What I Think

What I Think
Pertemuan 2



🍃🍃


"Clara.. Aku dengar disini Ada Cafe baru. Kita kesana yuk ". Ajak Dhea.


" Boleh.. Tapi jangan lama - lama ya.. Aku harus kembali menjenguk Papa ".


" Sebentar aja ". Dhea mengedipkan satu matanya.


Sesampainya di Cafe, Dhea dan Clara terkagum dengan ornamen bunga sakura hidup yang berada di sekitar Cafe.


" Berasa kayak di Korea Clar ". Dhea yang terkagum dengan nuansa Negara ginseng terbaik didunia.


Clara membelalakkan matanya saat dia melihat Ellena tersenyum melayani salah satu pengunjungnya dengan ramah.


" Ini ga mungkin, ga mungkin ". Ucap Clara lirih masih terdengar Dhea.


Dhea yang merasa aneh dengan sahabatnya ikut menoleh kearah mata Clara melihat.


" Ellena...Ummmph ". Dhea sedikit histeris melihat apa yang saat ini di lihatnya.


Clara yang menyadari Dhea sedikit histeris langsung membungkam mulutnya lalu segera mengajaknya keluar.


" Clara apa yang kau lakukan.. Kita harus__ ". Sebelum Dhea ceroboh Clara menarik tangan Dhea mencegahnya masuk.


" Kau ini kenapa Clara? ". Keluh Dhea.


" Dhea.. Kita ga boleh terburu - buru, inget ga Ellena itu menghilang. Aku takut dia menghilang lagi setelah bertemu kita ". Ujar Clara cemas.


Dhea terdiam mencerna ucapan Clara. Kalau di pikir benar juga Clara kalau Ellena sampai ketemu dirinya dan Clara pasti belum tentu suka lalu menghilang. Begitulah kira - kira yang ditangkap Dhea di otaknya.


" Pelan - pelan ya Dhea.. Yang penting kita tau dimana Ellena sekarang dan keadaannya ".


Dhea menyetujui pendapat Clara. Kali ini dia harus benar - benar tau alasan Ellena menghilang selama ini. Kemudian mereka pulang dengan pikiran yang tak tenang.


***


Berkumpulnya geng Cassanova di Cafe Devan.


" Shand.. Lu Mau kasih kejutan apa? ". Tanya Devan menyelidik.


" Mau temuin lu sama saingan bisnis cafe elu ". Shandy sengaja masih merahasiakan tentang Alex.


" Rev, lu napa diem terus? ". Devan beralih menyelidik Revan yang kurang bersemangat.


" Bininya lagi palang merah Kali ga bisa ehem - ehem ". Sahut Shandy terkeukeuh.


" Sialan lu Shand.. Didengerin adik Ipar kagak malu lu ". Ledek Revan kesal.


" Adik Ipar gue mah lagi khusu' - khusu'nya cari ilham supaya segera di pertemukan Adik gue yang cerewetnya ngalahin Mama Nobita ". Shandy yang teringat kenangan bersama Ellena dan merubah wajahnya menjadi sedih.


" Yang sabar Shand.. ". Ucap Devan dan Revan memotivasi.


Sedang Zacklee hanya diam mendengarkan perbincangan ketiga Sahabatnya. Pikirannya masih sibuk memikir kedua anak kembar yang bertemu dengannya tadi pagi.


" Kutut, lu ga minum? ". Tanya Shandy yang melihat Zacklee terdiam seperti memikirkan sesuatu.


" Ellena ga suka bau Alkohol ". Sahutnya.


Ketiga pria didepannya saling bengong mendengar jawaban Zacklee.


" Lee.. Untuk Kali ini lupakan Ellena sebentar saja ".


" Shand.. Please hargai perasaanku sampai kapanpun aku ga akan pernah melupakan Ellena sedetikpun ". Zacklee mulai menekankan ucapannya membuat ketiga pria didepannya terdiam.


" Ehm... Boleh gue gabung ". Suara yang sangat familiar.


" Alex ". Ucap Revan dan Devan bersamaan saat mengetahui Alex datang.


" Sudah lama tak bertemu kau makin tampan saja Lex ". Puji Devan yang melihat Alex semakin dewasa.


" Kau benar Devan.. Senyum dia sudah mirip Bapak - bapak ga jelalatan kayak dulu ". Sahut Revan yang juga kagum dengan perubahan Alex.


" Kalian tau Alex sekarang diam - diam menjadi pesaing elu Dev.. ".


" Maksud elu Shan? ". Tanya Revan.


" Yang elu maksud pesaing bisnis cafe itu ternyata Alex ". Tebak Devan.


" Tepat jawaban elu ". Shandy menjentikkan jarinya.


" Kenapa elu jadi musuh gue sih Lex ". Decih kesal Devan yang mengetahui jika Alex lah pesaingnya.


" Tenang saja Dev, gue akan bersaing dengan sehat ". Alex merangkul sahabatnya.


Mereka berempat tertawa bersama, terkecuali Zacklee yang tetap diam dengan kemunculan Alex setelah 7 Tahun menghilang.


" Zack, bagaimana kabarmu? ". Sapa Alex dengan ramah.


" Kalau kau Mau meremehkanku silahkan Lex ".


Alex tersenyum licik,


" Aku bahkan akan memukulmu saat ini juga ". Alex yang teringat saat pertama Kali menemukan Ellena di Bandara.


Zacklee tersenyum sinis,


" Sepertinya kau harus segera memukulku agar kau semakin bahagia ".


" Aku tak akan melakukannya sekarang, tenang saja kita baru saja bertemu nikmati dulu reuni kita ".


" Kalian ini membicarakan apa sih, yuh kembali minum ". Devan mengalihkan suasana tegang antara Zacklee dan Alex.


" Kau sepertinya salah mempertemukan mereka Shand ". Bisik Revan kepada Shandy.


Shandy terdiam memperhatikan tatapan Zacklee dan Alex yang bermusuhan.


Hampir kurang lebih 2 jam mereka berkumpul, Alex berpamitan lebih dulu karena Felix dan Fiona menelfonnya.


" Lu yakin Mau segera pulang Lex? ". Tanya Devan yang kecewa karena Alex berpamitan duluan.


" Sorry next time kita lanjut ". Alex berpamitan sambil berlalu.


" Apa dia sudah benar - benar insyaf ". Celetuk Devan yang langsung mendapat tloyoran dari Shandy dan Revan.


" Apa pertanyaan gue Ada yang salah? ". Lanjutnya lagi dan tak ditanggapi sahabat - sahabatnya.


***


Alex datang diam - diam takut mengganggu tidur Felix dan Fiona. Tapi sayang yang di kira tidur sedang memergokinya belok ke Kamarnya bukan ke Kamar Mamanya.


" Mau kemana Pa? ". Suara Felix mengejutkan Alex.


" Em_anu_Papa Mau ambil keperluan Papa dikamar ". Ucap Alex dengan gugup.


" Papa ini gimana sih masa' Mommy bobo sendirian, apa Papa sudah ga sayang Mommy lagi ". Protes Fiona sambil berkacak pinggang.


" Maafin Papa sayang, tapi udahan ya marahnya takut ganggu Mommy tidur. Kalian ga Mau kan kalau Mommy besok pagi mengantuk di Cafe". Rayu Alex agar Felix dan Fiona melupakan rencananya Alex tidur sekamar dengan Ellena.


Memang sih mereka tidur tak seranjang. Tapi buat mereka malah merasa aneh dan semakin tak bisa tidur.


" Oke, tapi kita Mau lihat Papa tidur dikamar Mama ". Ancam Fiona.


Dengan terpaksa Alex harus menuruti kedua anak kembar tersebut. Alex masuk kedalam Kamar Ellena, saat dirinya akan merebahkan tubuhnya ke sofa Alex tak sengaja mendengar Ellena mengigau memanggil Zacklee. Alex beranjak dari tidurnya dan mendekati ranjang Ellena. Alex memegang tangan Ellena begitupun dengan Ellena yang membalas genggaman Alex.


" Ka Lee tolong jangan temui dia lagi ". Ellena yang mengigau membuat Alex semakin sadar bahwa dia tidak akan pernah Ada lagi di hatinya.


***


" Kau kenapa sayang? ". Tanya Revan yang melihat Dhea belum tidur saat dirinya pulang.


" Mungkin insomnia ". Dhea menjawab asal sambil merubah - rubah Chanel TVnya.


Revan semakin curiga dengan Istrinya yang tak pandai berbohong.


" Katakan apa yang kau ketahui ". Revan duduk disebelah Istrinya yang sedang menyimpan sesuatu.


" Ga_ ga Ada ". Jawab Dhea dengan gugup karena Revan mengerti kegelisahannya.


" Sayang , kau sudah tak percaya denganku? ". Revan berusaha menyelidiki kegelisahan Istrinya.


" Maaf sayang ". Dhea menundukkan kepalanya pasrah karena bagaimanapun dia paling lemah dalam hal berbohong.


" Hari ini Aku ke Cafe terbaru di dekat sekolah Nick dan Nathan dan Aku bertemu Clara dan mengajaknya_". Dhea memotong ceritanya untuk menghela nafasnya yang sesak mengingat pertemuan mengejutkannya.


" Lalu.. ". Revan menyahut karena cerita Dhea menggantung.


" Aku dan Clara masuk ke Cafe itu dan kita__ melihat Ellena ". Dhea yang akhirnya bercerita melihat Ellena.


" Sayang benarkah kau melihat Ellena? Jika benar Aku akan segera memberitahu Zacklee ".


" Sayang__ jangan dulu ". Sahut Dhea.


" Kenapa sayang? Bukannya ini berita bahagia? "


" Aku dan Clara berencana mencari informasi tentang kenapa Ellena menghilang. Aku dan Clara khawatir jika kita langsung menemuinya Ellena akan menghilang lagi ".


Revan sedikit berpikir, dia membenarkan pendapat Istrinya.


" Tapi sayang, bukannya Ellena menghilang gara - gara salah paham dengan Zacklee ".


" Kau mengetahui yang sebenarnya sayang? ". Dhea gantian menyelidiki suaminya, pasalnya Dhea tak tahu cerita aslinya.


" Ellena menghilang setelah Zacklee menemui Tasya di Rumah Sakit. Tasya mencoba bunuh diri kala itu. Zacklee menurutinya saat itu karena Tasya selain mengancamnya dia juga mengancam akan menghancurkan Ellena. Kau kan tau sayang Zacklee kalau menyangkut soal Ellena bakalan seperti apa ".


" Jadi semua ini hanya salah paham? "


" Sepertinya begitu ".


" Aku harus menyatukan mereka kembali ". Dhea yang langsung semangat membara membantu perjuangan cinta sahabatnya.


***


Keesokan Hari di Cafe Alex, Ellena yang sudah bersiap disana membantu para pekerja disana dikejutkan dengan kedatangan Dhea dan Clara.


" Ellena ". Panggil Dhea yang sudah tak sabar.


" Dhea_ Clara_". Ellena langsung berhambur memeluk mereka berdua.


Tangisan ketiganyapun pecah seketika.


" Kemana saja kau selama ini? ". Tanya Dhea.


" Maafin Aku karena sudah membuat semuanya khawatir ".


" Ellena.. Pulang yuk, Kaka - kakamu sangat merindukanmu ". Ajak Clara.


" Clara, maaf Aku belum bisa. Mama Papa pasti akan kecewa denganku ". Ellena menundukkan kepalanya bersedih mengingat Malik dan Riska.


Clara menjatuhkan air matanya saat Ellena menyebut Mama Papanya.


" Ceritakan padaku Clara bagaimana keadaan Mama Papa? ".


Dhea terdiam mendengar pertanyaan Ellena.


" Ell.. Mama Papa sudah tenang di surga ". Clara yang tak mampu menutupi Kamar duka ini kepada Ellena.


Ellena menatap Tajam kearah Clara meminta penjelasan. Tapi Clara tak kuat dia menangis.


" Ellen, Tante dan Om sudah meninggal saat kau dinyatakan menghilang ". Dhea menjelaskan dengan hati - hati.


Ellena tak bisa lagi menahan air matanya, hatinya serasa ditusuk tusuk dengan kenyataan bahwa orangtuanya sudah lama meninggal dunia.


" Kenapa Kalian tak menghubungiku? Kenapa? Hiks.. Hiks.. ".


" Antar aku kemakam Mama Clara Dhea ".


Clara dan Dhea menyetujuinya. Sebelum mereka pergi mereka berdua dikejutkan suara panggilan dari Dua anak kecil yang berlari meneriaki Ellena.


" MOMMY ". Panggil Felix dan Fiona.


" Sayang ". Ellena memeluk kedua anak kembarnya.


" Mommy kenapa menangis? Apa Tante ini yang membuat Mommy menangis ". Felix yang selalu tak suka jika Mamanya dilukai seseorang.


" Felix, Tante ini sahabat Mommy mereka tak mungkin menyakiti Mommy. Mommy hanya terharu karena bahagia bertemu mereka ". Ellena mencoba menjelaskan.


" Minta maaf kepada Tante Clara dan Tante Dhea ya ".


" Baik Mom.. ". Felix yang selalu patch dengan perintah Mommynya. Sedang Fiona masih berada di gandengan tangan Alex.


" Fiona.. Sini sayang kenalkan ini Tante Kalian ". Ellena mencoba memberitahu Fiona yang masih bingung.


" Papa ". Fiona meminta pendapat Alex dan Alex mengangguk.


Felix dan Fiona menyalami Dhea dan Clara bergantian. Hari ini Dhea dan Clara benar - benar dikejutkan dengan sesuatu yang mungkin bisa membuat jantungnya berhenti berdetak.


" Ellena, Ka Alex Kalian? Terus Felix Fiona? ". Dhea dan Clara yang memerlukan penjelasan.


Ellena memberi mode agar Alex mengajak Felix dan Fiona menjauhinya.


" Maafin Aku juga soal Ka Alex ". Ellena mencoba meyakinkan dirinya menceritakan yang sebenarnya kepada sahabatnya.


" Ka Alex memang orang yang selama ini membantuku bersembunyi. Aku memang sengaja menyuruh Ka Alex untuk merahasiakan keberadaanku. Kondisi yang saat itu hancur karena Ka Lee membuatku untuk menjauhinya. Aku memutuskan untuk pergi darinya sampai Aku ditemukan oleh Ka Alex. Tapi.. Ternyata keadaanku saat itu makin hancur setelah Aku bahwa Aku telah mengandung si Kembar. Saat itu Aku semakin yakin jika keputusanku meninggalkan Ka Lee sangatlah tepat. Jadi Aku tak lagi mengganggu hubungannya dengan Tasya ". Ellena getir saat menyebut nama Tasya.


" Ell.. Sebenarnya__ ". Belum selesai Dhea bercerita Ellena memotong ucapannya.


" Tolong Aku minta sama Kalian jangan beritahu siapa - siapa mengenai Felix dan Fiona. Aku tak Mau melihat dia bersedih akibat masalalu Ayah kandungnya ".


" Maksudnya mereka anak Ka Zacklee? ".


Ellena mengangguk membenarkan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Lanjut terosss ya Thor..


asiaaaaappp🤩


Like, Vote, Comment tercintanya❤