What I Think

What I Think
Rencana Event 4



Happy Reading...


Jangan lupa like, komen and Vote nya ya ka🙏 biar Othor tambah semangat Up nya..


☘☘


Pagi ini lagi-lagi Ellena dibuat lelah oleh Zacklee. Semalaman Zacklee yang enggan melepaskan pelukannya membuat Ellena sedikit bingung. Zacklee sendiri akhirnya menceritakan persoalan perusahaannya di kantor cabang kota L. Zacklee juga menceritakan enggannya dirinya untuk berangkat meninggalkan dirinya serta si kembar.


"Sayang, sampai kapan kau melepaskan pelukanmu" protes Ellena.


"Seumur hidupku" jawab Zacklee yang masih menenggelamkan wajahnya di gundukan kenyal istrinya.


'Fiuuuhhh...., ' terdengar Ellena mengenduskan nafasanya yang lelah.


"Sayang, kau tau aku tak bisa jauh darimu dua hari berasa dua dekade" keluh Zacklee merengek seperti anak kecil.


"Hahaha.., kau menggemaskan sayang. Ternyata kau sekarang pintar menggombal" sahut Ellena terkekeh dengan sikap Zacklee.


Masih dengan tubuh tanpa sehelai kain mereka menikmati kebersamaan pagi itu. Peluh yang keluar sebanyak dua kali dalam permainan mereka, membuat Zacklee semakin enggan meninggalkannya.


Zacklee keluar dengan tubuh yang masih terlilit handuk setengah badannya. Rambut basah serta wajah tampannya mampu menghipnotis Ibu hamil di depannya.


"Kau terlihat sexy sayang.., aku menginginkannya lagi" bisik Ellena dengan mesra.


"Hahaha.. sayang, kau yang menyuruhku untuk segera mandi dan kau malah menginginkannya lagi. Aku tak keberatan sayang" Zacklee lalu melepaskan pakaian yang menghalangi tubuh Ellena.


"Kau yang meminta dan aku akan menurutinya sayang" bisik Zacklee lalu menggigit kecil telinga istrinya.


Ellena yang merasakan sensasi itu mulai menggila, ******* yang tak terdengar mulai terdengar lagi dengan nada yang menggelora jiwa. Kali ini Ellena yang memimpin permainan tersebut. Zacklee yang duduk di Sofa dengan Ellena di pangkuannya sambil tangan bergelayut manja di leher Zacklee memudahkan dirinya mengeksplor gundukan kenyal di depannya. Zacklee kembali meninggalkan jejak kepemilikannya ditempat yang belum dia eksplore malam tadi. Ellena dengan hasrat yang tak mampu untuk diungkapkan menaik turunkan pinggulnya tentunya dengan suara-suara erangan kecil dari mulutnya. Tak berlangsung lama, Ellena mampu membuat keduanya mencapai kenikmatannya. Ellena memeluk sang suami menjatuhkan kepalanya di bahu Zacklee mengatur nafas yang berulang kali tersengal-sengal akibat permainannya. Mereka berdua kembali mengguyur tubuh mereka kesekian kali.


"Sayang, kalo sampai Aldo macam-macam segera hubungi aku. Karena aku tak segan-segan untuk menghajarnya" pesan Zacklee kepada Ellena.


"Kau benar sayang, dia sangat menyebalkan. Aku sangat tak suka" keluh Ellena.


"Kalau sampai terjadi apa-apa denganmu dan anak kita, aku juga akan menghajar Shandy. Tak perduli dia Kakakmu atau bukan" ucap Zacklee sambil memakai jaznya.


Melihat sang suami sudah bersiap dengan rapi, Ellena kembali terduduk.


"Kau kenapa sayang?" tanya Zacklee.


Jangan-jangan drama lagi nih,,


"Apa kau merasa mual setelah pergulatan kita tadi?"


Kau hanya mengatakan tadi? kita sudah daritadi malam melakukannya dan kau hanya mengatakan tadi?? omegat!!


"Tiba-tiba aku pingin makan tumis ikan asin" ucap Ellena merengek.


Oh No! jangan ikan asin sayang, kenapa selera anakku menjadi selera rakyat!!


"Sayang, besok setelah aku pulang dari luar kota aja ya mintanya?" bujuk Zacklee.


"Aku maunya sekarang" rengek Ellena sudah seperti anaknya sendiri.


Drrttt... Drrttt...


"Bentar sayang, aku angkat telfon dulu" pinta Zacklee sedikit menjauh dari Ellena mengangkat panggilan ponselnya.


"Elu kemana saja? gue uda di Bandara tiga puluh menit yang lalu" cerocos Revan.


"Gue masih dirumah, si Nyonya minta tumis ikan asin" ucap Zacklee pasrah setelah ini dia bakal menjadi bullyan Revan.


"Hahaha..., selera anakmu merakyat sekali Zack" dan benar saja Zacklee langsung mendapatkan bullyan dari Revan.


"Terserah elu, yang penting sekarang elu cari tuh menu tumis ikan asin sebelum Nyonya ngambek" sahut Zacklee menutup panggilannya.


Seperti apa ekspresi Revan, sudah dipastikan dia mengomel mengumpat kesal sahabat yang menjadi bosnya.


Sedangkan si Nyonya masih merengek meminta tumis Ikan Asin. Untung saja Leha pengasuh Felix dan Fiona bisa membuat menu yang di maksud Ellena.



Tumis ikan asin dengan toping irisan cabe hijau serta petai itu terlihat menggiurkan di lidah Ellena, tanpa terasa air liurnya segera menetes. Berbanding terbalik dengan Zacklee, Zacklee yang melihatnya malah merasa mual sampe dirinya berulang kali bolak-balik ke Kamar mandi.


Melihat sang suami yang lemas, Ellena jadi tak tega. Dia segera menghubungi Revan untuk membatalkan semua agenda suaminya.


"Zack, apa elu mau nyiksa gue? sudah hampir dua jam gue bertengger disini" ucap Revan kesal.


"Ka Revan tuh yang nyiksa suami aku..., " bukan Revan yang inginkan si Nyonya malah marah kepadanya.


"Ellena.., Zack mana Ell?" tanya Revan kalah telak. Takut-takut dia yang menjadi sasaran kemarahan si Nyonya.


"Noh.. teler dia" seloroh Ellena sambil mengarahkan ponselnya berganti dengan video.


Revan terheran melihat Zacklee terlihat pucat.


"Elu napa Zack?" tanya Revan.


Zacklee tak menanggapi karena perutnya merasakan mual kembali. Dia segera berlari ke Kamar mandi.


"Mabok dia ka..," jawab Ellena.


"Mabok kenapa Ell?"


"Mabok gara-gara aku makan tumis Ikan asin" jawab Ellena tanpa berdosa.


Uda tau Suaminya alergi sama Ikan Asin elunya aneh-aneh sih Ell...,


"Hari ini batalkan semua agendanya, suamiku tak bisa melakukannya hari ini dan sebagai tugasnya Kaka yang aku perintahkan menangani Kantor cabang suamiku beserta Dewa" titah sang Nyonya dengan sok bijaksana.


"Ell, ga bisa gitu dong.. ini tugas Zacklee__"


"Apa Kaka mau melihat suamiku tambah parah sakitnya?" suara Ellena meninggi membuat Revan bergidik ngeri.


"Bukan gitu Ell..,"


"Pokoknya urusan Kantor cabang aku pasrahkan ke Kaka, biar nanti aku meminta Dewa untuk membantu Ka Revan" ucapnya lalu segera menutup panggilannya.


Drrttt... Drrttt...


Ponsel Ellena gantian bergetar, dia hampir melupakan tugasnya di Kantor.


"Kemana aja elu dek.., kita lagi bahas design yang elu buat" ucap Shandy dalam ponsel.


"Biasa, bayiku rewel" ucap Ellena yang sudah dimengerti oleh Shandy jika bayi yang dimaksud adalah Zacklee.


"Rewel kenapa dek?" tanya Shandy penasaran.


"Mabok tumis ikan asin" jawab Ellena.


"Sejak kapan selera elu merakyat dek?"


"Tau ah.. topingnya enak loh ka, ada irisan cabe hijau serta irisan petai" Ellena malah menceritakan tumis ikan asinnya.


Shandy yang mendengar malah ikut merasakan mual seperti yang dialami Zacklee.


"Elu cepat kemari, sebentar lagi Tuan Aldo tiba. Jangan sampai kau membuat keributan seperti kemarin lagi" Shandy sengaja terburu-buru menutup panggilannya sebelum Ellena semakin membuat pucat wajahnya gara-gara cerita Ikan asinnya.


Ceklek.


"Sayang, aku ke Kantor dulu untuk presentasi design yang aku buat kemarin" pamit Ellena melihat sang suami sudah keluar dari pertapaannya.


Pertapaan? ah.. othor ada-ada saja, masa' bertapa di dalam Kamar mandi..


"Aku akan ikut denganmu"


Jeng... jeng... jeng...


Kira-kira abang Zack ngapain ya mau ikut?


Bersambung.....


......................