
-
......................
...Jika aku harus memilih apa yang aku minta dengan yang aku butuhkan, maka aku akan memilih yang kedua. Karena setiap yang aku butuhkan kau selalu ada bersamaku'...
"Selamat jalan Ryan, semoga kau tenang disana" Ucap Zaskia sambil menyeka air matanya.
Walau bagaimanapun Ryan adalah pria pertama yang memasuki relung hati Zaskia.
"Kia.., " Panggil Devan sambil menepuk bahunya pelan.
Kia menoleh, matanya yang sembab terlihat jelas oleh Devan. Devan lalu menggenggam tangan Zaskia dan mengajaknya meninggalkan makam Ryan.
Selepas kejadian itu, para aparat kepolisian tiba dan segera meringkus anak buah Widya yang masih tersisa juga Widya.
Zacklee segera dibawa ke Rumah Sakit bersama Ellena dan juga lainnya. Sedang Shandy dan Revan masih harus berada di kepolisian untuk menjadi saksi.
**
Zacklee yang merasakan sesuatu ditangannya perlahan membuka matanya. Zacklee tersenyum saat melihat sesuatu yang mengganggu ditangannya rupanya Ellena yang tertidur.
"Sayang.., " Panggil Zacklee sambil membelai ujung kepala Ellena dengan lembut. Punggungnya masih terasa sakit karena beberapa jahitan akibat peristiwa semalam.
"Em__" Ellena menggerakkan tubuhnya sedikit.
"Sayang, pindahlah ke sofa agar badanmu tak merasa lelah" Bisik Zacklee lalu mengecup ujung kepala istrinya.
Ellena mengerjap-ngerjapkan matanya, mengumpulkan nyawanya yang terbang bersama mimpinya.
"Ka Lee, sejak kapan kau terbangun?" Tanya Ellena terkejut melihat suaminya sudah bangun.
"Sayang, lanjutkan tidurmu di sofa. Aku tak mau kau juga sakit karena sudah semalaman menungguku" Ucap Zacklee.
"Ka Lee kau bicara apa, sudah sewajarnya aku menjaga suamiku setiap waktu dan setiap nafas yang berhembus di tubuhku" Ucap Ellena bersungguh-sungguh. Mata teduhnya itu mampu menusuk relung hati Zacklee.
"Aku pria paling beruntung di dunia ini karena bertemu denganmu sayang" Tangannya sambil mengelus pipi mulus Ellena.
"Sudah ah ngegombalnya, aku akan memanggil Dokter untuk memeriksamu" Ucap Ellena yang salah tingkah.
Ellena lalu menghubungi Dimas yang sudah dikontrak paten menjadi Dokter pribadi keluarga Mahendra.
'Ka Dimas, suamiku baru saja siuman. Bisakah kau segera memeriksanya? Aku masih sangat khawatir' Ucapannya membuat Zacklee tertawa dan kagum kepada istrinya. Jika saja dirinya tak sakit, sudah dipastikan Ellena akan kewalahan dengan ulah manjanya.
Ellena yang selesai menghubungi Dimas lalu mengambil segelas air putih hangat untuk Zacklee.
"Minumlah Ka.., " Ellena menyodorkan segelas air putih yang langsung diterima Zacklee.
Ellena masih suka memperhatikan cara Zacklee yang memasukkan air minumnya dengan sangat anggun. Dan itu membuat ketampanan Zacklee menjadi sempurna.
"Aku tau suamimu ini sangatlah tampan" Sindir Zacklee yang melihat istrinya tak berkedip memandang suaminya.
"Apaan sih Ka..," Wajah Ellena bersemu merah karena ucapan Zacklee.
Drrrttt... Drrrttt..
Untung saja ponsel Ellena berdering jadi dia bisa mengalihkan Godaan Zacklee kepadanya.
"Mama, tenang dulu Ma.." Ucap Ellena yang langsung mendengar suara tangisan Mama mertuanya.
"Iya Ma, Ka Lee baik-baik saja. Bahkan saat ini Ka Lee berada di sampingku" Ucap Ellena yang memenangkan Trias. Ellena yakin pasti Mamanya bisa lebih tenang.
Ellena lalu menutup panggilannya dan tersenyum kearah suaminya.
Tok... tok.. tok...
Ceklek!
"Kau sudah merasakan enakan Tuan Lee? Karena aku sudah memberikan obat yang sama seperti Nona Lee waktu itu" Ucap Dimas yang baru memasuki ruang perawatan Zacklee.
"Sepertinya aku harus menggajimu dua kali lipat" Sahut Zacklee.
"Apa aku sudah bisa pulang hari ini?" imbuhnya.
" Kenapa Tuan terburu-buru? Apa karena sudah tak sabar menggoda Nona Lee" Sindir Dimas dengan bercanda.
"Sial! Aku selalu salah dimatanya" Gerutu Dimas.
"Sudahlah apa yang kalian bicarakan. Ka Dimas, apa suamiku sudah boleh pulang?" Tanya Ellena.
"Kenapa kau berpikiran sama dengan Tuan Lee..," Sambil tertawa kecil.
"Sebaiknya suamimu istirahat disini saja dulu" Saran Dimas.
"Tapi, itupun kalo suamimu setuju, jadi dia tak perlu menghajarmu tiap malam" Bisik Dimas kepada Ellena sambil cekikikan.
"Hissstt.., Ka Dimas sableng!" Ejek Ellena lalu mendekati suaminya yang sedang bersandar di kepala Ranjang.
"Emang dia ngomong apa sayang?" Tanya Zacklee sedikit curiga.
"Ga apa-apa, bukan hal penting" Tepis Ellena memasang wajah cemberut.
Sedang Dimas menahan tawa melihat wajah Ellena yang ditekuk.
Dimas lalu memeriksa kondisi dan luka Zacklee, dia juga mengganti perban yang terbalut dengan perban yang baru.
Saat Zacklee merasa sedikit perih karena Dimas membersihkan lukanya, dia tak sengaja melirik kearah Ellena yang berulang kali menyeka air matanya melihatnya.
"Selesai," ucap Dimas selesai mengobati dan menggantikan perban Zacklee.
"Tuan boleh pulang, tapi dengan satu syarat" imbuh Dimas menaruh sesuatu di matanya.
"Apa emangnya?" tanya Zacklee penasaran.
"Syaratnya jangan terlalu banyak mandi keramas.., " Ucap Dimas yang langsung mendapatkan lemparan bantal dari Zacklee. Bersamaan dengan itu tawa Dimas pecah seketika apalagi melihat ekspresi Zacklee yang tegang.
"Dokter kampret! bisa-bisanya pasien dikerjain" Gerutu Zacklee.
Dimas dan para suster segera keluar ruangan agar tak terkena imbas kelakuan Dimas.
"Kenapa Papa bisa memperkejakan Dokter kampret itu" umpat kesal Zacklee. Lalu dirinya menatap Ellena yang masih mematung ditempatnya.
"Sayang kemarilah, " panggil Zacklee. Ellena pun menuruti titah sang suami.
Tanpa suara apapun, Ellena segera memeluk Zacklee. Suara tangisnya terdengar lembut ditelinga Zacklee. Ada rasa ketakutan disetiap irama tangisnya.
"Aku akan baik-baik saja. Tak usah khawatir, karena di setiap langkahku selalu terdapat Do'a tulus dari istri tercintaku" Zacklee membelai rambut panjang Ellena dengan lembut.
Ellena mengendurkan pelukannya dan menatap manik mata suaminya. Tangan Zacklee perlahan menyeka air mata istrinya.
"Lain kali jangan ceroboh lagi. Aku akan menghukummu jika itu terjadi lagi" Ucapnya dengan tersenyum.
"Sebenarnya pagi itu aku sudah ingin membicarakannya denganmu, aku menunggumu semalaman lalu aku berpikir untuk menemuimu di Kantor. Tapi, ditengah perjalanan ban mobilku bocor.., untung ada Ka Al__" Ellena menghentikan ucapannya lalu menggigit bibirnya.
"Alex yang membantumu" Sontak Ellena membulatkan matanya terkejut karena Zacklee mengetahuinya.
"Ma_ma_maaf Ka Le, aku_aku tak bermaksud__" Zacklee menempelkan jarinya di bibir Ellena.
"Kau hanya milikku sampai kapanpun hanya milikku. Kau juga sudah melahirkan anak-anakku serta merawat dan menjaganya dengan baik. Tak ada alasan lagi untuk khawatir tentang peristiwa 7 Tahun yang lalu. Aku Zacklee Mahendra pria yang sangat beruntung karena sudah mengenalmu" ucap Zacklee tulus.
Ellena semakin terharu mendengar setiap ucapan Zacklee. Air matanya mulai membasahi wajah mulusnya kembali terapi dengan perasaan yang bahagia.
"Aku yang sangat beruntung karena menjadi wanita yang kau pilih. I Love you Ka.. " Ellena mengecup seluruh wajah suaminya, tak ada lagi rasa sungkan atau malu seperti biasanya.
"Sayang, kau membuat sesuatu yang tertidur menjadi bangun" Sambil melirik kearah pusatnya.
Ellena tertawa memukul lengan suaminya.
" Sejak kapan kau menjadi mesum begini Tuan Zacklee" tanya Ellena sambil berkacak pinggang.
"Sejak kau melengkapi hidupku" Lalu Zacklee menarik tangan istrinya. Mentautkan bibir mereka dengan lembut melepaskan semua rasa cinta dan sayang yang berada dalam jiwa keduanya.
......................
HAPPY READING KA......
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAKNYA🙏🥰