What I Think

What I Think
Kesalah pahaman Felix part. 4



Happy Reading...


...----------------...


"Kai, dimana kedua Kakak kembarnu?" tanya Ellena tak melihat mereka.


"Tak tahu Mom, penjaga sekolah bilang jika Ka Felix hari ini tak berangkat diajak pergi aunty" ucap bocah tampan itu.


'Bukannya tadi pagi mereka berangkat bersama, bagaimana mungkin Felix tak berangkat sekolah' batin Ellena.


"Kai, tadi kau bilang Ka Felix diajak pergi aunty? aunty siapa? apa aunty Zaski?" tanya Ellena mulai curiga.


Kaisar menggelengkan kepalanya.


"Bukan Mom..., orang tadi aunty Zaski ketemu aku di jalan," ujarnya.


'Kalo bukan Zaski siapa? Clara dan Dhea sedang bersamaku dari pagi' batin Ellena kembali merasa curiga.


Jam sudah menunjukkan pukul 5 sore, Ellena berpamitan untuk kembali ke kediamannya bersama sang putra ragilnya. Sopirnya sudah bersiap menjemputnya.


"Selamat sore Nyonya Lee..," sapa sopir bernama Indra sedikit membungkukkan tubuhnya.


"Selamat sore..," balas Kaisar sedang Ellena hanya menanggapinya dengan senyuman.


Didalam mobil Ellena sedikit merasakan aneh karena selepas kepergian pria tercintanya bersama Alex, Zacklee tak memberinya kabar sama sekali. Jika itu mengenai pekerjaan sesibuk apapun Zacklee akan memberikan kabar. Sampai tiba di kediamannya jam menunjukkan waktu makan malam Zacklee belum memberikan kabar sedikitpun, bahkan hatinya semakin khawatir saat menyadari jika si kembar Felix dan Fiona juga belum pulang.


Ellena mondar mandir depan pintu sambil memegangi ponselnya, sesaat dirinya berupaya menghubungi ketiganya tetapi tak ada jawaban. Lantai yang mulai cemerlang akibat gesekan alas kaki Ellena yang mondar-mandir menandakan jika Ellena sudah cukup melewatinya.


"Kenapa mereka semua?" ucap Ellena sangat khawatir.


"Apa aku hubungi Ka Alex saja ya?" pikirnya kemudian segera menggeser tombol di ponselnya mencari kontak bernama Alex. Selesai menemukannya Ellena segera menekan tombol hijau tersebut dan tak menunggu lama Alex mengangkat panggilannya.


"Kalian dimana?" tanya Ellena.


"Kita sudah di depan Ell," jawab Alex. Dia pria yang sangat mengerti kecemasan Ellena.


Ellena segera mematikan ponselnya saat melihat sorot lampu kuda besi Alex memasuki halamannya.


"Mommy...," panggil Fiona berlari kearah Ellena berhambur memeluk Ellena dengan terisak.


Ellena menduga pasti sudah terjadi sesuatu pada mereka, namun Ellena menahan pertanyaannya. Ketenangan putrinya jauh lebih penting.


Ellena menatap lurus mata pria yang sudah menemaninya hampir 17 tahun lamanya. Dia menyunggingkan senyum seperti biasanya.


"Kalian masuklah..," ucap Ellena. Ellena merangkul putrinya yang masih sesenggukan.


"Mommy sudah memasak masakan kesukaanmu, cepat ganti bajumu Mommy tak mau mencium bau asam di tubuhmu" sindir Ellena kepada Fiona.


Ucapan Ellena mampu membuat Fiona kembali tersenyum. Fiona melangkahkan kaki menapaki tangga menuju kamarnya.


"Papa...," suara Kaisar riang keluar dari halaman tengah berhambur kepelukan Zacklee.


"Papa sudah pulang? sejak kapan? kenapa Mommy tak memberitahu Kai? terus ini kenapa rambut Papa berubah menjadi salah satu anggota K-pop ternama?" cecar Kaisar dengan banyaknya pertanyaan yang membuat pusing Alex dan Ellena mendengarnya.


"Kau sedikit berat sekarang, Papa sampai tak sanggup mengangkatmu" mengalihkan pertanyaan Kai yang bertubi-tubi.


"Kaisar sangat merindukan Papa..., apa Papa tau jika Mommy selalu terjaga dalam tidurnya selama Papa bekerja" Kaisar membocorkan keadaan Ellena selama tanpa dirinya.


"Kaisar, uncle lapar bisakah kau mengajak uncle ke meja makan saat ini juga? karena kalau tidak uncle bisa mati berdiri karena melihat kedua orangtuamu," sindir Alex.


Seolah mengerti, Kaisar yang berada di gendongan Zacklee menurunkan tubuhnya lalu beralih meminta gendong Alex.


"Let's Go uncle..!," seru bocah tampan itu.


Senyuman Ellena berubah setelah mereka berdua melenggang masuk kemudian menoleh kearah pria yang sangat dicintainya dengan tatapan sejuta pertanyaan.


"Kau harus menjelaskan semuanya sayang..," ucap Ellena to the point.


Zacklee berjanji akan menceritakan semuanya selesai makan malam bersama Alex dan anak-anaknya. Ellena sangat sedih saat melihat kursi Felix yang kosong, kesedihan yang dia tutupi mampu dimengerti oleh Zacklee dan Alex.


Selesai mereka makan malam, Ellena menemani Kaisar untuk belajar sebentar seperti biasanya dan menyuruh Kai untuk masuk ke kamarnya.


"Kai, kau masuklah kedalam kamarmu.. Mommy mau bicara dengan Papa dan uncle," pinta Ellena.


"Iyes Mom...," sahut Kaisar sambil mengangkat kedua jempolnya. Dia selalu mengerti situasi dan keadaan yang diminta oleh orangtuanya. Kaisar segera merapikan buku-buku belajarnya kemudian melangkah menuju kamarnya yang bersebelahan dengan Felix dan Fiona.


Ellena ikut bergabung dengan Zacklee dan Alex yang ternyata sudah terdapat Dewa, Shandy, Revan dan Devan.


"Sejak kapan kalian disini?" tanya Ellena heran dengan datangnya mereka dia mengambilkan secangkir kopi hitam yang sudah disediakan Leha dan menguburkannya ke suaminya.


"Kaka iparku tak usah ditanya kalau kita sudah kumpul gini karena telepati persahabatan kita sinyalnya masih full" ucap Devan yang tak berubah sama sekali. Ellena hanya menanggapinya dengan menyunggingkan senyum kearah Devan.


"Ka.. coba ceritakan dimana anakku?" tanya Ellena pada akhirnya.


Zacklee terdiam sejenak, walau bagaimanapun dia harus menceritakan yang sebenarnya.


"Dia sedang menyendiri sayang," ucap Zacklee singkat.


"Adakah dari kalian yang mau menjelaskan semuanya?" tanya Ellena tak puas dengan jawaban suaminya.


"Sayang...,"


"Ka.. Felix anakku, dia berada di rahim ku selama 9 bulan 10 hari. Aku bisa merasakan sesuatu terjadi padanya, tolong katakan yang sebenarnya...," Ellena memohon dengan meneteskan air matanya yang sudah tak tertahan.


Alex, Dewa, Shandy, Revan dan Devan tak mampu ikut campur urusan perasaan keduanya. Mereka hanya bisa menunggu Zacklee bisa menjelaskan sendiri semuanya.


"Baiklah jika kau ingin tahu yang sebenarnya sayang, tapi sebelumya hapus air mata yang membasahi wajah cantikmu itu karena aku selalu tak sanggup jika harus melihatnya," ucap Zacklee masih saja selalu romantis.


Ellena menunduk, melepaskan semua rasa sesak di dadanya lewat tangisan karena merindukan putranya. Zacklee yang berhadapan dengannya mengulurkan tangannya untuk mengusap air mata istrinya yang menurutnya mengganggu penglihatan serta perasaannya.


"Felix hanya perlu merenungi semuanya, dia akan kembali kepada kita" ucap Zacklee sembari menyeka air mata istrinya.


Kemudian Zacklee dan yang lainnya menceritakan semua persoalan yang terjadi pada Felix. Ellena sedikit menyayangkan sikap putranya yang tak bisa mempercayai Papanya.


"Anak itu sangat keras kepala seperti kau Ka," ucap Ellena kesal.


"Sayang, kenapa kau mengataiku keras kepala juga.. aku tak seperti Felix__" hampir saja dia keceplosan, kemudian mengalihkan pandangannya saat mata bulat nan teduh itu ingin sekali melahapnya saat ini juga.


"Berarti kau mengataiku juga!"


Nah loh Zacklee... siapin selimut buat bobo diluar ya...


...----------------...