What I Think

What I Think
Kebersamaan



🍃🍃


Satu minggu sudah Zacklee mendekati Felix dan Fiona. Zacklee merasa Pendekatan mereka Ada sesuatu ikatan yang sampai sekarang belum Zacklee ketahui. Seperti hari ini Zacklee sengaja mengajak Felix dan Fiona ke Taman hiburan, Zacklee sendiri merasa bahagia sekali saat mereka menaiki si Kipas angin terbesar ( Biang Lala).



" Om.. ". Wajah Fiona yang terlihat pucat serta genggaman tangan yang semakin kencang.


" Fio.. Kau tak mengapa? ". Felix yang cemas dengan keadaan adik kembarnya.


Begitupun dengan Zacklee dirinya terkejut saat Fiona menggenggam erat tangannya.


" Fiona.. Kenapa tadi kau tak bilang jika takut ketinggian ".


Fiona hanya memaksakan senyum. Sebenarnya Felix tadi tak setuju dengan ide adiknya meminta naik Biang Lala. Tapi karena Fiona sangat bahagia, Felix menyetujuinya. Baru kali ini Felix melihat saudara kembarnya sangat bahagia bersama orang yang beberapa minggu dikenalnya, dan itu membuat Felix merasa tak tega.


Zacklee lalu mengangkat Fiona kepangkuannya dan memeluknya dengan hangat.


" Kenapa memejamkan mata? ". Tanya Zacklee yang penasaran.


" Kata Mommy kalau kita takut pejamkan mata dan sebut nama orang yang kau sayang, maka dia akan segera melindungimu ". Ujar Fiona masih dengan mata terpejam.


DEG!


Zacklee teringat saat Ellena ketakutan dulu selalu berbicara sama dengan yang diucapkan Fiona.


" Kalo dulu yang selalu di sebut namanya adalah Zacklee, lantas nama siapa yang di sebut anak kecil ini? ". Batin Zacklee yang kemudian mendekap hangat Fiona dalam peluknya.


" Papa ". Ucap Fiona lirih, dan langsung seketika degup jantung Zacklee berdebar.


" Ada apa ini? Dia bukan anakku, dia anak Alex ". Zacklee lalu menyangkal perasaannya.


" Om.. Terimakasih sudah membuat Fiona senang ". Sahut Felix membuyarkan perasaan Zacklee.


Zacklee mengelus rambut Felix dan kali ini Felix tak menolaknya malah dia ikut bersandar di Dada bidang Zacklee.


" Kenapa rasanya tenang dan nyaman ". Batin Zacklee memeluk kedua anak kembarnya yang belum di ketahui.


Selesai menaiki Biang Lala Felix dan Fiona bermain bom - bom car, mereka bertiga bermain dengan bahagia.. Felix yang berhasil mengalahkan Zacklee dan Fiona tertawa lepas. Baru kali ini Zacklee melihat Felix yang dingin bisa tertawa lepas seperti ini.


Drrrttt... Drrrttt...


" Iya Pa ".


" Lee segera kesana ". ( lalu menutup panggilannya)


" Om Zack kenapa sedih? ". Tanya Felix yang memperhatikan mimik wajah Zacklee.


" Sayang, habis makan kita pulang ya.. Mama Om sedang sakit jadi Om harus segera pulang ". Zacklee menjelaskan hati - hati agar Felix dan Fiona tidak terburu - buru makan.


" Grandma sakit Om? ". Fiona yang langsung menoleh kearah Zacklee. Zacklee langsung mengangguk.


" Fiona ikut ketemu Grandma boleh ga Om? ". Tatap mata menenangkan itu membuat Zacklee semakin gemas.


" Felix juga ikut Om Zack.. Felix dan Fiona ga punya Grandma dan GrandFa, boleh tidak kami menganggap mereka keluarga ".


" Apa Mommy dan Papa kalian tidak memiliki orang tua? ".


" Orang tua Papa meninggal saat Mommy melahirkan kita, sedang Mommy tak pernah bercerita mengenai keluarganya. Kami saja baru bertemu ayah Chloe beberapa hari yang lalu ". Fiona dan Felix menceritakan pertemuannya dengan Marcel.


" Jadi Ka Marcel sudah bertemu dengan Ellena? ". Zacklee tersenyum devil.


" Kau benar - benar mempermainkanku Ell ". Batin Zacklee kecewa.


Selesai menyelesaikan makan, mereka bertiga menuju kediaman Albert dan Trias.


" Tuan.. Nyonya.. Tuan muda sudah datang tapi__ ". Sedang kepala pelayan memberitahu Albert dan Trias yang berada di Kamar, tak lama Zacklee dan si Kembar sampai ke Kamar mereka.


" Lee ". Albert yang terkejut dengan dua anak kecil yang bersamanya. Begitupun dengan Trias yang tadinya tak kuat berdiri setelah melihat Felix dan Fiona berdiri memegang lengan suaminya.


" Mam... Gimana dengan keadaan Mama? ". Zacklee yang terlihat khawatir dengan kondisi Mamanya akhir - akhir ini.


" Siapa mereka Lee? ". Tanya Trias sambil berjalan mendekati Felix dan Fiona yang berdiri mematung.


Trias berjongkok memegang pipi keduanya. Air mata Trias mengalir melihat mereka.


" Grandma ga boleh sakit ". Ucap Fiona yang langsung akrab lalu mengusap air mata Trias.


" Grandma harus sembuh ". Sahut Felix yang ikut mengusap air mata di pipi satunya.


Albert dan Zacklee terkejut tak menyangka jika Felix dan Fiona bisa membuat Trias kembali bersemangat melupakan sakitnya beberapa jam yang lalu.


Trias sangat bahagia dengan kedatangan Felix dan Fiona, begitupun Albert mereka berasa sedang bersama cucu yang selama ini mereka harapkan.


" Kau harus menjelaskan semuanya kepada kami Lee ".


***


Sementara di kediaman Ellena yang sedang panik karena kedua anak kembarnya belum pulang sama sekali. Sopir yang bertugas menjemput Felix dan Fiona mengabarkan jika sehari ini Tuan dan Nona kecil mereka tidak masuk sekolah.


Ellena berkali - kali menghubungi Alex tetapi ponsel Alex tak aktif.


Ellena kemudian teringat Marcel, dia menghubunginya tetapi tak aktif juga, setelah itu Ellena berinisiatif untuk ke Kantor Alex. Dia segera mengambil kunci mobilnya dan segera melajukan mobilnya.


" Felix Fiona tunggu Mommy nak.. Mommy pasti menemukan kalian ". Gumam Ellena dengan isak tangisnya.


*** Kantor Alex


" Lex ". Panggil Rachel yang dari awal bertemu Alex ingin sekali berbicara dengannya.


Selesai rapat Alex yang akan keluar dari kantornya terhenti mendengar panggilan Rachel. Ya Rachel adalah model yang di tunjuk perusahaan MF untuk mempromosikan Cafe Alex.


" Apa kabarmu? ". Tanya Rachel setelah melihat Alex meresponnya.


" Baik. Gimana denganmu? Sepertinya dulu Aku salah meragukan keahlianmu menjadi model terkenal ". Alex tersenyum dan itu membuat Rachel menjadi terpesona.


" Lex, kau masih seperti dulu senyummu tak pernah mampu membuatku untuk menolak memikirkanmu ". Batin Rachel yang masih terpesona dengan Alex.


" Chel.. ". Alex yang melambai - lambaikan tangannya ke wajah Rachel yang bengong.


" Eh_ maaf Lex.. Aku baik - baik saja ". Rachel menjawab dengan sedikit gugup.


" Lex, selamat ya ". Rachel mengalihkan rasa gugupnya.


" Selamat buat apa? ". Alex menaikkan satu alisnya.


Alex tertawa mendengar ucapan selamat Rachel dan membuat Rachel menjadi bingung.


" Apanya yang lucu Lex? "


" Bagaimana Aku bisa menerima ucapan selamatmu sedang Aku masih single saat ini ". Ucap Alex masih dengan tertawa.


" Mak_maksudnya Lex? ". Rachel semakin bingung dengan yang diucapkan Alex.


" Aku dan Ellena tak pernah menikah ".


" Ough ". Rachel menangkup mulutnya dengan kedua tangannya. Rachel syok mendengar kebenarannya.


" Lalu.. Kenapa kau dan Ellena__".


" Karena Aku masih mencintainya Chel ". Alex menundukkan kepalanya.


Hati Rachel sakit mendengar Alex masih mencintai Ellena. Sebelumnya Rachel berharap akan menunggu Alex sampai ketemu. Dan saat waktu itu tiba ternyata pupus sudah harapannya.


" Aku mencoba melindunginya saat dia mengetahui kehamilannya. Tapi sudahlah.. ". Alex tak melanjutkan ceritanya setelah seorang sekretarisnya mengetuk pintu.


" Maaf Tuan, Nyonya mencari Tuan sekarang sedang menunggu diruangan Tuan ". Ujar sekretarisnya.


Alex langsung menuju ruang kerjanya diikuti Rachel. Tak biasanya Ellena datang ke Kantornya malam - malam.


" Ellen ". Alex yang melihat Ellena menangis.


Ellena langsung memeluk Alex dan menangis dipelukannya.


" Apa yang terjadi Ell? ". Alex yang ikut panik karena Ellena menangis.


" Felix, Fiona mereka menghilang.. Hiks.. Hiks.. ". Ucap Ellena parau karena tangisnya.


" Kenapa kau tak langsung menghubungiku? ".


" Aku sudah menghubungimu berkali - kali tapi ponselmu tak aktif ". Protes Ellena.


Alex pun langsung mengambil ponsel disakunya dan benar saja ponselnya mati. Kemudian dia mengaktifkannya, dia terkejut saat Zacklee mengirim foto Felix dan Fiona bersamanya.


" Aku akan membawa Felix dan Fiona kembali. Rachel tolong jaga Ellena ". Alex yang sudah mengetahui keberadaan si Kembar berlalu meninggalkan Ellena dan Rachel.


***


" Jadi , menurutmu Ellena mengkhianatimu? ". Alex sedikit ragu dengan dugaan putranya.


" Jelas semuanya Pa.. Mereka bukti nyata perselingkuhan mereka ". Zacklee menunjuk ke arah Felix dan Fiona yang tertidur.


" Nak, tapi Mama ga yakin mereka berdua sangat mirip denganmu sewaktu kecil ".


" Bisa saja saat Ellena melakukannya dengan Alex teringat wajahku Mam, karena dia merasa sangat bersalah ". Jawab Zacklee asal.


" Kau ". Trias memukul pundak putranya.


" Mam.. Pa, titip mereka sebentar. Aku sedang Ada urusan mendadak ". Pamit Zacklee.


" Tapi apa Ellena tak khawatir dengan mereka Lee? ".


" Mulai hari ini Aku akan membuat hidupnya selalu dalam kekhawatiran ". Ucap Zacklee dingin sehingga membuat Trias dan Albert ketakutan melihat perubahan putranya.


Zacklee segera pergi ketempat pertemuannya dengan Alex. Zacklee ternyata sudah merencanakan ini semua. Dia benar - benar ingin membalas Ellena dan Alex.


Seorang misterius mengikuti Zacklee yang keluar dari kediaman Albert. Dia tersenyum devil melihat Zacklee yang menggila.


" Aku pastikan kau akan kehilangan anakmu Zacklee ". Ucapnya dengan bahagia melihat Zacklee yang akan menghancurkan anaknya sendiri.


Zacklee tiba di base camp tempat berkumpul geng nya saat masih di Kampus. Zacklee tersenyum melihat Alex yang sudah lebih dulu tiba disana.


Alex yang sudah tak sabar langsung menarik kearah baju Zacklee.


" Cepat katakan dimana anak - anak itu ".


" Lepaskan tangan kotormu Lex karena jika kau bersikap seperti ini kau tak akan mendapat info apa - apa ". Ancam Zacklee dengan tersenyum santai dan mampu membuat Alex melepaskan cengkeramannya.


" Zack, Aku tau kau sangat marah karena selama ini Ellena lebih memilih Aku ". Alex memancing kemarahan Zacklee.


Zacklee sudah mengepalkan tangannya, tetapi masih bisa ditahan.


" Kau tau Zack bagaimana dia memelukku saat di Bandara saat itu? Dia sangat ketakutan, kecewa, frustasi karena kau meninggalkannya. Ellena yang saat itu membutuhkan seseorang buat menjaga dan melindunginya datanglah Aku yang menjadi harapannya ". Alex tersenyum sinis kali ini karena Zacklee sudah terpancing dengan ceritanya.


" Dan kau tau bagaimana Ellena memutuskan untuk hidup bersamaku? Aku merasa bahagia Dan menang darimu ".


BUGHK!


Zacklee yang tak bisa lagi mengontrol emosinya, hatinya sakit saat pria lain menceritakan kedekatannya dengan Ellena.


Alex tersenyum sambil menyeka darah yang keluar dari ujung bibirnya.


" Kau tau bagaimana Ellena bersamaku saat itu, dia selalu memenuhi kebutuhanku. Aku bahagia Zack! ". Alex semakin mengeraskan suaranya Dan Zacklee kembali mendaratkan pukulannya ke wajah Alex.


Mereka mengalami perkelahian untungnya Revan dan Devan datang tepat waktu kalau tidak salah satu dari mereka akan mengalami cidera parah.


" Kalian... STOP! ". Suara Revan lantang membuat Zacklee dan Alex berhenti.


" Urusan kita belum selesai, lepaskan Revan ". Zacklee memberontak ingin sekali membunuh Alex.


" Zack.. Sudah kita selesaikan dengan kepala dingin ". Revan sangat mengerti perasaan kedua sahabatnya. Begitupun dengan Devan dia juga mencoba menenangkan Alex.


Zacklee menghempas tangan Revan kemudian meninggalkan semuanya. Alex berusaha mengejarnya tetapi Devan menghadangnya.


" Kita pasti bantu elu nemuin Felix dan Fiona ". Ucap Devan.


" Kalian sudah mengetahuinya? ". Alex yang sedikit terkejut dengan ucapan Devan. Pasalnya Alex belum pernah menceritakan soal Felix Dan Fiona dengan Revan dan Devan.


" Kita sudah juga tau Felix Dan Fiona anak kandung siapa ". Sahut Revan.


" Ellena sudah bercerita semua ke Dhea. Lu tenang aja Zacklee tak akan menyakiti mereka. Kita tau seperti apa karakter Zacklee ".


Alex terdiam dia menyetujui perkataan Revan yang Ada benarnya. Karena bagaimanapun Zacklee adalah Ayah Biologis Felix dan Fiona.


...----------------...


Like, Vote, Comment ya para Readers❤