What I Think

What I Think
Menghilangnya Ellena



🍃🍃


Zacklee yang panik turun dari mobil dan segera berlari memasuki ruang CCTV bandara disusul Revan.


Kini Zacklee dan Revan sudah berada diruang CCTV bandara bersama Dewa yang lebih dulu darinya.


" Tuan.. ". Dewa menundukkan kepalanya.


" Dimana Istriku ".


" Tuan, lebih baik Tuan melihat sendiri dimana Nona ". Dewa memperlihatkan CCTV Nona mudanya.


Didalam monitor terlihat Ellena yang basah kuyub dengan wajah yang pucat duduk ditempat tunggu sambil membawa ticket penerbangan. Zacklee melihatnya dengan penyesalan yang sangat dalam. Kenapa dia membuat Ellena gadis yang sangat dicintainya seperti ini. Kemudian mereka semua dikejutkan dengan seorang laki - laki bertopi hitam, berkaca mata hitam Dan jacket dengan warna senada pula mendekati Ellena.


" Zack.. ". Revan menunjuk ke layar monitor.


Zacklee membelalakkan Matanya memperhatikan dengan teliti siapa laki - laki yang mendekati istrinya.


Disitu terlihat Ellena menangis memeluk pria itu lalu pingsan. Dan setelah itu video CCTV terhenti akibat kerusakan mendadak.


" Maaf Tuan sepertinya videonya terhenti akibat kerusakan ". Dewa mengotak - ngatik layar komputernya.


BRAKK!


Zacklee menggebrak meja dengan kesal kemudian mengusap wajahnya kasar.


" Zack.. Tenang ". Revan mencoba menenangkan Zacklee yang sangat kacau.


" Bagaimana Aku bisa tenang Rev.. Ellena Istriku pergi entah kemana ". Zacklee yang sudah tak bisa membendung air Matanya.


" Dewa Ada petunjuk lain ". Tanya Revan kepada Dewa.


Anak buah Dewa kemudian menyerahkan data penerbangan terakhir kepada Revan. Dan benar saja disitu terdapat nama Ellena Malik Maheswari. Revan menyerahkannya ke Zacklee.


" Kita kembali ke Negara I sekarang juga ". Perintah Zacklee. Dia yakin jika Ellena pulang ketempat orangtuanya.


" Dewa kau urus dua orang itu kalau perlu kau bunuh saja mereka Dan hilangkan jejaknya ". Zacklee yang dingin menjadi kejam.


Revan segera menyiapkan pesawat pribadi milik Zacklee untuk segera kembali ke Negara I untuk menemui Ellena.


Albert Dan Trias sudah lebih dulu kembali ke Negara I.


****


Drrttt... Drrrrtt..


" Iya Shandy, Ada apa? Bukannya cutiku belum habis? ".


Alex menjatuhkan telfonnya tak sengaja. Kemudian menutup panggilannya.


" Ini tak mungkin.. Ellena kau harus kuat ". Batin Alex yang terasa sesak setelah mendapat kabar Shandy jika Mama Papanya mengalami kecelakaan pesawat Dan meninggal dunia.


****


" MAMA PAPA BANGUN YA KALIAN BAIK - BAIK SAJA ". Teriak Shandy histeris didepan jenazah kedua orangtuanya.


" Sayang.. Jangan begini.. Hiks.. Hiks.. ". Clara tak tega melihat Shandy seperti ini.


" Mama Papa masih terasa hangat Clar.. Mereka masih hidup ". Shandy yang berhalusinasi.


" SHANDY! KAKA BILANG CUKUP! ". Marcel mengeraskan rahangnya tak kuat melihat Shandy meratapi kematian kedua orangtuanya.


Malik Dan Riska memutuskan berangkat ke Negara L untuk memberi surprise Ellena. Awalnya Marcel dan Shandy tak setuju.. Tapi Riska memaksa dan akhirnya Marcel dan Shandy mengijinkannya. Setelah Marcel dan shandy mengantar Mama Papanya ke bandara tiba - tiba pihak bandara menelfonnya mengabarkan jika pesawat yang ditumpangi Mama Papanya mengalami kecelakaan sewaktu landas. Pesawat itu langsung meledak dan terbakar, jadi kemungkinan penumpang pesawat kecil harapan selamat.


Marcel dan Shandy panik dan cemas, Shandy yang mengemudi saat itu menerobos lampu merah hingga beberapa kali. Marcel dan shandy berlari memastikan daftar nama korban kecelakaan pesawat itu tidak Ada nama orangtuanya.


Shandy lemas ketika dia membaca nama Malik dan Riska dalam daftar tersebut. Marcel yang tak jauh darinya mendekati Shandy dan ikut memastikan. Ternyata benar Malik dan Riska masuk ke dalam daftar korban kecelakaan pesawat.


Marcel meninggalkan Shandy yang masih lemas diatas lantai. Marcel Menerobos para penjaga evakuasi para korban dia mencari wajah Mama Papanya.


Marcel yang melihat jam tangan Papanya, mendekati jenazah yang sudah terbujur kaku tak bernyawa, dibukanya pelan Kain penutup wajah jenazah itu dan Marcel membelalakkan Matanya lalu Marcel membuka penutup jenazah sebelahnya seketika Marcel lemas menjatuhkan tubuhnya.


" MAMA.. PAPA ". Marcel berteriak histeris.


Shandy yang mengikuti Kakanya ikut lemas melihat dua jenazah orang tersayangnya.


" Mam.. Pa.. ". Suara Shandy lemah.


Marcel berusaha kuat dan tegar dia berdiri dan memeluk adiknya yang syok.


Shandy terus saja menangisi kedua orangtuanya, disampingnya Ada istri yang selalu mencintainya menemani Shandy menenangkannya.


" Ren.. Ellena sudah kau hubungi? ". Tanya Marcel lemas.


" Sudah sayang, tapi tak aktif daritadi ". Sahut Renata sedikit panik.


" Coba kau hubungi Lee, kita tak bisa menunggu lama lagi. Jenazah Mama Papa harus segera dikebumikan ". Ucap Marcel masih dengan nada yang lemah.


Renata mengangguk kemudian menghubungi Zacklee ternyata nomornya pun tak aktif.


Dhea juga ikut menghubungi suaminya. Karena Dhea tau Revan pasti sedang bersama Zacklee. Begitupun dengan panggilan Renata kepada Zacklee, panggilan Dhea kepada Revan pun sama.


" Kau sedang apa Rev ". Gerutu Dhea yang mencoba berulang kali.


Albert dan Trias yang baru turun dari pesawat langsung mendapat kabar kematian dari sopirnya. Mereka berdua langsung menuju ke Rumah duka.


Hanya 30 menit Albert dan Trias sampai ke Rumah duka.


" Tante ". Panggil Marcel lemah.


Trias langsung memeluk Marcel menangisi kematian sahabatnya.


" Marcel, Shandy ikhlaskan kepergian Malik dan Riska ". Albert mencoba memberi pengertian kepada kedua putera sahabatnya.


****


Revan mengaktifkan ponselnya setelah pesawat mendarat. Dia tersenyum melihat banyaknya panggilan tak terjawab dari Dhea.


" Kau merindukanku rupanya ". Ucap Revan lirih. Kemudian gantian menghubungi Dhea.


" Hai sayang, sudah tak sabarkah menungguku? ". Ledek Revan .


" Kenapa suaramu sedang menangis sayang? ". Tanya Revan yang mendengar suara serak istrinya.


" Kau ga bercanda kan sayang? ".


Revan menatap Zacklee kemudian menutup panggilannya.


" Sudah bosan kerja denganku? ". Ucap Zacklee ketus gara - gara Revan menatapnya dengan tatapan aneh.


" Om Malik dan Tante Riska meninggal dunia akibat kecelakaan pesawat ". Revan mengucapkannya dengan sedikit gemetar.


Zacklee memasuki gerbang Rumah mertuanya disambut karangan bunga ucapan belasungkawa dari para keluarga, sahabat serta rekan kerjanya.


Zacklee dan Revan segera memasuki Rumah mertuanya disana keluarga inti sudah berkumpul untuk mengantar jenazah kepemakaman.


Zacklee melangkah dengan berat mendekati jenazah kedua mertuanya. Air Matanya tak bisa dibendung, berulang kali dia mengusap wajahnya menghapus air Matanya terlintas wajah Ellena. Zacklee benar - benar sangat menyesal.


Zacklee mencium kedua mertuanya dengan lembut lalu ikut mengantarkannya ke peristirahatan terakhir.


Zacklee berjongkok dihadapan kedua makam mertuanya setelah para pelayat pulang. Zacklee benar - benar menyesal karena disaat terakhir kedua mertuanya dia tak bisa membawa Ellena.


" Dimana Ellena Lee? ". Tanya Marcel.


Zacklee bingung harus menjawab apa, pasalnya Ellena menghilang gara - gara ulahnya. Zacklee membuang nafasnya dengan kasar.


" Hah.. Maafkan Aku Ka . Ellena menghilang ". Ujar Zacklee dengan berat.


" Apa maksudnya Ellena menghilang? ". Shandy menarik kerah Zacklee dengan tatapan membunuh.


" Shandy jaga sikapmu kita berada didepan makam Mama dan Papa ". Marcel berusaha meredam amarah Shandy.


Shandy tambah kencang menarik kerah Zacklee sehingga Zacklee sedikit sulit untuk bernafas.


" Shandy, kau bisa membunuhnya ". Revan yang ikut turun tangan membantu Marcel melerai Shandy dan Zacklee.


Shandy semakin menggila dia benar - benar menarik kerah Zacklee semakin kencang. Sehingga membuat Clara berteriak lalu pingsan. Begitupun dengan Trias yang ikut berteriak melihat Shandy yang marah.


" Shandy Kaka bilang lepaskan! ". Sentak Marcel tapi tak ditanggapi Shandy.


BUGHK!


Revan terpaksa memukul Shandy yang menggila.


" Ini bukan saatnya elu menggila seperti ini! Ellena menghilang karena ulah Joseph, Attar Dan Tasya ". Teriak Revan yang sudah tak tahan.


" Kalian bisa menjelaskan semuanya di Rumah ". Ajak Marcel.


Shandy menghampiri Clara yang pingsan dan menggendongnya masuk ke dalam mobil. Shandy merasa khawatir karena Clara tak segera siuman dari pingsannya.


Sesampai di Rumah Shandy meminta Renata untuk menghubungi dokter keluarga untuk memeriksa kondisi Clara.


" Bagaimana Dokter kondisi istri saya ". Tanya Shandy kepada dokter Marissa yang selesai memeriksa Clara.


Dokter Marissa tersenyum,


" Ini kondisi Normal Ibu hamil Tuan ".


" Hamil? Istriku hamil dokter ". Shandy masih belum percaya.


" Iya Tuan, kondisi Ibu hamil di trimester pertama sangatlah wajar. Jangan sampai Nyonya Clara lelah ".


Renata, Dhea Dan Trias bahagia mendengar berita kehamilan Clara. Begitupun dengan Marcel, Albert, dan Revan. Sedang Zacklee lagi - lagi teringat Ellena.


Dokter Marissa berpamitan setelah memberi resep obat kepada Shandy diantar oleh Renata dan Dhea.


Clara, Trias Dan Shandy masih berada di kamar.


" Shandy ". Panggil Trias.


Clara dan Shandy menoleh bersamaan.


" Tante harap kamu memaafkan Lee ". Pinta Trias memelas.


" Tante berjanji akan mencari Ellena sampai ketemu". Ucapan Trias tulus dari hatinya membuat Shandy luluh. Walau bagaimanapun Trias sudah mereka anggap sebagai orangtuanya sendiri.


" Aku yang harusnya minta maaf tante.. Tak seharusnya Shandy bersikap seperti tadi. Shandy sedang kacau tante.. ". Clara memegang bahu suaminya sedang tangan Shandy memegang erat tangan Trias.


" Maafkan Aku Tante..". Shandy menyandarkan kepalanya kepangkuan Trias menangis dalam pangkuan Trias.


**** Negara L.


Alex kembali dengan pikiran yang tak tenang dia berpikir bagaimana menceritakan berita kematian orangtuanya kepada Ellena.


" Kau sudah kembali Ka? ". Ellena yang melihat Alex berdiri mematung di ruang tamu.


" Emm__ iya. Ini Ada beberapa susu hamil juga cemilan untukmu ". Alex berusaha untuk tak menampakkan kekhawatirannya.


" Ough.. Kau memborong semuanya? ". Ellena membelalakkan Matanya melihat belanjaan Alex yang memenuhi meja tamunya.


Alex memamerkan gigi putihnya. Ternyata dia baru menyadari jika susu hamil yang dibelinya sangat banyak.


" Gue ga tau kau menyukai rasa apa, jadi gue putusin untuk membeli semuanya ". Ucapnya tanpa berdosa.


" Ah.. Ga segitunya juga Ka.. ". Ellena kemudian membuka cemilan Ibu hamil yang menggiurkan lidahnya.


Ellena sedikit kesusahan membuka cemilannya, Alex menyahut cemilan dari tangan Ellena tapi tak sengaja Ellena malah terjatuh kedada bidang Alex. Jarak wajah Ellena dan Alex sangatlah dekat, mata mereka saling menatap satu sama lain.


" Debaran ini ". Batin Alex saat menyadari detak jantungnya yang tak beraturan.


" Kau sudah pulang Lex ". Suara Nova mengagetkan keduanya.


Ellena beranjak dari duduk nya.


" Maaf tante, Ellena istirahat dulu ". Pamit Ellena canggung.


Alex tak melepaskan pandangannya ke Ellena yang berlalu.


" Cantik ". Ucap Nova tersenyum.


" Mama mengatakan apa? ".


" Mama sudah mengetahui gadis yang kau sukai ". Ucap Nova mengejutkan Alex.


" Ellena gadis yang cantik dan baik hati. Tapi Mama berpesan padamu jangan kau lanjutkan perasaanmu. Mama pernah merasakan saat Jauh dari Papamu ". Nova menceritakan masalalunya sehingga dia bisa menjadi seperti ini hidup berdua hanya dengan Alex tanpa pernah mengenal sosok Papanya.


" Jangan pernah mencintai wanita yang sudah bersuami. Berjanjilah pada Mama kau akan mengembalikan Ellena kepada suaminya ". Nova beranjak pergi setelah memberi wejangan kepada puteranya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Thor... gimana nih cintai aku ( rengek Alex)


Selamat berjuang dah ( Senyum othor)


Kampret nih othor ( pening berat)


😂😂


LIKE, VOTE, COMMENT gass terosss yuh❤