What I Think

What I Think
Bersamamu sangatlah indah



Bersamamu sangatlah indah...,


Seperti dugaan Zacklee, pagi ini Ellena bangun lebih awal tak membangunkannya. Tangannya yang tak sengaja meraba-raba di sampingnya yang kosong membuatnya terbangun dan langsung mencari sang istri.


Sebelum Zacklee bangun dia merasa sedikit sakit di bagian punggungnya. Baru saja akan turun dari ranjangnya terdengar suara seseorang yang membuka pintu.


'Sayang, maaf kalau aku tak bisa bangun lebih pagi' ucap Zacklee setelah benar-benar meneliti jika itu adalah istrinya.


Benar saja, itu Ellena dengan membawa peralatan untuk mengompres bekas luka Zacklee agar tak terasa sakit.


Ellena masih saja belum mau menatap sang suami dan itu membuatnya semakin bersalah.


"Bukalah bajumu" Perintah Ellena.


"Sayang, kau mau melakukannya sekarang?" Goda sang suami sayangnya tak ada respon. Zacklee sepertinya harus lebih bekerja keras untuk membujuk sang sang istri.


Dengan segera dia membuka bajunya sesuai perintah sang istri, sedikit pelan dan dibantu Ellena akhirnya T-shirt yang dipake Zacklee terlepas. Ellena dengan lembut mulai menyapu punggung suaminya yang sedikit bengkak dengan handuk basah ditangannya.


"Sayang, kau masih marah denganku?" Tanya Zacklee.


"Maafkan aku terlalu egois" Lanjutnya karena Ellena tak menjawabnya.


Ellena selesai mengompres punggung suaminya, saat dia akan beranjak Zacklee menarik tangannya. Ellena diam menundukkan wajah cantiknya.


"Aku tau kau kecewa dengan rencanaku. Aku tak akan melanjutkannya lagi, karena prioritas hidupku adalah membuatmu bahagia" Ucap Zacklee yang langsung membuat luluh hati Ellena.


"Maafkan aku" Ucap Ellena lirih, kemudian Ellena menatap mata suaminya.


"Aku hanya tak ingin kau pergi meninggalkanku lagi seperti dulu. Dulu, kukira kau akan mendengarkan perkataanku tetapi kau malah meninggalkanku" Kali ini suara Ellena terdengar lirih air mata tanpa terasa lolos sempurna di pipi mulusnya.


Zacklee yang menyadari kemudian memeluk istrinya.


"Maafkan aku, tak seharusnya aku meninggalkanmu saat itu. Aku pun tak mau jika kau meninggalkanku lagi. Aku tak akan berangkat kesana, biar Papa yang melanjutkannya bersama Dewa" Ucapnya.


"Kupikir kau kembali saat aku merasakan seseorang sedang membantuku untuk tidak kehujanan, ternyata itu bukan kau. Hatiku sakit sekali. Dan lebih sakit lagi saat orang yang datang mencariku bukanlah kau melainkan Ka Alex. Kenapa harus dia yang selalu ada ketika aku dalam masalah, aku membencimu Ka" Ellena meluapkan kekesalannya sambil memukul dada bidang Zacklee yang masih memeluknya.


"Luapkan semua yang mengganjal dalam hatimu. Aku sudah terlalu dalam menyakiti hatimu" Ucap Zacklee dengan hati yang sesak pula mendengar tangis serta isi hati sang istri.


Zacklee menangkup wajah cantik istrinya, menyeka air matanya.


"What I think sayang? Aku sudah menemukanmu dan aku sudah berjanji tak akan melepaskanmu sedetikpun. Kau sudah menghadirkan dua masa depan di hidupku, sampai kapanpun jangan pernah tinggalkan aku" Kemudian mengecup bibir ranum istrinya.


Ellena kembali memeluk suaminya dengan erat. Kini dia percaya jika cinta sejatinya untuk selalu bersama.


"Papa, Mommy... " Panggil Felix dan Fiona bersamaan.


Zacklee dan Ellena lalu melepaskan pelukan mereka, Ellena juga menyeka air matanya.


"Sayang, kenapa belum berangkat sekolah?" Tanya Zacklee.


Bukannya menjawab Felix dan Fiona malah fokus kepada luka punggung Zacklee.


"Papa, itu sakit ya? Fiona janji ga akan nakal" Fiona yang memiliki watak seperti Ellena hanya wajahnya saja yang mirip dengan Zacklee.


"Felix juga janji ga akan nakal lagi Pa.., "


Mereka berdua malah menangis memeluk Papanya setelah melihat luka punggung Zacklee dan itu membuat Ellena dan Zacklee tersenyum.


"Aku sayang Papa" Ucap Felix.


"Fiona juga sayang Papa" Sahut Fiona.


"Papa juga sayang banget dengan kalian" Zacklee mencium pipi kedua anaknya bergantian.


Lalu mereka berdua melepaskan pelukannya dan mencium pipi Zacklee bersamaan. Kemudian beralih mencium pipi Ellena bersamaan pula. Saat Fiona sudah lebih dulu keluar, Felix tiba-tiba menghentikan langkahnya dan berbalik menanyakan sesuatu.


"Mom.., apa Mommy akan marah jika Felix memanggil Papa Alex dengan sebutan Om?" Tanya Felix.


Zacklee dan Ellena saling bertukar pandang.


"Kenapa harus marah? Mommy tak melarangmu sayang, Papa Felix cuma satu yaitu Papa Zacklee" Ucap Ellena kemudian tersenyum kearah Zacklee.


"Kau terbaik sayang" Sahut Zacklee memuji istrinya.


"Terimakasih Mommy, terimakasih Papa" Teriak Felix lega mendengar jawaban Mommy serta Papanya.


"Kau tidak marah sayang saat mereka memanggil Ka Alex dengan sebutan Papa?" Tanya Ellena hati-hati.


"Sebenarnya aku marah sayang, dan akan mulai menghukummu" Sahut Zacklee dengan wajah penuh tanya.


"Menghukummu? Apa salahku?" Sahut Ellena dengan polosnya.


"Kemarilah.., aku beritahu apa kesalahanmu" CEllena pun menuruti titah sang paduka.


Zacklee dengan cepat menarik tangan Ellena. Tangan satunya menarik pinggang rampingnya, sedang satunya mendorong tengkuk Ellena untuk memperdalam ciumannya. Lidah Zacklee menjelajah kedalam mulut sang istri sampai tak memberikan ruang bernafas untuknya. Ellena sedikit mendorong tubuh suaminya agar Zacklee memberinya celah untuk bernafas sejenak. Tangannya sekarang beralih menelusup kedalam kulit punggung sang istri, mengelusnya dengan lembut. Masih dengan bibir yang bertaut lama tangan itu mengelusnya sekarang berganti beralih kebagian sesuatu yang kenyal di dada sang istri, dibukanya kancing baju sang istri satu persatu hingga terlihat sesuatu yang menyembul siap menantang dan mulailah jari itu bermain di tempat yang menantang itu. Lama jari-jarinya bermain di pucuk gunungan lalu Zacklee beralih menghisapnya. Suara erangan serta ******* dari keduanya pun tercipta. Bahkan sekarang baju yang dikenakan Ellena sudah berserakan dilantai akibat oleh Zacklee yang mendominasi permainan pagi ini. Bahkan saat ini dirinya telah bersiap menyalurkan sesuatu yang sudah tegak agar perlu segera ditegakkan.


Zacklee kembali menciumi wajah cantik istrinya dengan lembutnya, dia tak ingin sedikitpun istrinya merasakan kesakitan tetapi dirinya akan memberinya beribu-ribu kenikmatan. Saat semuanya telah siap, Zacklee meminta izinnya untuk menyempurnakan ketegakkannya kepada tempatnya. Ellena pun mengangguk setuju karena dirinya sendiri sudah tak mampu menahan untuk segera menyempurnakan yang seharusnya ditegakkan. Dan saat ketegakkan berhasil mereka telah hanyut kedalam pusara terindah dalam hidup, penyatuan yang sesungguhnya.


Selesai sesi penyatuan mereka berdua memasuki Kamar mandi membersihkan sisa peluh perjuangan.


**Kantor MF


"Tumben tadi telat Chell.. " Sapa Zacklee yang daritadi memperhatikan Rachel.


"Em__ semalam aku ditempat temenku" Jawab Rachel berbohong karena aslinya semalam Rachel menghabiskan waktunya hanya dengan membayangkan wajah Alex yang main ke apartemennya.


"Ga biasanya elu telat, kalo gue yang telat Tuan Shandy pasti akan marah" Sahut Zaskia yang padahal bohong.


"Ah.. Uda ga usah dipikir. Gimana untuk hari ini?" Tanya Rachel mengalihkan pertanyaan Zaskia.


"Kita terpilih menjadi model di pembukaan resort hotel beach" Jawab Zaskia.


"Hotel Beach?".


"Aku belum cerita ya. Gini, jadi Ka Devan dan Ka galak itu bekerjasama membuka cabang cafe di Hotel Beach tetapi mereka membukanya dengan tema outdoor. Atas kerjasamanya dengan Reyna akhirnya mereka berkolaborasi untuk mengembangkan bisnis tersebut" Jelas Zaskia.


"Reyna" Bukannya Rachel mendengarkan penjelasan Zaskia, dia malah fokus dengan wanita yang bernama Reyna.


"Iya, Reyna. Wanita yang bersama Ka Alex saat pesta perpisahan Ka Marcel".


" Ouh.. , " Rachel tersenyum kecut setelah mendengar nama wanita itu.


"Kau saja yang ambil jobnya, sepertinya aku ada kegiatan lain" Imbuhnya dengan nada malas.


Zaskia sepertinya berhasil membuat Rachel merasa cemburu, dia tersenyum berhasil karena rencana selanjutnya dengan Ellena segera dimulai.


......................


Wah... , Kira-kira rencana apalagi ya yang dibuat Ellena dan Zaskia???


penasaran??


tinggalkan jejaknya dulu para Reader setia๐Ÿ‘๐Ÿ‘