
🦋🦋
~ Selamat dedek Ellena. Semoga elu selalu bahagia.
Ellena merasa ada sesuatu setelah membaca chat dari Alex.
~ Kita harus menghabiskan satu panci cilok sebelum Aku menikah.
( Membalas chat Alex)
~ Elu ga bakal sanggup menghabiskan sebanyak itu.
( Chat Alex)
~ Kita buktikan saja Aku pasti sanggup.
( Chat Ellena).
~ Maaf Ell gue ga janji
( Chat Alex)
~ Kau tak boleh menolak kali ini Tuan rusuh
( Chat Ellena)
.
.
.
Satu menit dua menit tiga menit Alex tak membalas chat Ellena. Ellena berpikir pasti sedang terjadi sesuatu dengan Alex.
Ellena menghubungi Devan berkali - kali tetapi tak di angkat. Akhirnya dengan terpaksa Ellena keluar untuk mencari keberadaan Alex. Entah mengapa hatinya tergugah untuk mencari Alex. Ellena terus mengikuti isi hatinya, rasa ingin menemui Alex sangat tak biasa.
\=\= Sebelumnya .
" Kau harus istirahat tak boleh capek ". Ucap Zacklee sebelum berpamitan pulang.
" Siap Tuan muda ".
" Heiii, sampai kapan kau memanggilku dengan sebutan Tuan muda? Sebentar lagi kau menjadi istriku apa tidak ada panggilan sayang untukku ". Protes Zacklee.
" Em_ Aku Akan memikirkannya ".
" Kau curang Nona ". Zacklee sambil mencubit pipi Ellena.
" Aww.. Sakit Kaaaa ". Ellena mengelus - elus pipinya yang sedikit sakit akibat cubitan Zacklee.
" Kau menggemaskan, Aku tak sabar ingin segera memakan___ ". Ucapan Zacklee terhenti saat Marcel turun dari mobilnya.
" Lee.. buru - buru mau pulang? ". Sapa Marcel.
" Kami baru pulang fitting baju Ka ". Bisik Ellena pelan.
" Ouh.. Kaka mengganggu nih ceritanya.. okelah Kaka masuk aja ". Marcel yang baru menyadari dirinya menjadi pengganggu.
" Ga ka... Aku juga mau pulang ". Sahut Zacklee.
" Oh iya Ell... tadi Alex terkejut mendengar acara pernikahan kalian. Apa kalian belum mengabarinya? ". Tanya Marcel dan membuat Zacklee terdiam.
" OMG! Aku belum sempat mengabarinya Ka ". Sahut Ellena dia benar - benar lupa mengabari berita bahagianya kepada Alex.
" Ya.. segera kabari biar dia bersiap - siap mencari kejutan untuk kalian ". Ucap Marcel dengan tersenyum kemudian berlalu.
Zacklee menanggapinya dengan senyum kecut. Dalam hatinya Zacklee tak mengharap Alex berada di acara pernikahan nya.
" Aku pulang dulu ". Pamit Zacklee dengan nada dingin.
Ellena heran dengan sikap Zacklee yang berubah tiba - tiba. Dia mengangguk tanpa kata ketika Zacklee berpamitan padanya.
Ellena memasuki Kamar dan merebahkan tubuhnya yang sedikit lelah. Tiba - tiba dia teringat dengan kejadian di Rumah Sakit ketika Zacklee dan Alex bertemu. Lalu tadi saat Ka Marcel membahas tentang Alex.
" Sebenarnya apa yang terjadi? ". Gumam Ellena memikirkan Zacklee dan Alex.
Kemudian Ellena mengambil ponselnya ternyata dia tak mengaktifkannya selama seharian ini. Banyak chat yang masuk dari Karyawan restaurant serta sahabat - sahabatnya.
Ellena tertarik dengan chat yang masuk dari Alex dia membukanya,
~Selamat dedek Ellena. Semoga elu selalu bahagia.
Ellena membacanya dengan pelan dan hati - hati sambil memahami kalimatnya. Ada yang berbeda dengan chat Alex kali ini. Ellena merasa Ada sesuatu yang dirahasiakan darinya.
\=\= @@
" Kemana anak itu malam - malam ". Batin Shandy yang melihat Ellena keluar Rumah.
" Sayang kau belum tidur ". Suara Clara sedikit mengagetkan Shandy.
" Sayang Aku keluar dulu ". Shandy bergegas meninggalkan Clara dia mengejar Ellena.
" Sa_sayang kau mau kemana ". Teriak Clara tapi sudah tak menemukan Shandy.
" Awas saja kalo dia pulang malam tak Ada jatah untuk malam ini ". Gerutu Clara.
Shandy mengikuti Taxi yang ditumpangi Ellena.
" Kemana dia malam - malam seperti ini, kalo sampai Mama dan Papa tau bisa habis tuh anak ". Gerutu Shandy.
Taxi Ellena berhenti di sebuah Club.
" Nona tempat tujuan anda sudah sampai ". Ucap sopir taxi yang membawa Ellena.
" Iya ". Kemudian Ellena memberikan selembar kertas uang kepada sopir tersebut kemudian turun.
Ellena Berdiri didepan club tersebut sambil menggigit bibir bawahnya. Entah mengapa langkahnya menuju sampai kesana. Yang dia ingat Alex pernah bercerita jika dia bersedih pasti Akan datang ke tempat ini.
" Nih anak uda bosan hidup apa ya.. Ellen habis ini elu Kaka telen ". Umpat kesal Shandy.
Ellena memberanikan diri untuk memasuki club tersebut. Suasana club yang gelap yang hanya Ada sorot lampu warna warni berputar dengan suara music yang membuat jantung semakin deg - deg an Ellena mencari sosok Alex. Dia membelah para manusia - manusia yang sedang berjoget mengikuti alunan music DJ. Dengan bersusah payah akhirnya Ellena menemukan sosok Alex yang sedang menikmati minumannya. Disampingnya terdapat Revan dan Devan.
" Lex loe benar - benar ga waras apa susahnya loe lupain Ellena ". Ucapan Revan sedikit keras.
" Loe ga tau Rev gimana sayangnya gue ke dia. Hati gue ga bisa kompromi Rev ". Jawab Alex dengan keras pula.
" Lex gue ngerti yang elu rasain, tapi yakin Lex elu bakal dapat yang lebih dari Ellena ".
" Rev gue Cinta Ellena dan selamanya gue Akan Cinta ama dia ".
" Lex udahlah Ellena bentar lagi menikah dengan Zacklee elu ga bisa kayak gini terus ". Ucap Devan .
" Gue terlanjur mencintai Ellena ". Ucap Alex serius.
" Hai cantik boleh nih ". Seorang pria jal*** menggoda Ellena.
Ellena terkejut karena si pria itu langsung menarik tangannya. Ellena berusaha berontak tetapi pria itu semakin mengekangnya tak mau melepaskan. Ellena berteriak tapi suara music di club tidak sepadan dengan teriakan Ellena.
Pria itu malah tertawa, dia tidak takut dengan ancaman Ellena. Pria itu menarik kembali tangan Ellena. Ellena berteriak sekencang - kencangnya berharap Alex, Revan dan Devan mendengarnya. Sayangnya suara music lebih kencang dari teriakannya.
" Ceweknya cantik banget ". Ucap salah seorang pria yang baru duduk disamping Alex dan Revan.
" Gue ke toilet dulu kebelet ". Pamit Devan yang menjeda perdebatannya dengan Alex.
Sebelum Devan menuju toilet dia bertemu Shandy.
" Loe ngapain kesini? bini loe kurang? ". Tanya Devan.
" Kampret loe! Loe tau dimana Ellena? ". Tanya Shandy kepada Devan.
" Ellena? loe yang bener ga mungkin adik loe kesini "
" Dev cari Ellena sekarang juga ". Bentak Shandy yang mulai khawatir.
Devan dengan cepat mencari Ellena dirinya mulai khawatir dengan Ellena. Devan menemui Revan dan Alex.
" Kebelet cepet amat Dev ". Tanya Revan yang heran dengan Devan.
" Gawat bro ". Ucap Devan dengan panik.
" Gawat gimana? orang kita daritadi santai begini elu bilang gawat. Nih bule Jawa mulai ngelantur ". Ledek Revan.
Alex pun tersenyum kecut mengira Devan mulai konyol.
" Ell__Ellena disini ".
" Ellena! ". Alex beranjak dari tempat duduknya dia terkejut dengan ucapan Devan jika Ellena berada di Club ini.
" Dev adik gue uda ketemu belum? ". Teriak Shandy yang panik.
" Shand, Ellena__ ".Tanya Revan.
" Loe bantu gue Rev, Lex.. ini tempat bahaya buat dia ". Pinta Shandy.
Alex dengan segera mencari keberadaan Ellena. Hatinya mulai gelisah merasa takut jika Ellena terjadi sesuatu, kekhawatirannya mulai muncul. Revan, Devan dan Shandy pun masih mencari keberadaan Ellena.
Ellena dibawa seorang pria itu menuju room private yang berada di club. Ellena masih berontak ketika pria itu masih menarik tangannya. Pria itu memaksa Ellena untuk masuk ke dalam room.
" Lepaskan Aku ". Ancam Ellena.
" Kau tak tau siapa Aku? ".
" Aku pasti tau kamu cantik sudah lama Aku mengincarmu ". Ucap Pria yang wajahnya sedikit samar akibat lampu sorot.
" Kau Ellena Malik Maheswari puteri Tuan Malik Maheswari adik dari seorang terkenal pemilik MF Marcel Malik Maheswari ".
" Kau bahkan mengenal keluargaku. Siapa kau sebenarnya ".
Pria itu mendekat dan menarik pinggang Ellena merapatkan ketubuhnya, mendekatkan wajahnya agar Ellena mengenalinya.
Ellena membelalakkan matanya terkejut jika pria itu adalah Ryan.
" Ka Ryan ". Ucap Ellena terkejut.
" Kau masih mengenalku Ell. Aku orang yang sangat mencintaimu Ell ".
" Ka.. lepaskan ini ga lucu ". Ellena terus berontak.
Ryan yang masih dalam keadaan mabuk terus mendekap Ellena. Kali ini dia ingin mencium Ellena tetapi,
PLAKK!!
Ellena menampar keras Ryan.
" Kau keterlaluan Ka ". Ellena kemudian menggedor pintu dan berteriak berharap Ada seseorang yang lewat dan mendengarnya.
" Tolong! siapa saja yang disana tolong! ". Teriak Ellena sambil menggedor pintu. Ryan telah menguncinya dan menyimpannya.
Ellena benar - benar terjebak kali ini.
Ryan tersenyum senang karena tak Akan Ada seorang pun yang Akan menolong Ellena.
" Kau tau Ell sudah lama Aku menunggu moments ini. Aku selalu berharap kita dipertemukan kembali hanya berdua saja. Dan ternyata dewa Amor mengabulkannya. Please Ell.. Mari kita bersama membangun Rumah tangga membesarkan anak - anak kita bersama ". Ucap Ryan sedikit gila.
" Kau sudah gila Ka ".
" Aku gila karenamu Ell! Sudah lama Aku memendam rasa ini. Dan kali ini Aku ga mau kehilanganmu lagi ". Ryan menarik tangan Ellena tetapi Ellena berteriak dan berontak lalu dia terpleset dan menabrak ujung nakas samping tempat tidur, Ellena tak sadarkan diri. Dan itu membuat Ryan cemas.
" Ell... bangun Ell.. Aku ga bermaksud membuatmu seperti ini. Bangun Ell ". Teriak Ryan dengan panik.
BRAKKK!!
Alex mendobrak pintu room private Ryan. Sebelumnya dia mencari info kebagian CCTV. Disitu Alex menemukan Ellena yang diganggu seorang pria sampai Alex menemukan dimana Ellena berada.
BUGHK!
Pukulan Alex mengenai hidung Ryan dan langsung berdarah.
" Gue pikir elu sahabat tapi ternyata elu musuh dalam selimut Yan ". Bentak Alex yang tak terima dengan perbuatan Ryan kepada Ellena.
Alex memukul Ryan sampai dia tersungkur tak berdaya. Shandy dan Devan melerai Alex yang hampir membunuh Ryan.
" Lex, Ellena ". Teriak Revan yang melihat kondisi Ellena.
Alex melepaskan Ryan dan mendekati Ellena. Mengambil alih Ellena dari pangkuan Revan.
" Ell.. bangun Ell ". Kepanikan Alex membuatnya meneteskan air mata.
" Ell.. sumpah demi Tuhan jangan tinggalin gue ".
" Ellena..!! ". Teriak Alex.
" Lex kita bawa Ellena menjauh dari tempat ini ". Perintah Shandy dan Alex pun segera membopong Ellena.
Ellena disandarkan dikursi depan oleh Alex. Saat Shandy Akan ikut memasuki mobilnya Revan menghalanginya. Revan memberi sebuah kode kepada Shandy agar memberikan ruang untuk mereka berdua.
Shandy seakan mengerti membiarkannya.
Alex dengan cepat menyetir mobilnya menuju ke Dokter pribadinya.
" Mereka berdua harus bicara ". Ucap Revan.
" Sejak kapan Alex mulai mencintai adikku ". Tanya Shandy.
" Entahlah.. biar kan mereka menyelesaikannya dan waktunya kita menyelesaikan si Ryan ".
" Kali ini Aku tak Akan melepaskannya ". Ucap Shandy kesal.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Banyak - Banyak LIKE, VOTE, COMMENT othor juga bakal banyak - banyak UP ka 🤩