What I Think

What I Think
Pertemuan 1



🍃🍃


Jika Takdir mempertemukan kita aku ikhlas menunggumu seumur hidupku. Zacklee yang memandang foto Ellena tersenyum memeluknya.


" Om.. Chloe ganggu ga? ". Seorang gadis kecil yang menyadarkan lamunan Zacklee.


" Chloe.. Kerjain PR lagi? ". Tanya Zacklee yang sudah terbiasa maksud Chloe datang ke Kamarnya.


" Ga om.. Kali ini Chloe mau Om menceritakan tentang Tante yang Ada difoto itu ". Chloe sebenarnya sudah lama ingin menanyakan seorang yang memenuhi ruangan rumahnya dengan wajah cantik Ellena.


Zacklee kemudian mengangkat Chloe agar duduk sejajar dengannya. Lalu mendekatkan foto Ellena yang tersenyum memeluknya.


" Dia seorang bidadari yang cantik dan baik hati, dia selalu tersenyum, bahagia, dan tak pernah sedikitpun mempunyai rasa marah. Dia selalu bisa bikin orang - orang disekitarnya tersenyum bahagia. Dia segalanya buat Om ". Zacklee menceritakan sosok Ellena dengan detail kepada Chloe.


" Dimana dia sekarang Om? Chloe ingin bertemu dengannya. Sepertinya Chloe harus belajar padanya agar menjadi wanita yang disukai banyak orang ". Sahut Chloe yang membuat Zacklee beserta Renata dan Marcel yang diam - diam mengintip tertawa.


" Om janji akan segera menemukannya ". Zacklee dengan yakin mengucapkannya kepada Chloe.


" O' iya Om.. Tadi disekolah Ada anak baru kembar pula ".


" Apakah Iya? Pasti lucu dan menggemaskan ". Sahut Zacklee.


Chloe mengangguk kan kepalanya.


" Tapi Om.. Wajah mereka, hidung, bibir semuanya sangat mirip Om Lee. Hanya matanya saja yang mirip Tante itu ". Chloe yang berusia 8 Tahun sudah bisa menyamakan seseorang sambil menunjuk foto Ellena.


Deg!


Zacklee penasaran dengan bocah kembar yang diceritakan Chloe.


" Oke, besok kita lihat apa benar yang kau katakan ". Zacklee sedikit tak percaya.


" Kalau Chloe benar Om janji bakal beliin aku buku terbaru ". Sambil menyodorkan kelingkingnya.


" Siapa takut ". Zacklee menerima jari kelingking Chloe kemudian mereka menautkannya sambil tersenyum.


Chloe yang sudah selesai dengan penasaran berbalik ke Kamar tidurnya.


Sementara di Taman belakang rumahnya Shandy masih teringat dengan sosok bocah kembar yang sangat mirip wajahnya Zacklee. Shandy merasa Ada sesuatu pada anak kembar tersebut.


" Sayang kau disini? ". Suara Clara sedikit mengagetkan Shandy.


" Kau belum tidur?". Tanya Shandy kemudian menariknya dan memangku istrinya.


" Sayang.. Jangan seperti ini takut dilihat Ka Renata dan Ka Marcel ". Ucapnya dengan malu .


" Kau istriku, kenapa harus malu ". Shandy yang sedikit protes karena Clara masih saja Malu.


" Uda ah.. Aku mau tidur ". Clara beranjak dari pangkuan Shandy.


" Sayang.. Sayang.. Tunggu Aku.. ". Shandy ikut beranjak dari tempat duduknya dan mengejar Clara yang lebih dulu meninggalkannya.


" Kenapa tersenyum? ". Tanya Renata yang tak sengaja melihat suaminya tersenyum melihat tingkah Shandy dan Clara.


" Apa kita seperti itu saat berduaan ya ". Marcel terkeukeuh dengan ucapannya.


" May be ". Jawab Renata.


Marcel kembali tertawa dengan jawaban Istrinya.


" Eh.. Sayang.. Tadi kamu dengar ga cerita Chloe tentang teman kembarnya disekolah ". Renata mengalihkan pembicaraannya.


" Jangan... Jangan.. ". Renata melanjutkan kecurigaannya.


CUP. Kecupan Marcel mendarat di bibir Istrinya.


" Ih.. Kamu ". Renata mencubit lengan suaminya.


" Habisnya kamu serius banget ".


" Ya habis cerita Chloe tadi juga pas dengan perkembangan pencarian Ellena "


" Uda lebih baik sekarang tidur. Besok Nyonya benar harus berangkat pagi untuk membuka Restaurant.


Semenjak Ellena menghilang restaurant dikelola oleh Renata dan Clara. Mereka tidak mau kalo restaurant turun temurun itu sampai gulung tikar. Berkat Zacklee pula yang ikut mempromosikan restaurant yang hampir tutup itu akhirnya bisa kembali normal.


***


" Gimana tadi dengan sekolah barumu sayang ". Tanya Ellena yang selesai mencuci piring setelah makan malamnya.


" Biasa saja ". Jawab Felix dengan dingin.


" Isshhh.. Anak ini benar - benar tak asyik kalau di Tanya ". Batin Ellena kesal.


" Fio sayang gimana dengan sekolah barumu hari ini? ". Ellena beralih bertanya kepada puterinya.


" Biasa saja Mommy". Ucapnya ga kalah sama dengan sang putera.


" Anakku kenapa mirip Ice semua ". Ucapnya dengan lirih tapi terdengar Alex yang baru selesai menonton TV.


" Hahaha.. Kau mengerutuki dirimu sendiri ". Sindir Alex yang mendengar gerutuan Ellena.


" Bisa diam kagak! ". Ellena yang sedikit kesal dengan sindiran Alex.


" Mungkin efek hujan - hujanan Kali mereka jadi dingin ".


Sebuah bantal sofa melayang ke Kepala Alex.


Alex terus mengejeknya dan itu membuat Si kembar Felix dan Fiona terganggu.


" Mommy... Papa.. Jangan kayak anak kecil, tiap hari lempar - lemparan bantal sofa, ejek - ejekan, apa Kalian mau kembali ke sekolah Aku ". Felix mengucapkan dengan serius.


" Sayang.. Maafin Mommy ga sengaja.. Ini semua gara - gara Papamu yang menyindir Mommy duluan ". Ellena yang tak mau kalah membela dirinya.


" Papa tak menyindir nya, tetapi Mommy Kalian yang___".


" Berisik deh kalian" . Belum selesai Alex membantah tuduhan Ellena suara melengking Fiona terdengar. Dan itu langsung membuat semuanya terdiam.


" Sekarang jawab pertanyaan Fiona.. Kenapa Mommy dan Papa tak pernah tidur bersama ".


JlEB!


Ellena membelalakkan matanya terkejut dengan pertanyaan Puterinya. Begitupun dengan Alex dia lebih terkejut karena setaunya selama 7 Tahun ini Alex akan keluar Kamar Ellena setelah Si kembar Felix dan Fiona terlelap tidur. Dengan pertanyaan Fiona Kali ini bagaimana bisa Alex bisa tidur bersama dengan Ellena yang masih sah istri orang.


" Kenapa Fiona bertanya seperti ini? ". Tanya Ellena gugup.


" Sudah seminggu ini Fiona dan Ka Felix menyelidiki Mommy dan Papa kenapa ga pernah tidur bersama, apa Kalian sudah tak Ada rasa sayang ".


" Hadeeh.. Nih anak pinternya kelewatan ". Gerutu Ellena.


" Iya Felix juga berpikir sama dengan Fiona ". Kali ini si Kembar Felix ikut protes.


" Felix Fiona.. Kalau itu yang Kalian inginkan malam ini Papa akan tidur dengan Mommy ". Ucap Alex agar kedua putranya tak mempeributkannya lagi.


" Makasih Papa.. Papa memang yang terbaik ". Peluk Felix dan Fiona bahagia.


Berbeda dengan Alex yang tenang dan santai, Ellena justru menatapnya dengan tatapan membunuh.


Alex selalu menemani putera puteri kembarnya untuk melaksanakan ritual sebelum tidur. Gosok gigi sebelum tidur. Kemudian menidurkannya sambil memeluk keduanya. Dalam hal ini Ellena sebenarnya juga heran kenapa anak kembarnya begitu dekat dengan Alex . Mungkin karena ketulusan Alex dalam menjaga dan melindunginya.


Anak kembar Ellena memiliki kelebihan tersendiri diusia 7 bulan mereka sudah mampu untuk berdiri dan mulai berjalan. Sedang diusia 9 bulan mereka sudah mampu Berbicara. Kata pertama yang mereka ucap saat itu adalah 'Papa' dan itu langsung ditujukan kepada Alex yang waktu itu pulang kerja. Ellena yang terharu melihat Alex mendengar Felix dan Fiona memanggilnya dengan sebutan Papa, akhirnya membiarkannya memanggil Alex dengan sebutan Papa.


" Mau apa kau? ". Ellena yang kaget saat Alex masuk Kamarnya .


" Ssssttt ". Alex menyuruh Ellena mempelankan suaranya. Pasalnya si kembar Felix dan Fiona yang mengantarnya kedepan Kamar Ellena.


" Bukannya mereka tadi tidur dengannya? ". Tanyanya pelan.


" Tadinya seperti itu saat aku akan meninggalkannya mereka ternyata pura - pura tertidur lalu mengikutiku ".


" Hah.. Kenapa mereka jadi seperti ini ". Keluh Ellena.


" Kau tenang saja, aku akan tidur di sofa. Kau tidurlah disini ". Sambil menunjuk kearah kasur.


" Ellena.. Kau sudah tidur ". Tanya Alex yang ingin bercerita.


" Emm ". Ternyata Ellena belum bisa memejamkan mata.


" Aku tadi bertemu Shandy ". Lanjut Alex bercerita.


Ellena langsung mengangkat tubuhnya menjadi duduk.


" Bagaimana kondisinya? Apa dia sehat? ".


" Iya. Dia bahkan terlihat gemuk sekarang ". Alex tersenyum bercerita.


" Apa kau tak mau menemuinya? ".


Pertanyaan yang masih belum bisa Ellena jawab. Ellena terdiam berpikir.


" Kalau kau belum siap menemuinya tak apa. Besok Aku akan pulang telat karena Shandy mengajakku bertemu Revan, Devan dan Zacklee ".


Ellena yang terdiam menoleh saat mendengar nama Zacklee.


" Zacklee.. ". Ucapnya lirih sampai relung hati. Ellena meneteskan air matanya mengingat kejadian 7 Tahun lalu saat Zacklee meninggalkannya. Tetapi didalam lubuk hati yang paling dalam dirinya sangat merindukan sosok Zacklee disampingnya. Harapannya membesarkan kedua anak kembarnya bersama - sama.


" Kau tenang saja.. Aku tak akan memberitahu mereka tentangmu ". Alex kemudian memejamkan mata. Dia sempat melihat Ellena mengusap air matanya ketika mendengar nama Zacklee.


Sakit dihati Alex melihat Ellena menangis. Dia tau sebenarnya Ellena selalu merindukan Zacklee tiap malam. Alex sering memergokinya mengigau nama Zacklee dalam tidurnya.


" Aku akan segera mempertemukan Kalian sebentar lagi ". Batin Alex.


***


" Keponakan Om sudah siap ". Zacklee yang pagi ini berjanji akan melihat si kembar yang menurut Chloe mirip dengannya.


" Siaaaappp ". Ucap Chloe dan Safira bersamaan.


" Mama Papa Aku berangkat ". Pamit Chloe dan Safira bersamaan.


" Jangan ngerepotin Om Lee ya sayang ". Pesan Renata sambil melambaikan tangan.


Sesampainya di Sekolah seperti biasa Zacklee akan menurunkan kedua keponakannya didepan pos penjaga sekolah.


Zacklee tak sengaja menangkap sosok Alex yang baru keluar dari sekolah.


" Alex.. Sedang apa dia disini? ". Gumam Zacklee yang melihat Alex memasuki mobilnya.


" Om.. Itu si kembar yang Chloe ceritakan semalam ". Bisik Chloe pelan - pelan.


Zacklee terkejut dengan Dua anak kembar yang melewatinya. Benar kata Chloe mereka bak pulang dibelah Dua dengan Zacklee. Sifat cueknya yang hampir sama dengannya 99,99% membuat Zacklee penasaran ingin mendekatinya.


" Kaka.. Tali sepatuku lepas ". Keluh Fiona yang sadar jika tali sepatunya terlepas.


" Ini pasti kerjaan Papa yang ga bisa menali sepatu ". Felix menggelengkan kepalanya.


" Terus gimana Ka.. Fiona dan kaka kan juga ga bisa menali sepatu ". Keluh Fiona.


" Ehm ".


" Mau Om bantu ". Zacklee yang penasaran ingin lebih dekat mendapat keberuntungan pagi ini.


Felix dan Fiona memperhatikan wajah Zacklee.


Zacklee langsung berjongkok dan membantu menali sepatu Fiona.


" Sudah, kau tak perlu takut lepas lagi karena Om sudah mengikatnya dengan kuat ". Ucap Zacklee tersenyum sambil mengelus rambut panjang Fiona.


" Terimakasih Om ". Fiona tersenyum kepada Zacklee dan JlEB!


Senyuman Fiona sangat mirip dengan Ellena, dan mata teduh itu yang selalu membuat dirinya mengalah.


" Kenapa perasaanku seperti ini setelah memperhatikannya dari dekat. Apa yang terjadi sebenarnya ". Batin Zacklee terus bertanya.


" Fio.. Sepertinya kita sudah cukup mengucapkan terimakasih ". Ucap Felix yang dingin.


" Eiy tunggu.. Siapa nama Kalian? ". Tanya Zacklee sebelum kedua anak kembar itu pergi.


" Aku Fiona, Fiona Aghista dan ini Kakakku Felix Januar ". Jawab Fiona yang entah mengapa sangat klik dengan Zacklee.


" Fiona ayo kita masuk nanti dimarahin Bu guru ". Felix menarik tangan adik kembarnya.


Zacklee tersenyum melihat sikap dingin Felix. Tapi bahagia melihat sikap ramah Fiona.


" Om.. Sepertinya Aku akan dapat buku baru hari ini ". Chloe menepuk tangan Zacklee memastikan ucapannya dialah pemenangnya.


Zacklee tertawa kemudian menunggu keponakannya masuk kedalam kelas tetapi matanya masih ingin memperhatikan kedua anak kembar yang mulai mengusik pikiran dan hatinya.


***


" Clara.. Aku dengar disini Ada Cafe baru. Kita kesana yuk ". Ajak Dhea.


" Boleh.. Tapi jangan lama - lama ya.. Aku harus kembali menjenguk Papa ".


" Sebentar aja ". Dhea mengedipkan satu matanya.


Sesampainya di Cafe, Dhea dan Clara terkagum dengan ornamen bunga sakura hidup yang berada di sekitar Cafe.


" Berasa kayak di Korea Clar ". Dhea yang terkagum dengan nuansa Negara ginseng terbaik didunia.


Clara membelalakkan matanya saat dia melihat Ellena tersenyum melayani pengunjungnya.


" Ga mungkin, ini ga mungkin ".


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Segera pertemukan mereka Thor..


Sayaaaappp deh demi kamu🥰


Penting Like, Vote, Commentnya yup👍