What I Think

What I Think
Something I'm afraid of



Happy Reading....


••°°@@


Ellena melirik tajam kearah Alex sembari duduk disamping suaminya.


"Apa lagi yang ingin Kakak jelaskan?" tanya Ellena dengan tatapan tajam. Tatapan yang sangat dirindukan Alex saat bersama dirinya dulu. Kemarahan Ellena menurutnya bukan sebuah kemarahan melainkan sebuah ekspresi menggemaskan baginya.


"Kakak kira Zacklee nyakitin elu lagi, soalnya Reyna kirim fotonya Zacklee sedang menggendong seorang wanita," jawab Alex salah tingkah karena kesalahannya.


"Seharusnya kan Kakak bisa telfon Ellen dulu, konfirmasi kek bener enggaknya jadi ga langsung maen tonjok sembarangan," cibir Ellena.


"Kalo gini kan suamiku aku kesakitan," sembari mengelus ujung bibir Zacklee yang terluka. Saat Ellena mengelusnya Zacklee mencuri kesempatan untuk mencium bibir istrinya yang kebetulan sangat dekat dengannya.


'CUP'


'Haaah.., sial! kenapa gue harus melihat pemandangan tak mengenakkan pagi-pagi gini' gerutu Alex.


"Kakak..., malu tahu sama Ka Alex" protes Ellena gara-gara Zacklee menciumnya didepan Alex.


Zacklee tak menggubrisnya dia malah melingkarkan tangannya ke pinggang Ellena, sedang kepalanya dia sandarkan ke pundak Ellena sambil mencium tengkuk lehernya. Ellena sedikit menggeliat karena geli, sedangkan Alex memalingkan wajahnya, ada sedikit rasa bahagia melihat kebahagiaan Ellena. Entah mengapa tiba-tiba dia teringat dengan Anna. Wajah Anna yang terlihat malu saat tangannya mengusap pipinya yang terkena noda tepung.


'Kenapa aku mengingatnya,' batin Alex lalu dia menarik kedua ujung bibirnya.


"Dia kenapa ya ka?" bisik Ellena.


"Lagi bucin kali" sahut Zacklee.


"Syukurlah kalo dia bisa bucin" bisik Ellena kembali.


"Kalian ngomongin gue?" menyadari kedua orang didepannya sedang berbisik, Alex segera menanyakan apa yang mereka lakukan.


"Males ah ngomongin Kakak. Sekarang gimana nih urusannya setelah Kakak nonjok suami Ellena?" Ellena mengingatkan Alex lagi soal tonjokannya kepada Zacklee.


"Gue ngikut hukuman elu aja Ell, pasrah gue" sahut Alex.


"Yakin nih, ngikutin Ellena hukumannya?" bau-baunya ada yang mau ngerjain nih.


"Oke kalo gitu besok ajak Anna dan Sunny ke tempatku, kalo tidak awas...," sambil menaikkan kepalan tangannya mengancam.


"Ampun Ell..," sahut Alex menelangkupkan kedua tangannya. Kemudian ketiganya tertawa bersama.


Drrttt... drrrttt...,


Ponsel Zacklee bergetar dia segera mengangkatnya, rupanya Revan yang menghubunginya.


Ellena dan Alex melanjutkan bercandanya, sedang Zacklee mengangkat ponselnya menjauhi Ellena agar tak mendengar percakapannya.


"Ada apa Revan? apa kau sudah menemukan sesuatu mengenai Dion?" tanya Zacklee.


"Lebih penting dari Dion, para polisi sedang mencarimu sepertinya wanita gila bernama Siska serius dengan ucapannya" sahut Revan yang mendapat telfon dari Albert karena Zacklee tak mengangkat telfonnya.


"Lima belas menit aku segera sampai," ucap Zacklee kemudian menutup panggilannya.


"Kau masih rusuh seperti dulu ka," ucap Ellena.


"Anna pasti sering sakit perut karena kau sering menggodanya" imbuhnya.


Alex terdiam dia hanya tersenyum menanggapi pendapat Ellena mengenai Anna dan lagi-lagi wajah Anna terlintas di pikirannya.


"Ka... Ka Alex...," panggil Ellena mengibas-ngibaskan tangannya ke wajah Alex yang melamun.


"Eh..,"


"Ngalamunin Anna ya...," ledek Ellena.


Alex hanya tersenyum tak menyanggahi ucapan Ellena.


"Aku yakin sebentar lagi Kakak bakalan bucin sama Anna" ucap Ellena.


"Kayak dukun aja elu Ell...," sahut Alex.


"Sayang, kau pulang dulu bersama Alex. Aku ada urusan mendadak" ucap Zacklee.


"Kau tak keberatan kan Lex antar istriku pulang?" beralih bertanya Alex.


"Jangankan ke rumah ke pelaminan gue siap!" canda Alex yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari Zacklee.


"Sampai elu sentuh istri gue sedikit saja, mati elu ditangan gue" sahut Zacklee.


"Sayang aku janji akan pulang cepat. Cup" ucap Zacklee dan mendaratkan ciuman di kening Ellena setelahnya.


"Lex gue titip istri bentar, ingat jangan kau sentuh dia sedikitpun,"


"Iya.. iya.. bawel!" cibir Alex.


Zacklee kemudian memasuki mobilnya dan melajukan kendaraannya.


"Ell.. yok masuk," ajak Alex memasuki mobilnya.


Melihat Ellena tak membuka pintu mobilnya, Alex merasa ada sesuatu yang disembunyikan Ellena. Alex kemudian menggedor pintu kaca mobilnya pelan agar Ellena segera masuk. Setelah menggedornya, Ellena segera membuka pintu mobilnya dan masuk.


"Ka..," panggil Ellena dan Alex menoleh kearahnya.


"Ikutin mobil Ka Lee..," pintar Ellena.


Alex terdiam sejenak berpikir, lalu segera mengikuti perintah Ellena untuk mengikuti mobil Zacklee.


'Apa yang sedang terjadi? kenapa mobil Zacklee melaju dengan cepat' batin Alex.


Perasaan Ellena semakin tak enak saat melihat mobil suaminya melaju dengan cepat. Dia terpikir soal Siska.


" Sial! kenapa dia masih sangat profesional menggunakan mobilnya seperti saat balap mobil dulu" umpat Alex pura-pura memancing Ellena yang sedang berkaca-kaca menatap mobil suaminya.


"Apa kau tahu kenapa suamimu menaiki kendaraannya dengan cepat Ell?" tanya Alex.


"Aku takut Ka...," kali ini mata yang berkaca-kaca menahan air matanya yang penuh lolos begitu saja.


"What do you think Ell?" tanya Alex tetapi masih fokus mengejar mobil Zacklee.


"I thought that something would happen that I was afraid of" sembari menyeka air matanya yang mulai jatuh.


(aku berpikir jika akan terjadi sesuatu yang aku takutkan)


"what are you afraid of in your mind?"


(Apa yang kau takutkan dalam pikiranmu)


"Beberapa hari yang lalu suamiku tak sengaja menabrak seseorang berkendara sepeda motor dan salah satunya meninggal dalam kecelakaan itu,"


"So what's the problem? Shouldn't Zacklee be responsible for what he did?"


(Terus apa masalahnya?bukannya Zacklee pasti bertanggung o lpkkatas apa yang dia perbuat?)


"Suamiku sudah memberikan fasilitas pengobatan serta pemakaman juga masa depan anak Pak Harso__" Ellena tak bisa melanjutkan ucapannya karena isak tangisnya mengingat permintaan Siska.


Satu tangan Alex menepuk bahu Ellena, sepertinya dia melewati batas perjanjian dengan Zacklee untuk tidak menyentuh istrinya.


"Kau tenanglah Ell..., semua akan baik-baik saja,"


"Bagaimana aku harus tenang, wanita itu meminta suamiku kalo tidak__" Ellena menarik nafasnya mengatur nafasnya karena is akan tangisnya.


"Dia akan memenjarakan suamiku Ka... hiks.. hiks..,"


Setelah mendengar cerita Ellena, Alex menambah kecepatannya untuk mengejar mobil Zacklee yang hampir tak terlihat.


Zacklee akhirnya tiba di kediamannya. Disana sudah terdapat Albert, Revan serta para petugas kepolisian yang akan menangkapnya dan disampingnya. Zacklee dengan santai turun dari mobilnya menghampiri mereka.


"Apa anda yang bernama Tuan Zacklee Mahendra?" tanya petugas kepolisian.


"Iya betul saya Zacklee Mahendra" jawab Zacklee dengan tenang.


"Anda ditangkap atas tuduhan pembunuhan yang Anda lakukan di jalan xx dua hari yang lalu. Ini surat tugas penangkapan anda" sambil memperlihatkan surat tugas penangkapan.


"Tuan mohon maaf, ini semua terjadi kesalahan pahaman. Biar saya jelaskan" Albert merasa tak terima dengan penangkapan putranya.


"Anda bisa menjelaskan semuanya di kantor kepolisian Tuan. Tuan Zacklee untuk mempermudah tugas kami mari ikut kami" perintah salah satu petugas.


"Pa.., semua akan baik-baik saja" ucap Zacklee masih dengan keadaan tenang.


Saat Zacklee dibawa oleh petugas kepolisian, Ellena segera menghentikan mobil Alex.


"Ka... Stop!" teriak Ellena. Dia segera membuka pintu mobilnya dan berlari menghampiri Zacklee.


"Ka Lee...,"


Bersambung....