What I Think

What I Think
Kekecewaan



🍃🍃


Zacklee yang datang dengan keadaan kucel dan lusuh akibat begadang semalaman karena Tasya tak mengijinkannya pergi sedikitpun. Membuat Albert, Trias dan Revan menatapnya dengan intens.


" Rupanya kau memiliki nyawa double puteraku! ". Albert yang melihat kedatangan Zacklee.


" Nak, apa yang terjadi dengan dirimu? Kenapa kau terlihat kusut ". Trias yang tak tega melihat puteranya.


" Mama.. Papa sedang apa kalian disini? ". Tanya Zacklee heran lalu menatap kearah Revan meminta penjelasan tetapi Revan hanya menaik turunkan bahunya.


" Seharusnya Papa yang bertanya kemana saja kau hingga baru pulang jam segini ". Albert malah membalikkan pertanyaan puteranya.


" Ah.. Tak bisakah kalian memberiku waktu untuk mandi sebentar ". Zacklee yang masih malas berdebat dengan kedua orangtuanya. Sebelumnya Zacklee sudah menduga kalau kejadian Ellena bersama Tasya di Cafe D akan viral. Benar juga ada salah satu oknum nakal yang mencari kesempatan untuk menyebarkan gosip murahan demi mencari keuntungannya. Zacklee yang telat dalam bertindak tak bisa mencegah berita itu hingga pagi Dewa berhasil membungkam para oknum - oknum nakal dengan uang.


" Kau masih saja egois memikirkan dirimu sendiri. Apa kau tak tau tentang istrimu! ". Albert yang sudah tak tahan dengan sikap Zacklee.


Sontak Zacklee yang tadinya lesu menjadi terkejut mendengar soal Ellena. Zacklee teringat peristiwa semalam ketika dia meninggalkan Ellena sendirian didepan pintu gerbang Apartementnya. Zacklee menoleh mencari keberadaan Ellena didekat orang tuanya.


" Kau baru menyadari mencarinya ". Ucap Trias yang mengerti arah mata puteranya.


" Jelaskan semua yang terjadi Lee ". Albert mengeraskan rahangnya meminta penjelasan Zacklee.


Zacklee berlari menaiki tangga mencari istrinya. Trias memejamkan mata menahan rasa sakit atas kekecewaannya kepada Zacklee.


" Kemana Ellena kira - kira ". Batin Revan paham yang terjadi sekarang.


" Kau mengabaikannya lagi Lee ". Umpat kesal Revan.


Zacklee membuka pintu kamarnya memanggil nama istrinya berulang kali tapi sayang semuanya sudah terlambat. Ellena benar - benar meninggalkannya.


Zacklee terduduk lemas dilantai memegang foto Ellena yang tersenyum memeluknya.


Zacklee berjalan turun dengan tubuh yang tergontai, matanya penuh dengan air mata.


" Kau sudah benar - benar mengecewakannya ". Albert berbicara ketus kepada Zacklee.


PLAK!


" Apa yang sebenarnya terjadi? Mama tak menyangka Kau kembali padanya Lee.. Mama kecewa padamu ". Trias menampar pipi puteranya. Kali ini Trias benar - benar kecewa.


" Bawa kembali menantu kesayangan Papa dan Mama, kalau kau tak bisa Papa dan Mama tak akan menganggapmu puteraku lagi ". Ancaman Albert kali ini tak main - main.


Albert kemudian mengajak Trias kembali ke Negara I.


Zacklee terdiam mematung menyesali semua perbuatannya. Seharusnya dia tak meninggalkan Ellena dalam keadaan seperti tadi malam.


" Gue pikir elu tak melakukan sejauh ini Zack ". Revan gantian mengingatkan Zacklee.


" Revan, panggil Dewa sekarang juga ". Ucap Zacklee dingin.


Revan yang tak mengerti maksud sahabatnya mengikuti perintahnya menghubungi Dewa. Dengan cepat Dewa tiba ke lokasi bosnya setelah selesai mencari informasi tentang yang terjadi di Cafe D kemarin.


" Tuan saya sudah mendapatkan informasi jika Nona__". Ucapan Dewa terhenti.


" Kau semalam bertemu Nona kan? ". Tanya Zacklee dengan dingin.


Dewa mengangguk.


" Iya Tuan ".


" Apa yang terjadi dengan Nona malam tadi, kenapa kau tak memberitahuku ". Zacklee membentak Dewa dengan keras.


Dewa terkejut pasalnya dia sudah mengirim foto Nonanya ke ponsel bosnya. Dewa menunduk,


" Maaf Tuan, bukannya saya sudah mengirimkan foto Nona yang kehujanan ke ponsel Tuan. Saya pikir Tuan akan langsung pulang setelah melihatnya ". Ucap Dewa membela diri.


Zacklee teringat ponselnya yang semalaman tertinggal didalam mobilnya. Zacklee memerintahkan Bi Tari untuk mengambilnya. Zacklee dengan cepat mengaktifkan ponselnya yang mati. Ada banyak panggilan dari Ellena dan Dewa juga pesan dari Ellena. Zacklee membukanya satu persatu, Jari Zacklee terhenti saat membaca pesan Ellena terakhir..


~Kau sudah berjanji tak akan menemuinya lagi . Ternyata Aku benar - benar kalah, maafkan Aku tak bisa menjadi yang terbaik untukmu.


Kemudian Zacklee membuka pesan dari Dewa. Zacklee membelalakkan matanya melihat Ellena duduk didepan gerbang Apartementnya dengan menekuk lututnya diguyur hujan yang sangat deras sedang menangis kecewa.


Zacklee terduduk lemas melihat foto istrinya itu. Revan Dan Dewa merasa perihatin dengan yang terjadi pada bosnya.


" Revan cari Ellena sampai ketemu Dan kau Dewa kenapa tak mengajak Nona untuk masuk ".


" Maaf Tuan saya sudah mencoba merayu Nona tapi Nona bersikeras untuk menunggu Tuan jika saya tidak meninggalkannya semalam maka Nona tidak mau masuk ". Dewa menceritakan kejadian sebenarnya.


" Kau dimana Ell.. ". Batin Zacklee tersiksa.


" Tuan ini hasil rekaman CCTV yang sebenarnya ". Dewa menyerahkan flashdisk kepada Revan dan Revan langsung membukanya.


Disitu terlihat jelas jika Ellena tak bersalah. Ellena hanya membela harga diri suaminya.


Revan, Dewa dan Zacklee semakin terkejut dengan kebenarannya. Zacklee mengerutuki dirinya sendiri karena tak mempercayai Ellena Dan lebih mengutamakan Tasya akibat kekhawatirannya. Disana terlihat juga Tasya yang sudah bisa berjalan normal juga tertangkap wajah Joseph yang tertutup topi dibelakang Tasya.


" Revan, cepat cari Ellena ". Zacklee yang sudah tidak sabar.


" Dan kau Dewa, cari informasi yang berhubungan dengan Joseph dan Tasya. Aku curiga mereka juga yang menjatuhkan perusahaan kita. Kali ini Aku akan menghancurkan mereka ". Zacklee Kali ini sangat menyeramkan, matanya yang tajam memerah bagai singa yang mencari mangsanya.


" Aku ga akan pernah memaafkanmu Tasya. Kau akan menerima akibatnya ". Batin Zacklee geram.


Mereka bertiga menjalankan tugasnya. Revan yang lebih dulu menghubungi anak buah Zacklee untuk mencari Ellena langsung bergerak. Begitupun dengan Dewa dia tak menyia - nyiakan waktu, Dewa bergerak bersama anak buahnya dengan cepat.


****


Di apartment Alex. Nova sudah menyiapkan segala keperluan Ellena.


" Lex, bawa bubur hangat ini kepada gadis itu ". Nova menyerahkan nampan berisi bubur hangat dan segelas susu hangat.


" Iya Mam ". Ucap Alex dengan patuh.


Alex mengetuk pintu sebelum masuk dan membukanya. Dilihatnya Ellena sedang duduk di atas ranjangnya sambil menatap keluar jendela. Wajahnya masih terlihat pucat begitupun Matanya masih terlihat sembab.


" Kau sudah bangun? ". Tanya Alex sambil meletakkan nampannya.


Ellena tak menjawabnya. Entah apa yang Ada di pikirannya Matanya masih betah melihat keluar jendela.


Alex sangat sedih melihatnya,


" Makanlah sebelum dingin ".


Ellena malah terisak menangis. Alex yang akan meninggalkannya terhenti dia tak tahan melihat Ellena terpuruk seperti ini dengan tak sadar Alex memeluk Ellena dan mendekapnya.


Setelah Ellena tenang Alex menyuapi Ellena dengan pelan. Alex terus memandangi wajah cantik Ellena yang terlihat sedikit kucel.


" Hoek__ ". Suapan ke 3 Ellena merasa mual, Alex panik saat Ellena berlari menuju Kamar Mandi.


" Ell.. Loe ga apa - apa? ". Tanya Alex panik dibalik pintu.


Ellena membuka pintu Kamar Mandi dengan wajah yang sangat lelah.


" A_ku... Aku ga apa - apa Ka ". Sebelum Ellena melangkah keluar Ellena merasakan mual lagi Dan berbalik menutup Kamar Mandi.


" Ell.. Gue masuk ya ". Teriak Alex yang meminta ijin Ellena dengan panik.


Alex tak peduli Ellena akan marah dengan sikapnya. Alex menerobos masuk membantu memijit tengkuk leher Ellena.


Ellena merasa lemas setelah memuntahkan isi perutnya. Alex membantunya berdiri dan merangkulnya untuk membantu berjalan.


Nova tersenyum melihat kepanikan puteranya,


" Ibu hamil memang seperti itu Nak. Dulu ketika Mama hamil dirimu juga merasakannya ".


Jleb!


" Ha_hamil ". Ellena menghentikan langkahnya mengulangi ucapan Nova.


Nova kemudian mengambil alih rangkulan Alex Dan membawa Ellena menuju ranjangnya kemudian membantunya duduk.


" Tak apa ini tak akan lama, setelah ini kau akan menikmati proses berkembangnya calon bayimu ". Nova mengelus perut Ellena yang masih rata.


Alex menatap pasrah ke dalam mata Ellena. Begitupun dengan Ellena dia meminta penjelasan kepada Alex lewat tatapan Matanya.


Selesai Nova menyuapi makan Ellena, Nova berpesan kepada Alex untuk membelikan keperluan Ibu hamil untuk Ellena.


" Aku Mam ". Alex yang sedikit gimana mendapat perintah dari Mamanya.


" Nak, kau tega menyuruh Mama untuk mencarinya? ". Protes Nova agar puteranya setuju.


" Oke Mam ". Jawab Alex pasrah. Kemudian Nova meninggalkan Alex Dan Ellena berdua.


Alex menatap Ellena meminta penjelasan apa yang terjadi.


" Kenapa kau melihatku seperti itu Ka? ". Tanya Ellena gugup.


" Ceritakan padaku apa yang terjadi Ell? Dimana Zacklee? Kenapa dia meninggalkanmu ".


Ellena menunduk menahan rasa sakitnya,


" Sebelum ku ceritakan Kau harus berjanji bawa Aku pergi jauh dari sini ".


Alex tercengang dengan permintaan Ellena yang satu ini.


" Kenapa kau baru datang menjemputku Ka, Kau sudah berjanji kalau Aku menggosoknya kau akan datang membuang kesulitanku ". Ellena mengingat saat Zacklee meninggalkannya demi Tasya dia menggosok lampu aladin yang diberikan Alex untuk nya.


" Apa yang terjadi Ell? ". Kali ini Alex menangkup wajah Ellena yang mulai membasah.


" Dia menemuinya Ka.. Hiks.. Hiks.. Dia menemuinya.. Aku kalah Ka.. Hiks.. Hiks ". Ellena menangis kembali setiap mengingatnya.


Alex langsung memeluknya, memberi ketenangan buat Ellena.


" Tenang Ada gue disini Ell.. Gue uda datang ".


Ellena kemudian mengendurkan pelukannya dan menangkup tangan Alex,


" Berjanjilah padaku rahasiakan kehamilanku pada siapapun termasuk Ka Lee. Berjanjilah Ka.. ".


Alex kembali memeluknya.


" Sepertinya yang kau alami sangat berat Ell ". Gumam Alex dalam hatinya tak tega melihat orang yang dicintainya terluka seperti ini.


Alex keluar ke supermarket letaknya agak jauh dari tempat tinggalnya. Dia membeli semua pesanan Mamanya untuk Ellena. Selesai berbelanja Alex mampir ke sebuah kedai manisan dia teringat Ellena yang sulit untuk menerima makanan, dia teringat ucapan Ibu - Ibu yang menyapanya saat melihat barang belanjaan Alex dikasir. Ibu itu mengatakan jika Ibu hamil sangat menyukai sebuah manisan. Alex membelinya agak banyak, dia tersenyum saat menerimanya. Kemudian pulang dengan perasaan bahagia. Alex tak sengaja berpapasan dengan Zacklee dan Revan. Ingin sekali Zacklee meneriakinya tapi dia teringat akan janjinya kepada Ellena untuk tidak memberitahukan keberadaan serta kondisinya saat ini.


" Kau akan aman bersamaku Ellena ".


Brakk!


Seseorang tak sengaja menyenggol Alex, keranjang bawaan Alex terjatuh.


" Maaf, Aku tak sengaja ". Ucap Dewa yang tak sengaja menyenggol Alex lalu membantu memasukkan barang - barang belanjaan Alex. Dewa memegang sekotak susu hamil. Diamemandang nya tapi tak curiga.


" Tak apa, terimakasih sudah membantuku ". Ucap Alex tersenyum.


Dewa sempat mendengar Alex menyebut Mama Ellena dengan samar. Kemudian ditepisnya.


" Ah tak mungkin, nama Nona muda pasti banyak yang menyamainya. Lagian pria itu sudah beristri ". Kilah Dewa yang teringat kotak susu Ibu hamil.


Drrttt.. Drrttt...


Dewa menerima telfon dari anak buahnya.


" Iya, kau sudah menemukannya ".


" Cepat kau cari CCTVnya ". Dewa lalu menutup panggilannya dan menghubungi Bosnya.


" Bos, anak buahku sudah menemukan jejak Nona muda ".


" Baik bos ". Dewa kemudian menuju kelokasi yang dikirim anak buahnya.


...****************...


Zacklee yang panik turun dari mobil dan segera berlari memasuki ruang CCTV bandara disusul Revan.


Kini Zacklee dan Revan sudah berada diruang CCTV bandara bersama Dewa yang lebih dulu darinya.


" Tuan.. ". Dewa menundukkan kepalanya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jeng... jeng... jeng...!!


Biar pada ikutan panik yak😜


Lanjutttt LIKE, VOTE, COMMENT nya yuh🥰