What I Think

What I Think
Menyimpan rasa sakit



Sebelum Reading jangan lupa Like ya Ka🙏


🍃🍃


Semenjak daritadi Ellena kepikiran persoalan yang dihadapi Zacklee dan Kakanya. Selesai menidurkan Felix dan Fiona. Ellena kembali ke kamarnya.


"Sudah jam segini, kenapa Ka Lee belum saja kembali?" Ellena bermonolog pada dirinya sendiri setelah melihat jam dinding. Kini hatinya merasa cemas.


Drrrrt... Drrrttt..


Sebuah pesan masuk kedalam gawai Ellena.


'Sayang kau segera tidur karena aku akan pulang terlambat'


Ellena mencoba menghubungi Zacklee, tapi sayangnya ponselnya sudah tak aktif.


"Apa besok aku temui Ibu Andara" Gumamnya.


"Ah.., tidak. Aku tak boleh ceroboh. Menemui Ibu Andara berarti sama juga menerima tawarannya. Aku harus segera bicara dengan Ka Lee" Ucap Ellena pada dirinya sendiri.


Ellena segera menyahut kunci mobil, dia sudah tidak sabar ingin bertemu Zacklee membicarakan sesuatu yang penting. Ditengah perjalanan, mobil Ellena mengalami roda bocor.


"Hissssttt, sial!" Umpat Ellena sambil menendang mobilnya. Kemudian dia menghubungi suaminya, tapi ponselnya masih tak aktif. Ellena teringat Revan lalu menghubungi ponsel Revan ternyata ponselnya sama tak aktifnya.


"Ini masih jam 9, pasti masih ada yang menolongku" Sambil mengibaskan tangannya di setiap pengendara yang lewat dihadapannya.


"Kenapa malam ini tak ada orang yang mau menolongku" Gerutu Ellena.


Tiba-tiba sebuah mobil sport berwarna hitam berhenti dihadapan Ellena. Ellena pun menatap heran siapa yang berhenti dihadapannya.


"Apa yang terjadi Ellena, " Suara bariton milik Alex bertanya apa yang terjadi dengannya.


"Ka Alex.., mobilku rodanya bocor. Dan aku tak bisa menggantinya" Ucapnya sedikit ragu.


Alex segera meminggirkan mobilnya, dia turun bersama seorang wanita yang saat itu bersamanya.


"Dimana peralatannya?" Tanya Alex.


"Di bagasi" Ucap Ellena sedikit malas.


Alex kemudian membuka bagasi mobil dan mengambil peralatan untuk mengganti roda mobil Ellena yang mengalami kebocoran.


"Hei, kau yang bernama Ellena? Kenalkan namaku Reyna" Reyna sangat senang karena bisa bertemu Ellena.


Ellena hanya mengangguk dan tersenyum kecil. Sambil menunggu Alex mengganti rodanya, Ellena dan Reyna duduk di kursi dekat trotoar.


"Kau sangat cantik Ellena, pantas saja Kakaku tak bisa melupakanmu" Reyna mengawali pembicaraan.


"Kaka?" Tanya Ellena memastikan.


"Hei, kenapa kau terkejut. Pasti si playboy itu belum cerita kalau dia masih mempunyai seorang adik sepupu yang cantiknya mirip Luna maya" Ucap Reyna sambil tertawa karena sudah menyamakan dirinya dengan artis Ibu kota.


"Kau adik sepupu?" Tanya Ellena yang belum yakin.


"Dia memang benar adik sepupuku Ellena" Sahut Alex yang sudah selesai memasang roda mobil Ellena.


"Jadi kalian, bukan sepasang kekasih"


"Kalau bukan apa kau mau kembali padaku" Goda Alex yang langsung di sahut gelak tawa.


"Sudahlah, ngomong sama Ka rusuh selalu gitu" Ellena sedikit kesal dan itu membuat Alex merasa hubungannya Kembali seperti dulu.


Saat Ellena akan menghampiri mobilnya tiba-tiba saja ada seorang pengendara motor yang akan mencelakainya.


"Ell..., " Teriak Alex yang langsung menarik tangan Ellena dan menangkap tubuhnya.


"Aaarrgh" Keluh Alex pelan menahan sakit.


"Ka Alex..," Ellena melihat tangan Alex yang berdarah.


"Lex, kau berdarah. Kita ke Rumah sakit sekarang" Reyna panik setelah menghubungi Devan.


"Ell, mobilmu biar dibawa sopirku. Kau masuklah kita bawa Alex ke Rumah sakit" Titah Reyna dan Ellena menurut sambil menggandeng Alex yang kesakitan.


Sesampainya di Rumah sakit, Alex segera ditangani oleh Dimas.


"Kau kenapa Ell?" Tanya Alex yang daritadi memperhatikannya.


"Kau masih bisa tertawa disaat seperti ini" Sahut Ellena tak suka.


"Aku tak merasakan apa-apa, kau tak usah cemas" Elaknya pura-pura.


"Ini ga lucu Ka, kau kembali menolongku" Kali ini mata Ellena mulai berkaca-kaca.


"Aku tak apa-apa, kau tak perlu khawatir" Alex sambil memegang kedua bahu Ellena. Dan air mata Ellena lolos begitu saja. Alex langsung menarik tubuh Ellena ke pelukannya.


"Lex, gimana keadaanmu?" Tanya Reyna yang baru masuk bersama Devan. Untungnya Ellena buru-buru melepaskan pelukan Alex dia takut Reyna dan Devan salah paham.


"Hanya luka kecil, tak masalah" Ucapnya enteng tanpa beban.


"Kau selalu seperti itu Lex, selalu bisa menyimpan rasa sakit" Sahut Reyna.


Ellena masih menyeka air matanya, Devan bisa melihat jika Ellena sangat khawatir dengan keadaan Alex.


"Ell, elu ga apa-apa?" Tanya Devan.


"Aku_ aku ga apa-apa Ka. Aku hanya sedikit syok" Jawab Ellena.


"Apa kau tahu siapa mereka?" Tanya Devan tentang orang yang hampir mencelakai Ellena.


"Aku tak tahu Ka" Sambil menggelengkan kepalanya.


"Reyna, apa kau masih ingat nomor motor mereka?" Tanya Devan kepada Reyna.


"Aku tak sempat melihatnya, aku panik langsung menghubungimu karena aku yakin kau belum jauh dari tempat pertemuan kita tadi" Jawab Reyna.


"Aku sudah tak apa-apa. Ellena aku antar Kau pulang ke Rumah. Mobilmu akan diantar kerumah oleh sopirku" Sahut Alex berjangkit dari duduknya. Ellena mengekor Alex yang berjalan lebih dulu.


"Dasar pria itu selalu seenaknya sendiri" Gerutu Reyna.


"Kau ikut pulang atau masih betah disini?" Ledek Devan. Akhirnya Reynapun mengekor Devan.


**


"Kenapa kau tegang Ell?" Tanya Alex yang melihat Ellena sedikit tak nyaman.


"Kalo Zacklee memarahimu, aku yang akan bertanggungjawab" Seakan mengerti kegelisahan Ellena.


"Bu_bukan itu Ka" Sahut Ellena cepat.


"Lalu?"


"Aku masih takut dengan kejadian tadi. Terimakasih Ka sudah menolongku".


"Apa motif mereka menyerangmu Ell? Apa Zacklee mengetahui tentang ini?"


"Ka Lee tak bisa dihubungi, untuk itu aku keluar untuk menuju kantornya. Aku belum menghubunginya".


Alex manggut-manggut seakan mengerti alasan Ellena malam-malam berada diluar.


" Tapi Ka..," Ellena sedikit menggantung ucapannya.


"Aku curiga ini mengenai Ka Ryan".


Alex seketika mengerem mobilnya membuat Ellena akan terjembab ke dashboard.


"Ryan" Alex memastikan ucapan Ellena.


"Tadi siang Ibu Widya datang menemuiku. Beliau memintaku untuk meninggalkan Ka Lee" Ellena bercerita yang terjadi sebelumnya.


"Kenapa wanita tua itu sama terobsesinya dengan anaknya" Alex geram mengingat perlakuan Ryan malam itu.


"Apa Zacklee tau soal ini?".


" Aku baru mau menemuinya, setelah Ka Shandy memberitahukan jika Ibu Widya berusaha menghancurkan perusahaan Ka Lee dan Ka Marcel. Ibu Widya juga memintaku untuk menemuinya di Rumah sakit jiwa".


"Jadi kau sudah mengetahui semuanya.." Alex mengusap wajahnya kasar.


"Breng*** kau Ryan" Umpat kesal Alex.


"Ka.., " Panggil Ellena pelan karena sedikit ketakutan melihat Alex yang emosi.


"Ell, kau tak perlu menemuinya. Aku akan mengatasi semua ini. Kau tenanglah" Alex kemudian melajukan mobilnya. Setelah sampai Alex menurunkan Ellena dan bergegas ke Markas.


Ellena memasuki kamarnya, belum ada sosok suaminya. Mungkin benar kata Ka Shandy jika permasalahan perusahaan sangat serius. Ellena merebahkan tubuhnya, dia teringat peristiwa yang baru dialami.


'Kenapa kau selalu datang disaat aku butuhkan Ka' Batin Ellena.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Ryan datang gesss 😱


Bagaimana kisah selanjutnya,


ritualnya dulu ka....


LIKE, VOTE, COMMENT plus MAWAR MERAH🌹❤