What I Think

What I Think
Melepasmu



🍃🍃


Seberapa lama kau jauh dariku ternyata semakin tersiksa hatiku tanpa senyummu.


Senyum yang selalu mengganggu hari - hariku.


Alex menghampiri Ellena yang sedang melayani para konsumen. Hati yang terasa sesak karena rindu terbebas setelah melihat senyum Ellena.


" Hai Nona bisa pesan cilok yang bercitarasa kebahagiaan ". Sapa Alex yang membuat para konsumen ikut terkekeh dengan menu pesanan Alex.


Ellena tersenyum entah harus di taruh dimana wajahnya saat ini gara - gara kekonyolan Alex.


" Habis ini kau akan celaka ". Bisik Ellena sambil mencubit lengan Alex.


" Cel_celaka ". Alex mengulangi kata terakhir yang di ucapkan Ellena lalu Ellena menariknya jauh - jauh dari para konsumennya.


" Kalo Kaka kesini cuma bikin konsumenku pada pergi Ellen pastiin Kaka akan berakhir disini ". Ucapnya mengancam dan ditanggapi ekspresi konyol Alex.


Ellena meninggalkan Alex sambil mengutuk dirinya.


" Dia akan membuat suasana restaurant jadi kacau ".


Alex yang sadar Ellena meninggalkannya mengejarnya..


" Kenapa elu ninggalin gue? "


" Kalo Kaka kesini cuma bikin kabur para pelangganku, please jangan Hari ini. Ini Hari pertamaku. Aku ga Mau ngecewain Mama ". Ellena menangkup kedua tangannya kedepan wajahnya berharap jika Alex tak membuat kerusuhan.


" Ye.. Gue tunggu dipojok Sana kalo gitu ". Alex meninggalkan Ellena dan membiarkannya bekerja sampai istirahat.


Alex menatap setiap gerak gerik Ellena tanpa berkedip kadang sesekali dia melempar senyum kearah Ellena sampai tak terasa dirinya tertidur.


" Kau pasti lelah menungguku Ka ". Ucap Ellena pelan.


" Aaarrgh.. Kenapa kau pergi separuh jiwaku ". Alex mengigau dengan samar.


" Apa? Apa yang dia katakan? Apa dia sedang Mabok? Restaurantku tak menjualnya.. Lalu dia kenapa? ". Gerutu Ellena.


" Ell ". Sapa Riska yang datang bersama Shandy.


" Aih... Ni orang napa nyangkut disini ". Gerutu Shandy yang melihat penampakan Alex tertidur.


" Iya Mam ". Jawab Ellena.


" Dia kenapa? ". Tanya Riska yang melihat Alex tertidur.


" Dia benar - benar membuatku pusing hari ini ". Ucap Ellena.


" Kenapa Kaka disini? Bukannya Aku sudah memberimu hadiah ". Tanya Ellena yang melihat Shandy bersama Mamanya.


" Bawaannya curiga aja si Ell.. Kaka kesini Mau cari si biang rusuh ". Shandy menunjuk kearah Alex yang masih tertidur.


" Aaaarrrghhh, sial! Dasar wanita gila ". Alex yang tiba - tiba mengigau lagi dan kali ini dia mengigau sambil menunjuk Ellena yang berada pas didepannya.


" Kau_kau menyebutku sial dan gila ". Geram Ellena yang kemudian mengambil sebotol air di Meja dan mengguyur tepat ke wajah Alex.


" Tuhaaan... Hujan sial ". Alex berteriak dan mulai sadar.


" Aih...Kau masih menyebutku sial? Dasar pria gila! ". Ellena meninggalkan Alex dengan kesal.


Shandy dan Riska terkekeh melihat tingkah Alex dan Ellena.


" Apa mereka selalu seperti itu? ". Tanya Riska kepada Shandy.


" Aku hampir frustasi di Kantor Mam ". Jawab Shandy.


\=\=@@


Tok.. Tok.. Tok!


" Zacklee lima belas menit lagi meeting akan di mulai ". Ucap Revan .


Zacklee tak menanggapinya, dia masih memikirkan Ellena.


" Loe dengerin gue kan Zack? Aisss.. Ternyata dia melamun ". Lanjutnya.


" Kau sudah menemuinya? ". Tanya Revan lagi.


" Iya ". Jawab Zacklee lemah.


" Apa tanggapan Ellena? "


" Diam "


" Argh.. Sepertinya hubunganmu semakin rumit ". Gumam Revan.


" Apa elu sudah menjelaskan semuanya? "


" Iya ".


" Gue yakin Ellena mengerti ".


Zacklee beranjak dari tempat duduk nya berdiri memandang keluar jendela.


" Dia mengakhiri semuanya Rev ". Ucap Zacklee sedih.


** Flashback


Drrrrttt... Drrrttt...


Zacklee tersenyum melihat nama contact Ellena mengirim pesan.


" Kau pasti memaafkanku dan mengerti situasiku ". Ucapnya . Kemudian membuka isi chat Ellena.


~ Aku sudah memikirkannya semalaman.


Ada orang yang percaya kalau berpegang dan bertahan adalah tanda kekuatan. Akan tetapi, ada saat dimana dibutuhkan lebih banyak lagi kekuatan untuk tahu kapan harus melepaskan sesuatu dan melakukannya. Aku tahu hatiku ga akan pernah sama, tetapi aku mengatakan pada diriku sendiri bahwa aku akan baik-baik saja. Terimakasih atas semuanya.


Zacklee dengan cepat menghubungi nomor Ellena, tapi nomornya sudah tidak aktif. Zacklee meremas ponselnya, menahan sesak didadanya. Dirinya tak menyangka jika Ellena akan mengakhiri hubungannya.


" Kau milikku Ell. Aku menolak keputusanmu ". Ucapnya dengan geram dan tak terasa air mata menetes. Zacklee menyesali semuanya.


****


" Gue yakin dia tak benar - benar serius Zack. Temui dia lagi ". Revan menyarankan.


Ceklek!


" Lee, kenapa panggilanku tak kau jawab. Kau mencoba menghindariku? ". Tasya yang tiba - tiba datang .


" Masalah datang ". Gerutu Revan pelan.


" Kau mengatakan apa? ". Tanya Tasya yang sedikit mendengar ucapan Revan.


Revan membungkam mulutnya dan menggelengkan kepalanya.


" Kau Mau apa Tasya ". Tanya Zacklee dingin.


" Kenapa kau kasar sekali. Apa kau lupa Lee Aku begini gara - gara kamu ". Bentak Tasya yang tak terima.


" Aih.. Dia selalu menggertakku seperti itu ". Gumam Zacklee.


" Kau kenapa ke Kantor? ". Tanya Zacklee biasa.


Tasya tersenyum dia puas karena Zacklee simpati lagi terhadapnya.


" Kau lupa Hari ini jadwalku check Up Dokter ".


" Oke.. Oke.. Ayo kita berangkat ". Ucap Zacklee sedikit malas.


Sepanjang perjalanan Zacklee terdiam. Dia masih memikirkan Ellena.


Zacklee tak menanggapinya. Hati Tasya terasa sakit.


\=\=@@


" Maksud elu gue harus tetep cari Pengganti Ellena? ".


" Gue ga sanggup Shand ". Ucap Alex.


" Pokoknya selama gue cuti semua urusan Kantor elu yang heandle termasuk mencari model baru ". Shandy berdiri akan meninggalkan Alex yang sedang frustasi dengan tugasnya sekarang.


" Argh! Elu benar - benar membuatku pusing Shand ". Keluh Alex.


" Tuan rusuh ". Sapa Dhea dengan tersenyum.


" Elu apa ga khawatir kalo brojol disini ". Sindir Alex yang merasa terganggu dengan kedatangan Dhea.


" Kalo Aku brojol disini tenang kan Ada Kaka ". Ucap Dhea dengan santai.


" Dhea ". Panggil Ellena.


" Hai, kau baik - baik saja? Bagaimana dengan hatimu? Aku diberitahu Clara kalau kau Resign dari Kantor dan pindah disini.. Aku merasa frustasi memikirkanmu ". Ucap Dhea.


Ellena tersenyum lalu memeluk Dhea.


" Kau sahabat yang terbaik ". Ucap Ellena berbisik.


" Aduh.. Pingin dipeluk juga ". Sahut Alex.


Ellena dan Dhea tersenyum. Kemudian mereka mengobrol berdua. Sedang Alex menggantikan tugas Ellena.


" Kau sudah membuat keputusan? ". Tanya Dhea.


Ellena mengangguk.


" Iya ".


" Bahkan Aku sudah mengakhirinya ". Batin Ellena.


" Semoga keputusanmu yang terbaik Ell ".


" Iya ".


" Sepertinya Ka Alex menyukaimu Ell ". Ucap Dhea melihat Alex.


" Apa? "


" Lihatlah Ell, dia selalu Ada buat kamu. Lagian Ka Alex juga tampan Ell ". Dhea tersenyum manis.


" Apa? Sepertinya kau perlu memeriksakan penglihatanmu ".


Dhea terkekeh.


" Coba kau perhatikan dia Ell, senyumnya, perilakunya, begitu tulus dan apa kau tak menyadari dia selalu membuatmu tertawa disaat Ka Zacklee tak Ada ".


Ellena mengingat semua tingkah laku Alex. Dhea benar Alex selalu Ada untuk dirinya. Ellena tersenyum kecil.


Kadang yang tak kau sadari sebenarnya Ada bersamamu. Dia yang selalu Ada membahagiakanmu disaat orang yang kau harapkan tak memperdulikanmu.


" Aduh.. ". Rintih Dhea sambil memegang perutnya.


" Dhea.. apa yang terjadi? Kau merasakan sesuatu? ". Tanya Ellena panik.


Dhea semakin kencang meremas tangan Ellena.


" Apa ini sudah waktunya? " . Tanya Ellena semakin panik.


Dhea menyenggol gelas yang berada disamping tangannya dan terjatuh. Alex yang melihatnya berlari mendekati Dhea dan Ellena.


" Apa yang terjadi dengan Dhea? ". Tanya Alex yang ikut panik.


" Sepertinya sudah waktunya Ka ".


" Loe siapkan mobil dan hubungi Revan. Gue akan membopongnya ".


" Iya ".


Ellena berlari menyiapkan mobil sesampainya di depan Restaurant, Alex memasukkan Dhea dijok belakang. Ellena ikut memegangi Dhea.


" Loe uda hubungi Revan ". Tanya Alex sambil mengebud.


Ellena segera menghubungi Revan, tak membutuhkan waktu yang lama Revan mengangkat panggilannya.


" Ka "


" Zacklee sedang tak di kantor Ell ". Jawab Revan dalam telfon.


" Apa? aku tak mencarinya ".


" Ka, Dhea merasakan sakit di perutnya. Aku dan Ka Alex membawanya ke Rumah Sakit X ". Sahut Ellena panik.


" Dhea. Ha... istri gue Mau melahirkan? Aku akan segera kesana ".


Ellena menutup panggilannya.


Sepuluh menit Alex berhasil mengemudi sampai ke Rumah Sakit. Tentunya dengan kecepatan diatas rata - rata.


Dhea langsung dibawa masuk kedalam.


Revan pun tiba disaat Dhea diruang periksa.


" Apa yang terjadi Lex? "


" Bini elu mecahin gelas gara - gara nahan sakit ". Celetuk Alex menghilangkan paniknya.


" Kampret loe ".


" Suami Nyonya Dhea ". Panggil seorang Dokter.


Revan berdiri dan siap mendengarkan Dokter.


" Sebelumnya kami minta maaf, Nyonya Dhea mengalami plasenta previa dimana jalan lahir tertutup oleh placenta. Jadi kami minta persetujuan dari Tuan untuk melakukan operasi Caesar ".


" Lakukan yang terbaik Dokter "


" Kalo begitu kami akan mempersiapkan semuanya ".


" Dhea pasti kuat Rev ". Support Alex.


Ellena mengangguk setuju dengan ucapan Alex. Kemudian Revan ikut mendampingi Dhea. Tuan Gunawan dan Devan juga datang setelah mendapat kabar.


" Aku akan mencari minuman ". Pamit Ellena.


" Gue temenin Ell ". Sahut Alex.


Selesai Alex dan Ellena membayar minuman di Kantin. Langkah Ellena terhenti, pandangan Ellena tertuju kepada dua seseorang yang sangat Ellena kenal. Ellena berusaha kuat menahan sesak di dalam dadanya. Air matanya sudah penuh diujung matanya.


" Terimakasih Lee kau selalu Ada buatku ". Ucap Tasya kemudian dia menyuruh Zacklee sedikit menunduk dan cup.. Tasya mencium pipi Zacklee.


Zacklee terkejut dengan yang di lakukan Tasya. Kemudian menatapnya dan tersenyum.


Alex yang melihat pemandangan itu menatap ke gadis pujaannya yang sedang menahan sesak di dadanya. Alex menggenggam jemari Ellena dan Ellena membalas genggaman itu.


Jika kita ditakdirkan untuk bersama Aku tak akan menyia - nyiakanmu.


💗💗💗


Jangan lupa jejaknya Ka🥰


like, vote, comment ❤