
Tepat pukul 5 sore, para Karyawan dan Staff perusahaan MF sudah berkumpul diruangan yang menjadi tempat acara pesta pelepasan Bos mereka ditempat kerja barunya. Pesta perpisahan sederhana yang dibuat Zaskia dan Rachel serta dibantu para teman-teman kerjanya, membuat Marcel dan Renata takjub. Pasalnya Ellena yang ikut andil dalam mengerjai Kakanya, membohongi Marcel jika dirinya akan kembali bekerja di perusahaan MF. Marcel yang saat itu langsung percaya, dengan cepat menanyakan posisinya sekarang. Saat Marcel sudah mengetahui posisi Ellena, Marcel segera meluncur ke tempat yang sudah Ellena kirim.
" Dasar bocah, kau mau bermain-main dengan Kaka ". Batin Marcel yang sebenarnya sudah mencium aroma-aroma kejahilan. Benar saja saat Marcel dan Renata tiba di perusahaan tersebut, Marcel curiga melihat halaman parkir masih penuh dengan kendaraan anak buahnya. Marcel dan Renata berjalan ketempat yang dikirim Ellena, saat Marcel membuka pintu, dan..
" Surprise... Bos besar ". Suara para Karyawan serta Staff menyambut bahagia kedatangan Marcel dan Renata.
Renata sendiri sebenarnya sudah mengetahuinya, dia juga yang menyumbangkan ide agar Ellena mengerjainya seperti ini.
" Kalian..., apa yang terjadi dengan Kantorku? ". Bukannya terkejut, Marcel marah berbicara sedikit ketus.
Mendengar Bosnya berbicara dengan nada ketus, Renata buru-buru menenangkan Suaminya.
" Marcel, mereka hanya ingin membuat pesta kecil-kecilan untuk perpisahanmu ". Ucap Renata pelan.
" Oh.. Berarti kalian semua bahagia aku pergi dari sini? ". Masih dengan nada yang ketus.
" Kaka..., apa-apaan sih. Malu tau hargai usaha mereka. Mereka sudah susah payah untuk membuat pesta kejutan untukmu ". Sahut Ellena yang sudah tidak tahan.
" Bahkan kau juga ikut-ikutan seperti mereka? ". Marcel sambil memicingkan matanya.
" Kenapa Kaka jadi menyebalkan! ". Gerutu Ellena.
" Kau yang menyebalkan, kalian juga menyebalkan. Menyebalkan karena sudah membuat kejutan yang aku suka ". Tak disangka Marcel malah gantian mempermainkan Ellena dan anak buahnya. Suasana yang begitu tegang mendadak mencair gara-gara actingnya. Tawa bahagia kembali terdengar saat Marcel tertawa puas mengerjai semuanya.
Renata yang sempat akan menangis memukul bahu Marcel berkali-kali. Marcel tertawa bahagia karena sudah berhasil berpura-pura didepan semua anak buahnya dan juga adiknya sendiri. Bagaimana dengan ekspresi Ellena? Tentu saja dia lebih bersungut-sungut menahan kesal.
" 1- 0 Ell.. ". Ejek Marcel didepan wajah Ellena yang kesal. Sambil tertawa Marcel menyambut bahagia semua anak buahnya sambil sesekali memeluk Karyawan dan staff prianya.
" Kakamu memiliki selera humor juga Ell.. ". Celetuk Dhea.
" Dia sebenarnya 11 12 sama aku Dhe.. Cuma dia lebih terlihat kalem ". Sahut Ellena yang bangga memiliki Kaka hebat seperti Marcel.
' Cup'. Ellena yang terkejut mendapatkan kiss dari Zacklee yang baru tiba bersama Revan.
" Sayang, apa yang kau lakukan.. Ini tempat umum jangan sembarangan deh ". Protes Ellena menahan malu.
" Apa salahnya? Kau kan istriku. Emang kamu mau aku kiss wanita lain ". Ucapan Zacklee yang langsung mendapatkan capitan dari Ellena. Revan dan Dhea yang melihatnya ikut menertawakan sepasang suami istri yang saling bercanda romantis.
" Ih.. Kalian bikin nganan ngiri ". Suara Zaskia yang entah darimana munculnya.
" Makanya, pepet terus tuh si sipit biar bisa romantis-romantisan kayak kita ". Sindir Zacklee.
" Apaan sih Ka.. Aku ama si sipit cuma teman ". Kilah Zaskia dengan wajah yang sudah memerah menahan malu. Apalagi sekarang Devan mendekati mereka untuk bergabung.
" Ehm.. Ehm.. ". Dhea yang sengaja berdehem.
" Istri elu kenapa Rev? Bengeknya kambuh ya ". Celetuk Devan yang langsung mendapat pelototan tajam dari Dhea.
" Ki... Boleh ga gue tenggelemin masa depan elo ". Ucap Dhea .
" Ih.. Masa depan, masa depan darimana ka.. Ada juga masalah buat gue ". Cibir Zaskia yang langsung membuat semuanya tertawa.
" Nama kita berubah sejak kapan Zack ". Devan sambil menepuk jidatnya.
" Mommy.., Papa..,". Panggil Felix dengan wajah kesal. Ellena dan lainnya menoleh kearah pria kecil tampannya.
" Ada apa sayangnya Mommy ". Ellena mensejajarkan tingginya dengan Felix. Zacklee juga ikut berjongkok mensejajarkan tingginya
" Felix benci sama Papa Alex ". Ucap Felix yang langsung membuat semuanya terdiam dan ikut menunggu alasan Felix. Begitupun dengan Rachel dia juga langsung ikut menunggu kelanjutan cerita Felix.
" Lihat itu Mom, Pa.. ". Felix menunjuk kearah Fiona menangisi Alex yang cuek kepadanya.
Mata Zacklee memerah melihat Alex tak merespon tangisan Fiona. Rahangnya mengeras. Zacklee lalu menghampiri Fiona dan menggendongnya. Revan, Devan dan lainnya, ikut menghampiri Alex dan Zacklee. Begitupun Shandy yang sedang mengobrol dengan para tamu undangan melihat mereka berkumpul ikut berpamitan sebentar untuk menghampiri Zacklee dan yang lain.
" Kalau kau sudah tak menyayangi mereka jangan buat mereka menangis ". Bentak Zacklee yang benar-benar marah.
Alex menarik nafas dalam-dalam. Sebenarnya dia juga ingin sekali memeluk si Kembar Felix dan Fiona. Alex hanya menatap Zacklee datar tak sepatah katapun dia ucapkan, dia malah langsung berbalik menggandeng wanita disampingnya.
" Kau.. ". Ucap Zacklee yang langsung ditahan Shandy.
" Apakah ini caramu melupakan semuanya? ". Ucap Ellena yang langsung membuat langkah Alex terhenti. Alex membalikkan badannya berhadapan dengan Ellena.
DEG!
' Bagaimana bisa gue ngelupain cinta gue ke elu Ell..jika mata cantikmu itu selalu bisa membuatku luluh tak berdaya '. Batin Alex menahan tatapan teduh Ellena.
" Jika ini yang kau inginkan, aku akan mengajarkan ke mereka berdua untuk belajar melupakan. Melupakan orang yang pertama kali mereka lihat, melupakan orang yang pertama kali mengajarkan berbicara, dan melupakan orang yang tak pernah memiliki rasa Cinta ". Manik mata Ellena menatap Alex dengan rasa kecewa teramat dalam. Ellena menggendong Fiona dan berjalan melewati Alex dengan lelehan air mata.
Arah Bola mata Alex mengikuti langkah Ellena yang melewatinya. Bibirnya tersungging senyum sengit.
" Aku benar-benar ga tau jalan pikiran elu Lex ". Devan yang juga kecewa dengan sikap Alex akhir-akhir ini.
Shandy menepuk bahu Alex yang masih terdiam. Begitupun dengan Revan melakukan hal yang sama dengan Shandy. Mereka semua meninggalkan Alex terkecuali Rachel dan Zaskia yang masih setia berada di sampingnya.
Rachel menahan rasa sakit saat wanita disamping Alex melingkarkan tangannya di tangan Alex.
" Sayang, bisa kita lanjutkan acaranya ". Suara wanita disamping Alex.
" Mari kita menemui mantan Bossku ". Alex hanya melirik sekilas kearah Rachel kemudian berbalik berjalan menghampiri Marcel.
" Siapa wanita itu? ". Tanya Zaskia yang penasaran. Zaskia yang tak mendapatkan respon dari Rachel menoleh, dia melihat Rachel menangis dalam diam. Matanya menunjukkan kekecewaan sama seperti Kaka Iparnya.
Zaskia merangkul Rachel. Rachel yang tersadar tersenyum kearah Kia, air matanya tak sanggup lagi disimpan. Bibir Rachel tersenyum tetapi matanya menangis. Sungguh pemandangan yang sangat dibenci Zaskia saat ini tapi dia pun penasaran apa hubungan antara Rachel dan Alex yang sebenarnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Ada yang pingin numpuk Alex bareng-bareng kagak? Othor sediain bantal cinta nih🤭
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya ges...