
🍃🍃
" Oh ya Lex.. Rachel tadi pagi mencarimu. Aku tak sengaja bertemu. Sepertinya dia mau menyampaikan sesuatu yang penting ". Zacklee teringat saat dirinya mendapat telfon dari salah satu koleganya dan tak sengaja bertemu Rachel.
Rachel sendiri sedikit terlihat aneh saat ingin meminta bantuan Zacklee. Mungkin ada rasa sungkan didalam hatinya menyuruh Zacklee untuk membantu persoalan pribadinya.
Zacklee menangkap raut sesuatu dari wajah Alex setelah mengucapkan nama Rachel kepadanya.
" Ada apa dengan dia, kenapa wajahnya berubah saat aku membahas tentang Rachel ". Gumam Zacklee.
Alex kemudian menekan tombol contact Rachel.
Sambungan itu terhubung tetapi lama tak ada respon. Alex mencoba menekannya sekali lagi tetapi hasilnya sama.
" Rachel.. ". Gumam Alex.
**
" Ma.. dimana Lee? ". Tanya Ellena yang sedari tadi tak melihat suaminya.
" Kau merindukannya sayang? ". Goda Trias kepada menantunya.
" Mam.. Ellena hanya ingin pulang. Ellena rindu dengan si Kembar. Entah mengapa perasaan Ellena tak enak memikirkan mereka berdua ". Insting keibuan Ellena muncul.
Trias tersenyum kearah menantunya yang sedang melamun.
" Kau tenanglah.. Pikirkan kesembuhanmu terlebih dulu. Apa kau mau melihat cucu kembarku bersedih dengan keadaanmu sekarang? ".
Ellena mendongak, pikirannya berselancar memikirkan yang Ibu mertuanya ucapkan. Benar juga kata Ibu mertuanya, jika anak kembarnya mengetahui tentang kondisinya sekarang mereka akan sedih.
" Baiklah Mam.. Aku akan banyak Istirahat agar aku segera memeluk anak kembarku ". Ellena mematuhi perintah Trias dan segera beristirahat.
** Kamar pasien nomor 219 **
" Bastian, terimakasih sudah membantu pengobatan Ibuku. Aku tak tahu apa jadinya jika tak bertemu denganmu ". Ucap Rachel.
" Kau bisa saja Chel.. bukannya kita sudah sepantasnya saling membantu ". Sahut Pria bernama Bastian.
Bastian adalah Sahabat Rachel waktu duduk di bangku Sekolah Dasar. Bastian sangat perhatian dengan Rachel. Tapi sayang hubungan persahabatan mereka terputus saat Bastian melanjutkan kuliah di USA. Rachel sendiri tak tahu dengan kepergian Bastian ke USA. Sampai suatu hari saat Rachel dijual Ayahnya untuk melunasi hutang-hutang keluarganya Rachel mencari Bastian yang tak kunjung ketemu.
Rachel pasrah saat anak buah Ayahnya menemukannya, disitulah awal kehancuran hidup Rachel sampai dirinya bertemu dengan sosok Alex.
Alex yang menjadikan dirinya sebagai teman kencannya waktu Alex sedang terkhianati cinta Anya. Rachel yang sudah mulai jatuh cinta pada pandangan pertama saat Alex memilihnya sangat bahagia. Setelah hampir dua bulan mereka berhubungan disitulah awal rasa kecewa Rachel bersemayam. Alex selalu bilang jika hubungannya dengan Rachel hanya sebatas kencan tidak lebih. Demi cintanya kepada Alex, Rachel rela keluar dari dunia hitamnya. Rachel hanya akan berpura-pura kembali saat Alex membutuhkannya.
Rasa cinta Rachel sangat dalam terhadap Alex. Meskipun hanya bertepuk sebelah tangan.
" Rachel tadi sepertinya ada seorang pria yang mengikutimu ". Bastian teringat Alex yang diam-diam mengikuti Rachel.
" Ngaco kamu, ga ada siapa-siapa ". Elak Rachel sambil menata selimut Ibunya yang sedikit tersingkap.
Bastian merasa aneh, pasalnya dia memang melihat seorang pria mengikuti Rachel.
" Bas.. gimana keadaan Mamaku tadi? ". Pertanyaan Rachel membuyarkan lamunan Bastian.
" Tante sudah agak baikan. Rachel apa tak sebaiknya Tante dibawa ke pengobatan Luar Negeri saja ".
Rachel memutuskan Resign dari perusahaan MF setelah Alex mengatakan jika dia sangat mencintai Ellena waktu malam itu. Rachel berharap akan melupakan rasa cintanya kepada Alex, tetapi yang terjadi malah sebaliknya. Rachel semakin sulit mengubur rasa cintanya. Bayang-bayang Alex selalu mengganggunya.
Semakin Rachel berusaha melupakan Alex semakin dalam pula cinta itu tumbuh.
" Aku belum punya cukup uang untuk itu Bastian ". Ucap Rachel lirih, air mata yang tertahan akhirnya lolos dengan sempurna.
Semenjak Ayahnya tertangkap polusi, Rachel dan Mamanya tak pernah mau tahu dengan kabarnya. Rachel memilih untuk mengawali hidup baru.
Awalnya Rachel tak pernah tau jika Mamanya menutupi sakit yang dideritanya selama kurang lebih hampir sepuluh tahun belakangan ini. Rachel yang malam itu pulang dalam keadaan kecewa kepada Alex sesampainya di Rumah harus dihadapkan dengan Ibunya yang tergeletak di lantai rumahnya dengan darah yang keluar dari hidungnya. Rachel segera membawa Ibunya menuju Rumah sakit dan betapa terkejut dirinya saat Dokter mengatakan jika kanker leukimia Ibunya sudah menjalar dengan pesat. Rachel terduduk lemas mendengar vonis penyakit Ibunya sudah mencapai stadium akhir. Rachel tak tahu lagi harus bagaimana cara dia mencari uang untuk membiayai pengobatan sang Ibu.
Rachel membawa Ibunya kembali ke Rumah dan merawatnya seadanya. Dia membaringkan Ibunya di Kamarnya dan menidurkan Ibunya agar banyak beristirahat.
Rachel menahan semua rasa sedihnya saat Mamanya mengucapkan,
'Rachel jadilah wanita baik-baik, sebelum Mama tiada Mama ingin sekali melihatmu menikah Nak temukan pria yang mencintaimu apa adanya'.
Kata-kata Mamanya menjadi sebuah beban tersendiri untuk Rachel. Rachel yang tak kuat berlari ke Kamar mandi dan menyalakan Shower agar Mamanya tak mendengar tangisnya. Dimalam itu Rachel benar-benar terpuruk apalagi wajah Alex selalu membayangi dirinya.
" Aku akan membantumu Rachel ". Tawar Bastian dengan senyum manisnya.
" Ah.. tak perlu, kau sudah sangat terlalu baik denganku ". Tolak Rachel dengan tawa sungkan.
" Hei.. ingat kita sahabat, mana ada sahabat yang menolak tawaran sahabatnya ". Kilah Bastian.
" Rachel maafkan aku yang tak bisa mendampingimu saat keadaanmu terpuruk, tapi kali ini kau harus bahagia Rachel. Aku akan menebus semua kesalahanku dengan selalu mendampingimu seperti dulu karena kaulah wanita yang aku cinta ". Batin Bastian .
Bastian sendiri sebenarnya sudah lama memiliki rasa terhadap Rachel. Tetapi dirinya enggan mengungkapkan perasaannya karena saat itu dia tau akan membuatnya bersedih dengan keputusannya melanjutkan kuliah ke USA. Selama Bastian di Negara adidaya itu tak pernah sedikitpun dirinya melupakan Rachel. Saat dirinya kembali dan mencari Rachel keberuntungan menemukannya. Bastian yang tak sengaja akan berangkat ke Kantor Papanya melihat Ibunya Rachel pulang dari belanja. Langkahnya yang gontai membuat Ibunya Rachel terjatuh dan pingsan.
Bastian segera memarkirkan mobilnya ditepi jalan dan berlari kearah kerumunan orang-orang yang akan menolong Ibunya Rachel. Bastian segera menyuruh orang-orang yang berada di sekitar untuk membantunya membawa Ibunya Rachel ke dalam mobilnya. Bastian sangat khawatir dengan kondisi Ibunya Rachel yang pucat dan mengeluarkan darah di hidungnya. Dengan segera Bastian menambah kecepatannya agar segera sampai ke Rumah Sakit. Tak disangka pertemuannys dengan Ibunya Rachel akan mempertemukannya dengan Rachel pula.
" Sekali lagi mohon maaf Bastian, biarkan aku menanganinya sendiri. Kau sudah terlalu banyak membantuku dan keluargaku ". Sekali lagi Tolak Rachel dengan halus.
Tok.. Tok.. Tok!
Rachel dan Bastian saling melempar pandangan mendengar sebuah ketukan pintu.
" Kau tak mengabari siapapun kan? ". Tanya Rachel yang curiga. Pasalnya Rachel tak mau jika kedua Orang tua Bastian mengetahuinya. Masih ada sedikit rasa sakit dihatinya saat kedua orang tua Bastian memintanya untuk menjauhi putranya. Untuk itu Rachel sangat takut.
Bastian menggelengkan kepalanya. Lalu Rachel membukakan pintu, dan betapa terkejutnya dirinya saat mengetahui siapa orang yang saat ini datang di ruangan Mamanya terbaring,
" A_lex ". Ucapnya lirih.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Jeng jeng jeeeeng...!!!
Akankah kisah cinta ini dimulai?? atau Dia tetap dengan pendiriannya??
Hanya Othor yang tau ( senyum Devil 😈)
Jangan lupa Like, Vote, Comment nya ya... biar kisah ini Othor lanjot🤗