What I Think

What I Think
Mimpi buruk



Happy Reading...


Lanjut lagi yuk....


Jangan pernah meremehkan kekuatan doa. Tuhan selalu mendengarnya, dan percayalah bahwa kekuranganmu tak akan jadi penghalangmu.


......................


'Ellena, sebentar lagi kau akan melahirkan. Mama dan Papa akan selalu berada di sampingmu sayang' ucap Riska dan Malik.


'Mama dan Papa tak perlu khawatir karena suamiku akan selalu berada di sampingku saat aku melahirkanku nanti' ucap Ellena sembari mengelus perutnya yang menggembung.


'Suamimu tak bisa mendampingimu Sayang' ucap Malik.


'Kenapa Pa, Ma?' tanya Ellena.


Malik dan Riska menunjuk seseorang yang sedang terbaring di tengah jalan dengan bersimbah darah tak sadarkan diri.


Ellena mengikuti arah jemari Malik, dilihatnya seorang pria sedang terbaring di tengah Jalan dengan wajah yang bersimbah darah. Ellena mendekati pria itu perlahan, di perhatikannya setelah dirinya berada di sampingnya, Ellena memperhatikan pria tersebut dari ujung Kepala hingga ujung Kaki. Matanya tertuju pada sebuah Jam Tangan Rolex pengeluaran edisi terbatas hadiah kejutan darinya. Ellena dengan perut yang membesar berjongkok dengan dengkul sebagai tumpuannya, di seutuhnya wajah pria itu dan,


"Aaaaaa..., tidak... tidak!" pekik Ellena masih dengan memejamkan Matanya.


"Sayang.., sayang...," panggil Zacklee yang ikut terbangun dari teriakannya.


Ellena membuka Matanya setelah mendengar suara seseorang yang berada dalam mimpinya. Melihat sang suami yang khawatir, Ellena tak lantas menjelaskan apapun dia segera memeluk sosok sang suami.


"Sayang, apa yang terjadi?" tanya Zacklee sedikit bingung, karena Ellena tiba-tiba saja menangis sambil memeluknya.


Bukannya menjawab, tetapi Ellena semakin menenggelamkan wajahnya di bahu suami.


Tok.. tok.. tok..,


"Tuan, Nyonya... Tuan muda Felix...," ucap Leha menginformasikan tentang Felix membuat Ellena mengendurkan pelukannya.


"Iya Leha, aku akan menyusul ke Kamar Felix" ucap Zacklee.


Zacklee kemudian menyeka air mata Ellena, dan mencium keningnya dengan mesra. Kemudian dirinya segera menghampiri Felix di Kamarnya diikuti Ellena dari belakang.


"Papa...," teriak Felix setelah Zacklee tiba di Kamar si Kembar. Zacklee dengan cepat menggendong Felix.


"Apa yang terjadi Leha?" tanya Ellena melihat Felix sangat ketakutan. Sedang Fiona hanya terdiam, dia juga merasakan hal yang sama seperti yang di alami oleh Felix.


"Saya tidak tahu Nyonya, tiba-tiba saya mendengar Tuan Muda sudah seperti ini. Sedang Nona kecil hanya diam seperti orang yang ketakutan" ucap Lani menjelaskan.


"Ya sudah, kau segera ambilkan minum untuk kedua anakku" perintah Zacklee.


"Iya Tuan" sahut Lani menuruti perintah Zacklee.


"Fiona, kau kenapa nak?" tanya Ellena memeluk anak wanitanya.


"Mommy, Fiona takut" ucap Fiona masih dengan syok.


"Apa yang kau takutkan sayang?" tanya Ellena yang ingin tau.


"Fiona melihat Papa ditengah jalan sedang terluka" ucap Fiona ketakutan.


"Felix juga Pa.. hiks.. hiks.. Felix ga mau Papa terluka. Felix ga mau Papa kenapa-napa" rengek Felix menangisi Zacklee.


Deg.


'Kenapa mimpi mereka sama dengan mimpiku?' batin Ellena yang sama ketakutannya seperti anak kembarannya.


"Kalian itu ngomong apa sih, Papa sehat, Papa disini dan akan disini bersama kalian selamanya" ucap Zacklee kemudian mengambil alih Fiona dari pelukan Ellena. Sekarang Felix dan Fiona berada di pangkuan Zacklee.


'Apa yang kau sembunyikan dariku Ka' batin Ellena.


Keesokan pagi, Zacklee sudah bersiap untuk berangkat ke Kantor.


Ellena menghampiri Zacklee yang sedang memakai dasinya, diraihnya dasi suaminya meletakkan dasi di leher dengan ujung lebar berada di bagian kanan, lalu dia sesuaikan hingga ujung lebar berada lebih bawah dibanding ujung kecil. Kemudian Ellena menyilangkan ujung lebar dengan ujung kecil dan bawa ujung lebar mengelilingi leher di bawah ujung yang lain.Lalu membawa lebar dasi melalui ujung lain ke depan, dengan arah dari kanan ke kiri.


"Kau akan berangkat ke Kantor sepagi ini?" tanya Ellena selesai memakaikan dasi ke leher sang suami.


"Iya sayang, ada yang harus aku selesaikan. O' ya Ell nanti Mama dan Kia akan membantumu mempersiapkan acara tujuh bulanan. Maaf, aku tak bisa mendampingimu mempersiapkan acara ini" ucapnya sambil mencium keningnya lalu mengelus perut Ellena.


Ellena terdiam, dia terus memperhatikan suaminya. Mimpi buruknya semalam terlintas lagi namun dia tepis. Ellena meyakinkan dirinya jika semuanya baik-baik saja.


"Aku berangkat Sayang...," pamitnya dengan senyuman seperti hari-hari biasanya.


"Papa berangkat Sayang, kalian belajarlah yang rajin agar menjadi orang yang sukses seperti Papa" pamit Zacklee kepada kedua anaknya yang sedang menikmati sarapannya.


"Oke Papa, Felix akan belajar lebih rajin agar kelak menjadi pengusaha sukses seperti Papa" ucap Felix membanggakan Papanya.


"Fiona juga akan belajar lebih rajin agak seperti Papa dan cantik seperti Mommy" ucap Fiona.


"Belajarlah seperti Mommy, agar kau menjadi wanita yang cantik dan kuat" sahut Zacklee. Kemudian Zacklee mengecup Pipi Fiona dan Felix bergantian.


Drrrttt... drrrttt...


'Aku sudah dalam perjalanan, kau tunggulah' ucap Zacklee kemudian menutup panggilannya.


Zacklee kemudian melangkahkan Kakinya menuju Mobilnya yang sudah bersiap di depan.


"Ka Lee...," panggil Ellena dengan sedikit berlari karena mengejarnya pelan.


"Iya Sayang..," teriak Zacklee sebelum melajukan kendaraannya.


Ellena menghampirinya dengan membawa bekal yang dia persiapkan dengan kilat.


"Kau tak sempat sarapan di Rumah, makanlah disaat kau istirahat. Aku tak mau kau sakit gara-gara gila kerja" sindir Ellena.


"Cup" Zacklee menyambar bibir sang istri.


Ellena tersenyum saat bibir yang menjadi candunya tiap malam itu mendarat dengan kilat.


"Terimakasih Sayang, kau yang terbaik" ucap Zacklee mengambil bekal di Tangan Ellena.


Felix dan Fiona sudah berangkat ke Sekolah bersama Leha. Sedang Ellena sudah bersiap menunggu Trias dan Zaskia menjemputnya.


"Kaka Ipar...," seseorang yang di tunggu Ellena sudah tiba.


"Kau membuatku menunggu lama Kia, tak bisakah menepati waktu?" sindir Ellena karena Zaskia menjemputnya telat dari jam perjanjian.


"Maaf Kaka Ipar, aku harus menjaga Mama dulu" ucap Zaskia.


"Mama? apa yang terjadi dengan Mama?" tanya Ellena khawatir.


"Mama semalam tidur dengan berteriak, Kia tak tahu yang terjadi Ka.., karena sampai saat ini Mama masih belum cerita dia terdiam terus" Zaskia menceritakan kondisi Trias.


'Apa Mama mengalami mimpi yang sama denganku dan si Kembar?' gumam Ellena, Lagi-lagi dia teringat kembali dengan mimpi buruknya semalam.


'Ah tak mungkin, mimpi itu hanyalah bunga tidur. Ngapain aku memikirkannya' gumam Ellena kembali meyakinkan hatinya.


Bersambung......