
🦋🦋
Wajah Alex berubah seketika menjadi merona, tubuhnya mengeluarkan keringat dingin, dan jantungnya berdebar semakin kencang berdetak lebih cepat seperti biasanya.
Satu minggu berlalu tapi perasaan itu masih melekat dihati Alex.
" Cinta mungkinkah ini rasanya? Kau benar - benar merubah takdirku kali ini ". Alex bermonolog pada dirinya sendiri didepan cermin.
Setelah pertemuannya dengan Ellena, Alex terjaga dari tidurnya. Dirinya benar - benar tersiksa dengan debaran jantung yang setiap kali berdekatan dengan Ellena.
\=\=@@
" Apa - apaan ini Ka! ". Ellena menanyakan kejelasan soal kontrak kerjasama.
" Ma_maafin Kaka Ell, Kaka terpaksa harus menyetujui kontrak itu ". Ucap Shandy.
" Hufffftt.. ". Ellena menghempaskan nafasnya kasar menata emosionalnya.
" Kenapa Kaka ga membicarakan dulu dengan Ellena? "
" Pihak Arga corp akan menarik sahamnya dari MF jika Kaka tidak menandatanganinya, dan perusahaan kita akan kena penalty kita akan membayar denda itu Ell ".
Shandy membalikkan badannya memegang pundak Ellena.
" Perusahaan kita ga akan sanggup untuk membayar denda itu. Kaka harap kau mengerti ".
Ellena menatap mata Shandy dengan tajam.
" Kenapa hidupku menjadi rumit ". Kemudian berlalu dari Shandy.
" Ell... Ell... ". Shandy meneriaki Ellena yang berlalu.
Alex yang baru datang tak sengaja bertabrakan dengan Ellena. Tapi Ellena mengacuhkannya. Ellena berlalu sedang Alex mempertanyakan ada apa dengan Ellena.
Shandy menceritakan semuanya, jika Arga corp adalah perusahaan dari Ayah Farel. Mereka meminta Farel berkolaborasi dengan Ellena dalam pemotretan products MF.
" Perkara yang rumit ". Ucap Alex lirih.
" Lex, gimana kalo kita minta pendapat Zacklee ". Sahut Shandy.
" Oke setuju ".
\=\=@@
" Loe sendirian Ell? ". Tanya Dhea.
" Dhea... kenapa hidupku rumit sekali ". Ellena tiba - tiba merengek tak jelas di depan Dhea.
" Ell, elu malu - maluin. Semua orang sedang menatap kita. Bisa kecilin ga suara elu ". Ucap Dhea sambil berbisik gara - gara sikap Ellena yang berteriak menangis seperti anak kecil.
" Huaaaaa... huaaa ". Teriakan Ellena semakin keras dan membuat Devan yang baru saja tiba langsung menghampirinya.
Ya sekarang Ellena dan Dhea berada di Cafe Devan. Setelah berdebat dengan Shandy , Ellena memutuskan ke Cafe Devan. Dirinya menghubungi Dhea dan kebetulan Dhea berada di Mall dekat dengan Cafe Devan.
" Kalo putus Cinta jangan nangis disini Ell ". Ucap Devan yang tiba - tiba datang dan langsung mendapatkan cubitan dari bumil. Sedang Ellena meliriknya tajam.
" Kenapa Kaka Do'ain aku putus.. Huaaaa ". Ellena kembali menangis lagi dan itu membuat Dhea dan Devan semakin frustasi.
Setengah jam Ellena menangis sambil bercerita tentang masalahnya.
" Jadi ceritanya elu CLBK? ". Tanya Devan serius dan__
Pletak!!
" Ngomong tuh dipikir bokir ". Ucap Dhea kesal.
" Tau nih.. cakep - cakep oon ". Sahut Ellena kesal.
" Sumpah kali ini hidup gue yang makin rumit kumpul ama dua ninja Hattori ". Dengus kesal Devan yang sekujur tubuhnya penuh dengan cubitan dan pletakan di kepalanya.
Ellena dan Dhea terkekeh dengan ucapan Devan.
" Tolongin Ellen dong Ka ". Pinta Ellena.
Devan mengambil ponsel ke dalam sakunya dan menghubungi seseorang yang belum diketahui dua Ninja Hattori didepannya.
" Ya uda elu aja, gue tunggu sekarang ". Ucap Devan lalu menutup panggilannya.
" Telfon siapa ka? ". Tanya Dhea penasaran.
" Suami loe ". Jawab Devan ketus.
\=\=@@
" Kemana dia Rev? ". Tanya Alex
" Zacklee ke LN untuk sementara waktu ". Ucap Revan.
" Sejak kapan dia ke LN? apa Ellena tau? ".
Revan menggeleng. Kemudian menatap Alex berbicara serius.
" Zacklee bersama Tasya ".
" Tasya!!! ".
" Maksudmu mereka__ ".
" Zacklee hanya bertanggung jawab dengan keadaan yang menimpa Tasya ".
" Keadaan_ menimpa Tasya? maksudnya apa Rev ". Tanya Alex.
" Tasya mengalami kelumpuhan setelah berdebat dengan Zacklee. Seperti biasa Tasya melakukan tindakan nekad saat itu. Kau tau sendiri seperti apa Tasya itu ". Revan bercerita.
" Zacklee merasa ini sebagai tanggung jawabnya ". Lanjut Revan.
" Apa Ellena tau soal ini? ".
" Tolong rahasiakan ini dari Ellena. Zacklee tak mau Ellena sedih jika dia masih berhubungan dengan Tasya ".
" Ini akan membuatnya semakin sedih dan kecewa ".
" Tapi ini juga berhubungan dengan Tanggung jawabnya Lex ".
Drrrttt... drttt...
" Gue kesana ". Revan menutup panggilannya.
" Ellena di Cafe Devan Ada apa dengannya? ".
" Ellena sedang terjebak kontrak kerjasama dengan si Player. Pemilik Arga corp ternyata Ayah si Player. Sepertinya si Player sudah merencanakan ini semua. Dia ingin dekat dengan Ellena ".
" Kenapa Shandy tak menolak? "
Alex tersenyum kecil,
" Kita harus membayar penalty beerta dendanya ".
" Gue kesini mau minta pendapat Zacklee, karena bagaimana pun ini menyangkut Ellena kekasihnya ". Alex merasakan sakit saat dirinya menyebut Ellena kekasih Zacklee.
" Gue akan bicarakan ini dengan Zacklee ".
\=\=@@ Dinegara S
" Aku ingin kau selalu disampingku Lee ". Ucap Tasya.
" Tenanglah aku uda berjanji akan menemanimu selama pengobatan ". Jawab Zacklee.
Kemudian Mereka berdua bertemu Dokter yang akan mendampingi dan mengawasi Tasya selama pengobatan.
" Nona Tasya sepertinya mengalami Parapleglia. Kondisi paraplegia mengakibatkan seseorang kehilangan kemampuan fungsi motorik bagian bawah tubuhnya, seperti gangguan pada seksual, hingga pada kedua kakinya sehingga mengakibatkan kelumpuhan. Setelah terdiagnosis paraplegia, beberapa orang akan mendapatkan kekuatan pada sebagian atau seluruh tubuh bagian bawahnya kembali seiring dengan berjalannya waktu. Saya akan memberikan resep obat agar otot relaks untuk meredakan nyeri, hingga terapi khusus untuk mengatasinya. Saya akan menelitinya apakah Nona Tasya mengalami Paraplegia atau tidak. Saya akan berusaha yang terbaik ". Ucap Dokter Betrand.
Tasya menunduk air matanya menetes. Zacklee yang melihatnya meraih tangan Tasya dan menggenggamnya.
Selesai bertemu Dokter, Tasya diharuskan menginap untuk dilakukan proses penelitian dan pengobatan.
" Lee, siapakah yang akan menikahiku dengan kondisiku yang sekarang ini? ". Ucap Tasya dan berhasil membuat Zacklee terdiam.
" Kau tenanglah, itu baru dugaan Dokter kita belum tau seperti apa hasilnya ". Ucap Zacklee.
" Aku berharap kau yang akan menikahiku kelak ".
Zacklee tak menjawab dan berlalu dari Kamar Tasya. Hatinya sedang dirundung kepanikan, cemas, suatu hari Tasya pasti akan menuntut itu.
\=\=@@
" Muka loe napa Dev.. awut - awutan gitu ". Tanya Alex yang datang bersama Revan.
" Noh... Dua Ninja Hattori ". Menunjuk dua wanita disampingnya.
Ellena dan Dhea terkekeh mendengar sebutan barunya.
" Sayang, Aku kan sudah bilang jangan keluar rumah tanpa Aku. Kalau tiba - tiba anak kita minta lahir gimana? ". Revan yang sedang merayu istrinya.
" Kan masih dua bulan sayang, kau tenang saja baby kita baik - baik saja ". Sahut Dhea.
" Maafin Aku Ka Revan, Aku yang meminta Dhea menemaniku ". Ucap Ellena lirih merasa bersalah harusnya dirinya tau jika Dhea tak seperti dulu.
" Untuk kali ini gue maafin, tapi dengan Satu syarat ".
Ellena memicingkan matanya menunggu sesuatu yang tak beres.
" Loe harus semangat dalam keadaan apapun ". Lanjut Revan.
" Hanya Semangat? ".
" Ya.. Semangat. Loe bisa kan Ell untuk tetap semangat ".
" Ka.. untuk yang ini Aku sulit sekali. Aku ga bisa berkolaborasi sama Ka Farel ". Melihat Ellena.
" Farel si player maksud loe Ell ". Sahut Devan terkejut.
Ellena mengangguk lesu.
" Weh, kalo begini gue setuju elu aniaya lagi Ell ". Ucap Devan.
" Gue ga rela elu ama si Player. Zacklee harus tau tentang ini ".
" Aku sudah menghubunginya beberapa kali dan mengirimnya pesan semuanya tak terkirim ". Ucap Ellena sedih.
" Tumben banget si Mr. Ice kagak ngrespon ". Devan berpikir keras.
" Entahlah.. Satu minggu ini Aku sulit menghubuninya ". Ellena mengingat terakhir bertemu Zacklee.
Revan, Dhea dan Alex terdiam. Mereka tak tahu harus menjawab apa. Menurutnya Situasi ini sangat sulit.
" Tenang Ell, masih Ada gue cowok tampan limited yang akan melindungimu dari si Player ". Alex berlagak seperti super hero dan itu membuat Ellena tersenyum melupakan kesusahannya.
" Terimakasih Ka ". Ucap Ellena kepada Alex.
Mereka berempat bercanda dan menikmati makanan yang dihidangkan di Cafe Devan.
" Ell, gue denger Shandy dan Clara akan melangsungkan pertunangan sekaligus pernikahan? ". Tanya Devan.
" Iya ". Ellena sambil menikmati makanan.
" Kenapa mereka tiba - tiba merubah rencananya? apa mereka___ ". Devan menyatukan jarinya membuat kode.
Pletak!!
" Auwww ,Punya sahabat pada gini - gini amat sih ". Ucap Devan meringis kesakitan.
" Pikiran loe tu yang kurang piknik ". Sahut Alex.
" Lah gue kan cuma tanya ".
Ellena, Dhea dan Revan tertawa melihat tingkah keusilan Alex dan Devan.
" Itu karena Tante Trias meminta mempercepat pernikahan Zacklee dan Ellena". Sahut Revan
Alex tersedak makanannya. Dia terkejut dengan rencana pernikahan Ellena dan Zacklee. Berarti dia sudah tidak Ada lagi kesempatan.
" Ka.. Kaka ga apa - apa? ". Tanya Ellena khawatir.
Alex yang merasakan sakit hatinya berpamitan untuk ke toilet.
" Gue ke toilet dulu ".
Kemudian Alex berdiri dan ke toilet.
" Ell.. itu beneran? ". Tanya Devan penasaran. Devan teringat wajah Alex yang kecewa. Devan mengerti perasaan Alex.
" Aku belum berkesempatan membicarakan ini dengan Ka Lee ". Ucap Ellena sedih. Pasalnya dia ingin sekali membahas persoalan ini dengan Zacklee. Tapi Zacklee sulit sekali dihubungi.
Di Toilet.
Alex memegang dadanya, rasanya sakit.
" Mungkin gue akhirin perasaan ini ". Ucap Alex lirih.
Love is blind, but a broken heart sees everything.
Cinta itu buta, tetapi hati yang hancur melihat segalanya.
❤❤❤
Sabar ya bang Alex 💪
Terimakasih juga buat yang sudah nunggu kelanjutan cerita Zacklee, Ellena dan Alex.
Sun sayang dari othor tercinta😘
LIKE, VOTE, COMMENT jangan lupa 🥰