagi Felix bilang, Felix muak kepada Papa!" bentak Felix.


"Nak... kita selesaikan ini secara baik-baik ya, hiks.. hiks.. hiks..," sahut Ellena mencoba melerai pertikaian mereka.


"Ka..., sudah Ka... malu dilihatin para tetangga" ucap Fiona ikut melerai juga. Sedang Kaisar masih memeluk Zacklee.


"Ma.., suruh dia pergi sebelum Felix melakukan hal yang lebih kasar!" ucap Felix tanpa melihat Papanya.


"Ka... kau pergilah.. bawa Fiona dan Kaisar pulang. Aku akan bersama Felix untuk sementara waktu," pinta Ellena.


"Sayang...,"


Ellena langsung memberi kode kepada suaminya untuk segera pergi dari sini. Zacklee menatap sang putra yang tak mau melihatnya sedikitpun. Kemudian mengajak Fiona dan Kaisar untuk pergi dari sana.


Sebelum Zacklee memasuki mobilnya, dia sedikit melihat dari kaca spionnya, benar dugaan Zacklee seseorang itu ternyata telah mengawasi mereka. Untung Felix dan anaknya yang lain mampu diajak bekerjasama. Zacklee tersenyum smirk kemudian memasuki mobilnya meninggalkan kost-kostan putranya.


"Kau sudah melakukan yang terbaik Felix," ucap Reyna memperhatikan drama keluarga Zacklee, kemudian meminta sopirnya untuk segera melaju.


Ellena dan Felix melirik bersamaan saat mobil Reyna ikut pergi.


"Kau anak Mama yang terbaik sayang," puji Ellena merangkul pinggang Felix.


"Mama juga, Mama terbaik Felix," ucap Felix sembari mengecup pipi Mamanya.


Dewa yang satu mobil dengan Alex dan Shandy tak menyangka jika dalang dari semuanya adalah Reyna yang bertujuan untuk balas dendam. Setelah dirasa Reyna pergi bersama anak buahnya, Dewa dan yang lain segera menghampiri Ellena dan Felix.


Ceklek!


"Papa Alex...," Felix lalu berhambur kearah Alex.


"Pa.. maafkan sikap Felix" ucap Felix.


"Tak ada yang perlu di maafkan karena Felix tak pernah melakukan kesalahan. Felix tetap menjadi anak Papa yang terbaik" ucap Alex.


Ellena dan yang lain tersenyum pada akhirnya kesalah pahaman yang terjadi diantara mereka terungkap sebenarnya.


"Perlu uncle akui keponakan uncle sangat luar biasa jika menjadi artis. Kau tak keberatan kan Ell jika setelah ini Kakak akan mengajak Felix bergabung didunia fashion" sahut Shandy.


"Please Ka.. jangan mulai,"


Mereka semua terkekeh pasalnya Ellena belum setuju jika anak-anak mereka terjun ke dunia modeling seperti yang orang-orang tawarkan. Bahkan dunia Fashion luar negeri sudah mengincar ke tiga anak Zacklee dan Ellena untuk menjadi modelnya. Sayangnya Ellena maupun Zacklee sangat menolak, mereka berdua hanya ingin anak-anaknya fokus dengan sekolah dulu.


"Uncle siapa wanita yang berani menjelekkan orangtuaku itu?" tanya Felix.


Shandy dan Dewa terdiam karena menurutnya Alex yang berhak menjelaskan.


"Tuan Alex bukan wewenangku kalau harus menjelaskan," ucap Dewa.


"Apa Papa Alex mengetahui siapa dia?" tanya Felix serius.


Alex menarik nafas dalam dan mengeluarkannya pelan. Bagaimanapun Alex harus menjelaskan yang sebenarnya kepada Felix.


"Dia keponakan Papa, namanya Reyna" ucap Alex pada akhirnya.


"Apa tujuan dia melakukan ini semua Pa?" tanya Felix lagi.


"Dia mencintai orang yang salah. Pertemuannya dengan Papamu Zacklee membuatnya buta segalanya. Dia menginginkan Papamu,"


"Sialan! enak saja mau merebut Papa dari Mommy dan aku," umpat kesal Felix mulai geram.


"Bos kecil kau sudah tahu kan rencana kita?" tanya Dewa.


"Sudah Uncle, Papa sudah menjelaskannya denganku. Lihat saja uncle, aku pasti bisa membuatnya merasakan sakit yang lebih dalam"


"Wow aku suka gayamu bos kecil, kau lebih kejam dari bos besar," puji Dewa kepada Felix.


"Felix.., Mommy pesan jangan sakiti wanita. Kau boleh menghukumnya tetapi tidak berlebihan" pesan Ellena mengingatkan Felix.


"Aku hampir lupa jika ada Nyonya bos disini," sahut Dewa tak enak karena sudah memprovokasi Felix.


"Dewa kau boleh mengajarkan dia berkelahi dalam mengalahkan musuh tetapi tidak untuk menyakiti wanita," Ellena beralih memperingatkan Dewa.


Setelah mereka membicarakan persoalan soal rencana menjebak Reyna, ketiganya berpamitan. Mereka bertiga keluar dengan waspada takut-takut jika orang-orang Reyna melihatnya.


"Mom, Felix tak menyangka jika wanita itu sangat gila pada Papa. Apa karena Papa sangat tampan dan kaya sehingga banyak wanita menginginkannya. Padahal Papa hanya menginginkan Mommy yang sangat cantik ini" puji Felix.


"Sudahlah... tak usah merayu Mommy. Kau segera istirahat. Mommy akan merapikan ruangan ini,"


"Mom, Mommy beristirahatlah karena Felix tak mau melihat Mommy lelah. Biarkan ini menjadi tanggung jawab Felix" menyahut pergelangan Ellena yang akan mengambil sebuah sapu. Felix memang tak tega jika Mommynya harus bekerja hingga lelah.


**


"Ku pikir ini sangat sulit ternyata anak itu sangat mudah untuk aku provokasi," ucap Reyna duduk di kursi kebesarannya.


Tok.. tok.. tok..


"Masuk!"


Ceklek!


"Nyonya mohon maaf saya mengganggu Nyonya, ini ada beberapa dokumen penting yang harus Nyonya tanda tangani" sembari menyodorkan map berisi tugas hari ini.


Reyna meraih beberapa map dan membacanya,


"Bagaimana kerjasama kita dengan perusahaan Mahendra Corp?" tanya Reyna tak menemukan berkas kerjasama dengan perusahaan Zacklee.


"Ma_maaf Nyonya, kerjasama kita ditolak" jawab asisten pribadi Reyna sedikit ketakutan. Pasalnya Reyna sangat mengharapkan kerjasama dengan perusahaan Zacklee agar bisa lebih dekat dengannya.


BRAKK!


Reyna menggebrak meja kerjanya dengan keras membuat asisten bernama Rasti tersentak kaget.


"Bagaimana bisa mereka menolak kita! HAH!" ucap Reyna dengan amarah yang tak bisa di tahan.


"Ma_maaf Nyonya.. perusahaan mereka mengatakan jika perusahaan kita tak layak bekerjasama dengan perusahaan mereka"


"Siapa yang mengatakan itu semua!"


"Tu_tuan Zacklee pemilik perusahaan tersebut Nyonya" ucap Rasti sangat ketakutan.


"Aku akan menemuinya sekarang juga!" Reyna meraih tasnya dan segera keluar dari ruangannya dengan wajah masih penuh dengan amarah.


'Kau tak bisa memperlakukanku seperti ini Tuan Zack, kau harus mempertanggung jawabkan semuanya' batin Reyna.


**


"Itu kan Ellena? sedang apa dia berada disini?" ucap Brian dengan lirih.


Brian yang tak sengaja akan mengecek kost-kostan miliknya tak sengaja melihat Ellena bersama dengan seorang pria muda yang di duga adalah Felix oleh Brian. Brian yang merasa penasaran menghampiri keduanya.


"Ellena..," panggil Brian.


"Ka Brian...," sapa Ellena langsung menoleh kearah Brian.


"Sedang apa Kakak disini?" tanya Ellena bingung.


"Kost-kostan ini milikku, setiap dua bulan aku selalu kesini untuk memantaunya" jawab Brian.


"Sedang kau, kenapa berada disini?" tanya Brian balik.


"Apa ini Felix?" melihat kearah pria muda disamping Ellena.


"Oh.. iya, ini Felix Ka.." jawab Ellena.


"Felix.. ini uncle Brian pemilik taman wisata yang sering kita kunjungi saat kau kecil,"


"Uncle Brian..," ucap Felix mengingat Brian.


"Kau sudah tumbuh besar Felix sangat tampan seperti Papamu dan tetap beautifull eyes milik Mommymu" puji Brian kepada Felix.


"Sedang apa kalian disini?" tanya Brian penasaran.


"Kami kost disini uncle..,"


"Apa?!"


Bersambung....