What I Think

What I Think
Mengajak ke Makam



🍃🍃


" Aduh si Emak ngapain berdiri disini, sambil senyum - senyum pula ". Sapa Ellena yang baru bangun dan langsung turun mencari anak kembarnya.


" Eh si Non.. itu Non, Emak lihatnya adem banget ". Sambil menunjuk kearah ruang TV dengan matanya.


Ellena yang langsung ikut mengarah kesana matanya langsung meneteskan air mata. Pemandangan yang sangat menyejukkan hatinya. Marcel, Renata, Shandy dan Clara yang sedang tertidur sambil memeluk Felix dan Fiona serta ditengahnya terdapat Chloe dan Safira. Ellena teringat saat terakhir kali dia bermanja dengan Riska dan Malik yang akhirnya membuat mereka harus tidur didepan TV yang masih menyala.


" Nona Ellena kenapa menangis? ". Tanya Emak Ijah yang masih setia bekerja di kediaman Riska, meski suaminya sudah tak disampingnya setelah Riska dan Malik meninggal karena kecelakaan, Marcel dan Shandy meminta Emak Ijah untuk tetap tinggal disini.


" Aku teringat Mama dan Papa Mak.. ". Ucap Ellena sambil mengusap air matanya.


" Udahlah Non.. Nyonya dan Tuan sudah tenang disana. InsyaAllah Emak yakin beliau husnul khatimah ". Do'a tulus ikhlas Emak Ijah langsung di amini Ellena.


" Ell.. ". Suara Marcel masih terdengar serak sehabis bangun tidur dan itu membuat semuanya terbangun kecuali anak - anak menggemaskan yang masih berpose lucu dengan tidurnya.


" Uda bangun dek? kirain masih uhuk - uhuk mulu ". Sindir Shandy yang baru bangun juga.


" Ih.. apaan sih ka ". Ellena yang tadinya sedikit terharu di buat malu akibat ucapan Shandy.


" Emak jangan ngiri loh.. ". Kali ini Shandy gantian menyindir Emak Ijah yang senyum - senyum sendiri.


" Tuan muda, Emak ga mungkin ngiri.. Emak cuma keingetan aja ama honeymoon emak dulu waktu sama ayang ". Sahut Emak Ijah dengan malu - malu juga.


" Idiiihhh... ayang.. Emak co ciwiiiit ". seloroh Shandy sedikit menggoda Emak Ijah.


" Uda.. uda.. buruan mandi, selesai sarapan Kaka mau mengajak kalian semua kesuatu tempat ". Suara Kaka pertama tertampan membubarkan aksi Shandy.


" Yeah... Kaka ga asyik.. , ayo Yang uhuk - uhuk dulu yuk ". Shandy menyahut tangan Clara disampingnya mengajaknya masuk ke Kamarnya.


Marcel pun mengikuti Shandy masuk ke Kamarnya untuk mandi.


" Emang nya kita mau kemana Ka? ". Tanya Ellena kepada Renata yang masih membangunkan anak dan keponakannya.


" Ikut aja Ell.. ". Renata menjawabnya dengan senyuman.


" Papaaaaa ". Tangis Fiona setiap bangun tidur seperti biasanya.


" Mommy susu ". Rengek Felix setiap bangun tidur, untung saja Ellena sudah siap dengan segelas susu hangat di Tangannya.


Ellena memang tau kebiasaan anak kembarnya setiap bangun tidur. Felix yang harus sudah siap dengan susu hangatnya setiap bangun tidur, sedang Fiona yang selalu berteriak memanggil Papanya setiap bangun tidur.


Dulu waktu mereka bersama Alex, Alex sangat memanjakan mereka. Kasih sayang Alex kepada Felix dan Fiona memang melebihi segalanya. Meskipun bukan darah dagingnya Alex tak pernah sedikitpun menganggap besar hal itu. Baginya mereka berdua sudah seperti anaknya sendiri.


" Sayangnya Papa ". Zacklee untungnya sudah berjalan menuruni tangga, saat Fiona berteriak memanggilnya Zacklee bisa dengan cepat langsung memeluk putri cantiknya.


Renata memicingkan mata kearah Zacklee dan Ellena bergantian.


" Kaka ngapain lihat aku sampai segitunya? Jangan bilang naksir loh ka ". Zacklee yang menyadari Renata melihatnya dengan tatapan aneh.


" Selain kalian lupa si Kembar ternyata Kalian lupa mengeringkan rambut?? ". Jawab Renata gemas kepada kedua makhluk tak tau diri didepannya yang sudah lupa dengan keberadaan anak mereka semalam.


Renata terkekeh geli dengan ucapannya sambil menggandeng Chloe dan Safira mengajaknya untuk segera mandi.


Sedang sang tersangka sekarang sedang menahan malu sampai Felix dan Fiona ikut melihat mereka dengan sejuta pertanyaan yang bakalan membuat mereka pusing untuk menjawabnya.


Tiga puluh menit entah drama FTV atau drama korea sedang di mulai. Ellena yang kesal dengan Zacklee akibat ucapan Renata pagi tadi membuat Zacklee harus berulang kali meminta maaf.


" Mommy, kenapa sekarang suka keramas? ". Dan benar saja pertanyaan si kecil Fiona yang sangat cerdas membuat dirinya kesulitan untuk menjawabnya.


" Kepala Mommy gatal ". Jawab Ellena asal.


Sedang si pembuat keramas yang sedang membantu si tampan Felix menggunakan T-shirt nya cekikikan mendengar jawaban Istrinya.


" Gatal nya tiap hari ya Mom? ". Tanya Fiona lagi.


" Iya.. yang bikin gatal nakal banget ". Kali ini wajah cantik Ellena benar - benar di buat kesal dengan pertanyaan - pertanyaan Fiona.


Satu jam sudah Ellena harus menguras otaknya untuk menjawab pertanyaan - pertanyaan Fiona. Berbeda dengan Felix yang terlihat cuek dia yang pagi ini memakai T-shirt berwarna senada dengan yang yang di pake Zacklee, mereka berdua terlihat sangat tampan ibarat peribahasa bagai pinang di belah dua. Wajah mereka benar - benar sangat mirip. Mata, hidung, wajah bulenya benar - benar sangat dominan wajah Zacklee.


" Mommy.. Mommy ". Panggilan Felix membuyarkan kekaguman Ellena.


" Sayang, jangan minta sekarang aku masih capek ". Bisik Zacklee di Telinga Ellena. Seolah mengerti jika Ellena sedang terpana dengannya juga Felix.


Kali ini bukan omelan atau kejar - kejaran seperti biasanya, tetapi cubitan mendarat di perut Zacklee. Ellena tidak mau mendapat pertanyaan dari Fiona jika dia menanggapi ucapan Zacklee.


Ellena berdiri menggandeng Fiona melewati Zacklee. Sedang Zacklee langsung menggandeng Felix mengikuti Ellena yang terlebih dulu didepannya.


" Sayangnya Paman Cantik dan tampan sekali ". Marcel yang gemas melihat kedua keponakan kembarnya.


" Ell.. kau tak ikut kembaran sama Lee ". Tanya Marcel yang melihat Ellena tidak memakai baju berwarna senada dengan Zacklee dan anak kembarnya.


" Di Kira pengasuhnya loh Ell.. ". Ejek Shandy.


Ya, mereka saat ini sedang bersama di meja makan untuk sarapan pagi.


Ellena mendengus kesal. Sedang Renata dan Clara ikut terkekeh dengan candaan suami - suaminya.


" Onti Ellena pagi ini cantik banget ". Puji Chloe yang memang mengidolakan Ellena.


" Terimakasih sayang.. kau yang terbaik ". Ellena mengecup pipi Chloe yang berada disampingnya.


" Papa, kita mau kemana? ". Tanya Fira yang belum di jawab pertanyaannya dari tadi saat di Kamar bersama kedua Orangtuanya.


" Papa juga belum tau sayang.. Tanya Paman Marcel coba ". Shandy yang memang belum mengetahui rencana hari ini.


Ellena menatap kearah Marcel, dirinya juga penasaran akan Marcel bawa kemana.


Selesai sarapan mereka semua berangkat kesuatu tempat yang belum mereka ketahui. Mobil Zacklee mengikuti Mobil Marcel dan Shandy didepannya.


" Yang.. kamu beneran ga tau kita mau kemana? ". Tanya Zacklee yang juga penasaran.


Ellena menggelengkan kepalanya, karena dia benar - benar tak tahu rencana Kakanya.


" Papa.. ". Panggil Felix.


" Iya jagoannya Papa ".


" Pa.. boleh ga hari ini aku main ke tempat nya Papa Alex? "


Raut wajah Zacklee seketika berubah saat Felix menyebut nama Alex.


Ellena mengelus punggung tangan Zacklee yang menyetir.


Zacklee menahan nafasnya dan mengeluarkannya dengan sedikit kasar.


" Felix.. ke tempat Om Alexnya kapan - kapan ya? ". Ellena menjawab pertanyaan Felix karena mengerti raut wajah Zacklee.


" Yah.. padahal Papa Alex janji mau ajarin Felix berlatih beladiri ".


" Papa juga bisa beladiri, Iya kan Pa? ". Ellena mengalihkan kekecewaan putranya. Sedang Zacklee masih belum merespon sama sekali. Dan itu membuat Ellena semakin merasa bersalah.


Tak bisa dipungkiri jika sosok Alex sedikit melekat di hati Felix dan Fiona, karena bagaimanapun Alex lah yang selalu berada bersama mereka sebelum Zacklee menemukan mereka.


Hati Zacklee merasa sakit saat putranya masih mengingat laki - laki yang terang - terangan tak bisa melupakan Istrinya, bahkan Alex dengan sadar meminta Ellena untuk meninggalkannya. Meskipun Ellena menolak dan lebih memilih Zacklee, tapi entah mengapa rasa sakit itu masih terasa.


Suasana didalam Mobil pun terasa sunyi. Zacklee yang biasanya selalu menyahut perbincangan anak kembarnya, kali ini terlihat lebih diam.


Tempat yang dituju Marcel adalah makam Malik dan Riska. Mereka semua turun dari mobilnya menuju makam kedua Orangtua mereka. Ellena dengan rasa sesak di hatinya tak terasa mengeluarkan air matanya didepan pusara kedua orangtuanya. Ellena berjongkok memejamkan mata menguntai sebuah Do'a untuk kedua orangtuanya.


" Ini makam siapa Paman? ". Pertanyaan dari Fiona yang belum tau.


" Ini makam Oma Riska dan Opa Malik ". Jawab Marcel menjelaskan, karena ini kali pertama Felix dan Fiona berada di makam Malik dan Riska.


" Siapa itu Oma Riska dan Opa Malik? ". Felix yang penasaran juga menanyakan hal yang sama di pikiran Fiona.


" Beliau Papa dan Mamanya Mommy ". Kali ini Zacklee yang menjelaskan. Dia merasa tak tega dengan Ellena yang sedang menangis sesenggukan di depannya. Zacklee mengajak Felix dan Fiona mendekati Ellena dan berjongkok bersama.


" Ma.. Pa.. Lee membawa cucu kembar Mama dan Papa ". Ucap Zacklee sambil merangkul anak kembarnya.


Ellena semakin sesenggukan, mengingat permintaan terakhir kedua orangtuanya untuk segera memberikan tambahan cucu yang lucu dari Ellena dan Clara. Tapi, belum sempat mereka melihat Felix dan Fiona Tuhan lebih dulu mengambil nyawanya.


Pelepas rindu sederhana, berkumpul bersama keluarga besar sudah terlaksana. Marcel, Renata, Shandy dan Clara sangat bahagia dengan moment dua hari ini.


" Dek, kita lanjut ke Restaurant Mama ". Ajak Shandy dan Clara.


Mereka pun berganti menuju ke Restaurant setelah dari makam. Restaurant yang sudah lama Ellena tinggalkan ternyata sudah berubah drastis semenjak Renata dan Clara ambil alih sementara.


" Nona muda ". Sapa salah seorang pelayan bernama Lia.


" Lia ".


" Nona masih mengingat saya? ". Jawab nya dengan bahagia karena Ellena masih mengingatnya.


" Tentu masih, kau yang selalu membantuku di dapur jadi aku tak mungkin lupa ". Ellena tanpa segan atau malu langsung memeluk Lia.


Lia terkejut karena Nona mudanya masih sama seperti dulu. Ramah, baik dan tidak pernah membeda - bedakan status antara pelayan dengan majikannya.


" Tante.. aku haus.. ada Susu hangat tidak ". Pinta Felix kepada Lia.


" Wow Tuan muda kau sangat tampan tak kalah dengan Papamu ". Lia yang gemas dengan Felix. Dulu dia juga gemas dengan Zacklee karena ketampanannya tetapi rasa gemasnya dia urungkan karena tau jika Zacklee adalah calon suami Nona mudanya yang baik hati.


" Aaaaww.. dia juga sangat cantik mirip Nona muda " . Lia histeris juga saat melihat Fiona yang berada di samping Felix sedang menata rambutnya yang sedikit berantakan.


" Lu kagak pernah lihat bule ya ". Sindir Shandy


" He.. he.. Tuan Shandy, maklum Tuan saya kan dari kampung. Jarang banget lihat bule, untung sekarang bisa kerja di tempatnya bule ". Celetuknya sambil memamerkan gigi putihnya.


" Eh.. Nona Fira dan Chloe mau minum apa? saya buatkan sekalian ". Tawar pelayan bernama Lya kepada Chloe dan Safira.


" Jus mangga ". Jawabnya bersamaan dan tertawa setelahnya.


" Non bule mau minum apa? ". Tawar Lia kepada Fiona.


" Emm__ apa ya? ". Fiona sambil mengetuk - ngetuk dagunya seolah sedang berpikir berat.


" Ice Cream ". Sahutnya setelah mendapat ide.


" Ice Creamnya tapi jangan dingin ". Sahutnya lagi dan membuat Lia mengernyitkan dahinya.


" Nih anak bule geblek apa ya, mana ada Ice cream yang ga dingin ". Gumamnya dalam hati.


" Iya Non.. ". Jawabnya dengan sedikit bingung.


Renata dan yang lain tertawa mendengar permintaan Fiona yang lucu. Sedang si Ibu dari Fiona hanya bisa menepuk jidatnya.


...****************...


Hayo... Hayooo... ada yang mau Ice cream yang ga boleh dingin??


Othor bikinin du ya...


Sambil nunggu jangan lupa jempolnya di goyang🥰