What I Think

What I Think
Kau harus ikut kemanapun aku pergi



🍃🍃


Keesokan pagi,


" Katakan pada Tasya Aku tak mau menemuinya ". Suara Zacklee sedikit ketus lalu memutus panggilannya.


Ellena yang tak sengaja mendengar memberhentikan langkahnya sambil membawa Jaz serta dasi di Tangannya.


" Kau disini sayang? ". Zacklee terkejut melihat Ellena yang sudah entah berapa lama di belakangnya.


" Aku sudah mempersiapkan ini semua ". Ellena mendekat dan memakaikan Jaz serta dasi kerja suaminya.


" Kau tidak akan menemuinya? ". Suaranya kali ini sedikit bergetar sambil menahan air mata yang sudah penuh diujung matanya. Ellena sangat terkejut saat Zacklee menyebut nama Tasya, ada rasa ketakutan pada dirinya mengingat peristiwa 7 Tahun yang lalu saat Zacklee meninggalkannya di depan rumah.


Zacklee menangkup wajah cantik Ellena kemudian mengecup bibirnya.


" Kau percaya denganku ". Ucapnya dengan meyakinkan.


" Entah lah.. ". Ellena melepaskan tangan Zacklee dari wajahnya dan berbalik memunggungi Zacklee. Air matanya lolos begitu saja saat mengedipkan matanya.


Zacklee ikut merasa sesak karena sudah membuat istrinya menjadi trauma seperti ini. Zacklee kemudian melepaskan pakaian dan sepatunya, dan menggantinya dengan T-shirt juga celana pendeknya.


" Apa yang kau lakukan? ". Tanya Ellena melihat suaminya merebahkan tubuhnya di ranjang.


" Aku mau tidur ". Ucapnya sambil memejamkan mata.


Ellena menaikkan sudut bibirnya,


" Bukannya kau harus bekerja? ". Kali ini Ellena sambil mengguncang - guncangkan tubuh suaminya.


" Tidak perlu sudah ada Revan ".


" Kau tak bisa begitu.. Ka Revan sudah melaksanakan semua pekerjaanmu apa kau masih tega? ".


" Kau harus ikut aku kerja, maka aku akan berangkat bekerja ".


" Hah! ".


" Bukannya tadi kau takut aku menemuinya? Jadi biarkan kau ikut aku ke Kantor agar aku tak kehilangan dirimu lagi ". Zacklee membelai pipi Ellena menatap matanya dalam - dalam.


" Aku takut kehilanganmu lagi Ell ".


Ellena terdiam, ternyata Zacklee sama takutnya dengan dirinya. Sama - sama kehilangan.


" Ikut lah denganku, kita temui dia bersama - sama ".


Ellena mengangguk dan mereka mulai saling menguatkan, saling percaya . Apalagi sekarang diantara mereka sudah terdapat Felix dan Fiona.


Zacklee menggandeng Ellena turun dari kamarnya, Felix dan Fiona sudah menunggu mereka berdua di ruang Meja makan untuk sarapan pagi.


Kedua bocah yang menjadi penyemangat sekarang sedang memandangi Zacklee dan Ellena secara bergantian.


" Mommy mau pergi? ". Tanya Felix sambil mengunyah nasi gorengnya.


" Mommy hari ini ikut ke Kantor Papa ". Bukan Ellena yang menjawab melainkan Zacklee.


" Mommy kerja di Kantor Papa? ". Kali ini Fiona yang bertanya.


" Ga sayang, Mommy cuma mau antar Papa seperti Papa antar kalian sekolah ". Sambil tersenyum.


" Kenapa bilang nya gitu? ".


" Biar mereka tak bertanya tentang pergulatan kita nanti ". Bisik nya dengan menggoda.


Kali Ellena hanya mendesis mendengar bisikan mesum Zacklee.


Selesai sarapan Zacklee dan Ellena mengantar Felix dan Fiona beserta pengasuhnya.


" Mommy, Papa Fiona masuk kelas dulu ya ". Pamit Fiona yang bertemu dengan Safira.


" Sayang kenapa kau masih disini? ". Tanya Ellena heran melihat Felix tak segera masuk.


Felix melirik kearah Zacklee yang sibuk dengan ponselnya dengan cemberut.


Ellena menyenggol tangan Zacklee pelan agar Zacklee menoleh kearah putranya.


" Papa bohong sama Felix. Felix males sama Papa ".


" Papa? Bohong? ". Zacklee mengulang ucapan Felix.


" Papa bilang akan membuatkan adik, kenapa sampai sekarang belum ada? Papa pasti bohong ".


Pengasuh bernama Leha menahan tawa mendengar ucapan Tuan muda kecilnya. Bagaimana dengan Ellena dan Zacklee? Wajahnya menahan malu karena Felix menagihnya di tempat yang bukan semestinya. Mata Ellena melotot kearah Zacklee yang mengulas senyum pasrah.


Ellena dan Zacklee berusaha membujuk Felix agar tak lagi marah. Meskipun Felix tipe anak yang sulit untuk menerima penjelasan, sejuta ide Zacklee dan Ellena akhirnya berhasil membuat Felix percaya dan tak marah lagi.


" Ini semua salahmu ". Ellena yang masih kesal dengan perjanjian Zacklee dengan Felix.


" Koq salahku? Bukannya kau juga menyukainya? ". Sindir Zacklee yang langsung mendapat capitan dipinggangnya.


" Sayang.. Sayang.. Uda aku lagi nyetir ". Rengek Zacklee yang tak tahan dengan capitan Ellena.


" Lain Kali jangan membuat janji yang belum tentu pasti ". Kali ini Ellena yang gantian cemberut sambil melipat kedua tangannya di dadanya.


Zacklee meminggirkan mobilnya, meraih tangan Ellena,


" Aku semakin mencintaimu karena aku telah percaya kau menyukai diriku apa adanya, dan bukan karena hal lain." Zacklee mencium punggung tangan Ellena.


" Terimakasih sayang ".


Setiap ucapan Zacklee membuat hati Ellena meleleh seketika.


" Aku juga mencintaimu ". Ucap Ellena.


***


" Bos, kebetulan banget tuh cewek menjemput maut ".


Dewa yang tak sengaja datang ke Kantor Zacklee yang kebetulan melihat Tasya.


" Jangan gila lu ya, ini Kantor bukan markas ". Bisik Revan yang takut terdengar dengan karyawan lain.


" He.. He.. Bos, tenang gue cuma bercanda ".


" Bos, Bos Lee dimana? ".


Revan menaikkan bahunya. Dirinya juga bingung harus mengusir Tasya bagaimana lagi, karena Zacklee sudah tak mau menemuinya.


" Kenapa ga elu usir aja Bos ". Dewa berpendapat.


" Lah.. Dari tadi gue ngapain kalo bukan ngusir dia, elu kira gue main petak umpet ama dia ". Revan sedikit nyolot.


" Ha.. Ha.. Ha.. Bos kau lucu sekali kalau lagi kesel ". Seloroh Dewa dengan tertawa terbahak - bahak. Pasalnya Dewa baru pertama Kali melihat Revan kesal. Revan yang biasanya jaim alias jaga image sekarang menjadi lebih lucu seperti komedian.


" Ehm ".


" Bos ". Tawa Dewa terhenti saat menoleh kearah Deheman pria di belakang nya.


" Zack.. Gue pikir elu ga datang ".


" Ellen.. ". Revan terkejut melihat Ellena berada di belakang Zacklee. Tubuhnya yang kecil tertutup dengan tubuh Zacklee yang kekar, jadi Revan mengira Zacklee datang sendiri.


Ellena terdiam menahan sesak di hatinya saat melihat wanita yang hampir merusak Rumah Tangganya.


" Lee ". Panggil Tasya sedikit ragu.


" Katakan apa yang ingin kau katakan, setelah itu pergilah selamanya sebelum aku mengirimmu ke tempat sebelumnya ". Ucap Zacklee dingin. Terlihat tak suka dari tatapan matanya.


" Aku hanya ingin mengucapkan terimakasih atas semua kebaikanmu. Dari kecil kita selalu berjanji untuk saling bersama dalam keadaan apa pun. Kau selalu ada setiap aku butuhkan, bahkan pada saat Papaku tak mau menemuiku hanya kau yang bisa membuat hatiku tenang. Aku sempat berpikir jika kau lah takdirku Lee ". Tasya tersenyum sinis.


" Tak usah banyak berkhayal ". Sahut Zacklee dengan rahang yang mulai mengeras.


Zacklee melirik Ellena yang menunduk, tangannya menggenggam tangan Ellena.


" Kau bahkan pernah menciumku saat seseorang menggodaku Lee ". Tasya benar - benar menguji Cinta Ellena dan Zacklee.


Ellena mengendurkan genggaman Zacklee.


PLAKK!


Tangan Ellena mendarat di Pipi Tasya. Tasya membelalakkan matanya merasakan sakit di hatinya.


" Apa yang kau lakukan ". Bentak Tasya kepada Ellena yang menamparnya.


" Aku hanya membuatmu sadar ". Ucap Ellena.


" Lee, apa wanita seperti ini yang kau jadikan istri? ". Tasya meminta pembelaan Zacklee.


" Apa wanita seperti ini yang pernah menjadi sahabat kecilmu sayang? ". Ellena mengalungkan tangannya ke leher Zacklee dan itu membuat Tasya semakin geram.


" Sepertinya aku salah memilih sahabat sayang ". Zacklee mengimbangi permainan Ellena. Tangannya melingkar di pinggang ramping Ellena.


" Bos, gue ga kuat lihat kemesraan kalian ". Sindir Dewa yang ikut permainan Bos Nona mudanya.


" He.. He.. ". Tasya tertawa kecil.


" Kalian memang pasangan jahat, bahagia diatas penderitaanku ". Sindirnya dengan sinis.


" Lee ". Tasya memanggil Zacklee sedikit mesra.


" Terimakasih atas semua perhatian yang kau berikan padaku, aku akan selalu mengingatmu sampai aku tak lagi bernyawa ".


" Dan kau Ellena jaga Lee ku baik - baik ". Kali ini ucapan Tasya serius. Tatapan matanya menahan seribu pertanyaan dihati Ellena.


Tasya berpamitan meninggalkan semua yang ada di ruang tamu kantor Zacklee. Saat Tasya keluar dari pintu, Ellena tiba - tiba mengejarnya.


" Sayang.. Sayang ". Teriak Zacklee yang langsung mendapat respon dari Ellena untuk tak mengganggunya.


" Tasya.. Tasya.. ". Panggil Ellena sambil mengejar Tasya.


Tasya menghentikan langkahnya.


" Bisa kita mengobrol sebentar? ". Ajak Ellena, dan Tasya mengikutinya.


Sekarang mereka berdua sedang berada di Rumah Makan depan Kantor Zacklee.


Ellena memesan ice lemon tea sedang Tasya memesan ice cappuccino.


" Sebenarnya apa tujuanmu mengajakku Ell? ". Tanya Tasya sambil menatap Ellena yang menyesap ice lemon tea nya.


" Aku hanya ingin berterimakasih padamu ". Jawab Ellena yang membuat monohok Tasya.


" Apa maksudmu berterimakasih? Bukankah aku dan Papaku Sudah menyakitimu? ". Tasya heran kenapa Ellena malah berterimakasih padanya.


" Terimakasih, berkatmu aku makin mengerti menjaga apa yang menjadi kepemilikanku agar tak tersentuh wanita lain ".


Zacklee yang diam - diam membuntuti Ellena speechless dengan ucapan Ellena.


" Hari ini kau akan mendapat hadiah terbaik dariku sayang ". Batin Zacklee sambil senyum - senyum.


" Elu napa senyum - senyum Zack? ". Tanya Revan yang merasa aneh.


" Rahasia ". Jawab Zacklee masih dengan tersenyum.


Entah Mengapa Dewa berlari mendekati Ellena, Revan dan Zacklee terkejut saat suara tembakan mengenai lengan Dewa yang melindungi Tasya dan Ellena.


DORR!


" Aaargh ".


" Dewa ". Teriak Ellena melihat lengan Dewa berdarah.


" Nona baik - baik saja? ". Dewa masih sempat - sempatnya memikirkan nasib Nona mudanya.


Zacklee berlari kearah pria berjaket hitam, bertopi dan berkacamata senada. Diikuti Revan.


Pria itu semakin menggila,ditambah lagi dengan anak buahnya yang banyak membuat Zacklee, Revan dan Dewa kesulitan. Tembakan dia lepas dengan brutal sehingga membuat Zacklee dan Revan tak bisa bergerak. Begitupun dengan Dewa, dia yang sudah terluka sedikit kesulitan untuk membekuk pria yang mengincar Nona mudanya sedari tadi.


Zacklee melempar botol kaleng kearah pria berjaket itu dan mengenai tangannya, akhirnya Senjata api itu terlepas dari tangannya. Zacklee dan Revan segera memukul pria tersebut, membuka identitasnya. Tapi pria tersebut berhasil menutup identitasnya dan malah membuat Zacklee dan Revan tersungkur karena pukulan dari anak buah pria tersebut.


" Kaka!! ". Ellena berteriak saat melihat suaminya sedikit tak sadar.


Ellena berlari menghampiri istrinya,


DORR!


" ELLENA ". Teriak Tasya dan Dewa.


Zacklee yang tadi sedikit tak sadar tiba - tiba bangkit saat mendengar suara tembakan mengenai istrinya. Zacklee memukul pria tersebut, sedang Revan dan Dewa menghabisi anak buah mereka.


" KAU!! ". Zacklee terkejut saat mengetahui siapa yang sudah menembak istrinya.


Tanpa ampun Zacklee langsung menghujam wajah si pelaku sampai babak belur.


Suara sirine polisi terdengar menuju tempat kejadian peristiwa. Dengan cepat para penegak hukum berhasil menangkap anak buah tersebut beserta Attar yang menjadi dalang penembakan istrinya.


Attar berontak saat Tasya tak mau bekerjasama dengannya menghancurkan keluarga Mahendra. Dengan terpaksa Attar harus turun tangan sendiri menghabisi Zacklee.


" Ellena ". Tasya berteriak memanggil Ellena yang tak sadarkan diri.


" Sayang.. Sayang ". Zacklee tak kalah histeris membangunkan istrinya, wajahnya sangat panik. Zacklee memeluk istrinya erat.


" Zack, cepat! ". Revan yang sudah siap membawa mobil segera membantu Dewa dan Ellena memasuki mobil untuk segera ke Rumah Sakit terdekat.


" Ellena.. Kau sudah berjanji padaku tak akan meninggalkanku ". Zacklee terms saja menangisi Ellena.


" Bos, cepat sedikit wajah Nona muda sedikit pucat ". Dewa yang juga khawatir dengan kondisi Ellena.


Lima belas menit mereka sampai ke Rumah Sakit terdekat. Ellena segera dilarikan ke UGD bersamaan dengan Dewa.


Zacklee mengusap wajahnya kasar menunggu Ellena yang sedang mendapatkan pertolongan di UGD.


Hampir 15 menit Ellena ada di ruang UGD tetapi dokter belum keluar juga.


Dokter Dimas terkejut saat melihat pasien yang didepannya adalah Ellena. Dimas yang bukan lain adalah sahabat Alex sempat menghubungi Alex tapi ponselnya tak aktif. Akhirnya Dimas mengirim pesan untuk Alex.


' Cewek elu sedang koma di Rumah Sakit '. Isi pesan Dimas kepada Alex berharap Alex segera membaca pesannya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Othor sedih sekali😭


Jangan lupa tinggalkan jejaknya ka reader🙏😘