
Happy Reading...
☘☘
"Pagi Tuan Lee..," sapa Dimas seperti biasa datang setiap pagi untuk memeriksa kondisi Zacklee.
"Untuk apa kau terus kesini, aku uda merasa baikan. Lebih baik kau kembali ke Rumah sakit, pasienmu lebih membutuhkanmu" bukannya membalas sapaan Dimas dengan baik, Zacklee malah mengusirnya.
"Haisssttt... dia masih tetap menyebalkan disaat sakit" gerutu Dimas lirih.
"Ka Lee, kau tak boleh berbicara begitu dengan Ka Dimas. Kau mengecewakannya" ucap Ellena tak sengaja mendengar kedatangan Dimas.
"Aku tak apa Nyonya Lee..," ucap Dimas tetap di dalam hati terus menggerutu.
"Mau kemana..," Ellena menarik pergelangan suaminya yang berbalik.
"Ngelonin Kaisar, kalo kamu kan belum bisa di apa-apain" selorohnya membuat wajah Ellena memerah seketika.
"Ka Lee...," teriak Ellena kesal karena Zacklee mengucapkan kata-kata yang seharusnya privasi.
Bagaimana dengan Dimas, pastinya dia terkekeh melihat tingkah pasangan suami istri itu.
"Sepertinya suamimu beneran sudah sembuh Nyonya" ucap Dimas mengalihkan tawanya sejenak.
"Kau benar Ka.., dia sekarang berganti terkena syndrome Baby" sahut Ellena.
"Syndrome Baby? aku baru mendengar nama syndrome itu," sambil mengerutan dahinya.
"Syndrome itu hanya dimiliki oleh suamiku, kau tak perlu menelitinya," sahut Ellena terkekeh.
"Ka Felix.. Ka Fiona..," teriak Safira setiap pagi.
"Hai cantik, kau sudah tiba? dimana Papa?" tanya Ellena menyambut kedatangan keponakannya.
"Lee dimana Ell?" tanya Shandy.
"Paling lagi rebutan sama Kia," jawab Ellena terkekeh.
"Hai Dimas, sudah lama disini?" sapa Shandy.
"Ini mau pamit berangkat ke Rumah sakit" ucap Dimas.
"Bagaimana kondisi Lee?"
"Sepertinya sudah lebih baikan. Perkembangan dia sangat pesat jarang ada pasien yang pulih cepat setelah koma. Tetapi Tuan Lee bisa melewati itu semua,"
"Kau betul, itu semua karena kekuatan cinta. Felix, Fiona dan Kaisar ketiganya adalah pusat dimana Zacklee harus bertahan juga cinta Ellena di hatinya" ucap Shandy.
"Papa.., ayo kita berangkat" ajak Safira.
"Ka Fira, aku mau cium dedek Kai dulu" pinta Fiona sebelum berangkat Sekolah.
"Aku juga ikut, aku juga ingin mencium dedek Kai" sahut Safira.
Ketiga bocah delapan tahun itu berlari ke Kamar Kaisar.
"Kakak..., kakak kan bisa menggendongnya lagi. Giliran Kia dong..," rengek Zaskia.
"Kau segeralah menikah dan membuatnya sendiri" ucap Zacklee masih mendekap Baby mungil tampannya.
"Papa dan Aunty kenapa berantem terus sih... Aku mau cium dedek Kai.. awas Aunty minggir..," usir Fiona.
"A_pa..., dia ikut mengusirku. Kakak Ipar....," teriak Zaskia.
"Hihihi..., Aunty Kia lucu" ucap Safira melihat Zaskia merengek seperti anak TK.
"Cup. Dedek Kai, Kakak cantik berangkat Sekolah dulu" pamit Fiona setelah mengecup Pipi adiknya.
Felix dan Safira mengikuti hal yang sama dilakukan Fiona kepada Kaisar. Kemudian mereka semua menjalani tugas masing-masing, Dokter Dimas juga ikut berpamitan begitupun dengan Zaskia dan Devan mereka ikut berpamitan karena Zacklee sangat mengesalkan menurutnya.
"Sayang, aku sudah mengatakan padamu untuk tidak memanjakan Kaisar dalam gendonganmu" ucap Ellena memasuki Kamarnya dan melihat Zacklee masih betah mendekap tubuh mungil sang putra tampan.
"Sssttt...," Zacklee memberi kode agar Ellena tak berisik.
"Kau lihatlah sayang dia begitu menggemaskan," tersenyum kearah Baby Kaisar yang masih membuka matanya, bibirnya membentuk huruf U seperti sedang mencari sesuatu.
Ellena tersenyum melihat kasih sayang Zacklee, kemudian duduk disamping suaminya ikut memperhatikan Baby Kaisar.
"Kau tau, kenapa aku tak mau melewatkan sedikitpun merawatnya? itu karena aku ingin menebus kesalahanku delapan tahun yang lalu. Aku merasa menjadi seorang Papa yang gagal saat itu, dan aku tak akan mengulanginya lagi," sembari mengelus Pipi putranya.
Ellena melingkarkan tangannya ke pinggang Zacklee dan menyandarkan Kepalanya di bahunya. Zacklee kemudian mengecup ujung kepala Ellena.
"Terimakasih sudah menjadi Papa terbaik di dunia ini Ka Lee" ucap Ellena.
"Aku yang berterimakasih sayang, karena kau masih bertahan disampingku" sahutnya.
Baby Kaisar menggeliat kemudian sedikit merengek, suara tangis kecilnya membuat Zacklee dan Ellena tersenyum.
"Dia haus sayang, berikan padaku"
Zacklee lalu menyerahkan Baby Kai ke pangkuan Ellena. Ellena tersenyum, isapan kecil setelah delapan tahun tak dirasakannya kembali dia rasakan. Hatinya teramat bahagia melihat Baby Kaisar tumbuh dengan sehat. Zacklee yang berada disampingnya mengelus lembut rambut Baby Kaisar, hatinya merasakan kebahagiaan memperhatikan Babynya. Mata Baby Kai berkedip seolah mengerti jika kedua orang tuanya sangat menyayanginya. Zacklee mendekatkan wajahnya mencium pipi Baby Kai yang sedang menyu**, kemudian beralih mencium kening Ellena dengan lembut.
"Aku sangat bahagia sayang" ucap Zacklee. Ellena mengangguk dengan senyum menatap wajah Zacklee kemudian menatap wajah Baby Kai yang mulai terlelap.
"Tetaplah bersamaku dalam keadaan apapun sayang" ujarnya lagi. Tangannya meraih tubuh Ellena yang masih memangku bayinya. Ellena mengangguk tersenyum kembali menatap wajah tampan suaminya.
"Tak ada alasan untuk aku tidak bersamamu, aku wanita paling beruntung di dunia karena memiliki tiga pria tampan dan satu wanita cantik dalam hidupku" ucap Ellena.
"Aku sangat mencintaimu sayang"
"Aku juga sangat sangat sangat mencintaimu Ka Lee".
**
"Rachel ini apa?" tanya Shandy melihat Rachel menyodorkan sebuah amplop kearahnya.
"Surat pengunduran diriku Tuan. Terimakasih atas semua bantuan Tuan, maafkan jika selama ini aku belum bisa menjadi yang terbaik di perusahaan Tuan Shandy" jawabnya.
"Rachel, apa ini ada kaitannya dengan Alex?"
Rachel terdiam, dia menggigit bibir bawahnya menahan rasa sakit mengingat Alex yang terang-terangan belum bisa menerimanya.
"Kau salah jika berpikiran buruk tentang mereka. Alex tipe pria yang menggunakan prinsipnya dengan teguh, sebelum dia menyukai adikku dia terlebih dulu mencintai Anya. Anya merupakan wanita pertama yang bisa meluluhkan hatinya, tetapi sayangnya Anya mengkhianati hubungannya. Dan saat Alex terpuruk hanya Ellena yang mampu membuatnya bangkit kembali. Jadi, jika kau mengira mereka mempermainkanmu itu salah. Ellena tak pernah sedikitpun menerima cinta Alex, dia hanya menganggapnya tidak lebih dari seorang Kakak" ujarnya. Rachel tertunduk mengoreksi semuanya.
"Kau juga tahu bagaimana cinta Ellena kepada Zacklee. Tetaplah bertahan untuk Alex".
Rachel berjalan dengan pikiran yang berkecamuk setelah selesai Shandy memberitahu semuanya. Kini hatinya makin Dilema antara melepaskan atau bertahan.
" Rachel...," teriak Bastian memanggil Rachel yang berjalan dengan pikiran yang kacau.
"Ka_u," Rachel terkejut dengan pertemuannya dengan Bastian, pria yang sudah lama mencintainya.
"What do you think? sepertinya kau sedang memikirkan sesuatu" terka Bastian.
"Hei, sejak kapan kau di Negara ini?" tanya Rachel mengalihkan pembicaraannya.
"Aku sudah seminggu berada disini, aku juga sudah menghubungimu berkali-kali tetapi tak aktif" protes Bastian.
"Maaf, aku tak memberitahumu jika aku sudah mengganti nomor ponselku" sahut Rachel.
"Aku ingin mentraktirmu di kedai Mie, karena mulai hari ini aku akan berada di Negara ini. Aku baru saja diterima di perusahaan MF sebagai kepala bidang bagian promosi" ujarnya sembari menarik pergelangan tangan Rachel. Rachel sendiri merasa pasrah Bastian tarik tangannya.
Mereka berdua sudah berada di kedai Mie bernuansa negeri ginseng. Rachel maupun Bastian memesan Tteokbokki.
Tteokbokki sendiri merupakan makanan Korea berupa tteok dari tepung beras yang dimasak dalam bumbu gochujang yang pedas dan manis. Tteok yang dipakai berbentuk batang yang memanjang. Makanan ini juga termasuk dalam makanan internasional negara penghasil gingseng terbaik.
Bersambung....