What I Think

What I Think
GD



Happy Reading.....


\=\=@@


Ada orang yang mengikuti tadi, jadi aku terpaksa harus berbelok kesini" ucap Zacklee langsung membuat Revan terdiam membulatkan matanya.


"Siapa Zack?" tanya Revan serius.


"Gue belum tahu, gue curiga dia orang yang sama dengan orang yang mengirim bucket bunga untuk Ellena" jawab Zacklee.


"Apa elu menemukan suatu petunjuk?" tanya Revan lagi.


Zacklee mengambil selembar kertas note yang berada di dalam sakunya lalu meletakkannya diatas meja kemudian Revan mengambilnya meneliti isi di dalam note tersebut.


"GD" ucap Revan mengingat inisial yang berada di tulisan tersebut.


"Guiren Dion" tebak Revan dengan tepat.


"Tepat sekali Guiren Dion. Baru beberapa hari ini aku bertemu dengannya di Sekolah Felix dan Fiona" cerita Zacklee.


"Kenapa akhir-akhir ini permasalahan elu banyak sekali gue minta cuti sebulan setelah semua ini selesai dengan beres" gerutu Revan.


"Mungkin benar karena Ellena adalah jelmaan bidadari dan elu pangeran salah sasaran karena dewa salah mengirimkan aura ketampanan. Seharusnya yang mendapatkan itu adalah gue bukan elu" cibir Revan.


"Tugas tambahanmu mencari informasi tentang Guiren Dion" perintah Zacklee kepada Revan.


"Sedang kau Dewa, awasi dia jangan sampai dia menyentuh istriku sedikitpun" perintahnya kepada Dewa gantian.


"Siap bos" sahut Dewa.


Mereka lalu berdiskusi tentang menjebak musuh-musuhnya. Selesai berdiskusi mereka kembali ke posisi semula masing-masing. Tidak dengan Dewa, Dewa langsung mencari tau tentang Guiren Dion dan mengawasinya.


Zacklee kembali ke kamar hotel lalu melepas sepatunya. Kemudian segera menjatuhkan tubuhnya disamping Ellena yang masih terlelap.


"Sepertinya kau sangat kelelahan sayang" ucap Zacklee sembari membelai pipi halus istrinya. Kemudian memeluknya dan mengikuti mimpi istrinya.


** Pukul 05.00 pagi.


"Breng*ek kau Zack, aku sudah berpesan agar tak mempermainkan Ellena lagi kau malah mengingkarinya" umpat kesal Alex melihat foto yang dikirim oleh Reyna.


Alex segera menyambar kunci mobilnya yang berada di atas meja. Dengan langkah lebarnya dia segera menuruni tangga. Saking tergesa-gesanya Alex tak sengaja menabrak Anna, tubuh Anna terhuyung kesamping untungnya Alex dengan sigap menangkap tubuhnya.


Tangan Anna melingkar ke leher Alex sedang tangan Alex melingkar ke pinggang Anna. Pandangan mata mereka saling bertemu wajah mereka juga sangat berdekatan. Sejenak mereka terbuai dengan pandangan itu.


"Ehm," Alex berdehem kala mata Anna tak berkedip sama sekali.


Anna buru-buru melepaskan pegangannya dan segera berpura-pura merapikan pakaiannya menghilangkan rasa gugupnya.


"Maaf Tuan, saya tak sengaja" ucap Anna sedikit membungkukkan tubuhnya.


"Tak masalah, aku yang salah tak melihatmu berjalan didepanku" ucap Alex tersenyum.


"Anna, kalo Sunny bertanya tentangku katakan jika aku ada pekerjaan mendadak" pesan Alex sebelum pergi. Namun satu langkah setelahnya terhenti, Anna sendiri menjadi bingung karena Alex memutar balik tubuhnya mendekatinya.


"Kalo sedang memasak jangan sambil bermain" tangannya mendekat wajah Anna dan menghapus noda tepung di pipinya.


Anna menarik salivanya menelan ludah dalam-dalam. Jantung Anna tiba-tiba berdebar tak seperti biasanya saat tangan kekar nan halus itu menyentuh pipinya. Anna masih terdiam ditempat berdirinya meski Alex sudah melangkahkan kakinya. Anna menyentuh pipinya dan menutup seluruh wajahnya dengan kedua tangannya sembari tersenyum.


"Anna... sadarlah... Tuan Alex itu majikanmu" ucap Anna menyadarkan dirinya.


"Fiuuuuuhhh... selesaikan pekerjaanmu maka hukumanmu akan segera selesai" imbuhnya sambil melangkahkan kakinya menuju dapur kembali.


Alex segera melajukan kendaraannya, berulang kali dia mengulas senyum mengingat peristiwa yang baru saja dia alami dengan Anna.


"Anak itu kenapa semakin menggemaskan" ucap Alex.


"Alex... sadar... belum saatnya kau berpikir sejauh itu" imbuhnya mengingatkan dirinya sendiri.


Tak menunggu lama perjalanan Alex tiba ketempat hotel yang dikirim oleh Reyna. Alex segera memarkirkan mobilnya dan berlari menemui Reyna yang sudah menunggunya sedari tadi.


"Kenapa lama sekali Lex?" tanya Reyna.


"Cepatlah tunjukkan dimana Zacklee membawa wanita itu" ucap Alex tak menjawab pertanyaan Reyna.


"Sayang kau lihat siapa yang datang..," teriak Ellena.


Zacklee sendiri ingin segera marah mendengar dobrakan pintu kamarnya. Zacklee dengan emosi yang tak tertahan membukanya dengan sedikit kencang.


BUGHK!


Sebuah bogem mendarat ke wajah tampan Zacklee. Alex masuk dengan mendorong tubuh Zacklee sambil menarik kerah bajunya.


Reyna yang melihat emosi Alex dan bogem yang mendarat di wajah Zacklee merasa ngilu. Reyna sendiri tak menyangka jika Alex akan seemosi ini.


"Mana wanita yang bersamamu Zack!" teriak Alex.


"Wanita siapa yang kau maksud?" tanya Zacklee tak mengerti.


"Kau sudah berjanji untuk tidak menyakitinya tetapi kenapa kau__"


"Aaaaaaa...," teriak Ellena keluar dari Kamar mandi mendengar keributan.


Alex menoleh kearah sumber suara, telinganya seperti tak asing mendengar teriakan itu.


"Ellena...," ucap Alex.


Ellena mengambil sebuah bantal dan memukulkannya ke Alex.


"Apa yang Kakak lakukan pada suamiku...," sembari memukulkan bantal ke kepala Alex.


"Ell... dengarkan aku dulu," pinta Alex menjelaskan sesuatu.


Ellena tak menggubrisnya dia terus memukulkan bantal ke kepala Alex. Zacklee beranjak dari tempatnya dengan wajah tersenyum melerai Ellena dan Alex.


Zacklee menarik tubuh Ellena kedalam rangkulannya. Meski Ellena masih ingin menggapai Alex untuk melanjutkan memukulnya, Zacklee tetap menahan supaya Ellena sedikit tenang.


"Kenapa kau malah diam saja Ka... biar aku yang membalaskan perbuatannya padamu" cecar Ellena.


"Sayang aku tak apa-apa," sahut Zacklee.


"Kau bilang tak apa-apa? ujung bibirmu mengeluarkan darah dan kau bilang tak apa-apa,"


"Sayang ingat kau masih mengenakan handuk aku takut tali handukmu lepas," bisik Zacklee. Mata Ellena membulat sempurna dia segera memegang handuk kimono yang dipakainya dan segera masuk kedalam kamar mandi lagi.


Zacklee tersenyum melihat tingkah sang istri, lalu menoleh kearah Alex dan Reyna secara bergantian.


"Reyna apa kau bisa menjelaskan tentang ini semua?" suara Alex sedikit meninggi.


Reyna tertunduk merasa bersalah,


"Maaf Lex semalam aku tak melihat wajah wanita yang sedang Tuan Zacklee gendong, aku pikir__"


"Sudah ku bilang jangan lagi kau mengusik rumah tangga sahabatku, kenapa kau masih saja mengusiknya. Aku sangat kecewa denganmu Reyna," ucap Alex merasa malu.


Terdengar suara isak tangis Reyna dengan wajah tertunduk. Alex merasa bingung menyadari sudah terlalu keras membentak Reyna yang salah sangka.


Tak ada ucapan dari Zacklee, dia dengan santai duduk di kursi sambil menyesap segelas teh hangatnya.


"Kau tak usah memarahinya Ka..., mungkin Reyna hanya salah paham" ucap Ellena yang baru keluar dari kamar mandi sudah mengenakan bajunya.


"Terimakasih Nona Zacklee," ucap Reyna.


"Tuan aku meminta maaf atas kesalah pahaman yang sudah terjadi" berganti meminta maaf kepada Zacklee dengan sedikit membungkukkan tubuhnya.


Zacklee hanya mengangguk dengan samar.


"Kau segera pulang saja Reyna, daripada aku tambah emosi melihatmu," usir Alex. Reyna kemudian berpamitan dan pergi dari sana.


Ellena melirik tajam kearah Alex sembari duduk disamping suaminya.


"Apa lagi yang ingin Kakak jelaskan?"


Bersambung....


Kira-kira Alex mau jawab gimana ya???