
Happy Reading...
......................
Rencana Brian membuat Paolo pergi ke pulau mati ternyata berhasil. Brian diam-diam menghampiri ruang penyekapan Ellena. Dia sampai membohongi anggota Black panther yang berjaga di depan ruangannya.
Ceklek,
Ellena terkejut saat pintu ruangan terbuka,
"Ellena, kau ikut aku segera" ajak Brian.
"Ka Brian..., kita mau kemana?" tanya Ellena.
"Aku akan membawamu pergi dari sini" sembari memakaikan jacket ke tubuh Ellena. Setelah itu Brian segera mengajak Ellena keluar.
Mereka berjalan mengendap-ngendap agar anggota Black Panther yang lain tak melihatnya. Brian sengaja mengajak Ellena melewati pintu rahasia para petinggi Black panther jika dalam keadaan terdesak.
"Ka..," panggil Ellena.
"Apa kau merasakan sesuatu Ell?" tanya Brian.
"Ka, aku lelah perutku terasa sakit" keluh Ellena.
Sepertinya Brian lupa dengan kondisi Ellena yang sedang hamil besar. Brian mengajaknya untuk berjalan sedikit berlari.
"Maafin Kakak, Kakak lupa dengan kondisimu. Tapi kita harus cepat sebelum anak buah Paolo menemukan kita" ucap Brian.
"Ta_tapi Ka__" belum sempat Ellena melanjutkan ucapannya, Brian langsung membopong tubuh Ellena. Tetapi sayangnya anggota Black Panther memergokinya, sehingga Brian harus berlari lebih cepat.
Setelah Brian sampai ke Mobilnya, anggota Black panther meluncur timas panasnya kearah Brian.
DOR..
DOR..
Peluru itu mendarat di bahu belakang Brian.
"Argh..! Sialan!" gerutu Brian kemudian segera melajukan Mobilnya.
"Ka.., bahu Kaka mengeluarkan banyak darah" ucap Ellena panik.
"Ell, kau cepat hubungi Zacklee menggunakan ponselku. Suruh dia menunggu di jalan XXI" perintah Brian.
Ellena dengan cepat menghubungi nomor ponsel Zacklee, tetapi sayangnya tak aktif.
"Ka Lee..., kau dimana?" gumam Ellena panik karena Zacklee tak mengaktifkan ponselnya.
Aksi kejar-kejaran serta suara senjata api mengiringi perjalanan Brian dan Ellena. Mobil Black Panther terus memepet Mobil milik Brian. Ellena sampai merasakan ketakutan, apalagi kondisi Brian yang sudah terkena tembakan.
"Ell, kau hubungi lagi suamimu" teriak Brian.
Ellena terus saja menghubungi ponsel Zacklee, dan akhirnya nomor itu tersambung.
"Ka...," panggil Ellena mendengar suara sang suami. Air matanya mengalir tak dipungkiri jika Ellena mengalami kerinduan setelah lima hari disekap.
"Sayang, apa ini benar kau?" tanya Zacklee.
"Iya Ka, ini istrimu yang sangat cerewet dan keras kepala" jawab Ellena dengan suara parau.
"Sayang, kau ada dimana? aku sangat mengkhawatirkanmu" ucap Zacklee.
DOR...
DOR...
"Sayang, apa yang sedang terjadi? kau berada dimana?" tanya Zacklee.
"Ka..., cepat kau jemput aku di Jalan XXI" ucap Ellena panik karena suara tembakan terus saja mengincarnya. Kemudian Ellena menutup panggilannya.
"Ka, aku takut" ucap Ellena ketakutan. Dia terus memegangi perutnya yang terasa kencang.
"Ell, berjanjilah kau akan bertahan sampai Zacklee menemukanmu" pesan Brian.
DOR..
DOR..
**
"Dev, kau siap kira menuju jalan XXI" teriak Zacklee.
Mereka semua sudah memasuki kendaraan masing-masing.
Zacklee mempersiapkan senjata di dalam Mobilnya sedang Devan melacak alamat yang diberikan oleh Ellena.
"Lex, kita menuju ke utara" teriak Devan.
Alex yang bagian mengemudi segera membelokkan kemudinya menuju ke utara.
Sedang Revan dan Shandy bertugas sebagai penghalang jika sewaktu-waktu anggota Black Panther menghadang mereka.
Dewa dan anggota yang lain bertugas sebagai team pelindung.
"Lex, apa kau tak bisa lebih cepat lagi?" tanya Zacklee yang sudah tidak sabar.
"Kalian bisa ga berdebat dalam kondisi seperti ini?" sindir Devan.
Akhirnya Zacklee maupun Alex terdiam.
"Kita sudah dekat dengan jalan XXI" ucap Devan melihat laptopnya.
Benar saja, saat Devan mengatakan sudah dekat suara tembakan bersahut-sahutan terdengar. Alex yang melihat sebuah Mobil hitam sedang mengejar Mobil di depannya segera menolongnya. Alex merasa jika Mobil di depannya ada Ellena.
BRAK!
Alex sengaja menabrak Mobil hitam di depannya.
BRAK!
Alex terus menabrak Mobil tersebut, dan apa yang Alex dapat sebuah tembakan mengarah ke Mobilnya dan mengenai kaca depan Mobilnya. Zacklee dan Alex menunduk saat Mobil hitam di depannya menembakkan senjata kearahnya.
"Zack aku akan menyalipnya kau tembakan senjatamu ke Mobilnya" teriak Alex.
Alex menambah laju kendaraannya lalu memepet Mobil hitam di depannya.
"Zack sekarang...," teriak Alex.
Zacklee segera menembakkan senjatanya kearah ban Mobil musuhnya,
DOR...
Mobil itu seketika oleng dan menabrak pembatas Jalan kemudian Mobil itu meledak.
DUAAARRR!
"Lanjut Mobil selanjutnya Zack," teriak Alex.
Zacklee dan Alex melakukan hal yang sama seperti sebelumnya, dia memepet Mobil didepannya dan menembak ban Mobilnya. Empat Mobil sudah mereka singkirkan. Alex segera mengejar Mobil yang ditumpangi Ellena. Mobil itu anehnya oleng karena Brian yang terkena tiga tembakan membuatnya tak seimbang.
"Ka Brian...," teriak Ellena agar Brian tak sadarkan diri. Sampai pada akhirnya Brian mampu memberhentikan Mobilnya.
"Ka Brian..," teriak Ellena karena Brian langsung tak sadarkan diri akibat kehabisan darah.
Sebuah Mobil berhenti di depan Mobil Ellena dan Brian. Paolo turun dan segera mendekati Ellena yang masih berada di dalam Mobilnya.
Paolo ternyata lebih cepat dari perkiraan, dia mendapat kabar dari anak buahnya jika Brian berhasil membawa Ellena pergi.
BRAK.. BRAK..!
Paolo menggebrak pintu Mobil yang di tumpangi Ellena dan Brian.
"Ka Brian bangun..., aku takut Ka...," teriak Ellena agar Brian segera sadar.
"Argh perutku" keluh Ellena memegangi perutnya yang sakit.
Paolo berhasil membuka pintu Mobil Ellena dan segera menarik pergelangan tangan Ellena.
"Kau mencoba kabur dariku?" ucap Paolo dengan tatapan kejamnya.
"Lepaskan aku" Ellena berusaha berontak masih dengan memegangi perutnya.
"Bos kita apakan pengkhianat ini?" tanya anak buah Black Panther.
"Kau bunuh saja dia" jawab Paolo.
"Ka Brian...," teriak Ellena berharap jika Brian mendengar panggilannya.
"Ka....,".
Benar saja, Ellena mampu membuat Brian tersadar kembali. Saat anggota Black panther akan menembakkan timah panas ke Jantungnya, Brian berhasil menghindar. Dia menendang Kaki anggota Black panther yang akan menembaknya. Semua anggota Black Panther lalu mengeroyok Brian.
DOR..
Zacklee menembak anggota Black panther yang akan menancapkan belatinya di punggung Brian.
" Zacklee..," panggil Brian.
"Ka Lee...," teriak Ellena saat Paolo akan membawanya masuk kedalam Mobilnya.
Zacklee yang melihatnya segera mengejar Paolo dan Ethan yang membawa paksa Ellena.
Alex berlari mengejar Paolo yang membawa Ellena. Dia menembakkan senjata apinya ke mata kaki Ethan sehingga Ethan kesulitan berjalan.
Zacklee yang sudah dekat segera menghujam Ethan berulang kali dengan pukulan dari Zacklee. Sedang Alex mengejar Paolo yang membawa Ellena masuk ke dalam hutan.
"Ellena..., " teriak Alex agar Ellena menyahutnya.
"Ka..., aku disini" teriak Ellena tapi kemudian Paolo segera membekap mulutnya.
"Argh...!" Ellena sengaja menggigit jemari Paolo hingga berdarah.
"Kalo kau tak bisa diam maka aku akan membuatmu milikku seutuhnya" ucap Paolo.
'Ka Lee..., aku disini' gumanm Ellena dalam hati.
Bersambung....